Gadis Satu Miliyar Ku

Gadis Satu Miliyar Ku
Bab 40 Tamu malam


__ADS_3

"Apa?" Rasya bergidik ngeri, membayangkannya saja bikin Rasya lagi-lagi bergidik, lalu bergegas ke kamarnya meninggalkan Samudra yang masih makan itu.


Samudra hanya menatap dan menyunggingkan bibirnya melihat Rasya yang setengah berlari menuju kamarnya.


"Iih ... masa aku harus memandikan dia sih? sudah gede gitu. Mana pisangnya besar lagi, Iiy ... negeri." Gumamnya Rasya sambil mendudukan dirinya di tepi tempat tidur.


Berkali-kali Rasya bergidik, ketika mengingat pernah melihat pisangnya Samudra tanpa helai kain pun. Dia menggoyangkan bahunya. "Iiiyy ...."


Kemudian Rasya berbaring kembali dan menarik selimut, menutupi tubuhnya tubuhnya sampai kepala.


Sebelum tertidur. Rasya terus bergidik dan bayangan itu sangat lekat di ruang mata. Bayangan pisang Samudra yang bikin gagal fokus untuk tidur kembali.


Dengan usaha yang keras. Akhirnya Rasya kembali bisa memejamkan matanya lantas tertidur.


Sementara Samudra yang masih berada di dapur. Mengabiskan makan nasi goreng yang dibuatkan Rasya.


Sebenarnya masakan Rasya itu enak, cuman Samudra gengsi saja untuk mengakuinya, makanya yang ada bukannya pujian melainkan kebalikannya.


Samudra balik ke kamar setelah menyimpan piring dan gelas ke wastafel. Menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur yang pul tersebut.


...---...


Suatu malam, Samudra meminta Rasya untuk mepijit tubuhnya. "Hai gadis bagasi? eh gadis satu milyar, atau apalah! Pijit tubuh ku? capek nih!"


Rasya yang sedang menonton televisi pun menleh, menatap datar ke arah Samudra yang berdiri dan membuka bajunya. "Emang gak ada tukang pijit ya?"


"Banyak. Tapi buat apa? dan apa gunanya ada kamu di sini ha?" jawab Samudra sambil melempar bajunya ke pangkuan Rasya.


Rasya mengerutkan keningnya. "Kan lebih enak kalau dengan tukang pijit?" sambung Rasya kembali.


"Saya maunya kamu yang pijit saya! malah ngomongin orang! buruan?" hardik Samudra sembari membalikan tubuh hendak menuju kamarnya.


"Ta-tapi, Tuan bentar ya? aku lagi nanggung nih. Nonton acara kesukaan ku!" pinta Rasya sedikit memohon, agar dia bisa melanjutkan nonton sampai selesai.


Samudra berbalik melihat ke arah Rasya kembali. "Tidak, saya mau sekarang! nonton bisa kapan-kapan."

__ADS_1


Lalu Samudra melanjutkan langkahnya ke kamar pribadi dengan bertelanjang dada itu.


"Ck, Tuan tega sekali sih? aku sedang asik nih. kalau kapan-ya Lian lagi episodenya, ah ada-ada saja deh." Gumam Rasya, namun pada akhirnya dia menuruti juga permintaan Samudra sebagai majikannya itu.


Rasya berdiri menarik baju belakang, merapikan yang kusut. Lalu mengayunkan langkahnya ke kamar Samudra sambil membawa baju yang tadi dilempar ke pangkuannya.


Setelah berada di kamar Samudra, manik matanya mendapati Samudra sudah berbaring telungkup. Dan hanya mengenakan handuk saja yang menutupi pinggang ke bawah.


Tidak buru-buru naik. Rasya memilih berdiri mematung melihat punggung Samudra yang bersih tersebut.


Kepala Samudra menoleh pada Rasya yang tertegun di dekat tepi tempat tidur. "Ck, buruan? keburu malam nih. Ngantuk."


"I-iya, Tuan. Iya." Rasya gegas naik dan membalurkan minyak ke punggung Samudra, lantas memijatnya dengan lembut dan mengenakan.


"Sini, dan ini? yang harus kau pijit," ucap Samudra sambil menuduhkan yang ingin di pijat.


"Iya, Tuan. Aku tahu," Rasya mengangguk, dan melanjutkan memijat di bagian punggung.


"Sekarang gantian dulu ke kaki, pijat kakiku, rasanya pegal-pegal." Pinta Samudra.


Tangan Rasya perlahan memijat betis Samudra, setelah itu naik lagi ke punggung dan tangan. Sehingga Samudra merem melek. Menikmati enaknya pijitan tangan Rasya yang lembut menyusuri tubuhnya khususnya area punggung dan bahu.


Namun ketika di tengah-tengah memijat. Rupanya ada yang gedor pintu. Dan Rasya menghentikan kegiatannya itu, Kemudian bergegas turun untuk membukakan pintu tersebut.


"Bi-biar, saya yang membukakan pintunya!" ucap Rasya sambil membawa turun dari tempat tidur.


"Lagian siapa yang mau membukanya. Aku sih malas." Balas Samudra dengan tetap berbaring.


Plak, plak plak derap langkah Rasya mendekati pintu kamar, Rasya terkesiap ketika membuka pintu kamar, Rasya maju beberapa langkah dari kamar Samudra, mematung dan netra nya bergerak-gerak melihat ke ruang tamu.


Sebab di ruang tamu, sudah ada beberapa orang, tiga berpakaian biasa, satu scurity dan seorang pria yang berpakaian batik.


Entah lupa atau gimana? pintu utama tidak dikunci, sehingga mereka semua bisa dengan bebasnya masuk ke dalam unit Samudra ini.


"Siapa yang datang?" pekik Samudra.

__ADS_1


Kendati tidak ada jawan dari Rasya, membuat Samudra yang masih telungkup, merasa penasaran, siapa orang yang bertamu malam-malam begini?


Ubai juga gak mungkin membuat kerusuhan dengan menggedor pintu. Toh dia bisa masuk sendiri.


Sam bangun, lantas turun keluar dari kamar dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi daerah intinya yang terlihat menonjol.


"Siapa? tamu malam-malam begi--" kalimat Samudra terjeda, ketika melihat beberapa orang tamunya menatap ke arah dirinya.


Begitupun tamunya merasa geram. Melihat Samudra yang cuma mengenakan handuk tersebut, semakin meyakinkannya kecurigaan mereka selama ini, kalau di unit ini ada yang kumpul kebo, alias hubungan gelap tanpa menikah.


"Nah ... ini nih, orangnya, yang meresahkan masyarakat kita." Kata salah satu warga sambil menunjuk-nunjuk ke arah Samudra dan Rasya.


"Ada apa ini? apa yang meresahkan?" Sam heran dan tidak habis pikir dengan maksud tamunya itu.


"Ini, nih pak RT yang tinggal berdua pria dan wanita. Lihat pak RT pak scurity, mereka pasti sudah melakukan perbuatan mesum itu baru saja, Masih hangat nih." Sergah seorang pria lagi menunjuk-nunjuk ke arah Samudra dan Rasya yang malah mematung.


Rasya kaget dengan kedatangan tamu yang tidak di undang tersebut dan masuk tanpa permisi, tepatnya penggerebekan.


"Apa maksud kalian? kami berdua tidak melakukan apapun," ucap Samudra yang tampak kebingungan.


Apalagi Rasya, dia mematung tak bergeming tidak mengerti apa-apa dalam hal ini Bibirnya seakan terkunci. Tubuhnya bergetar ketakutan.


"Kalian harus ikut kami ke kantor polisi, atas tuduhan berbuat mesum." Kata seorang yang dikenal sebagai RT di wilayah itu.


Samudra semakin terkejut dan tidak terima dibilang harus ikut ke kantor polisi. "Apa? kami tidak melakukan apa pun!" kekeh Samudra. Kalian jangan mudah begitu saja mau membawa saya! saya bukan penjahat. Atau koruptor apalagi mafia."


"Bagaimana kami bisa percaya? sementara anda di unit ini cuma berdua, dan lihat penampilan mu itu, Kamu melakukan sesuatu tercela bukan?" ucap mereka sembari menatap intens ke arah Samudra yang hanya mengenakan handuk, di baliknya ada yang menonjol besar.


Semakin membuat mereka bertambah curiga, dengan bukti yang nyata di depan mata. Suasana kian menegang ....


.


.


Mana nih like komen dan vote nya? masih sepi nih🙏

__ADS_1


__ADS_2