Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 07


__ADS_3

Di Perusahaan milik Chandra terlihat dirinya sedang diganggu oleh wanita.., walaupun dia sangat tak menyukai wanita, justru Chandra malah menjadikan wanita sebagai pelampiasan dengan berganti-ganti wanita untuk di tidurinya, itu pun harus menggunakan kekerasan sebagai pemuas nafsunya belaka. Akan tetapi ketika Ia sedang berduaan dengan wanita bayarannya, mereka pun dikejutkan dengan kedatangan seseorang, yaitu sahabat dari Chandra bernama Frans, yang datang tiba-tiba, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Cekleeekk..,


Frans pun sontak membulatkan matanya terkejut, melihat ke arah Sahabatnya yang pagi-pagi sudah bermain dengan wanita j*l*ng di kantornya, apalagi saat ini Chandra sedang menyiksa wanita tersebut dengan menjambaknya lalu menci*mnya.


“ Astagaaaa, Chandra..., apa-apaan Kau...hentikan...” ucap Frans sambil menggelengkan kepalanya melihat ke arah keduanya,  sontak membuat Chandra dan Wanita j*l*ng itu menghentikan aktifitasnya dan menatap kearah Frans.


“ Frans Kau..., beraninya masuk ruanganku tanpa seijin dariku..” ucapnya penuh amarah.


“ Yang ada kau ini apa-apaan sih Ndra..., ini masih pagi loh..., dan lagian ngapain bawa wanita ****** ke kantor..,  apalagi pintu tidak Kau kunci...” ucap Frans kesal dengan Sahabatnya, apalagi melihat wanita j*l*ang yang di bayar oleh Chandra, Ia merasa sangat jijik.


“ Bukan urusanmu..., ada apa Kau kemari..??” tanya Chandra dingin, sambil merapikan pakaiannya yang berantakan. Akan tetapi ucapan dari Chandra tak di tanggapi oleh Frans, justru Frans melirik wanita j*l*ng itu, lalu berkata: “  Kau..., wanita j*l*ng..., pergi sana..., dan jangan pernah kembali lagi ke kantor ini...” tegasnya, dan Wanita itu pun lalu pergi meninggalkan ruang CEO dengan rasa malu, sedangkan Chandra tak menghiraukan Sahabatnya yang mengusir wanita bayarannya.


“ Apa yang Kau lakukan Ndra...??, sampai kapan Kau akan terus menerus seperti itu..” ucap Frans.


“ Ck... jangan sok menasehatiku Frans...” jawab Chandra sambil tersenyum sinis. Dan Frans pun berkata: “ Sudahlah tak ada gunanya juga Aku menjelaskanmu.., Hmm ya..Ndra..., tahu kah Kau, jika Putri dari Keluarga Hirata telah kembali..??” tanya  Frans serius.


“ Lalu...?? ucap Chandra malah bebalik tanya pada Sahabatnya.


“ Yaa... memangnya nggak mau apa.., ada niatan gitu dekatin Dia...??, daripada Kau begonta-ganti dengan wanita nggak jelas asal usulnya, terus Kau siksa, mending dengan Putri dari Hirata saja, yang sangat cantik dan baik hati.” Ucap Frans, sedangkan Chandra hanya diam mendengarkan ucapan Sahabatnya saja.


“ Lalu..., kenapa..??” tanya Chandra membuka suaranya.


“ Percuma saja Kau mencari Vitalia diseluruh ujung dunia pun tak akan bisa Kau temui, Dia sudah tiada..” sambung Frans. Dan Chandra pun menjawab: “ Memangnya apa untungnya menikah dengan Putri dari Hirata..., dan satu lagi jangan sekali-kali berkata jika Vitalia sudah tiada.., tapi justru Aku sangat yakin bahwa Dia masih hidup.., bahkan kemarin Aku bertemu dengan seorang Gadis.., dan dia benar-benar mirip sekali dengan Vitalia..” terangnya.


“ Apaaa...??, maksudmu..,ketemu dengan orang yang mirip dengan Vitalia gitu..??” tanya Frans serius. Dan Chandra pun menjawab: “ Betul.., sayangnya Dia bukan wanita yang selama ini Aku cari..., namanya Amelia..., entah mengapa Aku curiga kalau Dia Vitalia..., karna Dia wanita yang sangat cerdik.., bisa merubah situasi...” terangnya.


“ Apaa yang Kau maksud itu Amelia Hirata..??” tanya Frans sangat penasaran.

__ADS_1


“ Mungkin..., karna waktu itu Chan Hirata datang dengan mengatakan jika Dia adalah adik dari Gadis itu...” terang Chandra pada Sahabatnya.


“ Haa.., jadi kalian sudah bertemu...??, Justru itu untung bagimu Ndra... jika Kau curiga dengan Gadis itu..., Kau bisa mencari tahu dengan menikahinya...” ucap Frans memberi saran pada Chandra. Tapi Chandra hanya diam, sedang memikirkan sesuatu, sedetik dua detik, Dia baru membuka suaranya, lalu berkata: “ Itu tidak mungkin Frans..., Kalau ternyata Dia bukan Vitalia bagaimana..??, sedangkan Aku sendiri sangat membenci wanita...” terangnya.


“ Kau jadikan saja Dia Istrimu.., tak ada salahnya juga Kau punya Istri.., lagi pula sudah waktunya juga Kau menikah...” ucap Frans, akan tetapi tak dijawab oleh Chandra.


“ Apa diriku harus setuju dengan yang dikatakan Frans...??, tapi kalau Aku menikah dengannya, kasian Gadis itu..., dia pasti akan menderita jika hidup bersama denganku..., hmm.. lebih baik Aku cari informasi dulu mengenai Gadis itu...” batinnya.


“ Terserah Kau saja Ndra..., yang penting Aku sudah mengingatkanmu..., entah sampai kapan Kau akan terus terusan mempermainkan wanita dengan menidurinya lalu menyiksanya..” ucap Frans lalu pergi meninggalkan ruang CEO, sedangkan Chandra hanya diam mematung di tempat, sambil mencerna perkataan dari Sahabatnya itu. Setelah terjadi perdebatan di antara Chandra dan Frans, Chandra pun lalu menghubungi seseorang.


“ Halo..” ucap Chandra pada seseorang yang Ia hubungi.


“ Ada apa tuan Chandra..?? “ tanya seseorang itu dibalik telpun.


“ Kau..., cepatlah ke ruanganku sekarang juga..” ucap Chandra lalu mematikan telpunnya sebelah pihak. Tak lama orang yang di telpun oleh Chandra pun akhirnya datang ke ruangannya, Ia pun lalu bertanya: “ Tuan Chandra.., apa ada yang bisa Saya bantu..??” tanyanya pada bosnya.


“ Baik tuan...”  jawabnya.


“ Jika sudah dapat info.., kabari segera...” ucap Chandra dingin, dan mendapatkan anggukan oleh Kevin, Ia pun lalu pergi meninggalkan ruangan Chandra.


****


Sementara di kediaman keluarga Hirata, Amelia tampak sedang berjalan di pinggir kolam renang sambil memikirkan sesuatu.


“ Kenapa aneh sekali..., justru aku sangat bosen di rumah.., lalu.. siapa dengan Kakak itu..??, mengapa Dia memanggilku dengan sebutan Vitalia??, belum lagi Pria yang kemarin menolongku Dia juga memanggilku dengan sebutan itu..., sebenarnya Aku ini siapa..??, apa mungkin yang dikatakan Kak Chan benar, jika mereka hanya salah orang,dan mirip denganku..??, lantas jika itu benar.., mengapa hati ini terasa ada yang janggal, ya...” batin Amelia benar-benar pusing memikirkannya, karna terlalu banyak pertanyaan yang ada dalam otaknya. Dan tiba-tiba saja ada seseorang datang menghampiri Amelia dari belakang...


“ Doorrr...” ucap Melisha.


“ Loh.., Sha..., Kamu kapan datangnya..??, memangnya nggak kerja apa..?? tanya Amelia heran dengan kedatangan Sahabatnya.

__ADS_1


“ Barusan lah Mel..., Aku kebetulan masuk siang.., Kamu sendiri ngapain..bengong di pinggir kolam renang.., nanti kecebur baru tau rasa...” ucap Lisha.


“ Enggak kok Sha.., hanya mikirin sesuatu saja..., Oh ya Sha... Kau kenal dengan mbak Mirna tidak.., dia dokter juga di Sunrise Hospital, nampaknya dia dokter baru ya disana...??” tanya Amelia pada Sahabatnya, seketika Lisha pun mengerutkan keningnya bingung, lalu berkata: “ Mbak Mirna..??, apa yang Kau maksud dengan dokter Feriska..??” ucap Melisha malah berbalik tanya pada Amelia.


“ Aku tak tahu Sha..., tapi Dia bilang jika namanya adalah Mirna..., dan Aku sendiri bingung.., Aku sepertinya sangat mengenalnya.., tapi Aku lupa dimana..??, lalu apa Kau tau Sha..., sebenarnya Dia itu siapa..??” tanya Amelia lagi.


“ Apa mungkin yang dimaksud Amelia dokter Feriska Yaa..??, tapi kenapa dokter Feriska justru bilang ke Amelia jika namanya adalah Mirna..??, setahuku jika panggilan itu hanya digunakan untuk orang-orang tertentu saja yang memanggilnya dengan sebutan itu..., lantas.., Amelia kemarin menyebut nama Mirna itu apa yang dimaksud dengan dokter Feriska...??, tapi bagaimana mungkin..??, sedangkan dr. Feriska saja baru datang dari Indonesia...” batin Melisha, banyak pertanyaan dalam otaknya.


“ Wooyy..., diajak bicara malah ngelamun..” teriak Amelia, sontak membuat Lisha terkejut , membuyarkan lamunannya.


“ Ehh.. emm.. Mel  sorry...” jawabnya.


“ Iyaaa...,tenang saja..., Kamu nggak papa kan Sha..??” tanya Amelia pada Sahabatnya yang terlihat mencurigakan, dan Lisha pun menjawabnya: “ Enggak kok Mel.., udah yukk masuk kedalam..” imbuhnya, dan dapat anggukan oleh Amelia. mereka pun lalu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah


“ Ehh... tunggu dulu Sha...” ucapnya sambil menghentikan langkahnya.


“ Apa lagi sih Mel...??” tanya Melisha.


“ Emm... Sha..., boleh nggak jika hari ini Aku mulai bekerja masuk siang...” ucap Amelia mengusulkan dirinya.


“ Tapi Mel..., kondisimu belum sepenuhnya stabil...” tolak Melisha.


“ Aku tak apa-apa kok Sha..., Pleasee...kali ini tolong ijinin Aku yaa...” ucap Amelia seraya memohon kepada Melisha. Dan Lisha pun lalu menghembuskan nafas kasarnya pasrah, lalu berkata:“ Huhh..., Iya deh Aku ijinin.., tapi dengan  satu syarat..., Kau boleh masuk tapi hanya setengah waktu saja..., nanti biar Aku yang bilang pada direktur utama...” ucapnya terpaksa menuruti keinginan Sahabatnya.


“ Yang benar Sha.., kau seriuskan...?? tanya Amelia memastikan. Dan mendapat anggukan dari Lisha, Ia pun berkata: “ Iyaa Amel sayang..., sudah besiaplah..., Kita berangkat sekarang...” titah Melisha pada Amelia. “ Ok..., Sayang..., thanks ya Sha kau benar-benar memang Sahabat terbaik...” ucap Amelia sambil mencubit pipi Sahabatnya, pergi ke dalam begitu saja meninggalkan Melisha sendirian di pinggir kolam, sedangkan Melisha hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkah sahabatnya yang sangat antusias untuk kembali bekerja di Sunrise Hospital sebagai dokter Umum, lalu Ia segera menyusul Sahabatnya untuk masuk ke dalam.


****Selamat Membaca*****


"Jangan lupa Vote,Like, Komen, dan Favorite Yaaa... Terimakasih.."

__ADS_1


__ADS_2