Gadis Satu Miliyar Ku

Gadis Satu Miliyar Ku
Bab 46 Sudah sah


__ADS_3

"Cuma ada itu, masa mau yang namanya Karin yang di kasihkan sama Rasya, Bos? kan gak mungkin," ucap Ubai setengah berbisik kembali.


Samudra hanya terdiam, lantas mengambil barangnya tersebut. dadanya jadi berdebar-debar tak menentu. Jantung dag-dig-dug tidak karuan, matanya mengedar melihat semua yang ada di sana. Haruskah pernikahan yang seperti ini.


"Bisa dimulai sekarang?" pak penghulu melihat-lihat jam tangannya, waktu yang semakin larut, terasa sunyi dan sepi.


Rasya yang hanya terdiam, dalam dada tidak jauh beda dengan yang di rasakan saat ini oleh Samudra. Gadis ini terus mengeluarkan keringat dingin, dada yang terus berdebar. Jantung seakan ingin melompat-lompat keluar dari tempatnya.


Dalam hatinya Rasya terus bermonolog. "Masa sih aku mau menikah sama dia? masa sih mau bersuamikan dia? pria kaya dan jutek, bukankah dirinya dan pria itu bak bumi dan langit yang tentunya sangat jauh berbeda? dan walinya mana?"


"Walinya mana?" tanya pang penghulu celingukan mencari Yanga akan menjadi walinya gadis itu.


"Karena ini mendesak, wali hakim kan saja, Pak. Daripada mereka bersatu tanpa ikatan? dan yang akan terkena dosanya orang-orang disekitar mereka juga!" Timpal pak RT pada pak penghulu.


"Emangnya gak ada sama sekali walinya?" tanya pak penghulu lagi.


"Tidak ada pak, Saya sendiri siap menjadi walinya." Kata pak RT Sidar sambil melihat ke arah Rasya yang sontak mendongak melihat ke arah pak RT.


"Saya juga bersedia menjadi wali hakim atau saksinya." Timpal Adam dengan semangatnya.


Pak penghulu mengangguk setuju. Dan diputuskannya bahwa yang akan berperan sebagai wali hakimnya adalah RT Sidar dan selaku saksi adalah Adam.


Kemudian acara akad pun dimulai. Dengan doa, kemudian, kini saatnya Samudra mengucapkan ijab dan kabul. Yang pertama Samudra gagal total, yang seharusnya menyebut nama Rasya, berubah menjadi Karin.


"Ayo dong, Bos. Namanya Rasya, bukan Karin. Dia mah nanti saja kalau mau, kalau gak mau sih bagus. Ini juga gak bakalan habis." Ubai berbisik, melihat Samudra terlihat gugup.


"Gimana ini? kalau sudah punya kekasih ya jangan mesum sama yang lain. Dasar Maruk." Kata warga sambil menggeleng.


Samudra mengadakan pandangan pada orang sekitar. Menghela napas dengan sangat panjang dari hidung. Lalu ia hembuskan begitu saja lewat mulut.

__ADS_1


Lantas Samudra berjabat tangan kembali dengan yang menjadi wali hakimnya Rasya. Yaitu pak RT Sidar.


Dan yang kedua kalinya ini, ijab dan kabul pun berlangsung dengan sangat lancar dan cepat. Dan kali ini Samudra mengucapkan nya dengan sangat lantang


"Alhamdulillah ... sekarang kalian berdua sudah sah menjadi suami dan istri. Semoga Allah menjadikan rumah tangga kalian mawadah dan warahmah. Aamiin ya Allah," ungkap pak penghulu.


"Aamiin ...."


Selanjutnya Samudra memakaiankan cincin di jari manis sebelah kanan Rasya yang terus menunduk dalam, perasaannya tidak menentu, dada terus berdebar. Dia sendiri tidak tau yang dia rasakan sekarang ini. Entah bahagia atau sedih? yang jelas. Keringat dingin terus keluar dari sekujur tubuhnya.


Ubai merasa lega setelah Samudra selesai mengucap ijab kabul dengan lantangnya itu.


"Sekarang, kalian sudah sah menjadi suami istri. Dan tentunya kalian diperbolehkan untuk melakukan apapun, mau bercumbu juga silakan ya? bebas, tidak seperti sebelumnya." Kata pak RT menatap ke arah Samudra dan Rasya, gadis itu terus menunduk malu.


"Iya, bebas ya Pak RT. Mau saling banting, mau saling tonjok juga di kamar silakan?" tambah warga.


"Sekarang kau boleh mencium istri mu, masa belum sah berani buka-bukaan? tapi setelah sah malah malu-malu begitu? cium keningnya?" Pak RT berkata dengan nada godaan.


"Yah, malu-malu kucing itu namanya. Setelah gak ada orang sih, pasti di terkam habis-habisan tuh ... belum nikah saja main tembak-menembakan. Setelah ini pasti main pukul-pukulan." Timpal salah satu pria yang duduk di pojokan tersebut, lalu tertawa lepas.


"Iya bener-bener." timpal yang lain nya.


Samudra Mengeratkan giginya. tangan pun mengepal kuat. Mendengar cibiran dari warga barusan.


Rasya Kebingungan, apa yang dimaksud terkam dan tembak? serta istilah pukul-pukulan. Seingat dia, selama ini ibu dan bapak nya gak pernah melakukan hal yang aneh-aneh, apalagi pukul-pukulan seperti yang mereka katakan.


Setelah disuruh beberapa kali, akhirnya Samudra memberanikan diri untuk mencium kening Rasya, sebagai tanda bahwa mereka sudah menjadi suami istri.


Namun beberapa kali juga, ketika bibir Samudra sedikit lagi sampai ke kening Rasya. Rasya selalu menghindar karena sangat gugup dan ini yang pertama kalinya buat Rasya.

__ADS_1


Beda dengan Samudra, yang sudah biasa melakukannya. Peluk cium itu sudah tidak aneh bagi Samudra dan Karin sebagai kekasihnya itu.


Bikin yang melihat teramat geregetan. Masa belum menikah berani-berani aja berduaan kumpul kebo, buka-bukaan! tapi setelah menikah tampak kikuk? begitu kata mereka yang merasa gemas.


Begitupun Adam yang gemas melihat kelakuan mereka yang kikuk, tegang dan malu-malu. Sudah jelas tadi buka-bukaan, tapi kini malah seperti itu.


Namun pada akhirnya kecupan bibir Samudra kena juga di kening Rasya yang tampak gugup tersebut.


Malah ada orang yang nyeleneh, menyuruh Samudra mencium bibir istrinya, di saksikan banyak orang. Toh sekarang sudah halal katanya.


Namun Samudra menolaknya, dengan alasan itu terlalu privasi.


Acara akad pun berakhir dengan hikmat. Kini semua sudah merasa lega karena pasangan ini sudah di sahkan di mata agama. Dan saksinya banyak ikut menandatangani juga surat yang pak RT sediakan.


Selembar kertas sebagai kutipan kalau Samudra dan Rasya sudah sah menikah dan halal tuk hidup satu atap bersama.


Sedari tadi, Ubai Ikut merasakan bahagia dan dia sendiri sibuk mengambil gambar Samudra dan Rasya di setiap momennya.


"Sekarang, kalian makan dulu lah, makan seadanya. Sayang kalau gak dimakan, mubazir." Ubai menyuruh para tamunya untuk makan yang sudah tersedia di sana.


"Hi ... pengantin baru, makan biar bertenaga untuk olah raga nanti. Ha ha ha ..." Ubai tertawa sendiri.


"Makan saja sendiri? gak lapar. Boro-boro lapar, enek yang ada. Mual." Balas Samudra dengan nada dingin.


Rasya hanya melihat ke arah Ubai yang tertawa lepas. Orang lain yang menikah? dia yang tampak bahagia, wajahnya terlihat sangat ceria. Beda dengan wajah Samudra yang tampak lesu, di tekuk. Sangat masam tak sedikitpun senyuman yang dia berikan.


"Para tamu yang menyantap semua hidangan di sana, terlihat sangat menikmatinya. Dengan sekejap hidangan pun ludes dan yang tersisa tinggallah wadahnya saja berserakan di lantai ....


.

__ADS_1


.


Aku mohon dukungannya ya ... dari reader ku sekalian🙏


__ADS_2