Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 133


__ADS_3

Lia Sangat Senang Bertemu Dengan Keluarga Barunya.


Sementara di lain tempat, kini terlihat Amelia sedang berada di ruang NICU menunggu sang Mama Tiri di ruangan tersebut untuk memantau perkembangan sang Mama. 'Ya, Mama Renita telah di pindahkan ke ruang NICU untuk sementara waktu, mengingat kondisinya hingga saat ini belum sadarkan diri. Padahal ramuan yang di buat oleh Vitalia sudah disuntikkan ke dalam tubuhnya, namun tetap tidak ada reaksi sama sekali.


"Ma, ku mohon sadarlah, please Ma .., Aku tidak ingin berpisah dengan Mama, apalagi Kita perlu membuktikan kebenaran itu ma, hiks...hiks.." ucap Amelia sambil menangis sesenggukan berbicara dengan Mama Tirinya yang masih belum sadarkan diri.


"Ma bagun ma... please..., hiks ..hiks ..., Mama adalah saksi kunci dari kejadian itu, meskipun Mama sempat bimbang jika Vitalia saudari kembar ku, namun kesaksian Mama membuat Amelia yakin jika Vitalia adalah Saudari kembar ku yang menghilang selama ini. Jadi ku mohon bangunlah Ma, hiks.. hiks... Aku tak tau harus bagaimana lagi jika tanpa Mama, hiks.. hiks.. hiks..." sambungnya lagi dengan tangis yang semakin menjadi, sambil menggenggam tangan Mama Renita yang tampak lemah tak berdaya.


Amelia tak bisa membayangkan jika Mama Tirinya pergi, ia tak yakin bisa menemukan bukti untuk diberikan kepada Vitalia. Bahkan saat ini Amelia sudah sangat putus asa jika akan berhasil meyakinkan Vitalia bahwa dirinya sebenarnya adalah Saudari Kembarnya yang lama menghilang.


Tesss....


Tanpa permisi air mata pun jatuh dari pelupuk mata Mama Renita membasahi pipi, dengan kondisi masih belum sadarkan diri.


Seketika saja Amelia membuka suaranya dengan berkata, "Mama, hiks .. hiks .., Mama kenapa menangis Ma? Mama mendengarkan ucapanku tadi kan Ma? hiks .. hiks .., jika Mama mendengarnya maka sadarlah Ma ... ku mohon ... huaa..." Amelia menangis histeris karena melihat Mama Tirinya yang belum sadarkan diri meneteskan air matanya. Ia pun lalu menghapus air mata Mama Renita yang jatuh membasahi pipi.


Sementara di sisi lain, Suster Oca yang melihat salah satu keluarga pasien menangis histeris pun segera melangkahkan kakinya untuk menghampirinya lalu berkata, "Nona, lebih baik Anda keluar dari sini dan tenangkan diri Anda terlebih dahulu, takutnya menggganggu pasien yang lain, biarkan Mama Anda ditunggu oleh yang lain. Lagi pula keluarga Anda yang lain juga belum mengetahui kondisi terakhir Mama Anda, kan??" tanya Suster Oca memastikan.


"Ya Sus, Kau benar Mereka belum mengetahui kondisi terakhir Mama, hanya saja Aku tak ingin meninggalkannya, Sus! Apalagi hingga saat ini Mama belum sadarkan diri," balas Amelia. Seketika saja Suster Oca pun mendengus pelan dan berkata, "Huhh ..., Nona, Anda tenang saja, Mama Anda akan baik-baik saja selama Kami ada di sini, dan Kami akan menjaga Mama Anda sampai Mama Anda sadarkan diri dengan kondisi yang lebih baik," ucapnya berusaha membujuk Amelia agar tak bersedih lagi melihat kondisi Mamanya.


"Tapi Sus, tadi Mama ku sempat merespon perkataanku dengan menangis,"


"Apaa...?? kalau begitu Aku panggilkan dokter dulu,


"Ada apa ini?"


"Dokter Rico, pasien telah merespon perkataan keluarga pasien dengan menangis, dok..." ucap Suster Oca memberitahu kondisi pasien. Tanpa banyak bicara dokter Rico yang ditugaskan di NICU pun segera memeriksa pasien.


Dengan sangat telaten dokter jaga tersebut memeriksa Mama Renita. Setelah sekian detik berlalu akhirnya dokter Rico pun selesai melakukan pemeriksaan dengan melepaskan stetoskop yang ia pasang di telinga. Amelia yang melihat dokter tersebut selesai memeriksanya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Dokter, bagaimana kondisi Mama Saya??" tanya Amelia pada dokter yang bernama Rico itu.


Dengan tersenyum ramah, dokter Rico menjawabnya dengan berkata, "Mama Anda sudah mengalami sedikit kemajuan, meskipun ia belum sadar namun dia bisa mendengarkan apa yang kita bicarakan saat ini, jadi Saya mohon kepada Anda agar bersabar menunggunya pulih, karena Mama Anda saat ini sedang mengalami koma," ujarnya menjelaskan.

__ADS_1


Sontak saja membuat Amelia melebarkan matanya terkejut mendengarnya sambil membungkam mulutnya dengan menggelengkan kepalanya pelan, dan tak terasa air matanya pun kembali menetes membasahi pipi dan ia pun terduduk lemah di atas kursi samping tempat tidur pasien.


Tes.. Tes...


"Dok, tapi Mama bisa sembuh kan, dok...?"


"Bisa, karena yang bisa membuat resep dan ramuannya hanyalah dokter Lia, dia yang bisa menyembuhkannya, kalau begitu Saya undur diri dulu," sahut dokter tersebut menjelaskan lagi.


"Sus, yang jam ini pasien sudah berikan obat belum?" tanya dokter Rico pada Suster Oca. lalu Suster Oca pun menjawabnya dengan berkata, "Sudah dok, kebetulan tadi dokter Lia menyuruhku untuk menambahkan dosisnya,"


"Hmm ya sudah.." jawab dokter Rico lalu segera pergi dengan begitu saja meninggalkan Amelia dan juga Suster Oca yang masih berada di sebelah Amelia.


"Nona, ada baiknya Anda bisa pergi dari ruangan ini, karena pasien butuh beristriahat sebentar,


"Baik Sus, kalau begitu Aku titip Mama ya!" titahnya pada Suster Oca.


"Nona tenang saja, ada Aku di sini," sahut Suster Oca.


"Oh ya, perkenalkan nama Saya Suster Oca," sambungnya lagi sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Flashback On ;


“Jadi sebelum Aku mengetahui, Mama sudah mengetahuinya .. ??” sambung Amelia dengan sebuah pertanyaan.


“Iya, Nak ..., makanya Mama berniat untuk membantumu menemukan Saudari kembar mu, dan Mama mengira .., Kita telah menemukannya, Sayang .., Mama sangat yakin jika Nak Vitalia orangnya ..” ucap Nyonya Renita to the poin sambil mengarahkan pandangan menatap Vitalia dengan tersenyum manis.


Sontak saja semua orang yang berada di ruangan tersebut pun tercengang setelah mendengarkan ucapan dari Nyonya Renita, begitu pula dengan Vitalia yang memelototkan matanya tak percaya dengan pernyataan Nyonya Renita, Ia pun seketika saja menjawabnya dengan berkata, “Mama, apa yang Mama katakan ... ??, tidak Ma .., itu tidak mungkin ..., Aku adalah Putri kandung dari keluarga Wijaya bukan Hirata .. !!” ucapnya menentang pernyataan dari Nyonya Renita sambil menggelengkan kepalanya pelan.


“Mama jangan bercanda, ma .., mana mungkin Tuan Wijaya menyembunyikan rahasia sebesar ini dari ku ..” ucap Tuan Hirata menyahutnya.


“Dadd ... ini baru dugaan saja, namun setelah dicermati baik-baik, sepertinya dugaan Mama dan juga Amelia benar bahwa Vitalia adalah Putri Kita, yang tak lain adalah kembaran dari Amelia .. !!” serunya menjelaskan. Seketika saja seluruh orang yang ada di ruangan tersebut semakin menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Nyonya Renita, dan pada akhirnya Vitalia pun membuka suaranya dengan berkata, “Tidak Ma .., itu tidak mungkin .. !!” ucapnya sambil menggelengkan kepalanya karena tak percaya.

__ADS_1


“Tapi semua bukti sudah mengarah kepadamu Vitalia . .. !!” sambung Amelia menjawab jawaban dari Vitalia. Vitalia yang tak mau kalah begitu saja Ia pun lalu berkata, “Tidak Amelia ..., itu tidak mungkin, semua belum cukup bukti Amelia, Aku tak percaya kalau hanya di mulut saja .. !!” tegas Vitalia menentang pernyataan Amelia dan juga Nyonya Renita.


“Sudah ... sudah .., kalian jangan ribut lagi, yang dikatakan Vitalia benar adanya ..., lagi pula tidak ada bukti kuat untuk menguatkannya ... !!” seru Tuan Hirata berusaha menengahi perdebatan tersebut.


“Tapi Dadd ..” ucap Amelia dan Nyonya Renita secara bersamaan.


“Tidak ada tapi tapian ..., jangan membuatku pusing .. !!, lebih baik Daddy beristirahat saja ..”


Flashback Off :


Melihat Amelia yang berada di depannya terdiam melamun, ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Hey, Mel... kenapa diam? sebenarnya kau siapa? kenapa kau sangat mirip dengan dokter Lia Sahabatku?" tanya Suster Oca sambil menepuk bahu Amelia bermaksud untuk menyadarkannya.


"Ehh emmhh, tidak kok Sus, Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu jika yang Anda katakan memang benar, Aku ini adalah orang yang mirip dengan dokter Lia yang tidak lain dan tidak bukan adalah Vitalia," ucap Amelia bersandiwara. Ia tak mau gegabah untuk membongkar identitas Vitalia pada orang lain.


"Oh begitu, jadi kau adalah gadis yang berprofesi sebagai seorang dokter yang pernah Lia ceritain ke Aku dulu," ucap Suster Oca.


Seketika saja Amelia mengerutkan keningnya, dan berkata, "Hmmm oh ya?? memangnya dia cerita apa tentang diriku?" tanyanya antusias menatap Suster Oca meminta jawaban.


"Hmm, ya dia cerita banyak tentangmu, dan Aku tak bisa menjelaskannya satu per satu, tapi yang jelas Lia sangatlah senang telah bertemu dengan keluarga barunya daripada dengan keluarga kandungnya yang berada di Indonesia yang sama sekali tak memperhatikannya," ucap Suster Oca menjelaskan panjang lebar.


"Benarkah??" tanya Amelia memastikan.


"He'emmbbb ..., beneran, Aku nggak bohong!" seru Suster Oca.


"Yaaa Tuhaann, kenapa semua serba kebetulan, ternyata Vitalia sangatlah senang bersama Kami," batin Amelia sambil memejamkan matanya berusaha mencerna kata-kata dari Suster Oca barusan.


...****************...


...----------------...


Waaahhhh tambah seru kan ya....!!

__ADS_1


Biar Author semangat updatenya, jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen dan Favorite yaaa....


Terima kasih..... 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2