
Setelah selesai beres-beres, Rasya menerima tamu yang ternyata paketan belanjaan. Dia pun langsung eksekusi semua bahan dan peralatan yang baru datang itu.
Dengan gesit Rasya membuat kue permintaan Sam yang katanya harus siap siang hari ketika jam makan siang nanti.
"Hem ... akhirnya aku bikin kue lagi, setelah sekian lama tidak meraciknya." Rasya bergumam sendiri sambil membuat kue basah itu.
Setelah beberapa waktu kue dadar gulung pun matang, ia tata di piring.
Tingtong ....
Tingtong ....
Tingtong ....
Suara bell berbunyi dengan sangat nyaring. Mengganggu pendengaran Rasya yang asyik menata kue di piring lalu ia pindahkan ke meja.
"Siapa sih? ganggu aja. Nggak tau apa tangan ku sedang sibuk," gumam Rasya sedikit menggerutu.
Kemudian Rasya mencuci tangan di wastafel dan membawa langkahnya menghampiri pintu.
Pintu terbuka dan tampak dua orang bodyguard Juragan Kasmin berdiri, alangkah terkejutnya Rasya. Ia cepat-cepat menutup kembali namun kalah cepat dengan kedua orang tersebut, yang meraih tangan Rasya dibawanya keluar unit.
"Ka-kalian mau ap-apa?" suara Rasya terbata-bata. Berusaha berontak melepaskan tangannya yang di pegang dua bodyguard tersebut.
"Saya sengaja ke sini untuk menjemput mu, Nona cantik ... sebab Juragan saya sudah menunggu anda." Jawabnya salah satu bodyguard tersebut.
"Ti-tidak, saya tidak mau. To-tolong?" pekik Rasya terlihat ketakutan.
"Oo! tidak bisa, anda harus ikut sama kami menghadap Juragan Kasmin, calon suami anda. Ha ha ha." Suara tawa pria itu terdengar sangat menakutkan bagi Rasya.
"Lepaskan saya, saya mohon! lepaskan saya? jangan bawa saya. Lepaskan saya. Aku mohon?" Rasya memohon.
"Jangan banyak bicara! Anda harus ikut kami, ayo?" dua bodyguard tersebut menarik paksa Rasya.
Namun apa yang terjadi. Satu menarik Rasya ke kanan dan satu lagi ke kiri, Berlainan arah bikin tangan Rasya kesakitan tertarik sana-sini.
__ADS_1
"Bodoh, ke sini?" ucap yang satu.
"Ke sini, dodol. Dan jangan berisik nanti ketahuan orang." Kata yang satunya lagi.
"Tolong ... saya di culik, tol--" mulut Rasya dibungkam oleh salah satu bodyguard itu.
"Jangan macam-macam, kalau tidak ingin saya bunuh kau." Kata orang yang sedikit terlihat garang. Matanya melotot dan memperlihatkan senjata tajam pada Rasya yang langsung ketakutan, kakinya bergetar.
Rasya di giring, oleh kedua bodyguard Juragan Kasmin. Meninggalkan unit Sam yang beberapa hari ini ia tinggali.
"Tolong, lepaskan saya?" lirih Rasya dengan suara bergetar.
"Diam, anda harus ikut dengan kami. Menghadap Juragan Kasmin." Kata salah satu bodyguard tersebut sambil berjalan menggiring Rasya.
Rasya dibawa ke dalam mobil dan entah mau dibawa kemana? Rasya terus berpikir bagaimana caranya agar bisa lepas dari dua orang ini.
Setelah berada di dalam mobil, tangan Rasya di ikat ke belakang dan mata pun di tutup dengan kain panjang. Supaya tak tahu jalan dan sebelum Rasya bersuara lagi. Mulutnya di sumpel dengan sapu tangan.
Rasya menjerit namun tak bersuara, dalam hati berkata. Dulu kedua bodyguard itu tidak sejahat ini. Rasya terus berontak menggoyangkan tubuhnya. Meminta di lepaskan.
''Ha ha ha ... dulu kau mengelabui kami sehingga anda bisa kabur. Kali ini tidak Nona, anda tidak akan mampu mengelabui kami lagi, siap-siap saja kau kena cincang oleh juragan Kasmin, Nona." Suara kedua bodyguard itu bergantian.
Suaranya membuat bulu kuduk Rasya meremang, ketakutan. Rasa menggeleng dan bersuara. "Em ... emmh ...."
Tidak ada percakapan lagi yang terdengar kecuali suara mesin mobil yang terdengar gaduh. Riuh alias berisik.
Sekitar dua puluh menit. Akhirnya mobil berhenti dan Rasya lagi-lagi digiring dengan mata tertutup diharuskan berjalan memasuki sebuah gedung kosong. Dan areanya yang lumayan sepi.
"Masuk?" Rasya setengah di dorong kemudian tutup matanya di buka.
Bray ... Rasya bisa melihat dia berada di mana saat ini. Sebuah ruangan yang kosong tak ada suatu barang apapun.
"Aku dimana ini? pulangkan aku, Tuan-tuan, aku mohon lepaskan aku." Rasya terus memohon namun kedua orang itu malah meninggalkan Rasya sendiri dengan tangan masih terikat.
"Tuan? tuan lepaskan aku! hik hik hik." Rasya menangis dan tubuhnya merosot ke lantai.
__ADS_1
Hatinya menjerit minta pertolongan agar dia bisa terlepas dari tempat itu. Atau terbebas dari juragan Kasmin. Si bandot tua yang suka daun muda tersebut.
Rasya menangis tersedu duduk bersimpuh di lantai. Berusaha melepaskan tangan nya yang terikat. Namun bukannya terlepas, malah sakit yang ada.
"Aku harus gimana? supaya bisa keluar dari sini?" Rasya berusaha dengan susah payah berdiri.
Namun jangan kan jalan keluar, fentilasi udara pun adanya di atas. Dan terlalu tinggi tidak terjangkau olehnya. Ketika sedang melihat-lihat terdengar derap langkah kaki mendekati ke arah pintu.
Rasya berbalik merapatkan diri ke dinding. Sorot mata tertuju pada daun pintu yang mulai terbuka.
Blak! pintu terbuka dan tampak berdiri seorang pria berambut putih, tubuh gemuk. Jenggot juga memutih, sorot mata yang tajam menatap ke arah Rasya.
Kemudian pria itu tertawa dan suaranya menggema ke seluruh ruangan tersebut.
"Ha ha ha ... akhirnya kau ketemu juga, sok-sok'an kabur. Enak saja coba-coba kabur dari saya, kau itu harus membayar uang sebesar satu M pada saya?" juragan Kasmin berjalan mendekat ke arah Rasya yang semakin ketakutan.
Rasya berusaha bergeser menjauh dari Juragan Kasmin. "Ju-Juragan, aku mohon lepaskan saya! saya akan membayar uang tersebut. Namun minta tempo waktu untuk membayarnya."
"Apa? kau mau bayar, uang dari mana ha? Nona manis! sampai kapan minta waktu untuk bisa membayar ha? sampai mati. Atau kau mau, saya jadikan dirimu pe-la-cur? kamu masih perawan kan?" Ha ha ha ... suara tawa bandot tua itu terdengar menakutkan.
"Ma-maksud, Ju-Juragan apa?" suara Rasya terbata-bata.
"Kalau kau tidak mau menikah sama saya. Terpaksa saya akan menjual kamu ke lelaki lain agar uang saya balik lagi. Namun ... saya tidak akan sebodoh itu. Sebelum tubuh kamu dinikmati orang lain, harus saya dulu yang menikmati tubuh mu ini." Juragan Kasmin menatap dengan tatapan elang yang siap memaksa korbannya.
Juragan Kasmin menatap intens dan tangannya dengan nakal menyentuh pipi Rasya yang halus dan lembut.
"Jangan-jangan ... jangan sentuh saya! saya pahit. Eh saya tidak enak tuk dinikmati. mohon jangan apa-apain saya?" Suara Rasya bergetar dan menciut.
"Ha ha ha ... saya berhak ngapain kamu Nona. Termasuk menjual dirimu seperti kedua Kakak perempuan mu itu, yang saya jual belikan di kota ini!" juragan Kasmin lagi-lagi tertawa.
Alangkah tercengangnya Rasya ketika mendengar kalimat kedua kakak mu. Rasya langsung mengingat Murni dan Vera. Siapa lagi kalau bukan mereka yang juragan Kasmin maksud.
"Maksud, Juragan kak Vera dan kak Murni? dimana mereka juragan?" selidik Rasya rasa ingin tahunya cukup besar.
"Emang kakak kau siapa lagi Nona manis Hem? saya sudah jual mereka berdua. Ha ha ha, sekarang tinggal dirimu. Kalau tidak mau saya nikahi! terpaksa akan saya paksa kamu, melayani saya semalaman sampai saya puas! Dan setelah itu saya akan jual kamu Nona. Agar menghasilkan uang. Mengembalikan uang yang sudah saya berikan pada orang tua mu," sergah juragan Kasmin dengan mata melotot. Dan tangan yang berbulu halus itu mencengkram dagu Rasya.
__ADS_1
Dengan tatapan nanar, Rasya mengiba agar dilepaskan ....