ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
ARI DAN JENIA


__ADS_3

Matahari kembali datang......


Nana perlahan mengerjapkan matanya,untuk menyeseuaikan dengan cahaya sang surya(matahari)


Nana:"Auu sakit.!"keluhnya ketika merasakan nyeri di bagain sensitivnya.


Tubuh polosnya yang tertutup selimut dan juga tubuh suaminya,membuat Nana diam sejenak.dia mengingat kejadian yang begitu menakutkan,pasalnya semalam suaminya berekting seperti seorang penjahat yang memperk**sanya.


Kenapa semalam aku sampai mengigau,dan sekarang lihat hasilnya.kesal batin Nana..


Bagaimana Nana tidak kesal,suaminya begitu agresif dan keterlaluan.nana sampai kelelahan,dan ketika otaknya mengingat satu adegan di mana suaminya meminta dirinya untuk Menj**t jun**iornya,membuat Nana mual.


Nana:"Ueee rasanya aku mual,jika mengingat itu."ucapnya kesal dan ekspresi wajahnya menunjukan jijik yang luar biasa.


Ari yang tengah tidur,kini membuka matanya dan melihat istrinya yang berusaha menyingkirkan tangannya.


Ari:"Morning."suara serak itu membuat Nana menghentikan tanganya dan memutar kepalanya.


Nana:"Morning."sahutnya pelan.


Ari kembali memeluk tubuh mungil istrinya, yang mana membuat nana menahan dekapan suaminya.


Nana:"Lepas,aku mau bangun."ucapnya dan mencoba melonggarkan dekapan hangat dari suaminya.


Ari:"Lima menit lagi,ok."berbisik dengan suara parau.


Nana mengalah dan membiarkan suaminya mendekapnya erat,dan mencium bahunya yang terekspos.


Nana:"hanya lima menit.?"ucapan itu di jawab kecupan tiga laki di bahunya sebagai jawaban iya.


.


.


.


Lusi tengah sarapan dengan malas,dia hanya sendrian menikmati sepotong roti dengan selai blubery kesukaannya.


Lusi:"Aku tidak lapar."bergumam dengan menatap roti yang terdapat satu gigitan.


Tak lama lusi mengakhirinya sarapan itu dengan meminum jus jeruk.


Ketika gelas yang di dalamnya kosong,lusi perlahan berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Lusi:"Aku harus meminta video itu.!"menatap hpnya yang sedang di isi ulang.


.


.


.


Wanita cantik yang terus tersenyum di setiap aktifisanya,seketika mengerutkan bibirnya malas.ketika hpnya berbunyi dan menampakan satu panggilan dari lusi.


Jenia:"Lusi.?"dengan cepat mengeser ikon hijau dan meletakan hpnya di sisi lain telinganya.


Jenia:"Ada apa lusi,hari ini tidak ada perkerjaan untuk mu.jadi jangan ganggu aku."ucapnya ketus.


Lusi:"Jenia,kau pikir aku ini pelayanmu.!"sahutnya tidak kalah ketus.


Jenia:"Hahahaha aku lupa lusi,ada apa.?"


Lusi:"Mana video itu jenia,aku sudah melakukan perintahmu."


Jenia:"Sabar lusi,sebentar lagi akan aku berikan."

__ADS_1


Lusi:"Aku tunggu,jenia."


Jenia:"Oh ya lusi,kau tahu.nanti malam sepupu mu itu akan mengajak aku berkencan.!"


Lusi:"Apa itu benar.?"tidak percaya.


Jenia:"Itu benar,aku sangat senang lusi.dan aku yakin ari akan mengajak aku untuk melanjutkan rencana pernikahan ini."


Lusi:"Aku tidak percaya jenia,sudah jangan banyak bicara.cepat kirim video itu."pintanya kesal.


Jenia:"Aku tidak bohong lusi,kalau kamu tidak percaya.datanglah ke cafe Black swit jam tujuh malam,dan aku sarankan agar kamu membawa wanita kampung itu,agar penderitannya semakin maksimal."ucapnya puas.


Lusi:"Aku tidak percaya,jenia."


Jenia:"Terserah kau saja lusi."


Tut.... tutu..... memutuskan sambungan telepon.


Lusi:"Aku tidak percaya kakak Ari tidak akan melakukan itu."gumamnya tidak percaya.


.


.


.


Nana dan Ari tengah berada di dalam mobil menuju mansion.


Ari sendiri baru saja pulang kerja dan langsung menjemput istrinya.


Nana:"Lusi pasti menunggu kita.?"ucapnya yang tengah di dekap suaminya.


Ari:"Dia sudah besar,dan sebentar lagi dia akan kembali ke negara B.honey."jawaban itu membuat Nana sedih,pasalnya lusi anak yang baik walupun umurnya dan sepupu suaminya itu selisih tiga tahun lebih tua lusi.tapi sipat kekanakan dan manjanya membuat Nana nyaman.


Sekertaris jaka yang tengah mengemudi sedikit sesak ketika mendengar lusi akan kembali ke negara B.


Mobil Terus melaju menuju mansion,dan kota besar A masih tetap ramai di sore hari.


Seperti biasa,gerbang yang begitu besar selalu terbuka ketika mobil tuan muda mereka masuk.dan tidak lupa para penjaga membungkuk memberi hormat.


Lusi yang tengah duduk di teras mansion seketika berdiri dan tersenyum ceria.


Nana:"Lusi menunggu kita,yank."menatap luar jendela.


Ari tidak menanggapi,dia hanya diam dengan melonggarkan pelukan.


Ketika mesin mobil di matikan,seperti bisa Sekertaris jaka akan turun terlebih dahulu membukakan pintu belakang mobil.


Matanya sesekali mentap lusi yang seketika itu juga menatap asal.


Jaka:"Silahkan,tuan."membungkuk di sisi pintu.


Ari turun terlebih dahulu di susul Nana yang sibuk dengan tas selempangnya.


Lusi di buat keran ketika melihat sikap kedua pasutri yang terlihat baik-baik saja.


Secepat itukah kakak Ari memaafkan,kakak ipar.?"bingung hati lusi.


Nana:"Lusi."menyapa lusi yang hanya diam, tatapan matanya kosong.


Melihat sikap lusi membuat Nana menatap suaminya yang tangah menggandengnya erat.


Ari:"Lusi."teguran itu membuat lusi tersadar.


Lusi:"Eh Kak maaf."sahunya gugup.

__ADS_1


Nana:"Kamu melamum.?"perlahan memeluk tubuh tinggi lusi.


Lusi:"Tidak kak,tadi aku hanya kagum saja. melihat kalian yang begitu serasi."


Nana yang baru saja melepaskan pelukan hangatnya,hanya tersenyum mendengar ucapan sepupu suaminya.


Ari:"Lusi,Nanti malam kamu temani istriku."ucapan itu membuat lusi menatap Ari penuh curiga.


Lusi:"Memangnya kakak mau ke mana.?"sahunya seolah menyelidiki.


Nana menatap suaminya penuh pertanyaan.


Nana:"Ya,memangnya kamu mau kemana.?"ulangnya membuat Ari menatap asal.


Tidak mungkin aku bilang akan bertemu wanita itu(jenia)lebih baik berbohong.batin Ari.


Ari:"Emm itu,ada urusan sebentar dengan kolegaku."alasan itu membuat nana mengaguk.


Nana:"Ya sudah pergilah."


Ari:"Terimaksih,honey."menarik tangan istrinya untuk masuk ke dalam mansion, meninggalkan lusi yang tengah berdiri kebingungan.


Lusi:"Aku akan mengajak kakak ipar,lihat saja. ini hanya untuk memastikan."gumamnya pelan.


Ketika sedang asik berfikir,lusi menatap sekertaris jaka yang tengah berjalan menghampirinya.


Lusi:"Kabur."ucapnya dengan cepat masuk ke dalam mansion.


Jaka:"Tiang listrik,kamu menghindariku.ini pasti ada yang tidak beres.?"ucapnya heran, pasalnya lusi akan menghampirinya dan bukan menghindar.


Tak ingin membuang waktu,jaka memutuskan untuk membawa tas tuan muda Ari ke dalam mansion.


.


.


jam terus berjalan,dan kini Nana tengah diam di depan teras mansion melihat kepergian suaminya.


Nana:"Jaga dia ya tuhan."berdo'a dengan raut wajah penuh ke khwatiran,pasalnya Ari tidak di damping Sekertaris jaka.


Setelah di rasa mobil yang di kendarai suaminya pergi,dengan pelan Nana melangkah berniat untuk masuk ke dalam mansion.


Tapi di tengah langkahnya,Nana di kejutkan dengan tarikan di tanganya.


Nana:"Ada apa,lusi.?"ucapnya heran.


Lusi:"Kita harus susul kakak Ari, sekarang."jawaban itu membuat Nana mengerutkan dahinya.


Nana:"Untuk apa lusi,dia sedang bertemu dengan koleganya.lebih baik sekarang kita masuk,dan bercerita banyak hal."menarik tangan lusi pelan.


Lusi:"Tidak kakak ipar,kita harus menyusul kakak Ari sekarang."menatap Nana seolah memohon.


Nana:"Tapi aku ga boleh keluar mansion lusi, nanti dia marah.yang kemarin saja belum selesai."sahutnya dengan raut wajah sedih.


Lusi menghela nafasnya kasar dan kembali menatap Nana.


Lusi:"Kali ini kakak Ari tidak akan marah, percayalah kak."bujuknya.


Aku ga boleh gegabah,nanti dia marah bagaiman.aku bakal di hukum lagi,tapi lusi.?dilema batin nana.


.


.


.Noet:"Besok lagi ya,votenya biar aku doble up 😅

__ADS_1


maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


__ADS_2