Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 36


__ADS_3

Ke Markas Kalajengking Bersama Chandra


Akhirnya ada sebuah suara yang berhasil membuyarkan lamunan mereka berdua, "Ehemmmb... maaf Tuan ijin bertanya, apakah ini langsung ke lokasi atau makan malam dulu Tuan." ucap seorang sopir. Sontak membuat Chandra dan Vitalia pun membuyarkan lamunannya dan merasa Salah tingkah. Chandra pun berusaha menetralisir keadaan dengan menjawabnya, "Ehemmbb.., lanjutkan saja ke lokasi, setelah itu baru kita makan malam." jawabnya salah tingkah karena kepergok bermesraan di dalam mobil.


Sementara Vitalia yang mendengarkan pernyataan Chandra pada sang Sopir, Ia pun bertanya, "Apa katamu, makan malam??" tanya Vitalia memastikan.


"Iyaaa, kalau tidak makan bisa-bisa Kau kurus, dan kalau Kau bertambah kurus terus sakit bagaimana??, Aku yang repot juga Amelia." ucap Chandra mengkhawatirkan kondisi Vitalia.


"Heh.., omong kosong apa lagi Chandra, Kau itu manis hanya dibibir saja, tanpa memikirkan perasaanku." batin Vitalia tersenyum sinis memalingkan mukanya. Entah mengapa hatinya merasa sakit jika Chandra menganggapnya sebagai Amelia bukan sebagai Vitalia. Dan Ia pun sejenak berpikir bagaimana jika Chandra mengetahui bahwa dirinya adalah Vitalia, apakah Dia akan sebucin ini, ataukah justru menjauhinya.


"Sepertinya Aku harus berbuat sesuatu.." ucap Amelia palsu(Vitalia) dalam hati.


"Apa??, kenapa Kau diam??, mau kucium lagi??" tanya Chandra dengan nada menggoda Wanita di depannya yang Ia pikir adalah Amelia. dan Vitalia pun menjawabnya, " Berhenti menggoda ku Chandra, atau akan ku patahkan tanganmu..!!" seru Vitalia. Sontak membuat Chandra membulatkan matanya menatap tajam Amelia lalu berkata, "Ternyata Kau berani juga.." ucapnya santai membuat Vitalia menatap keheranan dengan sikap Chandra.


"Kenapa Kau menatap ku seperti itu??


"Pede banget sih, lagian nih ya mana ada Mafia sepertimu berubah-ubah seperti bunglon, kadang baik kadang kejam huhh... tak sesuai ekspektasi.." sindir Vitalia dengan nada penuh penekanan. merasa tak terima Chandra pun berkata, "Apa Kau bilang??" tanyanya.


"Buat PR...!!" tegas Vitalia membuat Chandra geram dan


Cupp...


Kecupan bibir Candra mendarat begitu saja di pipi sisi kanan Vitalia, sontak Vitalia pun terdiam membulatkan matanya sempurna karena ulah Chandra yang sangat menjijikkan baginya. Ia pun lalu berniat akan mengusapnya, seketika saja tangan Vitalia dicekal oleh Chandra dan berkata, "Jangan mencoba menghapusnya atau Kau akan kehilangan.." ucapnya terhenti karena dipotong oleh Amelia.


"Jangan mencoba mengancam ku Chandra, Aku tidak takut ancaman mu itu.." balas Vitalia yang sedang menyamar sebagai Amelia. Seketika Chandra pun terdiam, dan pada akhirnya mereka saling diam tak ada lagi yang berbicara sepatah kata apa pun yang terucap diantara mereka berdua.

__ADS_1


"Lihat saja Amelia, akan ku buktikan jika ucapan ku ini menjadi kenyataan." ucap Chandra dalam hati.


*****


Tak berselang lama setelah mereka saling mendiamkan satu sama lain, akhirnya Chandra dan Vitalia sudah sampai di sebuah tempat, hingga Vitalia sampai heran menatap sekeliling ke arah jendela, dilihatnya adalah hutan tempat markasnya berada.


"Loh... bukannya ini hutan arah lokasi markas Kalajengking..??, Ya Tuhan... bagaimana Aku sampai lupa jika Chandra disuruh kesini sama Kak Aditya, tapi bukannya tadi Kak Aditya bilang jika mau menjemputnya ya, kok ini malah...??" banyak pertanyaan yang berputar dalam pikiran Vitalia.


Vitalia pun lalu membuka suaranya dengan bertanya, "Chandra... Kau mau membawaku kemana??, kenapa tempat ini hutan semua??" tanya Vitalia yang sedang menyamar sebagai Amelia. Ya dia sedang berpura-pura tidak mengetahui tempat yang sedang Ia dan Chandra tuju sekarang.


"Sudah.. Kau tidak usah khawatir, nanti Kau akan mengetahuinya." balas Chandra dingin sambil tersenyum tipis ke arah Vitalia, sedangkan Vitalia memutar bola matanya malas menanggapinya. "Gilak nih orang cepet banget berubah dasar Mafia Kejam seperti bunglon..." gerutu Vitalia dalam hati.


"Sudah jangan mengumpat.. Aku tahu bahwa Kau sedang mengumpatiku." ucap Chandra sambil tersenyum penuh arti, bahkan orang yang melihat pun pasti akan terpana melihatnya.


Sedangkan Chandra tak menghiraukan Vitalia yang terus menerus mengumpati dirinya.


*****


Mobil pun berhenti, mereka berdua pun segera turun dari dalam mobil dan menuju ke lokasi yang mereka tuju. Langkah demi langkah mereka lalui, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah bawah tanah, dilihatnya para anggota geng Kalajengking yang sedang berjaga di depan pintu masuk bangunan rumah tua bawah tanah tersebut.


Seketika saja para penjaga pun terperangah ketika melihat kedatangan Vitalia bersama seorang Pria. Salah satu anggota geng pun ada yang berkata dengan salah seorang teman yang lainnya, "Eh.. guys.. lihatlah kenapa Bos justru datang kesini dengan seorang Pria??, bukankah Dia di Jepang??" tanya satu dari mereka. "Kau ini bagaimana sih boy, Bos kan sudah memberi tahu Kita sebelum kesini." jawab salah satu temannya. Ya mereka melihat Bosnya datang dengan seseorang yang seperti sedang berdebat, dan ditengah perdebatan mereka, para anak buah geng Kalajengking tidak berhenti membicarakannya begitu saja.


"Tapi mengapa Bos kesini bersama Chandra Zhu..??, bukankah seharusnya yang datang itu Tuan Aditya bersama Chandra Zhu?" sambung yang lain ikut bertanya.


"Sudahlah..., Kita tidak usah ikut campur urusan mereka, yang terpenting Kita sudah menuruti komando dari Bos, daripada disini mending kita ke sana menghampiri Bos." ucap Salah satu dari anggota mereka lagi berusaha menasehati teman-temannya agar menghampiri Bosnya yang datang bersama Chandra Zhu. Ya karena memang salah satu dari anggota geng tersebut sudah diberi instruksi pada Vitalia, jika mereka disuruh berpura-pura tidak mengenalinya.

__ADS_1


*****


"Ehemmmb... selamat datang Tuan Chandra Zhu Dan Nona, tadi Tuan Aditya dan Tuan Aldo sudah menyampaikan bahwa Tuan Chandra disuruh langsung datang ke markas, dan Anda sudah ditunggu di dalam." jelas salah satu anggota geng Kalajengking tersebut.


"Terimakasih" jawab Chandra, sedangkan Vitalia melirik salah satu anggota gengnya seperti sedang memberi instruksi, dan anak buahnya itu pun mengangguk pelan mengiyakannya.


"Awas saja Kau Chandra jika Kau berani macam-macam dengan geng Kalajengking yang ada di negara ini seperti Kau perbuat dengan geng Kalajengking ku yang ada di Jepang, akan Kau rasakan akibatnya...!!!" seru Vitalia dalam hati sambil mengikuti Chandra dari belakang, dengan menggenggam tangan Chandra.


Ia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa ketika Chandra sudah menggenggam tangannya, mau tak mau Ia juga membalas genggaman tangan dari Chandra, seolah-olah Ia sedang ketakutan berada di tempat tersebut dengan bersandiwara.


"Chand, Aku takut..." ucap Vitalia yang sedang menyamar menjadi Amelia dengan bergelayut manja di lengan Chandra.


"Sudah tenangkan dirimu, jangan takut ada Aku disini." jawab Chandra dengan lembutnya.


"Astagaa Vitalia apa yang telah Kau lakukan, konyol sekali sandiwara mu ini.., tapi tak ada salahnya juga Aku berpura-pura takut, kalau Aku tak takut justru si Mafia nggak jelas ini pasti mencurigai ku." batin Vitalia.


"Ruangannya kenapa ngeri sekali sih Chand, ayo kita pulang, Aku benar-benar takut." ucap Vitalia lagi beralasan agar Chandra tak jadi menemui Aditya, karena Ia pikir jika Chandra bertemu dengan Kakaknya, Dia pasti akan mencurigai dirinya yang sedang dekat dengan Chandra, apalagi Dia sedang berperan sebagai Amelia yang wajahnya sangat mirip dengan dirinya. Vitalia tidak mengetahui dengan maksud tujuan Chandra datang ke markas Kalajengking, Dia hanya mengetahui jika sang Kakak yaitu Aditya menyuruh Chandra untuk menemuinya.


******


Tahan sebentar guys.....


Waaahhh makin seru kan..., kekejaman Chandra sebentar lagi akan dimulai nih guys....


Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa.... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2