Gadis Satu Miliyar Ku

Gadis Satu Miliyar Ku
Bab 35 Tanpa canggung


__ADS_3

"Aw ..." Rasya mendesis kesakitan. Lalu memaksakan diri untuk berjalan ke kamarnya walau tertatih, namun sebelumnya mematikan televisi yang sedang menyala.


"Biar hemat listrik. berhemat kan lebih baik daripada boros-boros." Monolog Rasya mobil menyimpan remote televisi.


"Sakit ya Allah ... tapi aku harus kuat. Demi hidup ku sendiri. Tidak boleh manja, di sini aku bekerja! bukan menjadi nyonya." Rasya terus bermonolog sendiri sambil berjalan walau tertatih.


Lalu Rasya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, namun cuma beberapa menit saja. Rasya kembali bangun dan manik matanya melihat ke arah jendela, di luar begitu panas sekali. Cucian pasti dah pada kering pikirnya.


Sesaat kemudian, dengan pelan Rasya menurunkan kedua kakinya ke lantai, mau angkat jemuran di balkon. Untungnya yang luka cuma terasa sakit aja tanpa keluar lagi darah.


"Sakit segini mah bisa di tahan lah." Gumam Rasya sembari menyeret langkahnya ke balkon.


Lanjut membawa cucian kering ke ruang tengah di simpan dekat meja, lalu menyetrika sebagan pakaian yang sudah kering tersebut.


Ketika menyetrika selesai, dia baru bersantai ria sambil nonton televisi. Namun karena perutnya sudah keroncongan, akhirnya Rasya menyeret langkahnya ke dapur, mau masak untuknya sendiri.


"Aa ya? Hem ... masak mie kayanya enak nih, pakai sawi dan tolor!" gumamnya Rasya dengan mata menatap ke arah isi lemari.


Rasya menyiapkan, sawi, mie rebus. Telor dan cabai. "Huu ... saliva belum apa-apa sudah berkumpul saja nih ah."


Dalam waktu yang singkat. Rasya memasaknya, lalu memakan dengan lahap dan nikmat. "Hah ...hah ... pedas, pedas sekali."


Rasya mengibaskan tangan ke lidahnya yang terasa terbakar itu. Walaupun minum beberapa kali juga tidak dapat menghilangkan rasa pedasnya.


Lanjut berinesiatip membuat sup telor buat makan malam dirinya, pikir Rasya.


Sekitar pukul 19 malam, Ubai datang sendirian tanpa Samudra yang biasa bersama nya.


Rasya tengah duduk di depan televisi. Menatap heran pada Ubai yang datang hanya sendirian tanpa Samudra yang biasa bersamanya itu.


"Lho, kok sendirian, Tuan juteknya mana?" manik mata Rasya celingukan mencari keberadaan Samudra.


Ubai membuka jas nya. "Selamat malam, Nona? aku membawakan makan malam untuk mu?" Menyodorkan kantong yang dia bawa.


"Apa itu?" tanya Rasya menatap kantong yang Ubai bawa tersebut.


"Buat makan malam anda Nona." Kata Ubai kembali sambil duduk di sofa sebarang Rasya.


"Tapi ... aku sudah makan, Tuan. aku membuat sup telor." Rasya menunjuk ke dapur.


"Telur apa yang kau sup, Nona?" tanya Ubai sambil menyunggingkan bibirnya.


"I-itu, telor cicak aku sup. Dari pada mubazir aku masak aja, he he he ... ya telor ayam lah, Tuan ini ada-ada saja." Rasya mengibaskan tangannya.

__ADS_1


"Kali aja telornya tuan muda, he he he ..." Ubai nyeleneh.


Rasya menautkan alisnya. "Emang tuan muda ada telor? kan itu di kulkas." Rasya menunjuk lemari pendingin.


"Em, sudah lupakan saja. Ayo dimakan, Nona? aku bawakan sate ayam dan kambing. Apa kau tidak suka semua ini?" tanya Ubai menatap lekat ke arah Rasya.


"Ha? aku suka. Tapi aku sudah makan sih, tapi ... baiklah aku makan lagi, biar gemuk kan?" Rasya membuka bungkusan tersebut.


"Iya, biar anda lebih gemuk. Nggak sekurus sekarang ini, makan?" Ubai beranjak mengambilkan piring dan minumannya buat Rasya.


"Tuan, kau belum menjawab ku! tuan muda kemana? kok gak pulang?" tanya ulang Rasya yang tadi tidak Ubai jawab.


"Oh, tuan sedang menemui kekasihnya.'' Jawab Ubai sambil menaruh piring sate.


"Kekasihnya? apa tuan muda juga galak sama kekasihnya itu?" tanya Rasya sebelum menggigit satenya.


"Ha ha ha tidak lah ... Sudahlah, jangan pikirkan dia. Sekarang Nona makan saja biar tubuh Nona gemukkan." Kata Ubai lagi menyuruh Rasya makan yang banyak.


Rasya bengong, entah apa yang dia pikirkan saat ini? yang jelas sampai-sampai dia berhenti mengunyah.


...---...


"Sayang ku, jadi gak dinner nya nih? kok kamu belum mandi sih?" ucap lirih Samudra sambil mengelus rambut kekasihnya yang berwarna pirang itu.


"Siapa sih yang tidak sayang lagi sama bidadari ku ini hem? aku sangat-sangat sayang. Cinta sama kamu, jangan bilang gitu ah!" Samudra menatap lekat ke arah wajah Karin yang tampak merajuk tersebut.


Samudra merubah posisi duduknya agar lebih berhadapan dengan sang kekasih. Bisa memandang wajahnya nya dengan jelas.


Meraih tangannya lalu Samudra kecup punggung tangan Karin dengan sangat mesra. Cuph!.


Lalu manik mata mereka berdua bersitatap penuh rasa kasih. Pandangan yang penuh cinta, namun detik kemudian Karin membuang wajahnya ke sembarang tempat.


"Sudah dong sayang ... jangan merajuk ah, aku sedih bila kamu merajuk begini! aku dah bela-belain dari kantor pulang ke sini untuk bertemu kamu seorang." Samudra menatap sendu dan lagi-lagi mencium punggung tangan Karin yang halus lembut.


Karin menoleh dan menatap intens ke wajah Samudra yang gantian merajuk. Berwajah ingin dikasihani oleh dirinya.


"Kau ini, wajah mu lucu bila sedang merajuk begini." Karin mencubit kedua pipi Samudra dengan gemas dan menarik bibirnya tersenyum.


"Nah ... gitu dong, tersenyum kan cantik." Samudra tertawa lepas lalu mencium pipi Karin dengan singkat.


"Aku yang seharusnya marah! Sudah dicuekin. Dibiarkan menunggu sehari semalam," ucap Karin sembari mendorong pipi Samudra dengan jarinya, sangat gemas.


"Kan aku sudah minta maaf sayang, jangan marah lagi ya? plisse?" Samudra menyatukan telapak tangannya. Lalu mencium pipi dan kening sang kekasih, Karin. Penuh rasa kasih dan sayang.

__ADS_1


"Aku akan memaafkan mu. Tetapi dengan satu syarat," ucap Karin sembari tersenyum.


"Syarat? apaan tuh?" Samudra sangat penasaran.


Karin mengangguk pelan sambil tersenyum. Kemudian merentangkan kedua tangannya dan meminta di peluk. "Peluk, aku! kangen banget sama kamu."


Samudra pun langsung memeluk mesra sang kekasih yang manja. Penuh dengan kehangatan.


"I love you?" bisik Karin tepat di telinga sebelah kiri Samudra.


"I love you too!" balas Samudra penuh perasaan.


Samudra begitu sangat mencintai Karin yang lumayan lama ia pacari dan mereka akan melangsungkan pernikahan setelah Karin lulus kuliah nya.


Dan rencananya ... dalam waktu dekat ini mereka akan bertunangan. Keluarga pun sudah setuju dan sepakat kalau mereka tunangan dulu sebelum Karin lulus kuliah nanti.


Sebenarnya, Karin belum ingin menikah. Sebab dia ingin meniti karier dulu seperti di dunia modeling dan sebagai desainer. Itulah cita-cita nya selama ini, setah tunangan dia masih ingin bebas.


Namun orang tua kedua belah pihak dan Samudra sendiri yang ngebet ingin segera menikah. Lagian mau nunggu apa lagi katanya. Materi tidak kurang dan usia pun sudah memadai, jadi buat apa buang-buang waktu buat pacaran?


Karin pun memudarkan pelukannya, cuph! mengecup pipi Samudra sebelah kiri. Lalu mengecup bibir Samudra dengan sangat lembut.


Samudra melongo. Dan matanya melotot ketika mendapat kecupan lembut dari Karin yang tak segan-segan atau malu melakukannya duluan.


Karin mengecup bibir Samudra. berulang-ulang, lanjut menyapu permukaannya. Tangan Karin bergerak dari tengkuk ke pundak, menyesap penuh gairah.


Samudra yang mulanya hanya diam, akhirnya membalas dan me-lu-mat benda yang merah merona milik Karin tersebut. Jari-jarinya yang kekar itu memegang tengkuk Karin.


Sesaat mereka menikmati manisnya bibir masing-masing. Hingga Samudra tersadar kalau ini bisa saja berlanjut lebih kalau tidak segera dihentikan. Mengingat jiwa lelakinya mulai meronta.


Samudra menjauhkan wajahnya. Walau Karin masih berusaha meraihnya, Samudra menjauh sambil mengusap bibirnya yang basah. Dan mengalihkan pandangan ke sembarang tempat dari pemandangan indah yang berada dihadapannya itu.


Karin sedikit kecewa. Namun mencoba mengerti. Kalau Samudra tidak ingin merusak dirinya.


"Haus." Suara Karin dengan nada manjanya, mengalihkan rasa kecewanya.


"Baiklah. Ratu ku akan aku ambilkan, tunggu ya?" Samudra beranjak ke dapur untuk mengambilkna air minum buat sang kekasih.


Kebetulan asisten rumah Karin, sedang pulang kampung, jadi di rumah tampak sepi. Orang tua Karin pun yang super sibuk dan saat ini belum pada pulang ....


.


.

__ADS_1


Ayo mana dukungannya nih?


__ADS_2