
Rumah Sakit Cahaya
Setelah seminggu berlalu, kini Vitalia sudah menetap berada di Indonesia bersama Maya dengan menyamarkan identitas mereka dengan mengubah namanya menjadi Thalia, dan sedikit mengubah wajahnya menjadi wajah asing. Entah kenapa daripada Lia ia memilih Talia menjadi nama panggilannya.
Begitu pula dengan Maya, ia terpaksa juga ikut menyembunyikan identitas aslinya karena atas perintah dari Vitalia dengan menggunakan nama samarannya sebagai Aya sesuai nama panggilan belakangnya.
Sementara di lain tempat tampak Chandra sedang menenangkan pikirannya dengan berenang di sebuah hotel. Candra sendiri merasa stress karena selama satu minggu menetap di Indonesia, ia tak kunjung menemukan jejak sang istri. Namun saat ia sedang sibuk berenang tiba-tiba saja Frans berlari menuju ke kolam renang dengan berteriak memanggil-manggil Chandra.
"Chandra...!!" teriak Frans memanggil Chandra yang sedang berenang.
"Chandra...." teriaknya lagi karena Chandra tak mendengar teriakannya. Sementara Chandra yang baru menepi di tepian kolam lagi mendongakkan kepala ke arah Frans lagi berkata, "Kenapa teriak-teriak?" tanya Chandra dingin.
"Lagi pula kau juga ngapain di tengah malam begini mandi di kolam?" jawab Frans malah berbalik tanya.
"Hmmm, itu hak ku Frans! Sekarang cepat katakan ada apa teriak-teriak nggak jelas?" tanya Chandra dengan mode dingin.
"Dasar es kutub! Aku hanya mau bilang jika Vitalia sekarang sedang bekerja di RS.Cahaya," ucap Frans members informasi mengenai Vitalia.
Betapa terkejutnya Chandra ketika mendengar penuturan dari Frans, "Apaa? Apa kau yakin Frans?"
"Yakin lah ...., aku mendapatkan informasi dari salah satu anggota geng kita yang berada di negara ini.." ucap Frans menjelaskan. Tanpa banyak bicara Chandra pun segera naik ke atas until menyudahi aktifitas renangnya.
...****************...
Keesokan harinya Vitalia dan Maya bangun tidur sepagi mungkin karena mereka harus menyiapkan masakan untuk mereka sendiri. Setelah mereka menyelesaikan semuanya, mereka pun segera berangkat ke RS pagi-pagi buta, mengingat jalanan yang macet.
Di dalam mobil :
"Vitalia, kita kan sudah seminggu nyamar nih ya, tapi kenapa kita hanya gini-gini saja? Sama aja bohong kan ..." celetuk sekretaris Maya sambil menyetir mobil dengan kecepatan sedang.
"Biarkan seperti ini dulu! Lagi pula 'kan kita bekerja di RS lain, bukan di RS milik keluargaku," sahut Vitalia dingin.
"Iya aku tau, tapi sampai kapan?" tanya Maya pada Vitalia.
"Sampai aku bisa menemukan cara yang tepat untuk menunjukkan diriku yang sebenarnya.." jawab Vitalia dengan muka datarnya.
Mendengar ucapan dari istri bosnya, Maya pun hanya terdiam tak bisa berkata-kata lagi selain menuruti perintahnya. Seketika itu pula tak ada yang bersuara sama sekali.
Tak berselang lama akhirnya mereka pun sampai di RS tempat mereka bekerja. Vitalia pun lalu membuka pintu mobilnya, tanpa menghiraukan Maya yang masih berada di dalam mobil.
"Astagaaaa, Vitalia main tinggal saja!" cetus Maya.
"Vit, tungguin!" seru Maya dari dalam mobil.
"Ada apa lagi sih May? Sudahlah lebih baik kau pergilah di ruanganmu! aku ada banyak pasien hari ini..." ucap Vitalia.
"Huh, ya sudahlah .." sahut Maya mendengus pasrah menuruti perintah dari Vitalia. Sementara Vitalia kini menutup pintu mobilnya dengan keras.
Braaakkkk....
Maya yang masih di dalam mobil pun hanya bisa menghela nafasnya melihat tingkah Vitalia yang baginya mirip sekali dengan Chandra.
__ADS_1
Saat Vitalia sedang menyusuri lorong RS, tiba-tiba saja ada seorang perawat yang datang menghampirinya.
"Dokter Thalia, tunggu!" teriak seorang perawat memanggil Vitalia. Seketika saja Vitalia menoleh ke arah sumber suara.
"Ada apa Sus?" tanya Vitalia yang berperan sebagai Thalia pada perawat tersebut.
"Dok, ada seseorang yang mencarimu.." ucap perawat tersebut memberitahu.
"Sepagi ini?" lagi-lagi Thalia bertanya lagi pada perawat tersebut karena ia tak percaya jika pagi-pagi buta sudah ada yang mencarinya.
"Iya..., kalau nggak salah namanya Tuan Chandra Zhu," jawab Suster tersebut menjelaskan.
"Apaaa?? Emmh eh tidak, kalau begitu Saya permisi dulu ya, Sus! Terima kasih..." balas Thalia sambil tersenyum ramah. Sementara Suster tersebut hanya mengangguk mengiyakan perkataan dari Thalia.
'Ya, Vitalia sendiri bekerja sebagai seorang dokter di RS Cahaya sedangkan Maya dia bekerja sebagai karyawati di kantor RS yang sama dengan Vitalia.'
Vitalia pun lalu berjalan cepat menyusuri lorong RS, dan sesampainya di ruangannya, ia pun segera membuka kenop pintu.
Cekleekkk....
Sontak saja seseorang yang menunggu Thalia menoleh ke arah pintu.
"Honey..." panggil Chandra pada Thalia.
"Maaf Tuan, anda siapa?" tanya Vitalia berpura-pura tak tau kalau yang ada di depannya saat ini adalah suaminya.
"What? Jadi kau berpura-pura tak tau di depan suamimu?" sahut Chandra dengan bertanya.
Sreeegghhh...
Chandra menarik tangan Vitalia. Kini wajah mereka saling berhadapan, dan mata mereka saling beradu.
"Mau bersandiwara seperti apapun itu, aku tau kalau kau adalah istriku!" seru Chandra dihadapan Vitalia yang berusaha melepaskan pelukan dari Chandra.
"Tuan, ku mohon lepaskan Saya! Aku bukan istrimu!"
Sreeghh...
Sontak saja Vitalia terkejut dengan apa yang dilakukan Chandra padanya dengan melepas tahi lalat yang menempel di dagunya lalu membuka kacamata yang sedang di kenakan olehnya.
"Mmm... mas..." ucap Vitalia gugup.
"Kenapa? Apa kau terkejut?" tanya Chanta memastikan.
"Tapi mas maafkan aku, jika aku..." belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya. Chandra dengan cepat menyambar bibir ranum milik sang Istri.
Cup...
Kini bibir mereka sudah menyatu, lum*t-******* pun berlangsung lama, bahkan Vitalia yang tadinya hanya diam tak membalas lum*tan dari Chandra kini membalas lum*tannya. Chandra pun lalu melepaskan pag*tannya dan segera menutup pintu ruangan tersebut dengan menguncinya.
"Bee..., aku..." Lagi-lagi Vitalia yang belum menyelesaikan ucapannya, dengan cepat Chandra menarik tubuh sang Istri untuk dipojokkan ke dinding.
__ADS_1
Cup...
Lagi-lagi Chandra ******* habis bibir ranum sang istri.Bahkan lum*tan itu kini berubah menjadi semakin panas. Bahkan mereka sampai lupa jika saat ini sedang berada di RS.
Setelah mereka lama saling berpag*tan akhirnya Vitalia pun melepas pag*tan tersebut karena kehabisan nafas.
"Bee, hentikan! Aku kehabisan nafas," ucap Vitalia dengan nafas tersengal-sengal. Chandra yang mendengar ucapan dari sang istri pun tersenyum manis lalu berkata, "Honey, berjanjilah padaku, jangan meninggalkanku lagi! Aku hampir gila hidup tanpamu," ucap Chandra lirih masih dengan posisi yang masih berdekatan dan memeluk sang istri sambil menyibakkan rambut sang istri yang terurai indah.
Sementara Vitalia hanya mengangguk mengiyakan perkataan dari sang suami. Ia benar-benar bingung dengan apa yang harus ia lakukan saat ini karena Ia sudah terbuai oleh perlakuan suaminya padanya.
"Honey, kita lakukan sekarang ya? Aku merindukan milik mu.." ucap Chandra dengan nada merayu.
"Tapi Bee, ini di RS! Kau tau bukan ini RS bukan RS milik kita?"
"Sebentar saja Honey..., memangnya Honey nggak rindu sama aku?" tanya Chandra dengan tersenyum menggoda sang istri.
"Bee ..., jangan begitu aku...
Cup...
Chandra pun membungkam mulut sang istri dengan mulutnya. Yang akhirnya lum*t-******* terjadi lagi.
Saat mereka sedang sibuk berci*uman tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu ruangan Vitalia. Dengan cepat Vitalia mendorong tubuh Chandra agar menghentikan aktifitasnya.
Vitalia pun kemudian segera merapikan rambut dan jas snelinya yang tampak berantakan lalu memakai maskernya dengan cepat. Begitu pula dengan Chandra segera duduk di kursi.
Cekleekkk....
Vitalia membuka kenop pintu ruangannya.
"Dokter Rani ada apa?" tanya Vitalia pada seseorang yang merupakan teman sejawatnya yang berada di balik pintu.
"Dokter Thalia, maaf mengganggu. Ini kebetulan aku ada pasien ibu-ibu yang datang pagi-pagi kesini, Beliau terpeleset di dapur, dan kaki ibu itu terluka terkena pisau .., bisa nggak dok, jika dokter yang mengoperasinya? karena kebetulan luka tersebut juga cukup dalam dan lebar, ditambah lagi dokter bedah senior kita belum datang," ucap teman sejawat dari Vitalia memberitahu.
"Bisa dok, kalau begitu siapkan ruang operasinya, aku akan segera ke sana!" titah Vitalia pada teman sejawatnya itu.
***
"Ck, mengganggu saja!" ucap Chandra berdecak kesal.
"Maaf Bee, aku ada pasien urgent ini, aku pergi dulu, ya? Kau bisa menungguku di sini..." ucap Vitalia lalu mengecup kening sang suami dan segera Keller dari ruangannya. Sementara Chandra hanya terdiam mematung di tempat melihat tingkah sang istri yang baginya sangat menggemaskan.
"Astagaaa, ini tadi bukan mimpi kan ya? Baru kali ini istri misteriusku seperti ini! Menarik... !!" gumam Chandra sambil menarik bibirnya tersenyum lebar sambil memegangi jidatnya.
Bersambung....
...****************...
...----------------...
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen, dan favorite yaaa.... Terima kasih 🙏🙏🥰🥰
__ADS_1