Gadis Satu Miliyar Ku

Gadis Satu Miliyar Ku
Bab 27 Nego


__ADS_3

Rasya sudah siap dengan pakaian kebayanya. Nampak sangat cantik meskipun tidak di make up juga.


Juragan Kasmin menyuruh anak buahnya untuk mendatangkan penghulu ke tempat tersebut.


Dan sekarang penghulu itu sudah datang. Bersiap menikahkan juragan Kasmin dengan Rasya yang terus menangis, tidak ingin menikah dengan bandot tua tersebut. Yaitu juragan Kasmin.


Kini di sebuah ruangan, di luar kamar yang tadi Rasya disekap. Di sana ada beberapa gelintir orang yang termasuk penghulu, Rasya dan juragan Kasmin.


Juragan Kasmin duduk tepat depan pak penghulu. "Ngomong-ngomong mana walinya?" tanya bapak penghulu.


"Eh ... wali hakim saja. Kemarin ada walinya namun dia kabur ke sini, jadinya wali hakim saja. Daripada kami melakukan zina, kan lebih baik dinikahkan! dan bila anda tidak mau menikahkan kami berdua. Justru anda yang salah dan menanggung dosa bila kami melakukan zina." Juragan Kasmin sedikit menyudutkan pak penghulu.


Penghulu menciut, merasa takut, pada akhirnya mengangguk setuju dan bersiap untuk menikahkan mereka.


Rasya duduk menunduk dalam. Dan hatinya merasa sedih berharap ada yang melepaskannya dari keadaan ini.


Dari jeratan pria tua yang memaksakan kehendak ingin menikahinya.


"Dasar anak gila, kurang ajar. Bodoh, gara-gara kamu aku jadi begini." Tiba-tiba bahu Rasya di dorong ke belakang.


Pas mendongak, netra nya Rasya melihat kedua kakak perempuan yang berada tepat dihadapannya. Kemudian dia berdiri.


"Kak Murni, Kak Vera? kalian ada di sini?" ucap Rasya celingukan dan terheran-heran.


"Iya, kami ada di sini. Kenapa?dasar adik yang kurang ajar, gara-gara kamu kami berdua menjadi wanita malam." Plak! Murni menampar Rasya sekuatnya.


Sontak Rasya memegang pipinya yang terasa sakit dan panas itu. Matanya menatap nanar ke arah mereka berdua yang tiba-tiba datang dan menyakitinya.


"Gara-gara kamu kabur, kami dibawa ke kota ini dan harus melayani pria hidung belang." Plak! pipi Rasya yang satunya lagi Vera tampar juga.


"Aw! sakit ..." desis Rasya. "Aku baru dengar ada lelaki hidung belang! emang ada ya? lelaki yang berhidung belang seperti sebra gitu?" pertanyaan Rasya terdengar konyol namun membuat orang yang berada di sana tertawa.

__ADS_1


Lain lagi dengan kedua wanita yang kini berhadapan dengan Rasya kali ini yang melotot penuh kebencian dan mereka merasa karena Rasya lah mereka berdua menjadi kupu-kupu malam.


"Kamu harus merasakan kami berdua rasakan, bodoh?" murni dan Vera hendak memukul lagi bagian tubuh Rasya lainnya. Namun di hadang oleh juragan Kasmin.


"Hei-hei. Kamu tidak ada hak untuk menyakiti calon istriku, kalian dibawa ke sini hanya untuk menjadi saksi pernikahan kami. Jadi jangan macam-macam kalau kalian tidak ingin merasakan hal-hal yang tidak diinginkan." Jelas juragan Kasmin sembari memegangi tangan Rasya yang berusaha lepas.


"Kami mohon. Lepaskan dan pulangkan kami ke orang tua kami?" Vera dan Murni merajuk, memohon agar segera di pulangkan.


"Tenang saja, kalian akan saya lepaskan kalau gadis ini sudah menjadi istriku." Juragan Kasmin mengalihkan pandangan pada Rasya dengan lidah melet-melet bikin jijik dan Rasya pun bergidik.


"Aku juga mohon lepaskan aku juragan! biarkan aku bekerja mencari duit untuk membayar hutang ibu." Rasya kembali memohon.


"Untuk kamu, oo! tidak bisa, sebab saya akan memiliki mu sayang. Menurut lah pada saya. Kalau tidak ingin kedua kakak mu ini saya buang ke laut." Setengah berbisik.


Netra Rasya mendapati dua orang pria yang tinggi besar, mendekati Murni dan Vera berada serta menodongkan senjata tajam. Membuat Rasya kembali ketakutan.


"Ti-tidak, Juragan sa-saya mau mengikuti kemauan Juragan." Suara Rasya terbata-bata.


Namun ketika juragan Kasmin bersiap membacakan ijab kabul. Datanglah dua orang pemuda dan meminta pernikahan ini dibatalkan.


"Siapa kalian ha?" juragan Kasmin tersentak lalu berdiri dengan gagahnya. "Kalian tidak tahu masalahnya. Main minta lepaskan saja." Suaranya bergema di ruangan tersebut.


"Anda tidak boleh memaksakan kehendak, Juragan. Gadis ini tidak mau menikah dengan anda." Suara Ubai sambil mendekat.


"Anak muda. Ini bukan urusan mu. Dan kalian gak perlu mengganggu kami, pergi?" Sergah juragan Kasmin, menunjuk jalan keluar.


"Ooh, tidak bisa juragan. Saya tidak bisa pergi tanpa membawa gadis ini. Dia itu sedang bekerja di tempat ku, jadi dia adalah tanggung jawab ku," ujar Samudra dengan tenangnya.


"He, anak muda gadis-gadis ini mempunyai hutang sama saya satu M, dan mereka harus membayar semuanya. Terutama gadis ini harus menjadi istri ku!" Kata juragan Kasmin menunjuk Rasya dan kedua kakaknya.


"Ya ampun ... tampan sekali kedua pria ini." Celetuk Murni dan Vera begitu mengagumi ketampanan Sam dan Ubai.

__ADS_1


"Begini saja Juragan. Anda lepaskan gadis ini, dan bos saya akan membayar uang tersebut. Khusus gadis ini." Ubai menunjuk ke arah Rasya.


Sam melotot dengan sangat sempurna pada Ubai, sebab yang di maksud Ubai pasti dirinya yang akan membayar.


Namun Ubai tidak perduli, kemudian ia melanjutkan negonya dengan juragan Kasmin. "Kami tidak perduli dengan gadis lainnya, yang kami mau bawa yaitu gadis ini saja." Ubai menunjuk Rasya.


"Saya itu sudah membeli gadis ini untuk saya jadikan istri, yang lain itu cuma tumbal pengganti gadis ini. Saya sendiri tidak berminat dengan mereka. Saya cuma penasaran dengan gadis ini saja." Pandangan juragan Kasmin tertuju pada Rasya. Jarinya mencolek dagu Rasya yang langsung ditepis.


"Jangan macam-macam sama gadis itu, saya akan membawa kasus ini ke pihak yang berwajib," sambung Samudra, yang nampak kesal melihat Rasya di colek-colek oleh pria tua tersebut.


Ubai menganggukan kepalanya. "Ini sudah mengarah pada pemerasan--"


"Ini bukan pemerasan, tapi ini soal hutang piutang. Yang jelas harus di bayar. Jadi kalau kalian berdua ingin membawa gadis ini, bayar dulu satu miliyar pada saya. Baru saya akan menyerahkan gadis ini." Kata juragan Kasmin dengan nada tinggi.


Tangan juragan Kasmin memegangi tangan Rasya. Dia kekeh ingin uang nya kembali. "Saya tidak takut berurusan dengan polisi sekalipun, sebab ini masalah hutang yang wajib di bayar." Jelas juragan Kasmin dengan nada tetap tinggi.


"Oke, berapa uang yang harus kami bayar? untuk menebus gadis ini?" Ubai dengan beraninya memberikan penawaran pada pria tua itu.


"Tuan, tolong kami juga, Tuan?" Murni memelas pada Ubai dan Sam.


Sementara kedua pria muda itu cuma menoleh dengan tatapan dingin.


"Saya tidak meminta lebih. Saya minta tebusan sesuai yang sudah saya keluarkan untuk membayar gadis itu. Yaitu satu milyar dan itu cukup bagi saya walau sebenarnya dengan tek-tek bengek nya lebih dari itu--"


"Oke dil? Bos tanda tangani saja cek ini." Ubai menyodorkan sebua buku cek pada Samudra.


Namun Sam malah memberi ekspresi tidak suka pada Ubai. Lalu menarik tangan Ubai agak jauh dari juragan Kasmin ....


.


Mau tau kelanjutannya? ikuti terus ya?

__ADS_1


__ADS_2