
Vitalia Yang Keras Kepala.
Setelah Nenek Bernadeth berpamitan, dalam hati Nyonya Renita pun bertanya-tanya. Ia yang mulai penasaran pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Nak Vitalia, kenapa Nenek itu memanggilmu dengan sebutan Lia, lalu kenapa juga dengan temanmu tadi juga menyebut namamu dengan sebutan Lia .. ??” tanyanya mengerutkan dahinya penasaran.
“Karena Aku sedang menyamar, Ma ..., “ jawab Vitalia berterus terang.
“Apa .. ??, tapi kenapa Nak .. ??” tanya Nyonya Renita pada Vitalia. Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Karena Chandra, Ma .., Aku melakukan semua ini hanya untuk memberikan hukuman yang setimpal padanya .., karena Dia telah berani menyiksaku, Ma .., Aku tidak bisa jika terus-terusan seperti ini, Ma ...” ucapnya seketika saja air matanya mulai menetes.
Seketika saja Mama Renita lalu memeluk Vitalia yang terlihat meneteskan air matanya, “Sudah Nak ..., tenangkan Dirimu,” ucap Nyonya Renita berusaha menenangkannya sambil memeluk Vitalia, Vitalia pun hanya mengangguk pelan sambil membalas pelukan dari Nyonya Renita yang sudah Ia anggap seperti Mamanya sendiri.
“Mama setuju denganmu jika Kau membalas perbuatan Chandra, Sayang, namun cara yang Kau lakukan itu salah, Nak ..., jangan menyamar menjadi orang lain ..., itu akan terlalu beresiko untukmu maupun Chandra,” ucap Nyonya Renita menasehati Vitalia masih dalam posisi memeluknya. Namun sekejap saja ucapan dari Mama Renita membuat Vitalia melepaskan pelukan dari Mama Renita.
“Kalau Vitalia tak boleh menyamar, lalu kenapa Mas Chandra justru malah menyamar menjadi orang lain tepat di depanku, Ma ... ??” ucapnya melawan perkataan Mama Renita.
“Apa .. ??, jadi maksudmu Chandra juga sedang menyamar begitu kah, Nak .. ??” tanya Renita pada Vitalia. Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Aku pikir Dia mengikutiku ke Australia untuk meminta maaf denganku, tapi ternyata dugaanku itu salah, Ma ..., Dia justru malah merubah wajahnya menjadi orang lain, dan jika Dia saja bisa berubah menjadi orang lain, kenapa Aku tidak bisa, Ma .. ??, Aku harus mengikuti caranya agar Mas Chandra tidak menemukanku lagi, menyamarkan identitas saja ternyata tidak cukup, Ma .., tetap saja Dia mengetahui ku .., Namun berbeda cerita jika Aku ikut menyamar dengan menggunakan wajah orang asing, akan ku pastikan Mas Chandra akan kelabakan mencari ku, dan Aku yakin Dia semakin menyesali perbuatannya .. !!”
“Tapi, Nak ..., Kau ingat kan jika Dirimu sedang hamil .., apa Kau tak memikirkannya .., ha .. ??” tanya Mama Renita cemas dengan kondisi anak yang di kandung Vitalia. Vitalia yang mendengar penuturan dari Mama Renita pun seketika mengerutkan keningnya bingung, mengapa Mama Renita mengetahuinya jika Dirinya sedang hamil?
Vitalia pun lalu menjawabnya dengan bertanya, “Mama tahu darimana jika Aku hamil .. ??” tanyanya sambil menyipitkan matanya dengan tatapan penuh selidik.
“Mama tahu dari dokter Mirna, Nak .., tapi dokter Mirna menyuruh Kami agar tidak mengatakannya tentang kehamilanmu di depan mertuamu ..” ucap Mama Renita membalas pertanyaan yang dilontarkan oleh Vitalia yang sudah Ia anggap seperti Putrinya sendiri.
Seketika saja Vitalia mengarahkan pandangan menatap dokter Mirna, karena mendengar penuturan dari Mama Renita, “Mbak Mirna ..., jadi Kau ..” belum sampai Ia menyelesaikan ucapannya Mirna pun memotongnya dengan berkata, “Iya Vitalia, Mbak yang menceritakan semua pada Nyonya Renita dan juga Tuan Hirata, tapi Kau tenang saja orang tua Chandra tidak mengetahui akan hal ini kok .., lagi pula jika lama kelamaan juga akan terbongkar juga rahasiamu ..” ucapnya.
“Itu tidak akan terjadi Mbak ..., sebelum Mas Chandra menyesali perbuatannya, Aku akan menggugatnya cerai,” sahut Vitalia.
“Kau gila ya Vit ..., Kau tahu sendiri bukan jika Chandra saja menolaknya untuk menceraikan mu, lalu bagaimana dengan Bayi yang Kau kandung .., apa Kau tak memikirkan masa depannya, ha .. ?!” bentak Mirna dengan nada meninggi.
“Kau tenang saja, Mbak ..., Dia akan bahagia bersamaku ..,” balas Vitalia santai sambil bersedekap dada membelakangi Mirna.
“Lalu apa Kau tidak memikirkan kebahagiaan Chandra, Vit .., Kau benar-benar gila ya Vit ..., kalau Kau benar-benar cinta sama Dia, bukan begini caranya Vit, Kau tahu Kau telah menyakiti hati banyak orang sadar nggak sih ... !!” lantang Amelia melawan pernyataan dari Vitalia yang baginya sangat tidak masuk akal.
“Ehhh .. sudah sudah tidak usah ribut lagi, memangnya Kalian tidak capek apa, sedari tadi ribut terus, apalagi Daddy kalian sedang beristirahat, di kamar ... !!” ucap Mama Renita berusaha menengahi keributan.
“Dan untukmu, Nak Vitalia, Mama setuju jika Kau ingin membalas perbuatan Chandra, tapi Mama tidak akan setuju jika Kau masih menggunakan caramu itu, karena cara itu terlalu beresiko untukmu dan buah hatimu nanti, Nak... !!” sambung Mama Renita memberi peringatan kepada Vitalia.
“Tapi, Ma ...” ucap Vitalia terhenti, karena ada sebuah suara bariton yang menghentikan ucapan dari Vitalia.
“Ada apa ini .. ??” tanya Tuan Hirata yang tiba-tiba muncul dari lantai atas sambil menuruni tangga, mengerutkan keningnya bingung dengan keramaian yang terdengar olehnya sampai lantai atas. Mama Renita pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Dadd .., nasehati lah Putri Angkat mu ini, Dia masih saja kekeh untuk membalas dendam Chandra dengan cara yang salah, Dadd ..” adu Mama Renita pada sang Suami.
__ADS_1
Tuan Hirata justru tak menjawab pernyataan dari sang Istri, namun justru Dirinya malah bertanya pada Vitalia, “Maksudnya, apa benar Kau sedang menyamar, Nak .. ??, karena baru saja Tuan Frans menelpon ku dan bercerita kepadaku jika Kau sudah menyamar, namun Dia tak mengatakan pada Chandra jika Kau sudah menyamar.”
‘Ya tanpa sepengetahuan orang lain, Frans telah menghubungi Tuan Hirata secara diam-diam.’
“Ya Dadd, bahkan sekarang Aku sedang menyamarkan identitas ku, agar Mas Chandra tak menemukan keberadaan ku, namun Aku salah .., ternyata Mas Chandra telah mengetahui ku kalau Aku sedang menyamarkan identitas ku, dan Aku mengetahuinya ketika Dia kepergok olehku saat berada di sebuah restoran .., Dia mengetahui jika Aku sedang menyamar, namun anehnya Dia justru menyamar menggunakan wajah orang lain, Dadd .., bukan dengan menampakkan dirinya di depanku untuk meminta maaf .. !!” terang Vitalia menjelaskan secara detail tentang Chandra pada Tuan Hirata.
“Apa ... ??” jawab Tuan Hirata terkejut dengan penuturan Vitalia yang sudah Ia anggap sebagai Putrinya.
Vitalia pun lalu membalasnya dengan berkata, “Jujur Dadd, Aku tidak bisa mempertahankan pernikahanku kalau begini, dan Aku ingin menggugat cerai Mas Chandra .. !!” serunya.
Seketika saja seluruh orang yang berada di ruangan tersebut membelalakkan matanya terkejut dengan keputusan yang di ambil oleh Vitalia.
“Tapi Vit ..., bukankah Kau masih mencintainya .. ??” tanya Amelia memberanikan Dirinya untuk bertanya pada Vitalia.
“Ya Kau benar Mel, Aku memang mencintainya, namun Aku harus bercerai dengannya terlebih dahulu sampai Ia benar-benar mau berubah menjadi lebih baik lagi, namun jika Dia tidak menyesali perbuatannya sedikit pun dan tak mau memperjuangkan cintanya padaku, ya sudah berarti memang Dia tak mengharapkan cinta dariku, dan Kalian jangan pernah berharap jika Kami akan bersama lagi .. !!” tegas Vitalia menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Amelia.
“Dan satu lagi, perlu Kalian ketahui, jika Aku rela menjanda seumur hidup daripada harus hidup dengannya bahkan mempunyai suami lagi .. !!” sambung Vitalia dengan tegas menyatakan sebuah pernyataan yang membuat semua orang tersentak dengan ucapannya.
Dengan sekejap Mirna yang mendengarkan pernyataan Vitalia pun geram dan tak terima dengan apa yang sudah dikatakan oleh Vitalia, Ia pun lalu berkata, “Cukup Vitalia.. !!, kalau sampai Papa mu tahu akan hal ini, Kau pasti akan dimarahi habis-habisan dengannya .. !!” lantangnya memperingatkan Vitalia.
“Papa tidak akan tahu Mbak ..” sahut Vitalia dengan menjawab peringatan dari Mirna
“Tapi apa Kau melupakan sesuatu jika Vanya dan Arnold telah mengetahui mu, Vitalia .. ??” ucap Mirna berusaha memperingatkan Vitalia untuk yang kesekian kalinya.
“Kau tahu darimana Mbak, jika Mereka ...” belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya Mirna memotongnya dengan berkata, “Aku mengetahuinya, karena Vanya bercerita kepadaku jika Dirinya bertemu denganmu, meskipun Dia sudah berjanji kepadamu dan kepadaku tidak akan mengatakannya pada Keluarga Kita, namun apa Kau tidak takut jika suatu saat nanti Mereka keceplosan .., !!” tegas Mirna berkali-kali memperingatkan Vitalia.
“Itu tidak mungkin terjadi Mbak ... !!” bantah Vitalia.
“Hmmm ya .., Aku harap begitu ..” jawab Mirna.
Disela-sela perdebatan Vitalia dan Mirna, Tuan Hirata pun memotongnya dengan berkata, “Stop .., Tunggu sebentar, Daddy mau bertanya padamu, Nak Vitalia ..., apa benar jika Keluarga Wijaya tidak mengetahui jika Kau masih hdup dalam kecelakaan pesawat tersebut .. ??” tanyanya pada Vitalia dengan tatapan menyelidik.
“Mereka tidak mengetahui ku Dadd, setahu Mereka Aku sudah meninggal dalam insiden kecelakaan pesawat tersebut, meskipun Aku pernah menyamar sebagai Amelia waktu bertugas ke Indonesia, akan tetapi Mereka tak mengetahui jika Aku masih hidup sampai sekarang, hanya saja kemarin salah satu Sahabatku mengetahui keberadaan ku di sini, Dia curiga kalau Amelia itu Aku, dan pada akhirnya mau tak mau Aku mengatakan kebenaran padanya, Dadd ..., karena Aku sangat tak tega melihatnya bersedih ..” ucap Vitalia menjelaskan panjang lebar. Seketika saja Tuan Hirata beserta sang Istri hanya terdiam berusaha mencerna dengan apa yang dikatakan Putri angkatnya.
“Kalau Kau tak ingin Mereka semua bersedih, pulanglah ke Indonesia, Vit ..., Kau tahu Mereka sangat merindukanmu ..” sambung Mirna menyahut pernyataan dari Vitalia.
“Itu tidak mungkin Mbak, Kau tahu jika Aku kembali ke Indonesia sebagai Vitalia, itu berarti Aku telah membuka kesempatan untuk Chandra dan para musuh keluarga Wijaya untuk melancarkan serangan, Mbak .. !!” jawab Vitalia menentang pernyataan Kakak Sepupunya.
“Tapi Nak, ada benarnya yang dikatakan oleh dokter Mirna, setidaknya Kau mau menjelaskannya kepada Mereka jika Kau masih hidup, dan Kau juga bisa mengatakan pada Mereka agar merahasiakan semuanya dari hadapan publik, dan juga Chandra kan, Nak ..” sambung Tuan Hirata memberikan saran pada Vitalia.
__ADS_1
“Tidak Dadd ..., itu terlalu beresiko .. !!” tegas Vitalia. Sementara Nyonya Renita dan juga Amelia hanya diam sambil memijit pelipisnya terasa pusing, karena Vitalia sangatlah keras kepala jika dinasehati.
“Vitalia, jangan keras kepala, jika Kau tidak mau Mbak nasehati, dengan terpaksa Mbak akan terbang ke Indonesia untuk mengatakan pada Mereka jika Dirimu masih hidup dan selamat dalam insiden kecelakaan pesawat tersebut, dan mengenai Chandra, Kau tidak boleh egois Vita, Kau tahu Bayimu juga butuh kasih sayang dari Ayahnya, ingat itu .. !!” balas Mirna memperingatkan Vitalia dengan nada meninggi, lalu meninggalkan Vitalia dan semua orang yang sedang berada di ruang tamu menuju ke lantai atas.
Seketika saja Vitalia hanya terdiam mencoba mencerna kata-kata yang telah di ucapkan dokter Mirna, Ia pun mulai berpikir ulang sebelum melangkah.
“Ya Tuhan ..., bagaimana ini, Mbak Mirna marah besar kepada ku, Aku berharap Mbak Mirna tidak kembali ke Indonesia, dan mengatakan kebenaran pada Mereka ..., dan mengenai Mas Chandra, Aku tak tahu harus berbuat apa lagi selain menghidar darinya terlebih dahulu, maafkan Aku Mas ..., Aku melakukan semua ini agar Kau berubah.” batinnya sambil mondar mandir di depan Tuan Hirata beserta sang Istri dan Amelia, sementara dokter Melisha baru saja muncul dari lantai atas berpapasan dengan Mirna.
Setelah kepergian Mirna ke lantai atas Mereka yang berada di ruang tamu hanya terdiam, tak ada yang bersuara sama sekali, hingga akhirnya datanglah Mirna menuruni tangga dengan membawa sebuah koper.
*****
Benar-benar keras kepala nggak sih, si Vitalia .. ?? hmmm ..,
Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, dan Komen Ya ....
Terima kasih ... ^-^
Oh ya jangan lupa juga mampir ke Novel teman Author di jamin nggak kalah seru ...
KENCAN KONTRAK
(As Cempreng)
Namanya Lala Clarissa berawal dari kecerobohannya salah mendamprat orang. la harus berurusan panjang, menerima kenyataan bahwa dirinya menjadi objek pasar lelang dunia bawah.
Tidak sampai di situ, Lala terjebak tidak bisa melepaskan diri dari jeratan cinta CEO. Demi melindungi keselamatan sang Ayah dan berakhir pada sebuah perjanjian kontrak, Lala tidak tahu bahwa Ayahnya Alen Sergio adalah petarung hebat di dunia Mafia dengan nama samaran Algio.
Di tengah perjalanannya la terjebak di dalam cinta tiga pemuda, dua diantaranya adalah seorang Kakak dan Adik dengan sifat yang sangat bertolak belakang.
Gadis ini menghadapi situasi yang tidak pernah disangkanya, ditambah muncul perempuan dari masa Lalu dari lelaki yang dipilihnya, semakin mengacaukan hubungan Lala.
Suatu waktu Lala menemukan kenyataan bahwa keluarganya yang paling dirindukannya ternyata masih hidup. Akankah Lala menemukan kebahagiaanya?
__ADS_1