Gadis Satu Miliyar Ku

Gadis Satu Miliyar Ku
Bab 129 Angin segar


__ADS_3

"Saya tidak mau tahu ya? Sam, pokoknya kamu harus cari Rasya sampai dapat, bawa dia kembali dan lepaskan dia kalau kamu nggak mampu membahagiakan dia," peringatan Viona pada Samudra yang masih kebingungan dengan keberadaan Rasya sekarang ini.


Samudra menggeser posisi berdirinya, mendekati kursi yang berada di teras lalu dia duduk dengan ponsel masih di tangan, dia baru ingat kalau dia kan bisa ngecek GPS ponsel Rasya dan melacak keberadaannya.


Bibir Samudra pun tersenyum, berasa mendapatkan angin segar dengan mendapatkan nya ide tersebut, kemudian dia mengotak-atik ponselnya untuk melacak GPS ponsel Rasya.


"Om, Tante! coba lihat sini?" Samudra memanggil Om Fatir dan Viona yang masih berdiri di tempat, sementara Adam sudah pergi entah ke mana?


"Gimana Sam, di mana Rasya sekarang?" tanya Fatir sambil menghampiri Samudra di teras.


"Iya, Sam gimana? di mana Rasya sekarang?" Viona bertanya dengan sangat antusias.


Telunjuk Samudra menunjukkan, kalau keberadaan Rasya sekarang itu berada di suatu tempat yang sudah jauh. "Mau ke mana dia?" Samudra mengerutkan keningnya.


"Itu berada di luar kota, itu sepertinya menuju ke Surabaya deh," kata Viona dengan yakinnya.


Samudra berdiri dan langsung pergi hampir mobilnya yang terparkir di depan.


"Mas, ayo kita ikut Samudra?" Viona menarik tangan Fatir yang masih mengenakan sarung.


"Sayang, gimana ini? aku masih pakai sarung lho sayang!" kata Fatir pada sang istri.


"Sudah, nggak apa-apalah. Nanti saja di jalan ganti." Viona kekeh.


Kemudian Viona berlari ke dalam mengambil kunci mobil.


"Sam? tunggu? jangan jalan dulu?" pinta Fatir pada Samudra.


"Ini, Mas kuncinya!" Viona menyerahkan kunci mobil pada suaminya, tanpa pamit duluan pada Adam dan Sidar.


"Sayang, mana ponsel kita? ambil dulu sana?" pintanya Fatir pada sang istri.


"Tapi gimana? itu Samudra mau pergi?" Viona menunjuk pada Samudra yang sudah menyalakan mesin bersiap melajukan mobilnya.


"Sudah ambil dulu?" pinta kembali Fathir pada sang istri.


Kemudian Viona buru-buru masuk lagi ke dalam rumah, untuk sekedar mengambil ponsel milik dia dan suami.

__ADS_1


"Sam, tungguin? jangan dulu pergi! Tante sedang mengambil ponsel," pekiknya Fathir pada Samudra dan samudra pun menoleh lantas mengangguk setuju.


Sesaat kemudian, Viona kembali dan membawa ponsel dan tas kecil milik Fatir dan dirinya. Bergegas masuk ke dalam mobil dan duduk di samping suaminya itu. "Ayo, cepetan jalan?" pintanya Viona.


Setelah melihat Viona sudah masuk ke dalam mobilnya, Samudra segera melajukan mobil dengan kecepatan sangat tinggi. Keluar dari kawasan tersebut untuk menyusul ataupun mencari keberadaan Rasya yang sepertinya sudah berada di luar kota.


"Apa mungkin dia mau pulang ke kampungnya?" pikirnya Samudra. "Pasti dengan si Ubai dia pergi!"


"Aduh ... anak muda itu menjalankan mobilnya tidak kira-kira cepatnya! bagai punya nyawa cadangan saja ya Mas?" gerutu Viona sambil menunjuk mobil Samudra yang begitu cepat.


"Tenang saja sayang, kita akan bisa menyusulnya kok. Jangan terlalu cemas." Gumamnya Fatir.


"Tetapi aku takut, Mas. Kalau terlalu kenceng, takut." Viona melirik kepada suaminya itu.


"Terus gimana lagi sayang? kalau nggak kenceng mana bisa kita menyusul mobil Samudra?" sahutnya Fatir dengan mata tetap fokus ke depan dan menancap gas, agar mobilnya melaju dengan cepat agar dapat menyusul mobil Samudra yang sudah berada jauh di depan.


Semakin lama, hati Samudra semakin panas. Dalam otaknya berjubel tentang Rasya dan Ubai yang kini berduaan.


Namun di tengah perjalanan, benda pintar Samudra berbunyi. Rupanya ada chat masuk dari Ubai yang mengatakan!


...Ubai: "Bos saat ini saya sedang berada di kampungnya, Nona Rasya. Dia meminta saya untuk mengantarkannya pulang kampung, karena bapaknya meninggal dunia akibat kecelakaan dan mohon maaf. Bila Nona Rasya nggak sempat bilang-bilang dulu ataupun meminta izin sama dirimu? karena ini sangat mendadak sekali."...


...Ubai: "Awww aku takut ... namanya juga dalam perjalanan, Bos. Sinyalnya kurang bagus!kadang nyambung kadang nggak dan saya sedang sibuk menyetir, kau pasti paham itu. Sementara Rasya dia sangat terpukul, shock. Cobalah pahami kami, iya nanti saya kirimkan alamatnya."...


...Samudra: "Buruan kirim ke gue! cepetan? lu mau bawa kabur istri orang."...


...Ubai: "Tidak apa kehilangan satu istri, masih ada istri lainnya yang lebih cantik. Yang lebih menarik dan sangat dirimu cintai, bukan kayak begitu bos?"...


...Samudra: "Dasar kurang ajar lu! awas lu kalau ketemu gue gibang juga lu."...


...Ubai: "Ha ha ha. Jangan gitu bos? kalau punya rezeki itu bagi-bagi, jangan maruk sendiri juga, kau punya dua istri sementara aku nggak punya satupun. Jadi bagi-bagi lah ha ha ha,"...


Rahang Samudra mengeras, wajahnya memerah. Menahan rasa marah pada Ubai yang malah mengolok-olok dirinya yang dari semalam tersiksa, gelisah. Cemas bercampur menjadi satu.


...Samudra: "Dasar kurang ajar lu, awas ya nanti kalau ketemu gue? apalagi lu macam-macam sama istri gue! lihat aja nanti."...


...Ubai: "Ha ha ha ... nggak bakalan gue macem-macem, Bos. Paling satu macam saja, mumpung jauh dari suaminya dan suaminya juga nggak peduli, gue akan memberikan kebahagiaan yang hakiki kepada istrimu yang masih gadis itu."...

__ADS_1


Pikiran Samudra langsung melayang-layang traveling ke mana-mana, hatinya semakin terbakar api cemburu. Samudra tidak rela jika Ubai yang menikmati miliknya.


...Samudra: "Dasar kamu Ubai! awas ya jika lu macam-macam sama istri gua, gue nggak akan segan-segan membuat perhitungan! jangan pernah kau sentuh dia sedikitpun. Karena dia milik gue, sebab gue lah suaminya, bukan lu."...


...Ubai: "Nggak apa-apa kali menyicip dikit, gak akan luka juga, ha ha ha ...."...


Perang mulut melalui WhatsApp pun berakhir, dengan suara klakson mobil Fathir yang berada di belakang mobil samudra yang berhenti di tepi jalan.


"Kenapa Samudra menghentikan mobilnya di sana ya, Mas?" Viona yang terheran-heran karena mobil Samudra yang terhenti di ujung jalan sana.


"Entahlah, mungkin ada sesuatu yang penting," jawabnya Fatir sambil menatap mobil Samudra.


"Ya Allah ... mudah-mudahan Rasya baik-baik saja ya, Mas? apa lagi jika kita menemukan titik terang siapa dia yang sebenarnya," lanjut Viona dengan raut wajah yang tampak cemas.


"Iya sayang, Mas juga berharap seperti itu. Semoga kita bertemu dengan orang tuanya dan menemukan jawaban. Siapa Rasya yang sebenarnya." Sambung Fatir.


"Tapi aku yakin, Mas. Kalau Rasya adalah Vivian putri kita yang hilang," ucapnya Viona dengan sangat yakin.


"Iya, semoga saja seperti itu, berdoa saja yang terbaik. Oke?" Fatir menggenggam tangan sang istri dengan lembut dan mesra.


Kemudian Samudra melajukan mobilnya kembali, namun sekarang mengurangi kecepatannya tidak seperti tadi lagi.


Samudra sudah tahu kalau Ubai tidak benar-benar serius dengan perkataan nya itu, namun tetap saja perkataan Ubai membuat hatinya terbakar.


"Awas saja bila kau macam-macam dariku! lain lagi jika wanita itu sudah bukan apa-apa aku, bodo amat. Tapi saat ini dia masih menjadi istriku." gumamnya Samudra dengan gigi mengerat.


Melihat mobil Samudra melaju, Fatir pun segera kembali memutar kemudinya, menyusulnya dengan kecepatan yang lebih rendah sekali, sebab mobil Samudra pun sekarang dengan kecepatan yang sedang-sedang saja.


"Mas, kok perasaanku jadi nggak enak gini ya? rasanya deg-degan dadaku berdebar tak menentu kayak begini." Keluh Viona.


"Mungkin kita belum sarapan sayang, kebetulan laju mobil Samudra tidak sekencang tadi. kita beli makanan dulu, tuh di depan!" Fatir menunjuk penjual makanan yang berada di depan sana.


Mobil Fatir pun menepi dan langsung memesan makanan pada sang pedagang juga tidak lupa dengan minumannya, tidak lama kemudian mobil tersebut kembali melaju dengan cepat menyusul mobil Samudra yang berada jauh lagi di depan ....


.


.

__ADS_1


Terima kasih pada yang masih setia menemani kisahnya Sam dan Rasya 🙏


__ADS_2