Gadis Satu Miliyar Ku

Gadis Satu Miliyar Ku
Bab1001 Digigit semut


__ADS_3

Pandangan samudra yang setuju ke arah pintu, mendapatkan sosok Karin yang muncul dari sana.


"Sayang?" gumamnya Samudra.


"Sayang, kamu sakit apa?" tanya Karin sambil menghampiri dan lantas memeluk samudra dengan erat.


"Aku cuma demam, demam biasa kok," jawabnya samudra dengan nada lemas.


"Ke rumah sakit yuk? aku antar!" ajak Karin yang kini berada dalam pelukan Samudra.


"Aku nggak pa-pa, sudah agak baikan kamu ke sini, emangnya gak sibuk?" selidik Samudra sembari mengusap punggung sang kekasih.


"Justru itu, aku lagi sibuk tapi ... tapi aku menyempatkan diri untuk menjenguk mu di sini sayang," sahutnya Karin sambil mendudukkan bokongnya dekat Samudra.


"Kenapa repot-repot? kalau lagi sibuk, aku nggak kenapa-napa kok sayang," ucap Samudra meremas jemari Karin.


"Ini, asisten mu kenapa tidur di sini?" tunjuk nya Karin pada Riska yang tertidur di sana.


"Ooh, mungkin dia ngantuk. Soalnya semalam menunggui ku." Jawabnya Samudra sambil melirik pada Rasya.


"Dia semalaman di sini" selidik Karin dengan tatapan mata yang cukup tajam dan dipenuhi rasa cemburu.


"Kalau bukan dia siapa lagi? Ubai banyak urusan di kantor, bahkan seperti yang kamu tahu. Seharusnya kami juga pergi ke Semarang." Samudra berucap lirih.


"Iya, tapi kan kamu sakit sayang ... nggak mungkin kan kamu pergi! istirahat aja yang banyak di rumah, nanti setelah sembuh baru beraktivitas lagi. Oke," ucap Karin dengan lembut sambil memegangi tangan Samudra.


"Iya, aku akan banyak istirahat." Samudra mengangguk sambil tersenyum tipis.


"Kenapa nggak ke mension saja yu? tinggal di mension aja! istirahat di sana aku yang antar?" ajak Karin.


"Nggak, aku di sini saja. Sama aja kok," tolaknya Samudra dengan ada yang lemas.


"Apa Om sama Tante, sudah tahu kamu sakit sayang?" tanya Karin kembali.


"Mereka tahu, tapi sedang ada urusan, mungkin sebentar lagi mereka akan datang," jawabnya Samudra kembali sambil memejamkan matanya.


"Ooh aku sedih dengar kamu sakit sayang, jangan sakit dong yang sehat ya? sebentar lagi kan kita tunangan, oke?" Karin menatap lekat ke arah Samudra yang jaraknya cukup dekat itu.

__ADS_1


Mendengar suasana agak ramai dengan obrolan Karin dan samudra, membuat Rasya terbangun memaksakan diri untuk membuka matanya. Lalu memicing melihat ke arah Samudra dan Karin, yang duduk berdempetan bahkan Karin menyandarkan kepalanya di bawah samudra.


Manik Rasya menatap intens pada Karin yang berpenampilan seksi. Lantas menunduk kesadarannya masih belum terkumpul.


Sementara Karin menatap datar kepada Rasya yang masih terlihat mengantuk serat wajahnya pucat kurang tidur.


Sesaat kemudian kesadaran Rasya pun terkumpul, dia mendongak melihat ke arah Samudra.


"Tuan sudah bangun? gumamnya Rasya sambil menggosok manik matanya.


"Sudah, bila kau masih ngantuk? tidurlah di kamarmu, saya ada Karin yang menemani saya," ucap Samudra yang menyuruh Rasya berpindah tidur ke kamarnya sendiri.


Dengan mata yang masih ngantuk Rasya melihat ke arah yang Samudra dan Karin bergantian. "Baiklah, Tuan. Jika anda tidak membutuhkan saya lagi saat ini."


Rasya beranjak lalu berbalik, membawa langkahnya meninggalkan kamar tersebut menuju kamar pribadinya.


"Huam ... ngantuk banget, sejak kapan Nona Karin ada di situ?" tanya Rasya dalam hati.


Kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur yang super empuk itu, melanjutkan kembali tidurnya yang dipotong barusan.


Karin tersenyum setelah melihat Rasya keluar dari kamar Samudra. "Sayang, aku kangen sama kamu deh," lirihnya Karin sambil memeluk tubuh pemuda itu.


Karin memudarkan pelukannya Lantas mencium pipi Samudra bergantian Muach, murah. Lalu Karin menatap dengan lekat wajah kekasih yang sangat ia cintai tersebut.


Wajahnya Karin mendekati wajah Samudra, agar dapat mencapai atau mendaratkan ciumannya dia bibir Samudra yang tampak pucat itu.


Sekitar satu jengkal lagi mendarat ke tempat tujuan, Karin menggerakkan bibirnya. "Aku akan kasih kamu vitamin ya?"suaranya Karin pelan lantas maju dan memberikan vitamin tersebut pada Samudra.


Dengan mata sayu, Samudra tidak menolak dengan yang Karin berikan. Serta cukup menikmati vitamin yang Karin suguhkan saat ini.


Saking asyiknya, Karin sampai memberikan berapa kali kepada Samudra. Tangan Karin memegang tangan Samudra dan mengarahkannya kebagian salah satu buah miliknya. Dan menuntunnya untuk bergerak me-re-mas, sehingga dia sendiri begitu menikmati.


Samudra pun hanya mengikuti pengarahan dari tangan Karin, sehingga tidak sadar benda yang berapa hari ini meronta dam meminta, bangun kembali. Namun tak ada niat sama sekali, untuk melakukannya lebih dengan sang kekasih hati.


Setelah puas, Karin menjauhkan wajahnya dari Samudra dan mengusap bibir Samudra yang lembab karena ulah dirinya.


"Vitaminnya. Sudah aku berikan, semoga cepat sembuh ya sayang?" cuph-cuph-cuph kecupan kembali mendarat di pipi Samudra kanan kiri dan kening juga, tak ketinggalan.

__ADS_1


Samudra hanya mengganggu lemas dan membaringkan kepalanya ke atas bantal.


"Kamu mau tidur lagi sayang?" tanya Karin sambil membelai rambut Samudra.


Lagi-lagi Samudra menganggukkan kepalanya yang lemas.


"Ya sudah, kalau kamu mau tidur! semoga vitamin yang aku berikan barusan mujarab ya? semoga cepat sembuh," kata Karin sambil menarik bibirnya melengkungkan senyuman, sebuah senyuman yang penuh kemenangan.


Hatinya Karin berbunga-bunga, lalu dia membaringkan dirinya di sisi Samudra dan memeluk pria itu yang mulai memejamkan kedua matanya.


Ketika jam makan siang, Rasya sudah menyiapkan bubur untuk makan siang Samudra. Dan mengupas kan buah untuk penambah nya, lalu Rasya bawakan ke kamar Samudra.


Dia sedikit kaget melihat Karin yang berbaring di samping dan memeluk tubuhnya Samudra, wajah mereka pun begitu sangat dekat.


Nyess ...


Ada rasa aneh yang menyelinap ke dalam relung hatinya, serasa sedikit digigit semut, bekasnya kecil tapi berasa sakitnya. Rasya mematung sejenak di tempat, sambil memegangi nampan yang berisi mangkok bubur serta buah juga sebotol air mineral.


Rasya menghela nafas panjang dan berkali-kali menelan saliva nya, sebab tenggorokan terasa begitu kering.


Kemudian, Rasya melanjutkan langkahnya duduk di kursi yang tidak jauh dari Samudra. Dan mulai membangunkan pria yang sesungguhnya sudah menjadi suami, namun saat ini dia tengah berbaring dengan wanita lain yaitu kekasihnya.


"Tuan, bangun? makan siang dulu setelah itu minum obat," suara Rasya lirih dan ditujukan pada Samudra.


Samudra membuka kedua matanya, melirik pada Rasya yang sudah siap untuk menyuapinya makan.


"Anda harus cepat sembuh, makanya harus makan dulu," ucap Rasya sambil berdiri. Hendak membantu Samudra untuk duduk.


"Aku bisa sendiri, nggak usah dibantu," tolak Samudra sambil menepis tangan Rasya yang mau memegang bahunya.


Rasya terdiam dan urungkan niatnya untuk membantu Samudra duduk.


Karin yang terganggu dengan suara Rasya. Dia terbangun memicingkan kedua matanya. "Siapa sih? berisik banget! nggak tahu apa orang lagi tidur?" ketus Karin yang lantas menggosok matanya, mengarahkan penglihatan pada Rasya.


"Maaf, Nona? aku harus membangunkan tuan untuk makan siang. Supaya bisa minum obat!" ucap Rasya sambil mengganggu hormat kepada Karin.


"Tapi nggak usah berisik dong, nggak tahu apa orang lagi tidur?" pekik Karin mendelik sempurna pada Rasya yang dia anggap hanya sebagai asisten tersebut ....

__ADS_1


.


Mana nih dukungannya? yang sudah ngasih, makasih ya🙏


__ADS_2