Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 154


__ADS_3

Dokter Gabby Herawati


Sementara di tempat lain nampak Mama Renita sakit-sakitan setelah di tinggal pergi oleh Vitalia ke Indonesia. Dan untuk saat ini keluarga Hirata memutuskan untuk pulang ke Jepang bersama dengan Mirna mengingat kondisi Mama Renita yang semakin hari semakin memburuk.


"Mama..., makan dong Ma... ! Apa Mama tidak kasihan sama kak Amelia? Dia yang sudah buatin makanan kesukaan Mama loh ini, masa' mau di buang begitu saja? 'kan sayang .." ucap Sherlyn berusaha membujuk Mama Renita untuk makan. Namun justru ucapan dari Sherlyn di abaikan oleh sang Mama.


"Ya Tuhaaannn, sampai kapan Mama harus seperti ini??" batin Sherlyn sambil menatap sang Mama yang terbaring lemah di tempat tidur. 'Ya, kebetulan Mama Renita kini hanya ingin dirawat di rumah sesuai dengan permintaanya, namun meskipun begitu Amelia dan Mirna terus memantau perkembangan Mama Renita.'


Sementara di balik pintu kamar Mama Renita terlihat Amelia, Tuan Hirata dan juga dokter Mirna Feriska sedang menatap Mama Renita dari kejauhan. Bahkan tatapan itu tak dapat di artikan.


"Sampai kapan Mamamu seperti itu Mel?" tanya Tuan Hirata pada Amelia sambil menatap ke arah sang istri yang terbaring di tempat tidur.


"Mama, akan seperti itu sampai Vitalia balik ke sini lagi, Dad!" jawab Amelia apa adanya.


"Kau benar Amelia, dan aku yakin jika Tante Renita ingin mengatakan sesuatu pada Vitalia namun apalah daya, Tante Renita yang belum siap.." ucap Mirna Feriska menimpali perkataan Amelia.


Mendengar ucapan dari dari Mirna Feriska, Tuan Hirata pun mengernyit bingung. "Apa maksudmu dokter Mirna? Kenapa kau berkata seperti itu?"


"Kalau Saya mengatakan sekarang, anda mungkin tak akan pernah percaya, tapi anda akan percaya jika bukti itu sudah diketemukan dan yang pastinya Vitalia lah yang akan membawa bukti itu ke hadapan kalian, meskipun nantinya dia tak bisa menerima kenyataan," jawab Mirna Feriska dengan mode dingin.


Tuan Hirata yang mendengar pernyataan dari Mirna pun seketika membuat dirinya diam tertegun.


Sementara Mirna pun lalu mengalihkan pandangan menatap Amelia dan berkata, "Amelia, jaga Mamamu baik-baik, kabarkan aku jika ada apa-apa! Aku mau pergi dulu ke Sunrise Hospital karena kebetulan ada meeting dadakan dari Grandpa.." ucapnya.


"Aku ikut Mbak!" seru Amelia menjawab pernyataan dari Mirna Feriska.


"Tidak Mel, kau harus menjaga Tante Renita!" balas Mirna Feriska berusaha memberi pengertian pada Amelia, agar menjaga sang Mama.


"Hmmm, baiklah..." jawab Amelia dengan mode malasnya. Sementara Mirna Feriska kini sudah melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Tuan Hirata yang masih diam tertegun dan juga Amelia yang berdiri di balik pintu kamar.

__ADS_1


Setelah kepergian Mirna Feriska, Amelia pun membuka suaranya dengan berkata, "Ku harap Daddy bisa paham dengan apa yang dikatakan mbak Mirna." ucapnya lalu pergi meninggalkan sang Daddy untuk masuk ke dalam kamar, menemani sang Mama bersama dengan adik tirinya.


...🥰***************🥰...


Di sisi lain kini Vitalia sedang melakukan tindakan operasi pada pasien yang mengalami luka pada bagian perutnya karena terkena pisau. Dengan telaten Vitalia menjahit bagian yang terluka. Setelah setengah jam berlalu akhirnya operasinya pun selesai.


Vitalia segera menginstruksikan pada tenaga medis lainnya untuk menambah kantong darah untuk pasien. "Sus, siapkan satu kantong darah untuk ibu ini! Dan setelah ini pindahkan saja ke ruangannya!" titahnya pada salah seorang perawat.


"Baik dok..." jawab perawat tersebut dengan membungkukkan badannya, menuruti perintah dari Vitalia yang kini sedang menyamar sebagai Thalia.


Sementara Vitalia yang kini sudah menyelesaikan tindakan operasi segera keluar dari ruangan tersebut menuju ke ruangannya untuk membersihkan diri.


Namun saat Vitalia keluar dari ruang operasi, ia lupa tak memakai tahi lalatnya lagi di dagunya dan alhasil ketika dia mencopot masker tersebut, tanpa ia sadari ada seseorang yang melihatnya dari jarak jauh.


"Amelia ..." ucap seseorang paruh baya yang berprofesi sebagai seorang dokter menghentikan langkahnya seketika karena melihat dokter muda yang ia sangka adalah Amelia. Sementara Vitalia sudah melangkahkan kakinya pergi menuju ke ruangannya.


Di sisi lain dokter paruh baya yang melihat Vitalia tadi lalu pergi ke ruangan para tenaga medis, karena ia ingin memastikan kebenaran apa yang telah dilihatnya.


Ia memutuskan kembali praktek sebagai seorang dokter di RS tersebut karena ia pikir dengan bekerja kembali menjadi dokter, ia akan cepat menemukan putrinya yang katanya sedang berada di Indonesia. Bahkan sudah satu minggu Ia tak mendapatkan kabar mengenai putrinya.


Namun kenyataannya ia malah bertemu dengan seorang dokter yang sekilas dari kejauhan sangat mirip sekali dengan putrinya Amelia. Ia berpikir bahwa yang ia lihat adalah Amelia.


Sesampainya di ruangan para dokter, dokter Gabby pun lalu bertanya pada salah seorang dokter senior. "Dok, memangnya ada dokter baru magang ya di sini?" tanya dokter Gabby Herawati pada dokter tersebut.


"Dia bukan magang lagi, Gab! Tapi dia sudah menjadi seorang dokter spesialis, namanya adalah Thalia, dia dokter muda yang pindah dari Jepang ke Australia dan sekarang memilih menetap di Indonesia." ucap dokter tersebut menjelaskan.


"Apaa?? Lalu tadi yang ku lihat tadi siapa??" dokter Gabby bertanya-tanya dalam hati. Sementara dokter senior yang ditanya oleh dokter Gabby tadi hanya mengernyit bingung melihat gelagat dari dokter Gabby.


"Memangnya kenapa, Gab? Apa kau ingin menemuinya?" tanya dokter tersebut yang bernama Hari.

__ADS_1


"Ehhmm, tidak kok, hanya saja aku tadi melihat salah seorang dokter di sini, dia mirip sekali dengan Putriku?" jawab dokter Gabby dengan berbalik tanya.


"Mungkin kau salah lihat Gab," ucap dokter Hari sambil tersenyum.


"Mungkin sih, tapi kok aneh ya..." balas dokter Gabby.


"Ya sudah jika kau ragu, temui saja dia, kebetulan dia juga sudah selesai mengoperasi pasiennya.." ucap Hari menyuruh dokter Gabby menemui dokter Thalia.


Bukannya menjawab perintah dari dokter Hari, dokter Gabby justru terkejut mendengarnya.


"Apaa? Jadi itu tadi betul dia yang keluar dari kamar operasi tadi adalah..." belum selesai dokter Gabby menjawabnya, dokter Hari pun memotongnya dengan berkata, "Iya, dia dokter jenius yang ku maksud tadi.." ucap dokter Hari menjawab pertanyaan dari dokter Gabby.


Alangkah terkejutnya dokter Gabby yang mendengarkan penuturan dari teman sejawatnya pun terbelalak mendengarnya.


"Ya Tuhan, Thalia.. nama itu? Apa benar dia Putriku yang selama ini menghilang?" batin dokter Gabby terduduk lemas di kursi, tak terasa air matanya pun menetes dengan begitu saja membasahi pipi.


Sementara dokter Hari yang melihat dokter Gabby menangis pun lalu bertanya, "Gab, kenapa kau malah menangis?" tanyanya.


"Tidak dok..., hiks... hiks... maaf Saya permisi..." jawab dokter Gabby menghapus air matanya lalu berdiri dari tempat duduknya pergi meninggalkan dokter Hari sendirian. Dokter Hari hanya menggelengkan kepalanya pelan menatap kepergian dokter Gabby.


"Sebenarnya ada apa dengan Gabby?" gumam dokter Hari berbicara sendiri.


Bersambung....


...****************...


...----------------...


^^^Waduuuuhhh makin seru nih... gaesss...., duh jadi makin deg-degan nih? Nggak nyangka ternyata seorang Mommy Gabby kembali menjadi seorang dokter hanya ingin bertemu putrinya Amelia, namun kenyataannya ia malah bertemu dengan Vitalia yang sedang menyamar sebagai orang asing.^^^

__ADS_1


^^^Bagaimana kelanjutannya...??^^^


...Jangan lupa vote, like, komen, dan favorite ya... biar author semangat up nyaaa.... butuh dukungan ini 🥰🙏🙏...


__ADS_2