
Rencana Balas Dendam Chandra Pada Sherlyn
Sedangkan Tuan Feng dan Mirna Feriska hanya menatap Chandra yang sedang geram. Sedetik dua detik Tuan Feng lalu berkata, “Sekarang sudah jelas bukan jika yang melakukan pembunuhan itu adalah Matsugi dan Arnold, bukan Putraku Wijaya.” ucap Tuan Feng dingin. Mirna Feriska pun juga ikut menimpalinya dengan berkata, “Ku harap setelah ini, Kau akan menyesal karena Kau telah menyiksa Istrimu, apa lagi Aku melihatnya ada banyak memar di bagian tubuhnya, dan Aku yakin jika itu ulahmu.” timpalnya. Sementara Chandra hanya diam tak menanggapi ucapan Tuan Feng dan dokter Mirna. “Vitalia, apa yang Kau lakukan ... ??, kenapa Kau hanya diam dan tak mengatakannya sejak dulu ... ??” batin Chandra. Chandra pun lalu berdiri menghiraukan Tuan Feng dan Mirna yang masih saja menatapnya tajam, seolah-olah Chandra lah yang bersalah dalam hal ini.
Chandra pun lalu segera melangkahkan kakinya pergi. Tapi di saat Ia melangkahkan kakinya, Tuan Feng menghentikan langkahnya lalu berkata, “Mau kemana Kau Chandra ... ??” tanyanya dengan tatapan menyelidik. Chandra pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Aku mau membalaskan dendam ku pada Wanita yang sudah mencelakai Istriku, serta membalaskan dendam ku pada Arnold dan Matsugi ... !!” tegas Chandra.
“Kalau begitu pergilah, tapi jangan sampai keluarga Hirata mengetahui jika Kau beristrikan Vitalia yang berwajah mirip dengan Putrinya. Chandra pun lalu menjawabnya, “Kau tenang saja Grandpa ..., Aku akan merahasiakan semuanya tentang Istriku, Aku akan pergi Moon Hospital untuk menemui wanita ****** itu karena anak buah dari Vitalia sudah ku suruh untuk membawanya berbeda rumah sakit dengan Istriku, setelah itu baru Aku akan pergi menemui Arnold dan Ayahnya karena telah berani membunuh Kakek ku ... !!” ucapnya dengan dengan penuh penekanan sambil mengepalkan tangannya geram.
Dan Chandra pun segera melangkah pergi meninggalkan Tuan Feng dan juga Mirna yang sedang di depan ruang operasi menantikan kabar dari Vitalia yang sedang di operasi.
****
Sementara Amelia kini dengan sangat telaten menjahit dada Vitalia yang terkena tembakan. Ya Amelia sendiri telah berhasil mengeluarkan pelurunya, dan kebetulan peluru tersebut menembusnya lumayan dalam, hampir menembus paru. Beruntungnya Vitalia cepat dilakukan pertolongan, kalau tidak bisa saja Vitalia sudah meninggal dunia.
“Vitalia, Ku harap setelah ini Kau sadarkan diri Vit, Aku sangat merindukanmu, Kau tahu bukan Aku sekarang bisa seperti ini karena mu.., jadi Ku mohon bangunlah dan balaskan dendam mu itu ..., Aku sangat mendukungmu Vitalia ... !!, Aku yakin setelah ini Chandra pasti akan menyesal, dan itu sesuai dengan yang Kau inginkan, dan maafkan Aku, karena Ku Kau menjadi seperti ini.” batin Amelia sambil menggenggam erat tangan Vitalia. Dan entah mengapa air matanya pun menetes dengan begitu saja.
“Amelia .., sudah jangan menangis lagi, dokter Vitalia pasti segera pulih, lebih baik Kita segera mengabari pihak Keluarga dokter Vitalia jika operasi sudah selesai dan berhasil, kasihan Mereka jika menunggu terlalu lama ... !!” ucap Melisha mencoba mengingatkan Sahabatnya. Dan Amelia pun mengangguk mengerti lalu menghapus air matanya yang membasahi pipi. Ia pun segera berjalan keluar untuk menemui Tuan Feng dan dokter Mirna Feriska.
__ADS_1
*****
Amelia pun kini membuka pintunya lalu mengedarkan pandangannya dilihatnya Tuan Feng dan dokter Mirna yang sedang menanti kabar dari Vitalia. Sementara Tuan Feng dan Mirna yang melihat Amelia yang keluar dari ruang operasi pun segera bertanya, “Dokter Amelia, bagaimana kondisi Cucuku... ??”
“Mel, bagaimana kondisi Vitalia ... ??” sambung Mirna juga ikut bertanya.
Amelia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Alhamdulillah Kami berhasil mengeluarkan pelurunya, dan untuk saat ini kondisi Vitalia masih perlu di pantau lagi karena pelurunya menembus lumayan dalam, hampir saja mengenai paru.” jelas Amelia pada Tuan Feng dan Mirna Feriska.
“Alhamdulilah .., syukurlah kalau begitu.” Ucap Mirna dan Tuan Feng bernapas lega mendengar kabar dari Amelia. Amelia pun lalu melepaskan penutup wajahnya lalu berkata, “Maafkan Aku, ini semua terjadi karena Ku, karena Saudari Tiriku mengira bahwa Vitalia adalah Aku, jadi Ku mohon maafkan Aku.” Ucap Amelia seraya bersimpuh dihadapan Mirna Feriska dan Tuan Feng.
Sementara Tuan Feng dan Mirna pun hanya saling tatap. Lalu Tuan Feng pun mulai membuka suara, “dokter Amelia, berdirilah ini semua bukan salahmu ... !!”perintah Tuan Feng pada Amelia. dan Amelia pun segera berdiri dari hadapan Tuan Feng dan dokter Mirna Feriska. “Benar Mel, Kau sama sekali tidak bersalah, karena memang sedari awal Sherlyn mengetahui jika Vitalia dekat dengan Chandra itu sebagai Dirimu, jadi jangan berpikir jika Kau yang salah.” timpal Mirna berusaha memberi pengertian pada Amelia agar tidak menyalahkan dirnya sendiri.
****
Sementara di sisi lain Chandra sudah sampai di Moon Hospital tempat Sherlyn di rawat. Ya Chandra sendiri yang menyuruh dua anak buah dari Istrinya agar membawanya berbeda rumah sakit dengan sang Istri, karena bagi Chandra sangatlah bahaya jika Vitalia di rawat satu rumah sakit dengan wanita yang sudah melukai Istrinya.
Dengan berjalan cepat Chandra menyusuri lorong Moon Hospital, dan pada saat Ia sedang melangkahkan kakinya Ia melihat Tuan Hirata dan Nyonya Renita dari kejauhan yang terlihat sedang berada di depan ruangan operasi. Ia pun segera melangkahkan kakinya menuju ke tempat Tuan Hirata beserta istri berada.
__ADS_1
“Tuan Hirata, bagaimana keadaan Sherlyn .. ??” tanya Chandra pada Tuan Hirata. Tuan Hirata pun terperangah melihat kedatangan Chandra lalu berkata, “Tuan Chandra, maafkan Aku karena Putriku sudah mencelakai Istrimu.” ucapnya seraya memohon ampun. Begitu juga dengan Nyonya Renita yang ikut memohon ampun pada Chandra dengan mengatupkan kedua telapak tangannya, “Iya Tuan maafkan Kami..” sambungnya. Ya Tuan Hirata sendiri tidak mengetahui jika yang tertembak adalah orang yang berwajah mirip dengan Putri kandungnya yaitu Amelia Hirata. Tapi Ia hanya mendapatkan kabar dari Dua anak buah Vitalia yang mengaku sebagai pengawal dari Chandra yang mengatakan jika Putrinya telah menembak Istri dari Tuan mereka.
“Tidak Tuan .., Nyonya, ini semua bukan salah kalian tapi ini semua murni dengan apa yang dilakukan Sherlyn, yang mengira Istriku adalah dokter Amelia.” ucap Chandra santai. Ya memang sebenarnya Aku telah menikah dengan sembunyi-sembunyi tanpa ada pemberitaan di media, maka dari itu maafkan Aku jika tidak mengundang kalian, karena memang Istriku yang menginginkan jika pernikahan ini berlangsung secara tersembunyi dan dihadiri hanya staf karyawan perusahaanku dan keluarga besarku saja.” ucap Chandra panjang lebar dengan sandiwaranya.
“Sudah tidak apa-apa Tuan Chandra.., mungkin Sherlyn berpikir jika Anda sedang bersama Amelia, karena setahu Sherlyn Anda memang sedang dekat dengan Putriku Amelia, apa lagi Putriku Sherlyn mengatakan jika Istri Tuan Chandra sangatlah mirip dengan Amelia, mungkin karena saking dendamnya dengan Putriku Amelia hingga Dia berkata seperti itu pada Kami.” ucap Nyonya Renita menjawabnya dengan lembut. Dan Chandra pun hanya mengangguk paham lalu bergumam dalam hati, “Berarti Sherlyn memang sudah melihat Vitalia dengan jelas hingga Dia berkata seperti itu pada kedua orang tuanya, lihat saja Kau Sherlyn Aku akan membuatmu gila karena Kau sudah membuat Istriku terbaring lemah tak berdaya.” gumamnya dalam hati, sambil mengepalkan tangannya dalam diam.
******
Tahaaannnn.....
Waduhhh... Waduuhhh... makin seru nih Guys....
bagaimanakah kelanjutannya...
jangan lupa tinggalkan jejak dong bestieee..
Like, Vote, Komennya Yaaa....
__ADS_1
Terimakasih.... ^-^