
Keusilan Chandra
Setelah terjadi perdebatan panjang antara Vitalia dan Ata, kini mereka pun sudah masuk ke kamar mereka masing-masing untuk tidur. Di dalam kamar Vitalia, nampak Vitalia sedang mondar-mandir memikirkan cara agar Ata mau mengakui jika dirinya adalah Amelia Hirata, “Ya Tuhan..., mengapa hatiku mengatakan jika Ata adalah Amelia, tapi mengapa ketika Aku mengatakan yang sebenarnya pada Ata, Dia justru diam dan tak bereaksi apa pun.. ??, huufftt... Ata.. apa Kau sebenarnya hilang ingatan sepertiku.. ??, Arrrggghh..., entahlah tidur saja, ngantuk...” ucap Vitalia lalu menututpi tubuhnya dengan selimut tebalnya.
Sementara Ata yang berada di kamar sebelah sedari tadi mengintip dan mendengarkan apa yang di ucapkan Vitalia dari celah-celah pintu yang masih sedikit terbuka. “Maaf Vitalia, untuk kali ini Aku tidak bisa mengaku sebagai Amelia, karena memang Diriku adalah Amelia Hirata.” gumam Ata pelan lalu masuk ke kamar Vitalia.
Ata pun lalu mendekati Vitalia yang tampak sudah tertidur pulas, tanpa sadar Ia pun membelai rambut dari Vitalia sambil berkata, “Vitalia, Kau benar-benar mirip sekali denganku.., Aku juga sangat berharap kalau Kau adalah Saudari Kembarku yang sejak kecil menghilang.” ucapnya sambil tersenyum ke arah Vitalia yang sedang terlelap dalam tidurnya. Ata pun lalu membaringkan tubuhnya di samping Vitalia untuk tidur bersebelahan dengan Vitalia. Entah mengapa hatinya merasa berbeda ketika bersama dengan Vitalia. “Rasanya seperti mimpi ketika melihatmu Vitalia, Kau benar-benar seperti kembaranku.” gumamnya pelan lalu Ata pun mulai memejamkan matanya.
Tanpa disadari oleh Ata, Vitalia pun membuka matanya sambil bergumam dalam hati, “Apa maksud perkataan Ata..??, mengapa Dia berkata Aku ini adalah Saudari kembarnya.. ??, Eh tapi kan memang Aku mirip dengannya, tapi bagaimana mungkin Ata Saudari kembaran ku, Aku saja lahir dari keluarga Wijaya??, berarti kalau Ata itu bukan Amelia bisa jadi kita kembar tiga dong...??, haduuhh Ya Tuhan... apa lagi ini..” gumam Vitalia berbagai pertanyaan yang muncul dalam benaknya. Lalu Ia menatap ke arah Ata, dan lama- lama Vitalia pun tertidur pulas.
*****
Dikediaman Tuan Feng nampak Mirna sedang di sidang oleh Tuan Feng sebagai pemegang saham terbesar perusahaan Destination Company. Tuan Feng pun membuka obrolannya. “Mirna Cucuku..., apa yang telah Kau lakukan Cu...??” tanya Tuan Feng pada Mirna Feriska dengan tatapan menyelidik. Mirna pun seketika saja menjawabnya dengan santai tak ada rasa takut sedikit pun, “Aku melakukan kerja sama kontrak dengan perusahaan Hirata, Grandpa..., dan itu karena Vitalia yang menyuruhku..” ucapnya.
“Apa..??, Vitalia yang menyuruhmu..??" tanya Tuan Feng penuh selidik.
“Iya Grandpa..., Vitalia melakukan semua ini demi keluarga Hirata yang hampir saja diambang kebangkrutan.” terang Mirna Feriska.
“Keluarga Hirata bangkrut.., bagaimana bisa Mirna..??, bukankah Keluarga Hirata mempunyai proyek yang sangat besar bahkan clientnya saja tak kalah banyak dengan perusahaan Kita..” balas Tuan Feng pada Mirna Feriska. Mirna pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Kemungkinan besar ini semua dilakukan oleh Tuan Arnold yang berusaha merebut aset kepemilikan perusahaan Hirata Grandpa, tapi mereka tidak sanggup dan akhirnya mereka mengusik dengan cara menghancurkan perusahaan Hirata secara perlahan. Bukan itu saja Grandpa Tuan Arnold juga berniat membobol dokumen milik perusahaan Kita dan juga perusahaan yang dikelola oleh Chandra Zhu.” jawab Mirna menjelaskan dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan kondisi perusahaan.
__ADS_1
“Apaaa...??, kenapa bisa begitu..??” tanya Tuan Feng dengan nada terkejutnya. Mirna pun lalu menjawabnya lagi dengan berkata, “Entahlah Grandpa Aku tak mengetahui apa maksud dan tujuan dari Tuan Arnold yang licik itu.” ucapnya.
“Hmmm..., nampaknya dari sinilah Aku jadi semakin yakin jika yang melakukan pembunuhan bukanlah Wijaya tapi orang lain, dan dari sinilah Wijaya mulai dijebak.” jawab Tuan Feng berfikir dengan sangat realistis.
“Grandpa, jadi ini ada hubungannya dengan pembunuhan itu..??” tanya Mirna mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang dimaksud dari Kakeknya. Tuan Feng pun lalu menjawabnya, “Kau tanyakan saja pada Adik Sepupunya, Dialah yang hanya bisa menyelesaikan masalah sebesar ini, karena di balik pembunuhan itu ada misteri yang belum terpecahkan hingga detik ini.” Ucap Tuan Feng. “Astaga serumit ini kah masalah diantara mereka, sampai-sampai harus Vitalia lah yang berjuang sendirian tanpa adanya bantuan dari pihak manapun.. ??” tanya Mirna Feriska dalam hati merasa heran.
*****
Waktu pun terus berlalu tak terasa matahari sudah mulai menyongsong naik menyinari bumi. Terlihat dua wanita cantik yang masih tertidur lelap di atas tempat tidurnya. Vitalia pun kini mulai terbangun dengan mengerjap ngerjapkan matanya dilihatnya Ata yang berada disebelahnya masih tertidur dengan lelap. Ia hanya tersenyum manis menatap Ata, lalu Vitalia pun beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sepuluh menit kemudian Vitalia akhirnya menyelesaikan ritual mandinya dengan menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya sambil mengusap-usap rambutnya yang basah untuk dikeringkan. Ia pun lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dilihatnya tak ada Ata di tempat tidurnya.
“Ata kemana ya..??, ah mungkin sudah balik ke kamarnya...” ucap Vitalia berbicara sendiri sambil mengeringkan rambutnya lalu segera menuju ke ruang ganti untuk berganti pakaian. Tiba-tiba saja pada waktu Vitalia sudah selesai berganti pakaian Ia dikejutkan dengan tangan seseorang yang tiba-tiba melingkar di tubuhnya.
“Aaaaa....” teriak Vitalia. Seketika Vitalia pun membalikkan badannya terkejut, dan berkata “Astaga Chandra, apa yang Kau lakukan di kamarku.., keluar nggak... !!” seru Vitalia yang kini menyamar sebagai Amelia mengusir Chandra.
“Hehehe...”
“Pakai ketawa lagi, keluar kataku... !!” tegas Vitalia lagi berteriak mengusir Chandra.
“Hahaha kau begitu menggemaskan sekali dokter Misterius...” balas Chandra dengan tertawa terbahak-bahak melihat Amelia yang sedang marah.
__ADS_1
“Eeergghh.. Chandra..., Ka.. Kau... benar benar ya...” geram Vitalia merasa terganggu dengan kehadiran Chandra yang masuk ke kamarnya dengan tiba-tiba. Vitalia pun lalu berkata lagi, “Darimana Kamu bisa masuk ke kamarku..??” tanya Vitalia yang kini berperan sebagai Amelia penuh selidik. Chandra pun dengan santainya menjawab, “Dari jendela dong.., terlalu mudah bagiku memanjat ke kamarmu dokter Misterius ku..”ucapnya sambil berjalan mendekat ke arah Vitalia yang sedang membawa handuknya.
“Ya Tuhan, bisa gawat kalau sampai ketahuan Ata..., bisa-bisa Chandra mencurigaiku nanti...” batin Vitalia sambil berpikir. Vitalia pun lalu membalasnya dengan berkata, “Lebih baik Kau keluar sekarang atau Kau akan...” ucap Vitalia terhenti karena Chandra melayangkan sebuah kecupan manis di pipi Vitalia. Membuat Vitalia memelototkan matanya tak percaya dengan apa yang sudah dilakukan Chandra padanya.
Cuuppp...
“Iiiiigghhh... Chandraaa... awas Kau... !!” Vitalia yang sedang berperan sebagai Amelia berteriak geram karena ulah dari Chandra yang sudah berani menciumnya tanpa permisi untuk yang kesekian kalinya.
Sementara Chandra hanya terkekeh geli melihat wanita yang sedang dekat dengannya, “Good bye dokter Misteriusku..., emmuachh...” ucap Chandra.
“Hih... najis... cepat keluar... !!” usir Vitalia pada Chandra bergidik ngeri. Dan Chandra pun lalu buru-buru keluar dari kamar Vitalia melewati jendela kamar yang ditempati Vitalia dengan melompat ke bawah sambil senyum-senyum sendiri membayangkan muka Amelia yang sedang marah.
*****
Dasar Kelakuan Chandra sungguh sangat membagongkan... wkwkwk...
Bagaimanakah cerita selanjutnya..??
Tabung Ijooo Gassss Vote, Like, Komen Yaa... Terimakasih... ^-^
__ADS_1