Gadis Satu Miliyar Ku

Gadis Satu Miliyar Ku
Bab 63 Siaplah


__ADS_3

"Kau sudah siap, Nona?" selidik Ubai sambil melihat intens pada Rasya dari ujung kaki sampai ujung kepala. Dandanannya sangat sederhana, tetapi sangat cantik bagi Ubai.


"Ya, sudah siaplah, Tuan. Kalau belum siap sih aku gak keluar," sahutnya Rasya sambil menautkan jemarinya.


Ubai tersenyum lalu mengajak Rasya keluar dari unit tersebut. Berjalan beriringan, Rasya di belakang. Menyusuri jalan menuju lift untuk sampai ke parkiran gedung tersebut.


Ubai dan Rasya sudah memasuki mobil Ubai dengan keduanya duduk di depan. Mata Rasya celingukan pada dalamnya mobil tersebut.


"Ini, mobil siapa Tuan Ubai? kok sepertinya bukan yang biasa kita pakai!" Selidik Rasya sambil mengusap bibir jendela.


"Oh, ini mobil ku. Kalau yang biasa kita pakai itu mobil tuan muda." Akunya Ubai sambil menjalankan mobilnya.


"Ooh, ini mobil Tuan Ubai, hebat juga Tuan Ubai punya mobil sebagus ini." Rasya tersenyum kagum.


Biasa aja. Tuan Sam yang hebat mobilnya pun banyak," balas Ubai merendah diri.


"Wiuh ... jangan merendah gitu pamali." Rasya menepuk lengan atas Ubai yang sedang menyetir.


"Bukan merendah, tapi memang seperti itu," tambah Ubai sambil mesem.


Namun ketika sedang asik menyetir, tiba-tiba ada yang menghentikan mobil Ubai.


"Tolong, maaf, Tuan. Tolong saya motor saya mogok?" ucap pria itu dan setelah di lihat-lihat, ternyata dia Adam, scurity itu.


"Pak scurity. Sedang apa di sini?" tanya Rasya dengan celingukan.

__ADS_1


"Nona, kan barusan dia bilang. Motornya mogok!" kata Ubai pada Rasya. Kemudian Ubai keluar.


"Terus gimana, Pak?" Selidik Ubai dengan ramahnya.


"Aduh saya lupa bawa ponsel, tidak tahu mau mintai tolong sama siapa? saya kehabisan bensin." Kata Adam berharap Ubai mau membantunya.


"Tuan Ubai, paman ini pasti mau bensin, masa bensinnya habis. Maunya air? kan gak mungkin," timpal Rasya sambil berdiri di dekat Ubai.


Ubai menoleh pada gadis itu. "Iya sih ... benar. Jadi paman anda mau saya belikan gitu? boleh. Sebentar saya belikan."


"Nah, seperti itu. Tuan, terima kasih sebelumnya." Adam sangat senang hati dan memberikan sejumlah uang pada Ubai namun Ubai tolak.


Ubai berbalik dan memasuki mobilnya. "Nona? apa kau mau berdiri saja di sana?"


"Ha? tapi kan anda mau balik ke sini lagi kan? bawa bensin! jadi aku di sini saja lah." Rasya malah berdiri dekat motor Adam.


"Oya, tenang saja. Saya akan menjaganya. Jangan khawatir," sahut Adam meyakinkan.


Ubai pun melarikan mobilnya untuk membeli bensin buat pra scurity tersebut.


Setelah mobil Ubai tidak ada. Adam melirik ke arah Rasya yang tampak santai itu. "Suami mu kemana? Nona, kok sama tuan Ubai bukan dengan suami mu?"


"Suami?" Rasya menautkan kedua alisnya. "Oh, iya. Dia sedang sibuk dan aku ada keperluan sama tuan Ubai. Iya!"


"Ooh, kalian mau kemana? tidak baik Nona, punya suami tapi jalan sama orang lain. Pamali," ujar Adam.

__ADS_1


Rasya menatap pria tersebut sangat lekat. "Ta-tapi, aku ..." Rasya kebingungan.


"Gimana kalau Non ikut Paman nanti, ma-maksud paman Nona main ke rumah paman. Istri aman pasti senang bertemu denganmu," ucap Adam lagi sambil menduduki motornya.


"Em ... gimana ya? harus bilang dulu sama tuan Ubai yang sudah membawaku ke sini." Rasya lirih.


Tidak lama. Mobilnya Ubai sudah kembali dengan membawa sebotol bensin.


"Aduh, terima kasih banyak Tuan Ubai? atas kebaikanmu. Sebagai gantinya ... gimana kalau kalian ikut saya, untuk makan malam di sana. Gimana?" Adam penuh harap, kalau orang yang jadi lawan bicaranya itu mau menerima tawarannya.


"Iya, Tuan Ubai, ikut saja sambil bersilaturahmi. Sekalian keluar saja." Rasya malah terlihat ngebet untuk main ke rumah Adam.


"Anda mau, Nona, ke sana?" tanya Ubai pada Rasya.


Dengan cepat Rasya mengangguk setuju. "Mau-mau Kita main ke sana?"


"Hem ... baiklah." Ubai pun setuju.


Adam merasa senang, lalu mengisikan bensin pada motornya. Setelah itu barulah si roda dua nya meluncur, menuju pulang. Di ikuti oleh mobil Ubai dengan kecepatan sedang.


Rasya tampak bahagia dengan perjalanan ini. Berasa keluar dari penjara ....


.


.

__ADS_1


Kalau ada typo. Tolong dong, kasih tahu langsung. Aku tuh suka gak konsen bila menulis sudah mengantuk berat 🙏


__ADS_2