
Di dalam mobil,Ari terus menghujani kening nana dengan ciuman.rasa bahagai begitu terlihat dari pasangan suami istri itu.
Sekertaris jaka yang tengah membawa mobil begitu panas dan sesak,mendengar tawa geli dari nona mudanya.
Konsentrasi jaka,lihat jalan dan jangan dengarkan suara itu.batin jaka.
Ari:"Nanti malam,buat dedek bayi ya. hon."ucapnya di telinga nana.
Bisikan di telinganya membuat pipi nana merah,dan seketika mencubit pipi Ari gemas.
Nana:"Yank,bisa pulang ke rumah tidak.itu,aku mau ambil beberapa baju."mengalihkan pembicaraan.
Ari:"Biar pelayan saja hon,aku harus kembali kantor."jawabnya.
Nana:"Ini sudah jam tiga sore."matanya menatap jam yang ada di tangan suaminya.
Ari:"Hanya sebentar,apa kamu mau ikut.?"menatap nana lembut dan menyingkirkan anak rambut yang menghalangi bibi mulus istrinya.
Nana:"Hanya sebentar bukan,aku mau."mengagguk dan tersenyum ke arah suaminya.
Ari:"Ok,nanti pulang dari kantor.kita mampir ke rumah."ucapnya dan dengan cepat memeluk tubuh nana erat.
Setelah urusan di rumah sakit selesai,Ari memutuskan untuk kembali ke kantor.ada urusan yang harus dia selesaikan,dengan di temanini istrinya membuat Ari begitu behagia. karena matanya akan terus menatap wajah cantik istrinya.
.
.
Siang dengan cepat berganti sore,yang berhias awan berwaran orange samar.
Di mansion wanita cantik itu sudah membersihkan tubuhnya.
Dengan sabar wanita cantik itu menunggu kedatangan Ari,tapi waktu terus berjalan.dan dia sudah merasa kesal,dengan bantuan pelayan.wanita itu di tuntun ke salah satu kamar tamu dan dia dengan cepat membersihkan tubuhnya.
"Nona,Apa anda ingin makan sesuatu.?"tanya kepala pelayan mansion.
"Nanti saja,aku menunggu kak Ari dan istrinya."jawabnya cepat yang tengah duduk di ruang keluarga.
"Baik Nona,saya permisi.kalau anda membutuhkan sesuatu,pangggil saya."ucapnya sopan.
Wanita itu mengangguk tanpa melihat kepala pelayan itu.
"Ini sudah jam lima sore lebih sedikit,tapi kak Ari kenapa belum pulang juga.?"gumamnya kesal.
.
.
Mobil yang membawa Ari dan nana sudah memasuki gerbang mansion yang menjulang tinggi.
Setelah pulang dari kantor,Ari Dan istrinya sengaja mampir ke rumah mereka untuk melihat kondisi rumah dan mengambil baju nana.
Jaka:"Silahkan tuan,nona."Ucapnya yang kini ada di sisi pintu mobil.
__ADS_1
Kaki panjang Ari turun terlebih dahulu di susul Nana.
Ari:"Jaka,jangan lupa koper istriku."perintahnya cepat.
Jaka:"Baik,tuan."mengangguk sopan.
Ari melangkah masuk ke dalam mansion dengan menggandeng tangan istrinya.
Ari:"Hon,bagaimana kalau kita libu-
"Kak Ariii."
Ari seketika menghentikan kalimatnya,karena matanya kini menatap wanita yang ada di depan matanya bahkan dia berlari dengan cepat.
Nana yang melihat ada wanita cantik berjalan ke arah dirinya dan suaminya,hanya diam memperhatikan.
"Kak Ari,kenapa lama sekali."seketika memeluk Ari dengan cepat.
Nana hanya diam memperhatikan,hatinya sedikit kesal melihat ada seorang wanita bule tengah memeluk suaminya.
Dengan cepat Ari menyingkirkan wanita itu dari tubuhnya.
Ari:"Di mana sopan santunmu."ucapnya setengah membentak.
"Hehe jangan galak-galak dong, kak."mengaruk rambutnya malu.
Ari masih menggenggam tangan nana,dan menatap wajah istrinya yang hanya diam.
"Eh,ini istrinya kak Ari."menatap nana intes.
Nana yang tadi diam tidak bersuara,kini menatap tangan wanita itu mengayun ke arahnya.
"Perkenalkan,Namaku Lusi."tersenyum keraha Nana.
Dengan cepat nana menyambut jabatangan wanita yang bernama Lusi itu.
Nana:"Nama saya,Nana Amalia."membalas senyum man ke arah Lusi.
Ari:"Sudah perkenalannya."menarik tangan nana yang mana membuat keduanya kaget.
Lusi:"Kak Ari,gitu banget sih."ucapnya kesal.
Nana hanya tersenyum canggung,pasalnya dia tidak mengetahui siapa wanita yang bernama Lusi itu.karena waktu acara pernikahannya dulu,nana tidak melihat sosok wanita itu.
Ari:"Kenapa tidak bilang mau datang ke sini(Negaranya)."tanyanya dengan berjalan memasuki mansion. dengan nana di sampingnya.
Lusi:"Kan kejutan,kak."jawabnya yang ada di sisi lain Ari.
Ari:"Apa orangtua mu,sudah tahu kamu datang ke sini?."
Nana hanya diam,di tidak bisa ikut bertanya atau berbicara.karena dia tidak kenal dengan wanita yang kini berada di sisi suaminya.
Ketiganya terus berjalan masuk kedalam mansion,dan nana lagi-lagi diam ketika suaminya dan Wanita yang bernama Lusi itu berbicara dengan bahasa yang begitu asing di telinganya.
__ADS_1
Nana:"Nona Lusi,saya permisi mau ke kamar dulu."pamitnya sopan.
Lusi:"Silahkan,Kak ipar."sahutnya.
Nana meninggalkan lusi yang kini duduk di ruang keluarga.
Ari sendiri sudah naik terlebih dahulu karena dia berniat menghubungi tuan surya daddynya.
Lusi:"Dia cantik,tubuhnya begitu imut dan terlihat masih sangat muda,apa yang kak Ari lihat dari wanita seperti dia."gumamnya yang tengah duduk dengan mata menatap nana yang kini menghilang di telan pintu kamarnya.
Mata lusi menatap asal mansion tuan surya, entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini tapi dia hanya diam.
Dari arah luar,mata lusi seketika menatap seorang laki-laki berjas berjalan dengan koper berwaran pink di tangan kanannya.
Lusi menyeringai melihat laki-laki yang di yakini adalah sekertaris jaka,berhenti dan memberikan koper milik nona mudanya kepada salah satu pelayan.
Dia masih saja tampan,tapi kenapa tubuhnya tetap pendek.kapan tubuhnya akan tinggi seperti kak Ari,tapi aku suka dia yang seperti itu.batin lusi dengan mata yang tidak berpaling dari sekertaris jaka.
Sekertaris jaka sendiri tidak mengetahui ada seseorang yang tengang menatapnya, pasalnya dia begitu sibuk dengan hpnya.
Melihat sekertarsi jaka akan pergi,lusi dengan cepat berjalan menghampiri Sekertaris jaka.
Sekertaris jaka yang tengah berjalan dengan hp di tangannya,seketika menghentikan langhkahnya.dia berbalik,dan menatap wanita yang seketika berhenti dari jalannya atau lebih tepatnya lari kecilnya.
Jaka:"tiang listrik.!"membulatkan matanya tidak percaya.
Lusi:"Toge.!"
.
.
.
Nana tengah duduk di atas sofa yang ada di dalam kamar suaminya,dia menunggu Ari yang masih ada di ruang kerjanya.
Nana:"Siapa wanita cantik itu,kenapa dia memanggil Suamiku Kak Ari.setahuku mommy dan daddy mempunyai dua anak, terus siapa Nona Lusi itu.?"gumamnya pelan, hati dan pikirannya begitu penasaran dengan Wanita yang bernama Lusi.
Pintu kamar suaminya dengan cepat di buka oleh seseorang.
Nana menatap pintu kamar yang di buka suaminya.
Ari:"honey."tegurnya pelan.
Nana:"Yank,Siapa nona Lusi.?"ucapnya tidak sabar.
Ari mendekat dan duduk di samping istrinya.
Ari:"Dia calon istriku."jawaban Ari membuat nana membulatkan matanya tidak percaya.
.
.
__ADS_1
Note:"Vote biar aku up lagi 😅😅😅
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.