
Permintaan Maaf Vitalia Dihadapan Kedua Orangtua Amelia.
Setelah Hans berpamitan, Vitalia kini memutuskan untuk berunding dengan Sahabatnya yang bernama Bella. Ia tak ingin mengulur waktunya untuk memberikan pelajaran pada sang Suami. Namun pada saat Ia akan berunding, ada seseorang yang datang dengan mengetuk pintu rumah kontrakannya.
Ceklek ...
Seketika saja Vitalia membelalakkan matanya terkejut dengan siapa yang Ia lihat saat ini.
“Ka .. Kalian ...” ucapnya terbata-bata.
“Hmmm .., ini Kami, Vitalia ., kenapa Kau terkejut melihat Kami .. ??” jawab Mirna dengan berbalik tanya.
“Ehh emmh enggak ... siapa juga yang terkejut ..” ucap Vitalia berusaha mengelak dengan apa yang diucapkan
oleh dokter Mirna Feriska. Ya seseorang yang berbicara dengan Vitalia saat ini adalah dokter Mirna Feriska, dan Dia datang ke Australia bersama dengan dokter Melisha, Amelia beserta kedua orangtuanya yang kini ada di belakang Mirna yang sedang sibuk mengeluarkan barang-barangnya dari dalam mobil.
Setelah Amelia dan kedua orangtuanya selesai mengeluarkan barang bawaannya yang Mereka bawa, Mereka pun segera masuk ke dalam sesuai dengan apa yang diinstruksikan pada Mirna. Sementara Vitalia baru bersiap untuk menemui kedua orangtua Amelia, dan juga Amelia sendiri.
“La .., Aku mau minta tolong boleh nggak ..??” ucap Vitalia bertanya pada Sahabatnya yang kini sedang berada di meja makan sedang mengutak-atik laptopnya.
“Minta tolong apa emang .. ??” jawab Bella dengan berbalik tanya pada Sahabatnya sambil menatap layar laptop. Vitalia pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Diluar ada tamu, tolong dong bikinin minuman buat Mereka .. !!” pintanya pada Sahabatnya sambil menahan tawanya. Seketika saja Bella memelototkan matanya tajam ke arah Vitalia, “Astaga ..., teganya Dirimu Vit ...”
“Mau nggak, kalau nggak mau ya sudah .., jangan ...” belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya, Bella pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Eh ... iya .. iya .., Aku buatin ..” ucapnya dengan terpaksa mengiyakan permintaan dari Sahabatnya.
“Nah gitu dong, itu baru namanya Sahabat ... !!” seru Vitalia sambil menaik-naikkan alisnya seraya menggoda Sahabatnya.
“Jangan lupa buatin 5 ya .., soalnya tamunya dari jauh ... !!” sambung Vitalia sambil tersenyum semanis mungkin dihadapan Sahabatnya. Bella pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Hmm .., iyaa .. iyaa .. bawel amat sih .., untung Kau sahabatku Li ., kalau bukan Aku juga nggak bakalan mau, sudah sana pergi, temuin Mereka, biar Aku yang buatin minumannya .. !!” balas Bella.
“Hehehe ..., baiklah dokter imut ..” jawab Vitalia sambil mencubit pipi bella gemas.
“Liaaa .. !!” teriak Bella keras, sementara Vitalia hanya terkekeh geli melihat Sahabatnya. Ya Bella sendiri memutuskan untuk tetap memanggil Lia, meskipun Dirinya telah mengetahui kebenarannya tentang Sahabatnya. Baginya nama Lia sangatlah singkat dan pas untuk Vitalia.
****
Sementara di ruang tamu kini sudah ada dokter Mirna Feriska, Melisha dan Amelia beserta kedua orangtuanya sedang menunggu penghuni rumah kontrakan tersebut. Seketika saja Nyonya Renita, dan Tuan Hirata, mengedarkan pandangan melihat beberapa bingkai foto yang terpajang di dinding.
Dilihatnya seorang wanita cantik yang sama prsis dengan Putrinya, “Ma .., Dia benar-benar mirip sekali dengan Putri Kita ..” ucap Tuan Hirata pada san g Istri. Nyonya Renita pun lalu membalasnya dengan berkata, “Iya Pa .., Aku tak menyangka jika ada orang yang sangat mirip sekali dengan Putri Kita .., bahkan kemiripan Mereka mengingatkanku pada ..” ucap Nyonya Renita terhenti karena Ia mengingat sesuatu.
Flasback On :
__ADS_1
“Ma ..., jangan katakan yang aneh aneh jika bertemu dengan Vitalia nanti .., Amel tidak ingin membuat Vitalia sedih, Ma ..” ucap Amelia memohon pada sang Mama agar tidak mengatakan hal yang tidak tidak pada Vitalia jika bertemu nanti.
“Tapi kenapa, Nak .. ??” tanya Renita pada Putri Tirinya.
“Karena Dia sangatlah mirip denganku, dan Aku sangat yakin Ma, jika Vitalia adalah kembaranku yang sedari dulu menghilang ..” jawab Amelia dengan penuh keyakinan jika Vitalia adalah Kakaknya.
“Sayang ..., jangan gegabah untuk menyimpulkan sesuatu yang belum tentu kebenarannya ..” balas Renita berusaha menenangkan pikiran Putri Tirinya.
“Tapi Ma ..” ucapnya terhenti.
“Tidak ada tapi tapian, Nak .., nanti Kita cari tahu ya, maafkan Mama yang dulu sudah bersekongkol dengan keluarga Matsugi .., Mama berjanji akan membantumu untuk mencari bukti, karena Mama yakin jika feeling Putri Mama sangatlah kuat.”ucap Nyonya Renita lalu memeluk Putri Tirinya.
“Iya ma .., Amel sudah memaafkan Mama .., terima kasih, Ma .., sudah percaya sama Amel ..” balas Amelia sambil membalas pelukan Mama Tirinya.
“Iya Sayang sama-sama ..” ucap Mama Renita sambil memeluk Putrinya yang seakan tak mau kehilangan.
Flashback Off:
Sementara Tuan Hirata pun bergumam dalam hati sambil menatap foto tersebut, “Kenapa Aku merasa jika wanita yang mirip dengan Amelia adalah Saudari kembar dari Amelia .., Mereka benar-benar sama persis, bahkan wanita yan g ada di foto ini sangat mirip dengan Istri pertamaku,” gumam Tuan Hirata dalam hati.
Ketika kedua orang tua dari Amelia sedang disibukkan dengan melihat fotonya di dinding, Vitalia menatap keduanya dalam diam, bahkan tatapan matanya tersebut tidak dapat di artikan. Seketika itu pula Vitalia berdehem.
Seketika saja lamunan dari kedua orangtua Amelia buyar dengan begitu saja. Begitu pula dengan Amelia dan Mirna yang sedang mengobrol kini terdiam ketika mendengar deheman dari seorang Vitalia. Mereke pun kini mengarahkan pandangan menatap kedatangan Vitalia.
Kedatangan Vitalia, justru membuat Tuan Hirata dan Nyonya Renita hanya terdiam, tak bisa apa-apa dengan apa
yang Mereka lihat saat ini. Tak terasa Tuan Hirata beserta sang Istri pun meneteskan air matanya.
“Pu .., putriku ..” ucap Tuan Hirata spontan. Sementara Vitalia yang merasa Dirinya dipanggil Tuan Hirata dengan sebutan Putrinya, Ia hanya terdiam menatap Tuan Hirata dengan tatapan dingin. Ia benar-benar tak tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Tuan Hirata, mengapa memangginya dengan sebutan putrinya.
Amelia yang melihat ada sebuah ketegangan pun lalu menyambungnya dengan berkata, “Emmh, maafkan Daddy dan Mamaku Vit, mungkin Mereka sangat terkejut melihatmu, mengingat Aku juga mempunyai seorang Saudari kembar yang menghilang entah dimana ..” ucap Amelia. Seketika saja Vitalia tersentak dengan ucapan Amelia.
“Maksudmu .., apa Mel .. ??” tanya Vitalia mengerutkan keningnya bingung.
“Aku memilik Saudari kembar, namun entahlah Saudari kembar ku dimana, Kami tak tahu keberadaannya, itu sebabnya Mama dan Daddy menangis melihatmu, karena Mereka sangat mengharapkan Kakak ku kembali ....” ucap Amelia berusaha menjelaskannya pada Vitalia.
“Hmm .., begitu ..” jawab Vitalia dingin.
Sedetik dua detik tak ada pembicaraan diantara Mereka, dan pada Akhirnya Vitalia mengarahkan pandangan menatap Tuan Hirata dan juga Nyonya Renita, lalu menghampirinya dengan perlahan, dan berkata, Maafkan Aku Ma .., Dadd .., eh maksudku ..” ucap Vitalia bingung ingin memanggil Tuan Hirata beserta Nyonya Renita dengan sebutan apa, karena Vitalia sendiri sudah terbiasa memanggilnya dengan sebutan itu. Melihat Vitalia yang kebingungan, Nyonya Renita pun membuka suaranya dengan berkata, “Sudahlah Nak .., panggil lah Kami dengan sebutan Daddy sama Mama .., Kami justru sangat senang jika Kau memanggil Kami dengan sebutan itu ..” ucap Nyonya Renita berusaha memberi pencerahan pada Vitalia.
__ADS_1
Mendengar jawaban dari Nyonya Renita, seketika saja Vitalia lalu bersimpuh dihadapan kedua orangtua Amelia dengan berkata, “Maafkan Aku Dadd, Ma ..., hiks .., hiks .., Aku telah membohongi Kalian, karena waktu itu Aku sedang mengalami amnesia, Aku tak tahu Kalau Diriku bukanlah Amelia, namun Aku adalah anak dari orang lain .., hiks .,., hiks .., hiks ...” ucapnya sambil menangis sesenggukan. Tuan Hirata yang melihat Vitalia bersimpuh dihadapannya dan juga dihadapan Istrinya pun lalu berkata, “Sudah, Nak ..., berdirilah jangan seperti itu .., Kami tahu ini hanya kesalahpahaman saja,” ucap Tuan Hirata sambil menuntun Vitalia untuk berdiri, entah mengapa hatinya bergetar hebat ketika melihat wanita yang sangat mirip sekali dengan Putrinya. Nyonya Renita pun lalu menimpalinya dengan berkata, “Sudah, jangan menangis lagi ya, Nak ..., ini semua adalah kesalahan Kami, yang mengira bahwa Kau adalah Amelia ..” ucapnya sambil meneteskan air matanya.
Seketika saja Vitalia mendongakkan kepalanya menatap Nyonya Renita dan Tuan Hirata lalu,
Greepp ...
Vitalia pun memeluk keduanya dengan menangis tersedu-sedu, Ia tak tahu harus berkata apa lagi selain menangis, karena Ia merasa bersalah, apalagi Ia juga sudah terlanjur sayang dengan Keluarga Hirata.
“Maafkan Aku Ma .. Dadd .., hiks .., hiks .., Aku sayang pada Kalian, meskipun kalian bukan orangtuaku, tapi kalian sudah merawatku dengan baik selama Aku mengalami amnesia ..., hiks ... hiks ..., Terimakasih Ma .., Dadd .. hiks .., hiks .., hiks ...” ucap Vitalia terisak sambil memeluk kedua orangtua Amelia. Tuan Hirata beserta sang Istri pun berusaha menenangkan Vitalia. “Sudah Nak tenangkan Dirimu ..” ucap Tuan Hirata, dan Nyonya Renita lalu menyambungnya dengan berkata, “Benar sayang .., Kau sudah Kami anggap sebagai Putriku, jadi Kau jangan sungkan untuk memanggil Kami dengan sebutan Mama dan Daddy ..”ucapnya sambil memeluk Vitalia seperti teletubies, tak terasa air mata dari keduanya pun juga ikut menetes dengan begitu saja.
Sementara Amelia, Mirna, Melisha pun juga ikut terharu melihatnya, bahkan Bella yang sedang membawa air minum untuk disuguhkan pun ikut menangis haru melihatnya, meskipun Ia tak mengetahui dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Sahabatnya.
*****
Duhhh duhh .. duhh ... makin seru ceritanya, semakin mbulet juga .. hehehe
Jangan luipa tinggalkan jejak Vote, LIke, Komen Ya ...
Terima kasih ^-^
Sambil menunggu Author Up lagi, yuk mampir ke novel teman Author yang satu ini...
PENDAWA
(Neng Syantik)
Zivanya, Janda muda beranak dua. Yang menjadi idaman setiap kaum Adam. Dari kalangan Berondong, Duda, bahkan sampai suami orang.
Wajah cantik, juga penampilan sexy dan menggodanya itu, kerap kali mengundang bencana dalam rumah tangga orang lain. Meski begitu, ia sama sekali tidak pernah berniat untuk menggoda pria. Hanya saja, sikap ramahnya dan murah senyum, membuat banyak pria terpesona dan membuat para istri dari pria yang sudah menikah itu memandang rendah dan benci padanya.
Awalnya, Zivanya tidak pernah ambil pusing dengan semua hinaan dan cacian para ibu-ibu yang ada di lingkungannya. Tapi semua itu berubah, setelah ia dan tunangannya putus. Tunangannya memutuskan hubungan dengan alasan yang tidak jelas, tunangannya mengatakan bahwa, ia adalah Janda genit dan juga sering menggoda pria. Dari situlah Zivanya berubah, ia benar-benar merubah hidupnya. Hinaan dan juga tuduhan yang di lontarkan padanya, benar-bebar ia wujudkan dan lalukan.
Bagaimana kisahnya? (Pesona Janda Anak Dua)
__ADS_1