Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 79


__ADS_3

Positif Hamil


Beberapa menit kemudian Vitalia pun terbangun dari tidurnya, Ia pun mengerjap-ngerjapkan matanya lalu mengego dengan memanggil nama seseorang, “Ma ... Mama ... !!” teriak Vitalia terbangun dari tidurnya dengan terengah-engah seperti habis berlari kencang.


“Mel, Mama mana Mel ... ??, Aku takut terjadi sesuatu sama Mama, apalagi Arnold mengetahui jika Aku bukanlah Amelia, dan Kau adalah Amelia.” ucap Vitalia panik. Amelia pun lalu membalasnya dengan berkata, “Vita .., sudah tenangkan Dirimu, Kau tahu tidak, bahwa Arnold sampai sekarang belum terlihat lagi sesudah kejadian di kapal itu, jadi Kau tenang saja banyak anak buahmu yang menjagamu.”


“Tapi bukan itu masalahnya Mel, bagaimana kalau keluarga Hirata tahu mengenai hal ini, apalagi kemarin Sherlyn melihatku dan Dia mengira kalau Aku ini adalah Amelia ... !!” seru Vitalia sambil memegang tangan Amelia. Dokter Mirna Feriska pun lalu menimpalinya dengan berkata, “Ya Kau memang benar Vitalia, tapi bukan berarti Kau ketahuan, Chandra lah yang menjelaskan pada Keluarga Hirata bahwa yang ditembak Sherlyn bukanlah Amelia, tapi Istrinya dan itu Kau, dan Aku mengetahui semua ini dari para anak buah buahmu memata-matai Chandra ketika berada di Moon Hospital.” timpalnya menjawab ucapan dari Vitalia.


Sedangkan Vitalia pun terperangah ketika mendengar penjelasan dari Kakak Sepupunya, Ia pun lalu membatinnya, “Apa .. ??, ternyata Kau Mas yang sudah membantuku, terimakasih Kau mau mengakuiku sebagai Istrimu di depan Keluarga nHirata, meskipun Mereka belum mengetahui siapa Istrimu yang sebenarnya, setidaknya Kau berkata jujur di hadapan Keluarga Amelia yang sudah ku anggap seperti Keluargaku sendiri.” batinnya.


“Dan satu lagi Vitalia, Aku ingin menyampaikan bahwa perusahaan milik Suamimu kini sudah mulai kolaps, dan itu sesuai dengan yang Kau inginkan, Congrats Vita, Kau telah berhasil menyelesaikan misi ini dengan baik.” ucap Mirna Feriska. Sontak Vitalia pun membulatkan matanya sempurna karena terkejut setelah mendengarkan penuturan dari Kakak Sepupunya. Ia pun lalu berkata, “Apa ... ??, tapi Mbak, mana mungkin cara yang Ku pakai kemarin berhasil .., itu mustahil ... !!” seru Vitalia tak percaya.


“Tapi kenyataannya memang Kau berhasil membuat perusahaan Suamimu kolaps, Vit ... !!” seru Mirna Feriska.


“Tapi bukankah kemarin sudah kukatakan pada John, Aku membatalkannya dan tidak ingin perusahaan Chandra kolaps dengan cara seperti ini, Mbak ... !!” tandasnya. Mirna pun lalu membalasnya sambil menggelengkan kepalanya, lalu berkata, “Tapi Vitalia ..., ini adalah jalan terbaik, biarkan Dia menyesal ... !!"


“Iyaaa, Aku tahu Mbak tapi bukan begitu caranya ..., itu terlalu menyiksa Dia Mbak hiks .., hiks ..” ucap Vitalia sambil menangis sesenggukan. Mirna pun hanya menggelengkan kepalanya heran dengan sikap Vitalia yang selalu saja berubah-ubah jika menghadapi Chandra, Ia pun lalu berkata, “Apa katamu .. ??, terlalu menyiksa Chandra ??, Aku nggak salah dengar kan, Vit??,  bahkan Kau sendiri disiksa sama Dia .., lalu Kau membelanya begitu ... ?!” ucapnya dengan tensi tinggi, Mirna kini benar-benar tersulut emosi. Ia pun lalu menyambungnya lagi dengan berkata, “Tidak Vitalia, itu tidak mungkin dan Aku tidak akan pernah membiarkan Kau terluka sedikit pun karena ulah Pria brengsek seperti Chandra ... !!” seru Mirna Feriska berusaha menasehati Vitalia. Vitalia pun hanya terdiam setelah mendengar ocehan dari Kakak Sepupunya.


Sementara Amelia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Sudah Mbak, lebih baik Kita bicarakan nanti saja setelah Vitalia sudah pulih.” ucap Amelia berusaha menengahi perdebatan antara Vitalia dan Mirna. Akan tetapi ucapan dari Amelia pun tak digubris oleh Mirna Feriska yang justru hanya diam saja.


Ameli pun lalu berkata, “Huufftt .., ya sudah, mumpung Kau sudah bangun, setelah ini Kita lakukan pemeriksaan kandungan ya ..” ucapnya pada Vitalia, dan Vitalia pun mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang dikatakan Amelia, Ia pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Apa .., Kandungan .. ??” tanyanya.


Dan Mirna pun menjawabnya, “Iya Vitalia, kandunganmu perlu diperika, dan sebelum memasuki tahap pemeriksaan, ada baiknya Kau pakai alat tespeck yang sudah Amelia beli di apotik rumah sakit.” tuturnya.


“Tapi Mbak, Aku nggak hamil ... !!” seru Vitalia menolak perintah dari Mirna Feriska. Mirna pun lalu membalasnya dengan berdecak kesal, “Ck .., Sudah, lakukan saja Vitalia, apalagi Kau kemarin juga berhubungan intim sama Chandra bukan .. ??” tanyanya pada Vitalia. Vitalia bukannya menurut tapi justru malah membalasnya lagi dengan berkata, “Tapi mana mungkin cuma semalam jadi .., ??, nggak mungkin Mbak ... !!” seru Vitalia. Akan tetapi Mirna pun hanya diam melotot ke arah Vitalia, Vitralia yang merasa Dirinya dipelototi pun lalu segera ke kamar mandi untuk mengetes Dirinya


“Astaga ..., iyaa ..., iya ..., nggak usah melotot gitu kenapa sih .. !!” gerutu Vitalia pelan sambil menuruni tempat tidur dengan perlahan-lahan. Sementara Amelia yang melihat tingkah Vitalia yang dipelototin Mirna pun hanya terkikik geli sambil membantu Vitalia untuk memapahnya.

__ADS_1


“Kau juga Mel, ketawa lagi  ..., sudah tunggu disini saja, Aku bisa sendiri ..!!” perintah Vitalia agar Amelia tidak usah memapahnya sampai ke kamar mandi.


****


Sementara dilain tempat Chandra terlihat bingung dengan apa yang harus Ia lakukan, bahkan posisinya sebagai seorang pemimpin perusahaan terancam diambil alih lagi oleh sang Ayah, mengingat Dirinya telah gagal menjadi seorang pemimpin perusahaan. Bahkan Ia akhir-akhir ini telah gagal menyeludupkan senjata biologis buatannya di seluruh penjuru dunia, karena ada seseorang yang telah menggagalkannya. Chandra pun kini tak berani untuk pulang ke rumah, Chandra yang sudah tidak pernah ke diskotik, kini Dia pergi ke diskotik untuk melampiaskan kekesalannya.


Sesampainya Ia di diskotik, Chandra pun lalu meminta seorang pelayan un tuk memberinya sebuah minuman, “Pelayan ..., cepat ambilkan sebotol anggur untukku ... !!” perintahnya. Dan pelayan itu pun mengangguk mengiyakannya segera mengambilkan sebotol anggur untuk Chandra.


Tak terasa Chandra pun sudah menghabiskan satu botol anggur tersebut, Tak sampai segitu saja Chandra pun justru meminta lagi pada Pelayan untuk mengambilkan beberapa botol anggur lagi padanya. Ketika Dirinya sudah mulai terasa mabuknya, ada seorang wanita yang menghampirinya dengan menggoda Chandra, bukannya tergoda justru Chandra malah semakin murka.


“Dasar Jal*ng beran inya Kau menyentuhku ... !!” serunya. Dan Wanita penggoda itu pun menjawabnya dengan berkata, “Tuan Chandra, Kau kenapa berbeda sekali tidak seperti dulu lagi ..., ayolah Kita bersenang-senang ...” rayunya. Namun sayangnya Chandra tetap saja tak tergoda oleh rayuan Wanita tersebut. Ia justru menamparnya.


Plakkkk ...


“Beraninya Kau menggodaku Wanita Jal*ng ..., Aku tidak seperti dulu lagi karena Aku sudah mempunyai Istri yang paling cantik di dunia ini, ingat itu ... !!” ucap Chandra dengan nada meninggi dengan tubuh sempoyongan karena efek kebanyakan minum anggur.


“Chandra ..., apa yang Kau lakukan, bagaimana jika Istrimu kalau Kau sedang mabuk-mabukan .., ha .. ?!” tanya Frans dengan nada penuh penekanan. Chandra pun lalu tersenyum getir lalu berkata, “Dia mengusirku Frans ..., hiks .., hiks .., Aku adalah Mafia kejam ya aku adalah mafia kejam Frans ..., Aku tak pantas menjadi Istrinya ... hiks .., hiks ..” ucapnya dengan berteriak sambil menangis sesenggukan lalu memeluk Frans. Ya Chandra kini begitu rapuh karena sang Istri tidak mau bertemu dengannya.


Sementara Frans yang melihat Chandra ya ng begitu rapuh pun meras iba, Ia pun merengkuh tubuh Chandra untuk menenangkan Sahabatnya lalu berkata, “Chandra .., sudah tenangkan Dirimu, mungkin Istrimu hanya emosi sesa'at ..”


“Sesaat katamu ..??, itu tidak mungkin Frans, Dia sangat membenciku, bahkan Dia tidak ingin bertemu denganku lagi hiks .., hiks .., Aku salah Frans semua ini salahku, Aku telah menyiksanya bahkan memaksanya untuk berhubungan badan denganku ..., hiks .., hiks .., hiks ..” ucap Chandra dengan penuh penyesalan.


“Kalau begitu sama Saya saja Tuan Chandra, Aku siap menjadi Istri darimu ..” timpal seorang Wanita penggoda yang sejak tadi masih menyimak obrolan diantara Chandra dan Frans. Frans yang mendengar Wanita penggoda itu


mencoba menggoda Chandra pun lalu berteriak mengusirnya, “Pergi Kau dari sini, berani-beraninya Kau ikut campur urusan Kami ... !!” bentak Frans tak terima jika Sahabatnya digoda oleh wanita *****.


****

__ADS_1


Sudah satu jam lamanya, Vitalia belum juga keluar dari kamar mandi. Amelia dan Mirna yang meras cemas pun lalu segera mengetuk pintu kamar mandi dengan berteriak, “Vitalia ...” teriak Amelia dan Mirna secara bersamaan. Sementara Vitalia yang diteriaki pun tak kunjung menjawab teriakan tersebut.


“Vitalia .., buka pintunya ... !!” teriak Mirna.


“Vitalia, apa yang Kau lakukan disana Vit, jangan mengkhawatirkan Kami ... !!” seru Amelia.


Sedangkan di dalam kamar mandi Vitalia hanya terdiam setelah melihat dua garis berwarna merah yang ada di alat tes kehamilan tersebut. Tak terasa airmatanya pun lolos dengan  begitu saja,


Tes .., Tes .., Tes ...


“Yaa Tuhan, Ak .. Aku .., positif hamil ... !!” ucapnya sambil menutup mulutnya yang menganga tak percaya dan air mata yang bercucuran membasahi pipi. Ia pun lalu segera membuka knop pintu kamar mandi dengan lemas tak bertenaga.


Ceklek ...


“Vitalia kau itu benar-benar membuat Kami khawatir tahu nggak sih ... !!” seru Mirna panik. Bukannya menjawab Vitalia justru malah semakin menumpahkan airmatanya lalu berkata, “Aku positif hamil, Mel .., Mbak ...” ucapnya dengan nada melemah sambil menyodorkan alat tes kehamilan tersebut kepada Mirna Feriska. Sontak saja membuat Mirna dan Amelia hanya saling tatap, lalu Mirna Feriska pun merengkuh tubuh Vitalia, lalu berkata, “Sudah jangan menangis lagi Vitalia, harusnya Kau senang bukan jika Kau hamil, tapi kenapa Kau malah bersedih ... ??”


“Aku bukan bersedih Mbak, Aku terharu, dan Aku nggak menyangka jika Aku hamil, hanya saja Aku tak tahu apakah Chandra akan senang mendengarnya .. ??” ucap Vitalia bertanya-tanya. Amelia pun lalu memotongnya dengan berkata, “Lebih baik Kau beristirahatlah Vit, jangan berpikiran yang macam-macam .. !!” tutur Amelia menasehati Vitalia agar beristirahat. Amelia dan Mirna pun segera menuntun Vitalia kembali ke tempat tidurnya.


Sesampainya Vitalia di atas tempat tidur, Vitalia pun sejenak terdiam seperti sedang berpikir. Sedetik dua detik Vitalia pun lalu berkata, “Mel .., Mbak ..., Ku mohon sama kalian, jangan katakan semua ini pada Chandra jika Aku hamil anaknya .., please ... !!” ucapnya seraya memohon pada Amelia dan Mirna. Sedangkan Mirna dan Amelia pun hanya saling tatap seperti sedang meminta persetujuan.


*****


Hmmm ..., lalu apa yang akan terjadi selanjutnya ... ??


Jangan lupa Vote, LIke, Komennya Yaaaa


Terimakasih ... ^-^

__ADS_1


__ADS_2