Gadis Satu Miliyar Ku

Gadis Satu Miliyar Ku
Bab 68 Asisten


__ADS_3

Pas jam makan siang. Samudra pulang namun sendirian saja tanpa Ubai, asisten pribadinya.


"Sudah siap belum kue nya?" tanya Samudra mendekati dua wanita yang tampak masih sibuk menata kue yang masih mengepul hangat di piring.


Rasya dan Mulan menoleh, Mulan mengangguk hormat pada tuan mudanya.


Rasya mendekat dan menyentuh tangan Samudra melihat semua kulit tangan leher dan pipi, karena itu yang dapat dia lihat. "Kau tidak apa-apa, kan Tuan? ha tidak apa-apa, kan?" tanya Rasya tampak khawatir.


"Apaan?" Samudra bertanya sembari melihat ke arah Mulan takut berpikir macam tentang dirinya dan Rasya.


"Tadi kan anda makan nasi goreng udang. Gak kenapa-napa, kan?" ulang Rasya menatap intens pada Samudra.


"Nggak, sudah minum obat." Jawabnya dingin. "Mulan siapkan semuanya mau saya bawa!" titah Samudra pada Mulan.


Mulan mengangguk. "Baik, Tuan."


Rasya celingukan sebab Ubai tidak ada muncul juga. "Tuan ramah kemana? gak pulang?"


"Nggak, ada urusan lain!" masih dengan nada dingin.


Ketika Mulan masuk kamar mandi. Samudra melirik ke arah Rasya. "Ngapain sih, pegang-pegang? nanti Mulan curiga!" pekik Samudra tertahan.


"Siapa yang pegang-pegang? pegang itu kena kulit, aku cuman menjepit lengan baju mu saja." Jawab Rasya dengan ringannya.


Bibir Samudra sudah menganga untuk bicara lagi. Namun Mulan balik lagi. "Siapkan makan siang ku?" perintah Samudra pada Rasya dan kali ini nada bicaranya agak rendah.


Rasya bukannya mengambilkan, malah bengong sambil menarik bibirnya tersenyum.


"Sett?" Samudra sambil sedikit melotot dan memberi kode agar Rasya mengambil makan untuknya.


"Oh iya," Rasya mengangguk dan segera mengambilkan makan buat Samudra.


"Tuan muda Sam. Apa saya boleh kembali ke mension? atau--"


Netra Samudra melihat ke arah cucian yang menunjuk, lalu melihat pada Mulan. "Kau boleh pergi, bila cucian itu sudah bersih. Kau ke sini untuk membantu asisten ku sampai selesai."


"Baik, Tuan." Mulan mengangguk dan segera melaksanakan perintah Samudra.


Deg!


Ada rasa yang aneh ketika mendengar pengakuan Samudra, yang menganggap dirinya hanyalah asisten. Membuat Rasya menghela napas panjang seraya berkata di dalam hati. "Sabar, Rasya. Sabar!"


Samudra langsung menyantap makannya. "Eh, kalian kan belum makan, makan dulu?" yang di tujukan pada Rasya dan Mulan.


Setelah menuangkan air putih untuk Samudra, Rasya langsung makan satu meja dengan Samudra, karena memang sudah terbiasa.


Namun lain dengan Mulan. Dia merasa aneh melihat asisten makan dengan tuan muda nya.


Rasya menoleh pada Mulan yang bengong dekat wastafel. "Makan? Mbak. Kok malah bengong?"


"I-iya." Mulan segera mengambil piring dan duduk di kursi yang agak jauh dari Samudra. Seumur-umur ini kali pertama, dia makan satu meja dengan tuan muda nya yang biasa dingin itu.


Sehabis makan, Samudra langsung cuci mulut dengan kue yang masih hangat itu. Setelah itu langsung berangkat kembali ngantor, namun perutnya terasa berat pengen kencing.


Rasya dan Mulan membereskan bekas makan, membersihkan meja, lalu mencucinya berbarengan.


"Mbak, sudah lama kerja sama tuan muda ya?" Rasya membuka pembicaraan dengan Mulan.

__ADS_1


"Saya, sudah hampir dua tahun kerja di Mension." Jawab Mulan sambil mencuci.


"Oo!" membulatkan bibirnya.


"Saya pergi, ingat hangat! jangan terima tamu siapa pun." jelas Samudra sambil berjalan menjinjing paper bag yang berisi kue buat sajian meeting.


"Kamu, sudah lama di sini?" tanya balik Mulan sambil menoleh.


"Aduh, gimana ya? aku belum tanyakan sama tuang tentang pertanyaan ini." Rasya kebingungan.


"Em ... baru sa--" Rasya menggantungkan kalimatnya dengan suara ponsel yang berdering di sakunya.


Rupanya Samudra yang telepon, karena sisa Agi kalau bukan dia.


^^^Rasya: "Halo?"^^^


^^^Samudra: "Menjauh dari mulan?"^^^


^^^Rasya: "Ha? apa?"^^^


^^^Samudra: "Kau lagi bersama Mulan, ka? menjauh dulu darinya, saya mau bicara!"^^^


Rasya pun menjauh dari Mulan yang sedang menatapnya.


^^^Rasya: "Ada apa sih? telepon segala? bukankah barusan dari sini? hayo ... kangen ya? ngaku!"^^^


^^^Samudra: "Kangen-kangen, kepala mu! ambilkan dasi saya yang berwarna marun. Buruan."^^^


^^^Rasya: "Herrgh, cuman ngomong itu saja harus menjauh segala!"^^^


Samudra: "Buruan? saya tunggu di mobil?"


Telepon pun di tutup sambungannya. Lantas Rasya buru-buru, ke kamar Samudra. Namun baru mau melintasi pintu. Mulan pamit untuk pulang.


"Oh, iya. Makasih ya Mbak? sudah di bantuin." Rasya berucap dengan ramah.


"Iya, sama-sama ya Rasya, mungkin kapan-kapan kita dapat bertemu lagi." Mulan pun pergi, dan Rasya melanjutkan niatnya.


Setelah mendapatkan dasi yang Samudra minta. Rasya dengan cepat membawa langkahnya keluar unit. Tapi sebelum pergi dia menatap daun pintu.


"Ngunci nya?" Sesaat kemudian di mau buka kembali sudah terkunci. "Aduh. Gimana aku masuk lagi?" menggaruk kepalnya yang tidak gatal itu.


"Bodo ah, aku harus segera menemui Tuan." Rasya tidak mau pusing memikirkan itu.


Langkah Rasya kian cepat mendekati lift yang akan membawanya ke lantai dimana parkiran berada.


Di dalam lift. Kebetulan Rasya berdua dengan seorang pria yang bikin Rasya risih dan merasa takut.


"Ya Allah ... orang itu melihat ku terus, jadi takut! selamatkan aku ya Allah?" Rasya bermonolog dalam hati.


Dan ketika orang itu mendekat. pintu lift terbuka, lantas Rasya cepat-cepat keluar. Setengah berlari mencari mobil Samudra.


"Kemana aja sih? lama banget? di tunggu dari tadi tidur dulu apa?" suara Samudra dari dalam dan membuka pintu sebelah. Dimana Rasya berdiri.


Napas Rasya ngos-ngosan. "Tuan, gak lihat aku lari-lari ha? aku takut ada orang yang lihat-lihat aku!"


"Lihatnya pake mata bukan? terus matanya di tempatnya kan?" tanya Samudra datar.

__ADS_1


"Iya, pake mata. Benar di tempatnya. Emang kenapa?" Rasya menjadi heran.


"Terus, kenapa takut? kalau itu mata masih di tempatnya." Ketus Samudra.


Tangan Samudra bergerak meraih pergelangan tangan Rasya, ditariknya ke dalam mobil. Membuat Rasya kaget dan langsung menepis tangan Samudra setelah berada di dalam mobil.


"Jangan ge'er! Nanti si Mulan curiga?" Kata Samudra sambil mendelik.


"Mbak Mulan, sudah pulang kok!" kata Rasya sambil memberikan dasi Samudra. "Ini dasinya."


"Pakaikan!" pinta Samudra.


"Ck, gak bisa pake sendiri apa?" gerutu Rasya sembari mendekat dan jari-jarinya tak ayal membuka dasi yang Samudra kenakan sebelumnya.


Dengan cara begitu. Samudra bisa leluasa memandangi wajah Rasya yang lumayan dekat, menghirup bau parfum yang dia rekomendasikan. Biar yang kw, namun wanginya hampir mirip dengan aslinya.


Samudra begitu betah melihat ke arah wajah Rasya, sehingga selesai pun dia tidak menyadarinya.


"Tuan? Tuan melamun? nanti telat loh ngantornya." Rasya merasa heran dengan Samudra yang melamun sambil menatapnya.


Melihat bibir sintal Rasya berdetak membuat Samudra sadar. "Oh, oke! saya pergi dulu."


Samudra melajukan mobilnya tanpa menghiraukan orang di sampingnya.


Membuat Rasya memekik. "Tuan? aku mau di bawa kemana?"


Samudra terkesiap lantas ngerem mendadak cekiiit ....


"Aduh!" desis Rasya memegangi keningnya agar terbentur ke depan.


"Kau ini. Mengagetkan ku saja!" Samudra menoleh ke arah gadis itu.


"Tuan, yang apa-apaan! aku mau ke mana?" tanya Rasya sambil memegangi keningnya yang terasa panas.


"Kemana? paling ke kantor, atau ku buang di jalan!" Samudra menyunggingkan bibirnya.


"Tega banget, Tuan mau buang aku!" Rasya menyapa serius.


"Sudah turun? balik sana ke unit! nanti kalau kau gak ada, saya kehilangan orang yang bisa saya bentak-bentak." Samudra dengan wajah datar.


Rasya menatap ke arah Samudra, yang bikin hatinya gusar tak karuan.


"Nunggu apa lagi? turun?" pekik Samudra sambil membukakan pintunya dan lagi-lagi dapat mencium wangi tubuhnya Rasya.


"Tuan?" gumamnya Rasya lirih.


"Ck, apa lagi?" pekik Samudra tertahan.


"Pintunya terkunci. Aku gak bisa masuk gimana?" suaranya pelan. Kalau Samudra tidak menerimanya lagi, mau tinggal dimana dia? pikir Rasya.


"Ck." Samudra lagi-lagi berdecak kesal. "Mana ponsel mu?" pinta Samudra sambil membuka tangannya.


Dengan cepat Rasya memberikan ponselnya kepada Samudra. Samudra mengetik nomor kuncinya. "Ini. Jangan lupa! dan jangan di berikan pada orang lain."


Rasya mengambil ponsel dari tangan Samudra dan melihat layar ponsel yang ada nomor kuncinya unit Samudra, saking senangnya sampai-sampai Rasya ....


.

__ADS_1


Ayo, dukungannya mana nih? jangan lupa ya like komen dan vote nya. Sebab itu semua membantu penulis yang karyanya kalian baca🙏


__ADS_2