Gadis Satu Miliyar Ku

Gadis Satu Miliyar Ku
Bab 26 Permohonan


__ADS_3

"Kita harus pergi ke jalan xx," pinta Ubai pada Sam yang kebetulan Sam lah yang pegang setir saat ini.


Namun Sam malah berhenti dan keluar seraya berkata. "Kau saja yang setir. Aku gak tau jalan."


"Nggak tau jalan?" Ubai menatap sesaat ke arah Sam yang melintasi mobilnya. Kemudian Ubai bergeser juga, beralih posisi menjadi duduk di belakang setir, setelah Samudra duduk di tempatnya. Kemudian Ubai segera membawa dengan cepat mobil tersebut.


Pria tampan tersebut, melajukan mobil begitu cepat, melesat bagai anak panah terlepas dari busurnya. Menuju suatu tempat yang menjadi tujuannya sekarang ini.


Sam hanya terdiam dan menatap kosong ke depan, dalam hati bergolak gimana nasib gadis itu sekarang? benarkah Rasya akan dinikahi pria yang Rasya bilang bandot tua itu. Kalau iya, berarti gak akan bisa lagi kembali ke apartemen.


Gadis itu walau sederhana, cukup menyita perhatiannya Samudra. Meski sikapnya jutek sehingga dipanggil Tuan galak, tapi suka aja gitu dengernya.


... ---...


Sebelum pergi. Juragan Kasmin menyuruh pengawalnya untuk membuka tangan Rasya yang diikat itu, dan dipindahkan kesebuah kamar yang bagus dan komplit isinya. Tidak seperti sekarang ini yang dia tempati.


Rasya di anjurkan buat mandi dan sudah disediakan pakaian untuk ganti. Diberi makanan juga. Namun itu semua tidak Rasya turuti, dia hanya menangis dan menangis meratapi nasibnya, dia ingin berontak tidak mau menikahi juragan kasmin.


Sampai akhirnya, juragan Kasmin datang lagi ke kamar yang kini Rasya tempati, dengan tatapan yang tajam menatap intens ke arah Rasya yang duduk memeluk lututnya di lantai. Penampilannya acak-acakan, kendati demikian rasya tidak sekumel dulu.


Kelopak matanya yang indah, bulat dan netra nya hitam. Sembab akibat terus menangis. Kedua pipinya pun membiru, sudut bibirnya ada bekas tetesan darah. Bekas tamparan tangan juragan Kasmin.


Dan mungkin saja tanda kekejaman juragan Kasmin itu akan terus bertambah, bila dia merasa, Rasya tidak mau menuruti kemauan hasrat bejadnya.


"Saya tidak mau menikah denganmu," suara Rasya bergetar serta menatap tidak suka, ke arah juragan Kasmin yang berdiri bertolak pinggang, tatapannya yang tajam seakan ingin menusuk jantung.


"Ha ha ha ..." suara tertawa juragan Kasmin bergema di seluruh ruang kamar tersebut, terdengar ngeri di telinga Rasya.


Membuat bulu kuduk Rasya berdiri, meremang ketakutan. Apalagi melihat juragan Kasmin yang membuka kancing bajunya, memperlihatkan dadanya yang berbulu lebat.


Bahu Rasya bergidik geli, melihat sosok pria tua tersebut yang sudah beruban sampai ke jenggot-jenggot memutih, perutnya pun tampak buncit.


"Lepaskan saya Juragan. Saya mau bekerja buat membayar hutang itu." Kata Rasya memelas.


Bibir juragan Kasmin menyungging. "Saya punya pekerjaan, mungkin kamu berminat?"


Tanpa tahu pekerjaan apa, Rasya langsung mengangguk setuju. "Mau, Juragan. Saya mau."

__ADS_1


"Beneran mau? jadi kamu lebih memilih bekerja ketimbang menikah dengan saya ha?" tanya juragan Kasmin mendekat dan mengusap bahu Rasya yang bergerak mundur.


"Kalau begitu, duduklah di sini?" juragan Kasmin menepuk kasur yang dia duduki. Nada suaranya rendah dan tidak seseram sebelumnya.


Perlahan Rasya berdiri dan merayap duduk di tempat yang juragan Kasmin tunjukan. Walau hatinya tidak mengijinkan.


"Saya mau memberikan pekerjaan sama kamu, tapi sebelum itu kamu harus menebus dulu sebagian uang saya." Kata juragan Kasmin dengan tatapan lapar.


"Ta-tapi, sa-saya tidak punya apa-apa untuk menebus yang Juragan bilang itu, sa-saya harus bekerja dulu," ucap Rasya terbata-bata dengan mata bergerak-gerak.


Juragan Jasmine tersenyum mengandung arti, serta tatapan yang intens ke seluruh tubuh Rasya yang mungil tetapi berisi.


"Kamu itu, cukup melayani saya semalaman. Sampai saya lemas, setelah itu kamu dapat bekerja." Juragan Kasmin meniupkan napasnya ke telinga Rasya yang semakin bergidik.


"Apa yang harus saya lakukan, Juragan?" tanya Rasya penasaran sembari menunduk.


"Tenang saja. Kamu cukup ... menuruti kemauan saya." Juragan Kasmin mendorong bahu Rasya ke belakang.


Blak!


Bugh!


Rasya berlari ke dekat pintu namun terkunci dari luar. Rasya menggedor daun pintu sembari berteriak-teriak meminta tolong.


"Tolong ... tolong?" teriak Rasya.


Juragan Kasmin yang kesakitan di bagian intinya, meringis. namun pada akhirnya pria tua tersebut tertawa senang melihat Rasya yang teriak-teriak sambil menggedor pintu. "Ha ha ha ...."


"Tolong ... buka pintu. Keluarkan saya?" teriak Rasya lagi, apalagi ketika juragan Kasmin semakin mendekat.


"Sekencang apapun kau berteriak, tidak akan ada yang mau menolong mu Nona, sebab semua itu orang-orang saya. Ha ha ha ...."


"Tolong lepaskan saya? aku mohon lepaskan saya. Saya janji akan mengembalikan uang anda Juragan." Rasya menyatukan kedua tangan di dada sebagai permohonan pada juragan Kasmin.


Juragan Kasmin semakin suka melihat Rasya memelas dan memohon-mohon. Dia mendekat dan brek! baju Rasya ditarik sobek bagian dadanya.


Sontak Rasya menutupnya dengan tangan yang menyilang. "Ja-jangan sakiti saya ju-juragan?" Rasya menatap ngeri dan bergerak menjauhi daun pintu.

__ADS_1


Bibir juragan Kasmin semakin menyungging dan mendekat, Rasya kembali bareaksi, kaki kanannya kembali menendang namun pria tua itu dengan cepat menghindar, tangannya menarik tangan Rasya. Dibawanya ke tempat tidur, di dorong dengan kasar.


Rasya melawan menggerakkan kaki yang kini di tindih kaki juragan Kasmin. Tubuh juragan Kasmin mengunci tubuh Rasya yang mungil tersebut.


"Saya tidak akan menyakiti mu Nona, justru saya akan memberimu kenikmatan yang hakiki," ucapnya dengan bibir melet-melet.


"Tidak, saya tidak mau." Teriak Rasya. "Itu dosa, Juragan. Jangan lakukan."


Rasya menutup matanya, ketika juragan Kasmin membuka bajunya mengekspos tubuh nya yang gendut.


"Ju-Juragan, saya mau menikah dengan Juragan. Asal-asal jangan lakukan ini! saya takut." Rasya berkata dengan cepat dan menghentikan pergerakan juragan Kasmin.


Pria tua itu mengerutkan keningnya. Menatap tajam ke arah Rasya dengan senyuman yang sulit diartikan.


"Begitu dong ... kan saya tidak perlu membuang-buang energi. Dan saya tidak perlu memaksa mu untuk melayani saya, Nona cantik." Juragan Kasmin merasa senang.


Perlahan juragan Kasmin bangun dan memberi Rasya ruang. Dengan cepat Rasya pun berdiri menjauh.


"Sekarang kamu mandi dan pakai baju itu? bila kamu menuruti saya, otomatis kedua kakak mu saya pulangkan ke kampung."


Kemudian juragan Kasmin memperlihatkan sebuah video dari ponselnya pada Rasya, dimana Murni dan Vera tengah melayani pria hidung belang dengan pakaian yang kurang bahan.


Membuat Rasya berkali-kali bergidik ngeri. Namun penasaran sehingga Rasya mengajukan pertanyaan pada Juragan kasmin. "Mereka sedang apa di sana?"


"Kau tidak tahu mereka sedang apa?" tanya pria tersebut menatap tajam ke arah rasya.


"Tidak, Juragan. Kalau tahu, buat apa saya bertanya." Rasya menggeleng pelan.


"Kakak mu sedang saya jual belikan. Dan itu sedang melayani pria hidung belang yang berduit banyak."


Rasya terdiam sesaat mencerna maksud juragan Kasmin, lalu memohon kembali supaya juragan Kasmin pulangkan mereka berdua ke kampung. Cukup dirinya saja yang membayar uang satu milyar tersebut.


Setelah perbincangan yang lumayan panjang, Rasya bersiap-siap untuk menikah dengan bandot tua tersebut. Yang terus menunggui di sana. Tatapan elang nya dengan intens memperhatikan ke arah Rasya ....


****


Mohon dukungannya ya reader ku semua.

__ADS_1


__ADS_2