Gadis Satu Miliyar Ku

Gadis Satu Miliyar Ku
Bab 67 Alergi


__ADS_3

"Emang kenapa Bos? sarapan ah ... kayanya enak nih sarapan!" Ubai menarik piring yang Rasya sodorkan.


Rasya pun duduk di antara mereka dan makan bersama. "Telurnya Tuan?" yang di tujukan pada Ubai.


"Is-is-is, dia ditawarin. Gue nggak, majikannya siapa sih? eh dia kan istri gue! gue dong yang harus dia layani." Batin Samudra sambil menatap tajam pada Ubai yang mengambil telor ceplok.


Tangan Samudra menyambar sisa telor ceplok di piring. Dimasukkannya ke mulut dengan kesal.


Rasya sendiri makan nasi goreng yang memakai udang basah kesukaannya.


Tiba-tiba tangan Samudra mencomot nasi goreng milik Rasya yang memakai udang.


"Tu-Tuan, jangan?" pekik Rasya. Dia ingat betul kalau Ubai pernah bilang, Samudra itu alergi udang.


Ubai menoleh pada Samudra dan Rasya. "Kenapa?" heran.


Sementara Samudra malah asik mengunyah nasi goreng yang hasil nyomot dari piring Rasya.


"Tuan muda makan nasi goreng ku," Rasya menatap cemas.


"Terus apa masalahnya?" tanya Ubai seolah lupa.


"Lho, bukannya Tuan muda alergi ya? kan Tuan Ubai yang bilang.


"Hah?" Ubai kaget.


Apalagi Samudra, ketika ingat itu. Dia kaget dan langsung berdiri mendekati wastafel. "Oo. Oo ..." namun makanan yang sudah di makan tidak keluar.


"Kenapa gak bilang, kalau itu pakai udang?" teriak Samudra sambil menicip-icip rasa amis di lidahnya.


"Ta-tadi aku dah larang!" Rasya merasa bersalah.


Ubai memberikan segelas air putih pada Samudra. Udah minum yang banyak nanti juga keluar sendiri di toilet."


"Bukan itu masalah, Bai. Kau tahu kalau aku suka gatal-gatal, alergi udang?" Samudra mengambil air itu dari tangan Ubai.


"Sebelum ngantor, ke dokter dulu lah." Ubai mengajak Samudra ke dokter sebelum ngantor.


"Nggak usah," Samudra duduk kembali dan melanjutkan makannya.


Ubai dan Rasya hanya terdiam sambil melihat ke arah Samudra yang menghabiskan makan kembali.


Melihat Rasya dan Ubai mematung dan meninggalkan makannya masing-masing. "Kalian berdua ngapain bengong ha? makan habiskan! malah bengong."


Ubai segera duduk kembali dan menghabiskan sarapannya. Rasya yang merasakan was-was akhirnya duduk kembali dan menyiapkan kembali nasi goreng ke mulutnya.


"Bikin kue buat sajian nanti siang rapat!" ucap Samudra yang di tujukan pada Rasya.


"Ha?" Rasya mengangkat wajahnya melihat ke arah Samudra. "Berapa biji?"


"Seratus. Dan ini uang belanjanya, nanti juga aku suruh orang untuk membantu mu." Kata Samudra ketika melihat Ubai dan Rasya bengong.


"Orang dari mension?" tanya Ubai sambil meneguk minumnya.


"Iya lah, dari Mension." Samudra berdiri lalu meraih tas laptopnya.

__ADS_1


"Belanjanya gimana?" tanya Rasya sambil melihat ke arah beberapa lembar uang di meja.


"Ck, kau kan ada ponsel, gunakan itu." Samudra menoleh kepada Rasya.


"Ponsel?" Rasya kebingungan.


"Belanja online, Nona. Kan sekarang bisa belanja online dengan ponsel, jadi anda bisa sambil duduk di rumah. Oya karena orang mension mau ke sini, biar saja dia yang beres-beres di sini sekalian. anda di sini bukan pembokat,


bagaimanapun anda itu istri tuan muda," ujar Ubai sambil melirik ke arah Samudra yang menatap dingin padanya.


Rasya menggaruk tengkuknya. "Siapa namanya? orang yang mau ke sini, takut aku ... terima orang yang salah."


"Nanti, aku kasih kabar. Siapa yang datang," ucap Samudra sambil berlalu.


Ubai pun segera mengikuti langkah Samudra yang lebih dulu keluar dari unit tersebut.


"Kami pergi dulu, Nona. Hati-hati di rumah ya, Nona?" Ubai berpamitan.


Rasya termenung, namun sesaat kemudian dia beranjak membereskan bekas sarapan. Lanjut mencuci semua perabotan yang lain bekas memasak.


Setelah itu. Masuk kamarnya yang belum sempat di bereskan, semua gorden ia buka, lantas bersih-bersih. Selesai bersih-bersih di kamarnya, memungut pakaian kotor.


Lanjut pergi ke kamar Samudra yang masih berantakan, handuk basah di atas tempat tidur. Terus ke kamar mandi untuk membersihkan dan mengambil pakaian kotor.


"Ya, ampun ... belum pesan bahan-bahan." Rasya buru-buru keluar kamar Samudra tuk mengambil ponsel mau belanja.


Kebetulan ponsel berdering ketika Rasya lihat ada kontak Samudra memanggil.


^^^Rasya: "Halo?"^^^


^^^Rasya: "Siapa juga yang mau mengakui istri mu, iih ... ogah punya suami kaya kamu, Tuan. Galak. Sukanya bentak-bentak. Bisa-bisa nanti yang kdrt seperti artis dangdut itu."^^^


Rasya mencirikan bibirnya, kesal juga lama-lama dengan sikap Samudra.


^^^Samudra: "Kdrt-kdrt, kau yang ada kdrt. Nih pinggang ku sakit. Habis tadi."^^^


^^^Rasya: "Suruh siapa tidur di tempat ku? peluk-peluk lagi. Sengaja kan?"^^^


^^^Samudra: "Enak saja sengaja? gak ada! aku gak tahu. Gak inget kalau peluk kamu, jangan ge'er."^^^


Rasya segera mematikan sambungan teleponnya. Malas berdebat dengan Samudra yang keras kepala.


"Malas debat sama orang gila seperti dia. Mendingan aku belanja ah ..." Mendudukkan di sofa dengan benda pintarnya itu. Memilih bahan-bahan yang ia butuhkan.


...---...


"Sakit pinggang? habis tadi! Hem ... satai Bos ... jangan terburu-buru. Dia masih pera-wan. Tidak bisa sekali jadi." Ubai sok tahu.


"Kau ini bicara apa sih ha? tadi aku di tendang gadis bagasi itu eh gadis satu m. Saya di tendang. Gara-gara salah masuk kamar." Akunya Samudra.


"Salah masuk kamar atau memang sengaja? ha ha ha ..." selidik Ubai sambil menyetir dan pandangan mata yang fokus ke depan.


"Salah masuk kamar, aku tidur larut malam, habis ngerjain sesuatu di laptop. Terlalu ngantuk dan salah masuk, lagian biasanya juga aku mau tidur dimana saja juga. Sah-sah saja toh gak ada orang," ujar Samudra sambil mengedarkan pandangan ke lain arah.


"Terus, gak sadar ngapain dia gitu?" selidik Ubai tanpa menoleh.

__ADS_1


"Eh, mana ada! gak ada. Gak nafsu, tidak tertarik sama dia," ungkap Samudra sambil menggaruk hidungnya.


"Masa sih. Sedingin itu? jangan-jangan kau gak normal? ha ha ha ..." lagi-lagi Ubai terkekeh.


"Enak saja bilang aku gak normal! normal lah. Jangan sembarangan bicara," Samudra menunjuk ke arah Ubai yang terus nyengir.


Setibanya di depan kantor Samudra, mobil itu berhenti di parkiran khusus. Samudra dan Ubai turun memasuki gedung tersebut.


Tampak scurity mengangguk hormat, menyambut kedatangan Bosnya. Ubai membalas dengan senyuman.


...---...


Rasya sedang menerima semua belanjaan untuk kue nya. Seusai membayar. Rasya kembali menutup pintu tersebut.


Namun bell berdering. Membuat Rasya memekik. "Siapa?"


"Saya Mulan, suruhan tuan muda. Boleh saya masuk?" kata yang di balik pintu.


Rasya mengintip dari lubang pintu. Ternyata seorang wanita muda. Di luar berdiri sambil menghadapi pintu utama unit tersebut, menunggu di buka.


Blak!


Pintu, Rasya buka. "He he he ... silakan masuk?"


Mulan mengangguk hormat pada Rasya. "Siapa ya gadis ini? manis. Cantik, asisten atau kekasihnya ya? ah masa kekasihnya! kekasih tuan muda itu Nona Karin." Batinnya bermonolog melihat ke arah Rasya.


Rasya cuek dan membawa kantong belanjaan. Dibawanya ke dapur.


Setelah berada di dapur. Rasya menyiapkan wadah dan mengeluarkan semua bahan-bahan nya.


Tanpa bertanya Mulan membantu apa saja yang Rasya kerjakan.


"Em ... Mbak Mulan. Aku minta tolong ya? aku belum sempat menyapu ruang tengah. Soalnya baru selesai nyuci, maksud ku sapu kan dulu?" ucap Rasya pada Mulan.


"Oh, boleh. Itu mah gampang," sahut Mulan, langsung mencari keberadaan sapa lantas menyapu ruang tengah.


"Aduh, kok aku jadi deg-deg-degan gini. Takut, Tuan alerginya kambuh dengan makan udang tadi." Rasya menjadi kepikiran Samudra.


"Ah, masa bodo. Orang sudah ku larang juga." Rasya menggelengkan kepalanya membuang semua pikiran tentang Samudra.


"Anda melamun, Nona?" sapa Mulan memandangi Rasya.


"Ha? nggak juga. Oya, emang benar ya? kalau tuan muda alergi udang basah?" Rasya merasa diberi jalan untuk bertanya.


"Tuan muda ... sepertinya iya? oh iya. Kalau makan kulitnya suka bentol-bentol gitu." Jawab Mulan sambil membantu Rasya membuat adonan.


Rasya sejenak melamun kemudian meneruskan kegiatannya.


Hening!


Mulan sesekali mengamati gadis yang sederhana ini, dalam hati terus bertanya. Ada hubungan apa dengan tuan muda? apa memang asisten biasa ....


.


Aduh ... aku lagi turun mood nih dari kemarin. Kurang sehat juga, mohon doa dan dukungannya🙏

__ADS_1


__ADS_2