
Sejenak Rasya melongo. Dan pada akhirnya berkata. "Padahal kalian itu baru mengenalku, tidak tahu siapa aku asal usul ku," ucap Rasya sambil menunduk.
Hatinya merasa terharu, ada keluarga yang baru mengenalnya langsung merasa sayang dan ingin menganggap sebagai anak. Rasya berpikir apa ini mimpi. Kemudian Rasya menghela nafas dengan sangat panjang, menepuk pipinya meyakinkan kalau ini bukan mimpi.
"Aku kaget, aku kaget sekaligus senang bisa bertemu dengan orang-orang yang baik seperti kalian semua, keluarga tuan muda. Tuan Ubai, keluarga anda semua, aku bahagia sekali." Rasya mengedarkan pandangan ke arah Fatir dan Viona dengan mata yang nanar.
Viona menatap lembut dan tangan membelai halus pipi Rasya. Hatinya bergetar melihat gadis ini yang berasa sudah lama sekali mengenalnya.
"Padahal keluargaku aja nggak sebaik itu. Mereka seolah gak sayang sama aku, buktinya sampai sekarang aja mereka nggak mencari ku," ujar nya Rasya mengenang keluarganya di kampung.
"Lho kok, ngomong seperti itu? emang keluargamu nggak menyayangimu gitu, masa iya? tanya Viona dengan heran.
"Iya Tante, ceritanya panjang. Kalau harus diceritakan tak akan selesai satu hari, lebih panjang dari jembatan Suramadu hehehe." Rasya terkikik sendiri.
"Ya .... cerita aja Tante dan om siap mendengarkan kok," pinta Viona menatap penasaran.
"Beneran Om dan Tante mau mendengarkan kisah sedih ku ini?" Rasya melirik ke arah Fatir dan Viona bergantian.
Dan langsung Viona mengangguk setuju.
"Iya cerita saja biar kami tahu dan mengenal dirimu lebih jauh, sesedih apapun. Bercerita lah sama Tante dan om anggap saja kami berdua adalah keluargamu" tutur lembut Viona.
Begitupun dengan Fatir. Dia mengangguk setuju dengan semua yang diucapkan oleh istrinya tersebut.
Kemudian Rasya pun menceritakan semua kisahnya dari masa kecil sampai akhirnya bertemu dengan Sam dan Ubai di mobil.
__ADS_1
Kesehariannya. Perlakuan keluarganya kasih sayangnya. Semua dia ceritakan tidak ada yang terlewat, Viona dan Fatir tak luput merasa sedih, haru menyelimuti perasaan mereka berdua ketika mendengarkan cerita kehidupan gadis tersebut.
Namun Rasya tetap bersyukur, bagaimanapun mereka tetap keluarganya. Walau tidak tampak kasih sayangnya namun tetap merekalah yang menjadikan dirinya sampai saat ini masih ada di dunia ini.
Walaupun terasa pilih kasih atau sebagainya, namun setidaknya sampai detik ini dia masih bisa menikmati indahnya dunia.
"Ya, ampun ... sampai segitunya ya, teganya mereka sehingga rela menjual dirimu pada juragan itu, untung juga kamu bertemu dengan Sam dan Ubai," tutur Viona sambil mengusap pipinya yang basah.
"Bener-bener beruntung kamu, bertemu dengan mereka berdua sehingga kamu terlepas dari laki-laki tua itu, jadi sampai sekarang kamu belum bertemu dengan keluargamu selain Kakak kamu itu? dan kamu juga nggak diantarkan pulang sama Sam dan Ubai?" tanya Fatir pada Rasya.
Gadis itu menggeleng. "Tidak, lagian buat apa aku pulang? toh mereka tidak memerlukan ku. tapi suatu saat nanti aku pasti pulang kok, karena aku juga kangen sama mereka," ucapnya dengan lembut.
"Kok ada ya? orang tua kandung seperti itu, tega menjual putrinya demi membayar hutang-hutang yang menumpuk itu, tega sekali," gumamnya Fatir sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangan.
Sungguh mereka berdua tidak menyangka, kalau di dunia ini ada orang tua seperti itu.
"Iya, berarti emang ada ya? malang banget nasib mu, Nak ... tapi, ya sudahlah lupakan semuanya. Toh kamu sudah terlepas dari itu semua, tapi bagaimanapun ... mereka tetap keluargamu. Orang tuamu, yang harus kamu sayangi. Kamu hormati," itulah pesan dari Fatir.
"Kata Om itu benar sayang. Bagaimanapun mereka tetap orang tuamu yang harus kamu hormati dan kamu sayangi, suatu saat nanti kamu harus menemuinya tunjukkan rasa sayangmu pada mereka semua. Tidak perlu kamu membalas kejahatan mereka, biarlah yang sudah itu sebagai pengajaran--" Viona menjeda perkataannya.
"Sudahlah, lupakan semuanya yang penting kamu sudah bahagia dan semoga mendapatkan jodoh yang terbaik, seseorang yang sayang sama kamu mencintai kamu. Dengan apa adanya, tulus." Fatir berucap lirih, sebagai ucapan seorang ayah kepada putrinya.
Rasya menunjukkan senyumnya yang manis, pada kedua orang tersebut. Merasa bahagia, kalau seandainya dia mempunyai orang tua yang menyayangi. dengan sepenuh hati.
Walaupun mereka hanya orang baru yang Rasya kenal, namun ia bersyukur dapat bertemu dengan orang-orang baik seperti mereka berdua.
__ADS_1
Viona memeluk rasa erat. "Mau kan menjadi anak om dan Tante? kami akan menyayangimu sepenuh hati. Mencintaimu layaknya seperti anak sendiri," ucapkan Viona pada Rasya.
"Maksudnya, diangkat anak gitu Tante? tapi aku ingin tetap di sini," Rasya menatap sangat lekat.
"Lho, kenapa? lebih baik kamu ikut kami lah hidup bersama kami, dan sebelumnya kita temui orang tuamu dulu ya? kan Mas?" Viona menoleh pada sang suami yang langsung merespon dengan anggukan.
Rasya menggeleng. "Tidak Tante, Om. Aku pengen tinggal di sini saja, bekerja di rumah ini." Rasya menunduk karena dia tahu bagaimanapun, seperti apapun. Sekarang dia ini istrinya Samudra bukan sekedar asisten apartemen ini.
"Oh mungkin kamu ingin membalas kebaikan Sam dan Ubai? sehingga kamu ingin tetap di sini?" tanya Viona lirih.
"I-iya, Tante! aku ingin membalas kebaikan mereka berdua. Walaupun tuan muda itu galak, jutek. Tapi dia tetap baik kok perhatian dan peduli sama aku," akunya Rasya sambil menautkan kedua tangannya di atas lutut.
"Baiklah, kalau mau seperti itu. Tetapi tetap, anggaplah kami sebagai orang tuamu, begitupun kami menganggap dirimu seperti putri Tante dan om mau kan?" tanya kembali Viona.
"Percayalah, kami berdua akan menyayangimu seperti anak kami yang lainnya, tidak akan pilih kasih dalam hal apapun. Terutama kasih sayang kami." Fatir berucap lembut.
"Aku percaya, bahwa kalian itu orang-orang baik dan aku juga merasakan kalian begitu sangat menyayangiku, padahal baru berapa hari kita saling mengenal. Aku juga bahagia kini berada di antara kalian berdua." Rasya memegangi tangan Viona dan Fatir bergantian.
Kini Rasya benar-benar merasakan seperti seorang anak antara ayah dan ibu yang mencintainya.
"Kami sangat bahagia mempunyai putri seperti dirimu, dan bangga bisa melewati masa-masa sulit seperti yang pernah kamu alami di masa lalu. Tetaplah menjadi orang yang kuat dan baik hati ya? kami menyayangimu," ucap Viona, lagi-lagi memeluk Rasya dengan sangat erat.
Setelah itu Fatir dan Viona berpamitan dan mereka akan menunggu kedatangan Rasya dan Sam nanti sore di rumah pak RT untuk makan malam bersama ....
.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya dalam bentuk apapun🙏