
Permintaan Maaf Chandra
Sementara Amelia kini masih berusaha untuk keluar dari kamar Chandra, dan pada akhirnya entah mengapa dipikiran Amelia terlintas sebuah nomer yang akhirnya bisa membuka pintunya dengan kode nomer tersebut.
"Ah iyaa CH4NL1A" gumamnya pelan, dan terdengar di telinga Chandra seketika saja Chandra membuyarkan lamunannya menatap tajam Amelia.
"Amelia Kau...." ucapnya, yang kebetulan Amelia berhasil membuka pintunya dengan kode tersebut, "Haah... akhirnya berhasil juga.." ucap Amelia pelan, lalu segera membuka knop pintunya keluar kamar tanpa menghiraukan Chandra yang masih terkejut menatap tak percaya dengan apa yang Ia lihat, ternyata Amelia mengetahui kode yang Ia buat.
"Tidak salah lagi jika Kau benar-benar Vitalia." gumamnya pelan. Chandra pun tak mau ambil pusing Dia segera keluar mengejar Amelia, karena bagi Chandra kejadian tadi merupakan kesalahannya. Yaa Dia pikir jika Amelia akan mengingatnya kembali, tapi ini justru Amelia yang menjauhinya.
tap.. tap... tap...
Amelia berlari menuruni tangga dengan penuh rasa kesal, takut bercampur menjadi satu, "Aku harus segera pergi dari Pria br*ngs*k itu" umpat Amelia sambil menuruni tangga. Akan tetapi waktu Dia menuruni tangga dengan terburu-buru dilihat oleh Tuan Zhu dan Nyonya Zhu yang sedang berada di ruang keluarga sedang menonton televisi. "Dokter Amelia..."
"Ehhmmm... maaf Om.. Tante... Saya harus segera pergi dari sini.." ucap Amelia sambil menundukkan kepalanya tak enak.
"Loh kenapa??" tanya Nyonya Zhu pada Amelia yang tampak sedang menahan amarahnya, belum sampai Amelia menjawab Chandra pun berteriak, " Amelia tunggu...!!" serum Chandra sambil menuruni tangga, sementara Amelia mendongakkan kepalanya dilihatnya Chandra mengejarnya, Ia langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan kedua orang tua Chandra, bahkan Ia keluar dari kediaman Zhu dengan terburu-buru.
"Dokter Amelia tunggu..!!" teriak Chandra lagi tapi tak dihiraukan oleh Amelia. "Aku nggak boleh gegabah dalam mengambil keputusan dan Aku harus menjelaskannya, jangan sampai Dia membenciku, atau Aku akan kehilangan kesempatan begitu saja." gumam Chandra pelan tapi masih visa di dengar oleh tuan Zhu dan Nyonya Zhu.
"Chandra, Kau apakan dokter Amelia, sampai-sampai beliau bertingkah laku aneh pada Kami.." Than Zhu melontarkan pertanyaannya pada sang Anak. dan Chandra pun menjawab, "Bukan urusan Papa..., Aku pergi dulu.." pamit Chandra pada kedua orang tuanya untuk mengejar Amelia.
******
Malam semakin larut, cahaya sinar bulan menyinari di tengah gelapnya malam, kini Amelia sedang berjalan cepat menyusuri sepanjang jalan pinggiran kota di tengah keheningan malam. Ia kini sangat kecewa dengan perilaku Chandra terhadapnya, padahal Ia baru saja senang karena telah mempunyai kekasih baru, tapi sayangnya karena Chandra lah Dia memutuskan hubungannya di waktu yang sama ketika Ia diminta Chandra untuk menjadi kekasihnya.
__ADS_1
Selain kecewa Amelia merasa bingung mengapa Chandra tiba-tiba berubah secepat itu seperti orang lain baginya, apalagi Chandra memanggilnya dengan sebutan Vitalia, itu sangat menyakiti hatinya yang menyebut nama Wanita lain selain dirinya.
"Brengs*k Kau Chandra beraninya Kau bermacam-macam denganku, lalu membohongiku, hiks... hiks... hiks..." tangis Amelia pecah begitu saja karena hatinya kini sangat sakit sekali jika mengingat kejadian di kamar Chandra.
"Pria macam apa Kau Chandra berani-beraninya menyebut wanita lain selain diriku apalagi di hadapanku...!!" teriak histeris Amelia di pinggiran jalan yang terlihat lengang.
"Tidak Mel.., Amelia bukan wanita lemah, Kau harus tegar Amelia..!!" seru Amelia sambil mengusap air matanya menyemangati dirinya sendiri, tak berselang lama Chandra pun datang menyusul Amelia dengan membawa mobilnya untuk menjemput Amelia pulang.
Citttt....
Mobil milik Chandra pun berhenti tepat di tengah jalanan yang lengang, sontak Amelia pun menoleh dan melihat ke arah mobil tersebut.
"Ck... Pria brengs*k itu lagi." umpat Amelia kesal, bahkan Ia tak menyangka jika Chandra bersi keras mengejarnya.
sreett...
"Amelia cepat masuklah.." titah Chandra pada Amelia dari dalam mobil. Amelia pun menjawabnya, "Apa pedulimu..??, lagi pula temanku mau kesini menjemputku" ujar Amelia cuek.
"Jangan membantahku Amelia Hirata..!!" lantang Chandra dari dalam mobil.
"Oh... jadi Kau telah berubah pikiran setelah tadi Kau memanggilku dengan sebutan Vitalia mu itu..." balas Amelia sambil tersenyum sinis, dan Chandra yang merasa dirinya di ejek pun akhirnya tanpa banyak bicara Ia turun dari mobilnya, segera menghampiri Amelia untuk masuk ke dalam mobil, lalu berkata, "Masukk...!!" perintah Chandra. sayangnya Amelia masih diam di tempat tidak mau menuruti perintah dari Chandra.
"Amelia Hirata masuklah atau Kau...
"Atau Kau apa, haa ... ??, Kau mau mengancamku .. ??" tanya Amelia dengan penuh penekanan.
__ADS_1
"Amelia ... !!" lantang Chandra dengan mengangkat tangan kanannya akan menampar Amelia.
"Heh ... kenapa berhenti ayo tampar ... !!" seru Amelia pada Chandra yang menghentikan gerakan tangannya untuk menampar Amelia. seketika saja Chandra pun terdiam, dan bergumam dalam hati, "Chandra, Kau tak boleh gegabah, Kau harus bisa mengontrol emosimu di depan Vitalia, ingat Dia mengalami hilang ingatan, dan Dia berpikir bahwa dirinya adalah Amelia padahal sebenarnya Dia adalah Vitalia yang selama ini Kau cari, jadi Kau jangan menyia-nyiakan kesempatan, dan Kau harus pandai-pandai mengambil hatinya" gumamnya dalam hati.
Sementara Amelia yang melihat Chandra terdiam, Dia diam-diam meninggalkan Chandra yang melamun di tempat, sambil mengumpat, "Issshh dasar pria aneh, pria brengs*k, Mafia terkejam yang pernah aku temui." umpat Amelia pelan lalu pergi meninggalkan Chandra, dan Chandra pun baru tersadar jika Amelia beranjak pergi meninggalkannya.
"Maafkan Aku..." sesal Chandra dengan mode dinginnya meminta maaf pada Amelia, seketika saja Amelia menghentikan langkahnya, lalu berbalik badan. sedetik dua detik Amelia pun menjawab pernyataan Chandra, "Jangan pernah berharap Aku akan memaafkanmu Chandra" balasnya dingin.
*****
Langkah demi langkah Amelia mulai menjauh dari Chandra yang menatapnya dari kejauhan, tak berselang lama Mirna pun muncul dengan menggunakan sepeda motornya. Ya Amelia telah menghubunginya karena Dia sebetulnya sangat penasaran dengan apa yang ada dalam benaknya dan dalam pikiran Chandra yang menyebut namanya dengan nama Wanita lain yaitu Vitalia.
"Amel..." ucap Mirna Feriska melihat Amelia yang sedang berjalan kaki.
"Mbak Mirna..." jawab Amelia.
"Loh Kamu dari mana??, bukannya tadi.." tanya Mirna terhenti, karena terpotong oleh ucapan Amelia. "Hmm.., tuh lihatlah orangnya, dan Aku malas untuk bertemu dengannya lagi" tutur Amelia malas, sambil bersedekap dada. seketika Mirna pun melihat ke arah orang yang sedang berada di kejauhan dan di belakang Amelia. dilihatnya, Chandra yang sedang berjalan cepat menghampiri mereka berdua.
"Loh..., memangnya kenapa??" tanya Mirna mengerutkan keningnya bingung.
"Sudahlah Mbak jangan banyak tanya, ayo jalan...!!" titah Amelia pada Mirna, dan Mirna pun menuruti saja perintah dari Amelia. Amelia pun segera menaiki sepeda motor milik Mirna, akan tetapi Chandra berteriak menghentikannya, "Tunggu...!!" serunya. seketika saja Mirna justru mengurungkan niatnya untuk menjalankan sepeda motornya, "Ck.. Mbak, kenapa berhenti sih??, jangan hiraukan Dia Mbak.." ucap Amelia sebal karena Mirna malah tidak melajukan sepeda motornya. belum sampai Mirna menjawabnya Chandra berkata pada Amelia, "Maafkan Aku dokter Amelia.."
"Sudah berapa kali kubilang Chandra, Aku tak akan pernah memaafkanmu, apalagi Kau sudah menyakiti perasaanku..!!" lantang Amelia melawan permintaan maaf Chandra. sementara Mirna yang melihat dan mendengar mereka sedang ribut pun terdiam, dengan pikirannya sendiri. "Sebenarnya apa yang sudah terjadi diantara mereka??" Mirna Feriska bertanya-tanya dalam hati.
*****
__ADS_1
Waduhhh gimana readers, makin seru kan...??
Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏