Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 159


__ADS_3

Lakukan Tes DNA


Seketika itu pula Mirna terdiam membisu, terpaku oleh tatapan mata Chan Hirata yang menatap manik matanya dalam-dalam, sambil bergumam dalam hati.


“Ya Tuhan ampuni aku. Aku benar-benar bisa gila karena ketampanannya ...” batinnya menatap Chan Hirata kagum. Begitu pula dengan Chan Hirata yang hanya terdiam menatap dokter Mirna.


“Sangat manis ...” ucapnya pelan, seketika saja ucapan dari Chan Hirata membuat Mirna membuyarkan lamunannya, dan segera melepas pelukannya lalu pergi meninggalkan Chan Hirata dengan begitu saja.


Sementara Chan Hirata yang merasa dirinya di cuekin oleh Mirna pun hanya tersenyum sinis kemudian mengejar langkah kaki Mirna yang pergi meninggalkannya. Ia pun lalu merogoh ponsel yang berada di saku celananya untuk menghubungi seseorang.


Tut ...


Sambungan telepon pun terhubung.


“Halo ..., cepat persiapkan penerbangannya, karena aku dan keluargaku sudah siap untuk menuju ke bandara ...” ucap Chan Hirata pada seseorang yang berada di balik telepon. Tanpa ba bi bu, Chan Hirata pun lalu mematikan teleponnya sebelah pihak dan mengejar Mirna yang sudah nampak di tempat parkir.


****


Sementara di lain tempat, Amelia bersama dengan Mama Renita dan juga Sherlyn, kini sedang dalam perjalanan menuju ke bandara. Di saat itu pula tiba-tiba saja ponsel milik Amelia berbunyi.


Dreett ... Dreett ...


Amelia pun segera mengangkat ponselnya yang berbunyi, dan setelah ia melihat layar ponselnya ternyata yang menghubunginya adalah Daddynya.


“Halo ... Dad ..” Amelia membuka obrolan melalui telepon.


“Nak Amelia, apakah benar kata kakakmu Chan, bahwa kalian akan pergi ke Indonesia?” tanya Tuan Hirata yang berada di seberang sana memastikan kebenarannya pada Amelia putrinya.


“Benar Dad ..., lagi pula kenapa Daddy nggak ikut? Apa Daddy takut jika suatu saat kebenaran itu terungkap?” tanya Amelia sinis pada sang Daddy. Mendengar jawaban dari putrinya, Tuan Hirata pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Cukup Amelia, jangan membahas itu lagi!” bentaknya yang berada diseberang sana tersulut emosi.

__ADS_1


“Terserah Daddy saja lah! Yang terpenting Amelia sudah mengutarakan yang sebenarnya, bahkan Mama saja yang jelas-jelas berkata jujur tapi masih saja Daddy tetap nggak percaya ...” sahut Amelia, lalu menutup teleponnya sebelah pihak, tanpa menunggu jawaban dari Daddynya.


Sementara Tuan Hirata yang berada diseberang sana pun berdecak kesal karena teleponnya dimatikan sebelah pihak oleh putrinya.


****


Setelah satu jam lamanya menunggu kedatangan sang direktur, akhirnya Vitalia memutuskan untuk pulang ke hotel yang ia sewa. Sedangkan Maya kini sudah kembali bekerja sebagai staf karyawan RS tersebut setelah beberapa jam tertunda.


Saat Maya sedang berjalan menyusuri koridor RS, tiba-tiba saja Maya berpapasan langsung dengan Risa Long Ai yang berjalan berlawanan arah dengannya. Seketika saja Risa yang melihat Maya pun terkejut, begitu pula dengan Maya yang tak kalah terkejutnya melihat Risa Long Ai berada di RS.


“Risa ...”


“Maya ...” ucap keduanya secara bersamaan, dengan saling menatap tak percaya satu sama lain.


“Untuk apa kau kesini, Sa? Tanya Maya dengan tatapan mengintrogasi.  Namun sayangnya pertanyaan yang dilontarkan oleh Maya kepadanya justru tak mendapatkan respon baik dari Risa yang malah kembali melangkahkkan kakinya pergi meninggalkannya. Sementara Maya yang merasa ada gelagat aneh dari Risa pun segera membuntutinya dari belakang.


****


Di sisi lain dokter Gabby sedari tadi tampak gusar dan masih mondar-mandir berada di ruang periksanya untuk menunggu kedatangan putri tirinya dan suaminya yag tak kunjung datang ke RS.


“Ya Tuhan ..., kenapa Risa dan Ayah belum datang-datang juga, sih?” gumamnya pelan sambil mondar-mandir dengan menatap ke arah jam tangan yang melingkar di tangannya. Dan di saat ia sedang mondar-mandir, tiba-tiba saja ada seseorang yang masuk ke dalam ruangannya tanpa permisi.


Klekkk ....


Suara seseorang membuka pintu. Seketika saja dokter Gabby mengarahkan pandangan menatap kehadiran seseorang itu. Dengan sekejap Mommy Gabby otomatis berlari menghampiri Risa, dan ..


Greeeppp ....


Mommy Gabby lalu memeluk sang putri dengan tiba-tiba. Ia pun lalu membuka suaranya dengan berkata,  “Risa ... hiks ... hiks ... hiks ...” ucap sang Mommy pelan, sambil menangis sesenggukan di dalam pelukan Risa.

__ADS_1


“Mommy kenapa menangis, sih Mom? Dia sekarang ada dimana?” berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Risa kepada sang Mommy. Dengan cepat Mommy Gabby pun lalu menjawabnya lagi dengan suara seraknya seperti habis menangis.


“Mommy tak tau harus berkata apalagi selain menangis, Sa ..,  hiks ... hiks ..., bahkan Mommy tak percaya dengan apa yang Mommy lihat .., hiks ... hiks .., dan Mommy yakin jika dokter Thalia lah orang yang selama ini Mommy cari, hiks ... hiks ..., dan akan ku pastikan jika dokter Thalia adalah putri Mommy yang sudah lama menghilang, sekaligus adik tirimu ...” ucapnya dengan menangis sesenggukan.


“Mommy jangan bercanda deh, Mom! Kenapa Mommy bisa seyakin itu, jika dokter Thalia adalah adik tiri Risa, Mom?” Risa bertanya kepada sang Mommy.


“Aku yakin karena memang Mommy melihat dengan kepala Mommy sendiri, jika dokter Thalia itu wajahnya mirip sekali dengan Amelia adik tirimu. Bahkan dokter Thalia juga menyematkan sebuah cincin ajaib pemberian dari Nenekmu ..., dan itu semua Mommy melihat dengan mata kepala sendiri, Nak! Hiks ... hiks ... hiks .. ” jawab Mommy Gabby menjelaskan.


“Mommy ..., sudah Mom ..., jangan menangis lagi, okey! Kalau benar yang di pakai oleh dokter Thalia itu cincin yang dimaksud Mommy, itu berarti benar dong, Mom. Jika dokter itu adalah putri Mommy sekaligus adik tiriku?” tanya Risa pada Mommy Gabby memastikan.


“Iyaaa, kau benar, Nak ..., Mommy juga sangat yakin sekali kalau dokter Thalia itu adik tirimu yang sudah lama menghilang ...” jawab Mommy Gabby menjelaskan. Namun tiba-tiba saja ada suara bariton yang menyahutnya dengan berkata, “Jika Mommy yakin bahwa dokter itu adalah putri Mommy, maka lakukanlah tes DNA, Mom!” titah seseorang tersebut pada Mommy Gabby. Seketika saja Mommy Gabby dan juga Risa mengarahkan pandangan menatap ke arah sumber suara seseorang yang menyahutnya dari balik pintu.


Sementara Maya yang sedang menguping di ruangan sebelah pun membelalakkan matanya terkejut mendengar penuturan seseorang itu. "What? Tes DNA?" gumam Maya pelan.


Setelah menguping pembicaraan tersebut, Maya pun lalu bergegas untuk keluar dari ruangan tersebut dengan berjalan cepat.


"Sepertinya aku harus memberitahu Chandra dan Tuan Feng dalam hal ini ..., Aku benar-benar takut terjadi sesuatu dengan Vitalia hanya gegara kebenaran tentang dirinya terungkap..." ucap Maya dengan berjalan cepat menyusuri koridor RS sambil menghubungi seseorang.


**


^^^Vitalia POV^^^


^^^Sejujurnya aku bingung dengan pemikiranku saat ini, aku takut jika perkataan Mommy Gabby benar adanya^^^


Bersambung .....


*****


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen, dan Favorite ya ..., Terima kasih .... ^-^

__ADS_1


__ADS_2