Gadis Satu Miliyar Ku

Gadis Satu Miliyar Ku
Bab 61 Ngapain


__ADS_3

"Terima kasih sayang? aku mencintai mu," ucap Karin sambil membalikan tubuhnya menghadap ke arah Samudra, membalas pelukan itu sangat erat.


"Aku juga, mencintai mu Karin?" bisik Samudra dengan tatapan begitu mesra. Membelai rambutnya Karin dengan gerakan lembut.


"Dan aku ingin melanjutkan sekolah ku di luar Negeri sayang. Tentunya di dunia modeling dan desainer." Tambahnya lagi.


Samudra terdiam sejenak. Kalau soal itu dia angkat tangan, tak mampu berkata-kata lagi.


Setelah puas menjelajah Mall dan di lanjut makan siang di restoran mahal. Barulah Karin mengajak Samudra untuk pulang.


"Sayang ku ... pulang yu? capek nih jalan terus," ajak Karin seraya merangkul pundak pria tinggi itu, Samudra.


"Siap, kalau kau sudah puas menjelajah Mall ini, oke! kita pulang, aku sih asal kamu bahagia saja beb." Balas Samudra sambil merangkul pinggang Karin yang bak biola tersebut.


"Em ... kau baik sekali sayang ku, aku mencintai mu! selalu dan selalu." Karin memeluk Samudra tidak perduli di tempat keramaian sekalipun.


"Aku juga mencintai mu beb." Balas Samudra, menatap kekasihnya sangat mesra, sesekali melirik ke tempat sekitar yang ramai dan riuh dengan pengunjung Mall.


"Aku sangat bahagia memilikimu Sam. Yang selalu mencintaiku!" ucapnya lagi di dalam pelukan Samudra yang erat.


Samudra hanya membelai rambut Karin penuh kasih sayang. Tidak ada kata-kata lagi yang terucap dari mulut Samudra, kecuali suara napas yang teratur dari hidungnya.


Beberapa saat kemudian, Samudra dan Karin memudarkan pelukannya. Lalu saling tersenyum dan Karin mengecup pipi Samudra.


Sesaat kemudian, keduanya berjalan membawa langkah keluar dari Mall tersebut. Menuju si roda empat, Jaguar XF yang sudah menunggu cantik di parkiran.


Brugh!


Pintu bagasi Samudra tutup sesudah menyimpan semua barang-barang milik Karin.


Gegas Samudra, membawa langkahnya membukakan pintu untuk sang kekasih yang sudah menunggu. "Silakan, Tuan putri masuk, dan menikmati perjalanan ini?" Samudra membungkuk hormat terhadap sang kekasihnya.


"Hi hi hi ... kau ini bisa saja buat aku tersanjung, buat aku tersenyum." Karin tertawa dengan kelakuan Samudra. Lalu masuk ke dalam mobil tersebut.


Samudra kembali mengitari mobilnya, untuk menuju belakang kemudi.

__ADS_1


"Tentu, aku akan buat mu bahagia selalu," ucap Samudra setelah mendudukkan bokongnya di jok belakang setir.


"Kenapa kamu gak menggunakan supir aja sayang? capek setir sendiri," tanya Karin melirik pada Samudra yang bersiap menyalakan mesin nya.


"Lagi Malas, lagian aku sering bersama Ubai. Jadi dia lah yang setir buat aku kalau urusan kerja, kalau berdua gini ga usah lah ... emangnya mau direcoki dia?" ujar Samudra sambil mengibaskan tangannya.


"Iya sih gak mau di ganggu! cuman kamu capek sayang, setir sendiri. Lagian gak bisa mesra-an deh." Karin menyandarkan kepala di bahu Samudra, memeluk tangan bagian atas kekasihnya yang sedang menyetir itu.


Samudra hanya menajamkan pandangannya lurus ke depan melihat jalanan yang ramai itu.


"Aku selalu kangen sama kamu sayang, rasanya pengen terus bersama deh setiap waktu." Gumamnya sambil memberi kecupan pada bahu Samudra singkat.


"Aku juga sayang. Pertunangan kita tidak akan lama lagi cinta ku!" cuph! mengecup kening Karin yang berada di dekat lehernya itu dengan singkat.


"He'em. Sudah tidak sabar lagi." Balas Karin. Tangannya mengusap perut Samudra yang sixpack, pokonya bentuk tubuhnya bagus lah. Raut wajah pria yang sangat tampan, si kekasih hati.


Samudra hanya tersenyum sambil terus menyetir. Mengemudikan Jaguar XF nya dengan cepat.


Tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka selain suara mesin saja. Dan mereka memilih terdiam, sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"Mampir dulu yu sayang? kayanya rumah sepi nih." Ajak Karin sambil meraih kedua tangan Samudra, mau di tariknya ke dalam rumah.


Namun Samudra menolak dengan alasan, masih ada urusan. "Em, tidak sayang. Aku masih ada urusan penting, jadi aku harus segera pulang."


"Akh ... mampir dulu bentar! kita cuma berdua kok!" Karin kekeh. Dia masih ingin berduaan dengan kekasihnya itu.


Samudra terdiam sejenak seolah tengah berpikir. Entah kenpa mendadak Samudra merasa sungkan atau risih, apalagi kalau cuma berduaan di dalam rumah. Di luar saja Karin berani nemplok terus. Apalagi di dalam rumah cuma berdua.


Tangan Samudra melepaskan tangan Karin yang memegang erat. "Lain kali saja ya? aku masih ada urusan penting."


"Iih, sepenting apa sih?" Rajuk Karin sambil menghentakkan kakinya.


"Yu, sayang aku jalan." Buru-buru Samudra mengayunkan kakinya untuk menjangkau pintu mobil yang akan dia masuki.


Dengan cepat Samudra melarikan Jaguar nya dari depan rumah mewah Karin yang berwarna putih dan kuning tersebut.

__ADS_1


Sepasang mata Karin menatap kecewa mobil yang membawa kekasihnya itu, padahal dia masih kangen dan masih ingin bermanja-manja dengan sang kekasih.


"Ck, Huuh ..." lalu Karin berjalan dengan gontai memasuki rumahnya yang langsung terbuka oleh bibi.


Mobil Samudra tiba-tiba berhenti di pinggir jalan setelah agak jauh dari kediamannya Karin. Dia ingat dengan yang ada di apartemen, mengambil ponsel dan menyambungkan dengan cctv yang terpasang di unitnya itu.


Samudra memutar rekaman cctv di hari ini. Dimana terekam semua kegiatan Rasya bersamanya, namun setelah dirinya pergi datanglah Ubai membawa membawa sebuah kantong.


Semua yang mereka lakukan terekam di sana.


"Eeh. Ngapain Ubai masuk kamar si Rasya?" gumamnya Samudra sambil menatap intens ponselnya tersebut dan tampak serius.


"Oya, ambil ponsel!" gumamnya lagi.


Mereka mengobrol tampak akrab lalu makan dibarengi canda tertawa. Hingga Ubai pulang meninggalkan Rasya sendiri kembali.


"Akh, akrab sekali mereka? ketawa-ketawa segala! dasar Subai ada aja bikin dia tertawa." Monolog Samudra.


Setelah puas memutar rekaman cctv tersebut. Samudra bersiap melajukan mobilnya ke mension.


"Hah ... aku dah lama gak ke Mension, aku perlu tahu kinerja mereka selama aku tidak ada." Batinnya Samudra sambil memutar kemudi. Dan melepaskan pandangan ke depan.


Jiuuuussss ... mobil Samudra melaju dengan sangat cepat bak anak panah yang terlepas dari busurnya.


Selang beberapa puluh menit. mobil mewah Samudra sampai juga di depan Mension dan di sambut oleh kepala asisten yang bernama pak Panji.


Pria paruh baya itu membungkuk hormat kepada Samudra yang berjalan memasuki mension tersebut. Dengan pandangan mata yang begitu intens ke seluruh ruangan yang pertama dia masuki.


"Selamat sore, Tuan muda? selamat datang di Mension lagi." Pak Panji membungkuk hormat pada Samudra.


"Ya," Samudra singkat, lalu berjalan untuk meninjau ke setiap ruangan. Dengan jeli nya mata Samudra mengitari setiap sudut ruangan, mencolek barang-barang mengecek kebersihannya.


Lanjut naik ke lantai atas, menuju kamarnya yang lama juga tidak dia huni.


...---...

__ADS_1


__ADS_2