Dokter Misterius VS Mafia Kejam

Dokter Misterius VS Mafia Kejam
Episode 167


__ADS_3

Mommy tidak akan sudi memaafkannya


Vitalia yang baru menyadari kedatangan mama Renita yang berada di dekat pintu pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Mama ..” ujarnya. Seketika itu pula Chandra juga ikut mengarahkan pandangan menatap kedatangan mama Renita.


“Mama kenapa di situ? Ayo masuk!” titah Vitalia pada Mama Renita agar masuk ke dalam ruang perawatannya. Dengan senang hati mama Renita pun masuk ke dalam ruang perawatan tersebut.


“Ma, tau nggak ma, ternyata suamiku kejam ku ini baik loh ...” goda Vitalia dengan tersenyum senang. ‘Ya seorang Vitalia yang akhir-akhir ini berubah menjadi dingin. Seketika mencair karena Chandra membawakan banyak makanan.


Dengan mengembangkan senyumnya mama Renita menjawabnya dengan berkata, “Oh benarkah?” Tanyanya berpura-pura tak tahu.


“Iya, lihat saja di atas meja, banyak sekali makanan yang di beli Mas Chandra,” jawabnya dengan penuh semangat. Bahkan dalam sekejap ia melupakan kejadian yang barusan terjadi hanya gara-gara makanan yang di bawa sang suami.


Chandra yang merasa di goda oleh sang Istri pun lalu menimpalinya, “Honey sudah, jangan berlebihan! Lagi pula bukan aku semua yang membelikannya.” Ujarnya tak enak hati sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


“Apa? Tapi kenapa sebanyak ini, Bee?” tanya Vitalia heran.


“Makanya kalau suaminya berbicara itu jangan asal potong. Perlu kau tau Honey yang membelikan semua ini bukanlah aku, tapi mama Renita yang membelikan semua ini!” seru Chandra memberitahu sang Istri.


Betapa terkejutnya Vitalia ketika mengetahui Mama Renita lah yang membelikan makanan sebanyak itu. “Mama, kenapa mama malah menghabiskan uang Mama hanya untuk membelikan makanan sebanyak ini sih, Ma?”


“Sayang, itu sebagai tanda terima kasih mama, karena Vitalia sudah membuat mama bangga ...” jawab Mama Renita. Sementara Vitalia yang mendengarkan pernyataan Mama Renita pun menyahutnya dengan berkata, “Aduh Ma, tapi kan nggak harus seperti ini? Vitalia ikhlas kok, Ma!"


“Iya, Mama tau. Tapi kan ini untuk putri Mama, sekali-kali boleh dong, Nak! Bukankah makanan itu semua kesukaanmu?” tanya Mama Renita memastikan, dengan menunjuk banyak makanan yang berada di atas meja.


“Iya sih Ma, tapi kan ...” belum sampai Vitalia menyelesaikan ucapannya, Chandra menyerobotnya dengan berkata, “Sudahlah Honey, tidak usah sungkan begitu kenapa sih?” tanya Chandra heran dengan sikap sang Istri.


“Bee ...” panggil VItalia pada sang Suami.


“Bilang saja kalau malu-malu tapi mau ...” ujar Chandra dengan tersenyum tipis menggoda sang Istri. Seketika saja Vitalia yang mendengarkan pernyataan dari Chandra pun memelototkan matanya lebar-lebar dan berkata, “Dasar suami .., iiiggghhh nyebelin deh ..” ujar Vitalia gemas dengan ucapan sang Suami.


“Hahaha ..., benar kan Honey?” Tanya Chandra memastikan dengan diikuti gelak tawanya. Sementara Vitalia hanya melotot tajam menatap sang Suami, dan


Weeerrrr ....


Vitalia menjewer kuping sang suami.


“Aduuuhh, Honey sakit, lepas  ...” erang Chandra mengaduh kesakitan sambil berusaha melepas tangan sang Istri yang menjewernya.

__ADS_1


“Rasain kau, Bee! Makanya jangan sembarangan kalau ngomong ...” balas Vitalia sambil memutar bola matanya jengah melihat kelakuan sang Suami. Chandra yang melihat ulah sang Istri seperti itu pun lalu membuka suaranya dnegan berkata, “Astaga, Honey! Kan biar nggak tegang-tegang amat gitu ...” ujarnya memberi alasan.


“Sejak kapan mafia mengeluh seperti itu? Bukankah mafia selalu bikin tegang?” tanya Vitalia memastikan.


Seketika saja pertanyaan dari Vitalia membuat Mama Reinta terkikik geli, sementara Chandra hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa selain memelototkan matanya terkejut mendengarnya.


“Honey, kau ...” ucapan Chandra terhenti seketika karena ucapannya dipotong oleh sang Istri.


“Apa? Bukankah benar ucapanku ini?” tanya Vitalia memastikan. Chandra yang kebingungan menjawab pertanyaan sang istri hanya menggaruk tengkuk lehernya yang tiak gatal sambil berkata, “Emmh, bukan begitu tapi ...” belum sampai Chandra menyelesaikan ucapannya Vitalia memotongnya.


“Tapi apa lagi?” lagi-lagi Vitalia mencecar berbagai pertanyaan kepada sang Suami.


“Ahh iya ..., emm tidak ada .., lupakanlah Honey ...” ujar Chandra kebingungan menanggapi pertanyaan dari sang Istri.


“Tidak bisa, Bee! Enak saja suruh melupakan ...” ujar Vitalia tak terima dengan apa yang diucapkan oleh sang Suami.


“Astaga, sabar .. sabar, punya istri bar-barnya minta ampun ...” keluh Chandra.Begitu pula dengan Vitalia yang ikut-ikutan mengeluh. “Sabar .. sabar ..  punya suami yang katanya kejam tapi kok sekarang berubah jadi bucinnya minta ampun ..” sindirnya dengan mengulum senyum.


Mendengar dan melihat perdebatan diantara sepasang suami istri tersebut, Mama Renita pun lalu membukanya dengan berkata, “Eh sudah .., sudah ..., kenapa kalian ribut terus sih? Pusing Mama dengerinnya .."


“Yang bikin ulah tuh mister mafia Ma, bukan Aku ..” ujar VItalia sambil menunjuk ke arah sang Suami yang sedang duduk berada di samping tempat tidurnya.


Seketika itu pula Vitalia mengangguk, menuruti perintah dari Chandra. Sementara Mama Renita tersenyum senang melihat tingkah lucu dan kemesraan diantara Vitalia dan Chandra.


“Mama harap hubungan kalian akan seperti ini seterusnya, karena mama tak mau jika melihat kalian berpisah hanya karena suatu alasan yang sepele ..” batin Mama Renita menatap Vitalia dan Chandra dalam diam dalam posisi duduk di ranjang Vitalia, tepatnya duduk di dekat kaki Vitalia.


Merasa Mama Renita hanya diam tersenyum menatapnya dan menatap suaminya, Vitalia yang baru disuapi oleh Chandra pun menatap ke arah Mama Renita, dan berkata, “Mama, kenapa senyum-senyum sih? Ayo makan, Ma! Kan mama udah beliin Vitalia jadi Mama juga ikutan makan, ya?” tanyanya meminta persetujuan.


“Mama hanya senang melihat kalian senang .., dan untuk makanannya biar kau saja yang memakannya ..”


“Sudah Ma, pokoknya tidak ada penolakan! Aku tau Mama sedang memikirkan sesuatu. Sudahlah Ma, jangan dipikirkan lagi tentang tes DNA itu. Yang terpenting sekarang Mama makan dulu ya? Vitalia akan senang jika Mama mau makan,” ujar Vitalia berusaha memberi pengertian kepada Mama Renita sambil menggenggam tangannya.


Namun siapa sangka ternyata perbincangan diantara mereka di dengar oleh seseorang yang sedang menguping di balik pintu. Seketika itu pula seseorang yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka pun segera berlari meninggalkan ruangan tersebut dengan menangis sesenggukan.


“Ya Tuhan, kenapa aku begitu iri ketika melihat Renita sedang bersamanya? Hiks ... hiks ...” gumam dokter Gabby dalam hati sambil berlari kecil menyusuri koridor RS. ‘Ya, seseorang yang menguping tersebut adalah dokter Gabby Herawati.’


Tanpa disadari oleh dokter Gabby ia menabrak seseorang yang berada di depannya.

__ADS_1


Bruukkk ...


Seketika saja seseorang yang ditabrak oleh dokter Gabby pun terbelalak melihatnya.


“Mommy .., mommy kenapa menangis?” tanya Amelia menatap dokter Gabby yang sedang menangis tersedu-sedu. ‘Ya, seseorang yang telah menabrak dokter Gabby adalah Amelia putrinya.'


Bukannya menjawab pertanyaan sang putri, dokter Gabby justru malah memeluk Amelia.


Greepp ...


“Hiks ... hiks ..., Amelia mengapa Mommy begitu iri melihat dokter Thalia begitu akrab dengan Renita? Hiks ... hiks .., bahkan kau tau tidak tadi Mommy juga diusir sama dokter Thalia hanya gara-gara Mommy ingin membantu menenangkannya .. hiks .. hiks ..” dokter Gabby mengadu kepada Amelia dengan apa yang barusan ia alami.


Amelia pun lalu membalas pelukan sang Mommy, dan berkata, “Sudah Mom, jangan menangis lagi. Sebentar lagi kebenaran akan terungkap, dan sudah Amelia pastikan bahwa Vitalia itu adalah kakak Amel ..” ujarnya berusaha menenangkan hati sang Mommy.


“Terima kasih ya, Nak! Meskipun Mommy tidak tinggal satu atap bersamamu, namun Mommy tetaplah Mommymu. Mommy berharap setelah semua kebenaran terungkap, tak ada permusuhan lagi diantara keluarga Hirata dengan Long Ai ..”balas sang Mommy berterimakasih.


“Ku harap begitu, Mom. Sudah Mommy jangan menangis lagi, banyak orang yang menatap Mommy loh!” ujar Amelia membujuk sang Mommy agar tidak menangis lagi, sambil mengusap air mata sang Mommy.


Sementara dokter Gabby  pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Berjanjilah kepada Mommy, Nak. Jika kau tidak akan pernah meninggalkan Mommy!” pintanya pada putrinya untguk berjanji kepadanya.


Dengan tersenyum manis Amelia membalasnya, “Mom, sampai kapanpun dan di manapun Mommy berada, Amelia tak akan pernah melupakan Mommy. Karena bagi Amelia, Mommy dan Mama adalah segalanya bagi Amelia ..”


“Apa kau bilang? Mama?” tanya Mommy Gabby dengan tatapan tak suka.


“Iya Ma, memangnya kenapa? Tak seharusnya Mommy seperti itu Mom! Amel tau perasaan Mommy tapi Amelia sangat berharap sama Mommy, maafkanlah kesalahan Mama Renita, dia tak bersalah dalam hal ini.” ujar Amelia berusaha memberi masukan kepada dokter Gabby.


Mendengar pernyataan dari Amelia, dokter Gabby pun  tak terima. Ia pun lalu membalasnya dengan berkata, “Kau bilang memaafkannya, Mel? Tidak Amelia, sampai kapanpun Mommy tidak akan sudi memaafkannya, sebelum aku menemukan putriku yang menghilang karena ulah Renita ...” balasnyua dengan penuh penekanan.


***


^^^Amelia POV :^^^


^^^Aku benar-benar tak tega melihat Mommy Gabby rapuh, tapi di sisi lain jika kebenaran itu terungkap, aku juga tak tega melihat Mama Renita menderita. Biar bagaimanapun Mama Renita sangatlah berharga bagi keluarga HIrata.^^^


Bersambung ....


...****************...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2