ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
104


__ADS_3

Ari menarik tangan istrinya untuk duduk di atas kursi kecil,yang di depannya terdapat api unggun.


Ari:"Kamu suka."mencium tangan nana yang kini tengah duduk.


Nana mengagguk dan dengan senyum yang sedikit di paksakan.


Memang Nana meminta pergi berkemah,tapi bukan di belakang mansion.


Yang Nana bayangkan dirinya dan suaminya akan pergi ke suatu tempat,dan tidak terfikirkan sebelumnya kalau Ari akan membuat ke inginannya terkabul dengan cara seperti ini.


Bersukur Nana,ingat dia sudah berusaha dengan baik.ya walupun bukan dia yang mempersiapkan ini semua tapi setidaknya dia sudah berusaha.batin nana.


Sejenak Ari diam,matanya menatap Istrinya yang tengah melamun.


Ari mengusap pelan punggung tangan istrinya, sadar akan usapan di punggung tangannya, membuat nana tersadar dari lamunannya.


Seketika itu juga Nana menatap wajah tampan suaminya,yang tersinari cahaya dari Api unggun di depan mereka.


Nana:"Yank,terimakasih.aku suka."ucapnya dan mengusap pelan pipi suaminya.


Ari:"Aku tahu kamu tidak terlalu suka dengan kejutan yang aku berikan saat ini,tapi aku ga bisa jika harus pergi keluar.aku takut ada laki-laki yang menatapmu,honey."jawaban itu membuat nana tersenyum kecut mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan suaminya.


Selalu seperti itu,mau sampai kapan aku terus berada di dalam mansion,atau di dalam rumah.aku juga ingin melihat kota besar A yank.gumam nana yang masih mengelus pipi suaminya.


Nana:"Tidak apa-apa yank,aku suka.dan aku mengerti,terimakasih ya kamu sudah mengabulkan keinginan ku."tersenyum ceria dan di balasan ciuman oleh Ari di bibir Nana.


Ari:"Ya sudah,sekarang kita bakar sosis,dan daging ya."berdiri ke arah samping yang sudah tersaji bahan untuk melakukan barbekyu,dengan cara yang sedikit agak mewah.


Bagaiman tidak mewah,di belakang mansion terdapat tenda berukuran agak besar.dan terdapat pasilitas yang di butuhkan Tuan dan Nona muda,untuk melakukan kegiatan berkemah mereka.


Jujur Nana tidak menginginkan apa yang ada di depan matanya,bukan seperti ini rasanya berkemah.ini malah terkesan menghamburkan uang hanya untuk acara satu malam saja.


Nana:"biar aku saja,yank."menghampiri suaminya dan mengambil alih.


Ari:"Baiklah,lakukan apa yang ingin kamu lakukan."ucapnya yang kini memeluk istrinya dari belakang.


Nana hanya tersenyum,dan sesekali mengusap tangan suaminya yang melingkar di atas perutnya.


Nana:"Mau tidur di tendap malam ini.?"pertanyaan ini berhasil membuat Ari menatap istrinya curiga.


Ari:"Boleh tapi buat dede bayi."menatap istrinya penuh gairah.


Nana:"Libur satu hari saja."sahutnya yang tengah membalik sosis,dan daging sapi yang sudah di beri bumbu oleh pelayan.


Ari:"Malam ini sangat sepesial hon,siapa tahu bisa langsung jadi Ari junior."Ucapan konyolnya itu di jawab anggukan oleh nana.


Ari:"Siap-siap hon,aku tidak akan memberi ampun."bisiknya dan sesekali mencium belakang leher Nana.


Nana:"Uhhhh takut."sahutnya seolah mengoda sumainya.


Ari:"Mulai Nakal ya."kembali mencium leher Nana gemas.


Nana:"Yank ih diem donk,aku kan lagi pokus."meminta Ari melihat tungku pabrikan yang terdapat bahan makanan di atasnya.


Ari tidak menghiraukan keluhan istrinya,dia terus mengoda istrinya.


.


.


Dari dalam mansion atau tepatnya sisi jendela dapur,yang tersambung ke arah tempat Ari dan nana berkemah.


Beberapa pelayan tengah menatap kedua pasutri yang terlihat begitu mesra.


"Aku benar-benar ingin seperi nona muda, mendapatkan suami seperti Tuan muda Ari. tampan iya,kaya iya,apa lagi yang kurang. semuanya begitu sempurna."kagum salah satu pelayan.


"Mimpi aja terus."sahut temannya yang tengah menatap luar jendela.


"Memangnya kenapa,Nona nana saja dari desa sama seperti ku.siapa tahu Nasibku bisa seperti nona muda."jawabnya dengan suara yang menggebu-gebu.


"Dasar ratu halu."sahut teman pelayan itu,dan berlalu pergi meninggalkan temannya yang masih menatap kedua pasutri yang semakin mesra.


"Biarin."gumamnya kesal,dan perlahan berjalan mengikuti temannya untuk kembali bekerja.


.


.

__ADS_1


.


Lusi tengah diam di dalam mobilnya.


Lusi:"Apa yang harus aku lakukan,aku benar-benar bingung."gumamnya dan sesekali memukul stir dengan kuat.


Mobi yang di bawa lusi tengah berada di samping mansion tuan surya.


Lusi belum masuk ke dalam mansion,dia masih kebingunan ketika nanti bertemu dengan Nana.


Padalah jarak mobilnya dan gerbang mansion,hanya beberapa meter saja.


Jenia,apa yang sebenarnya ada dalam otakmu saat ini.kenapa aku bisa berteman dengan wanita seperi dirimu,aku pikir kamu sudah melupakan kak Ari.tapi aku salah, ternyata kamu masih sama seperti dulu mengharapkan kak Ari.bahakan ketika kak Ari sudah menikah,dia masih sama saja.dan sekarang dia meminta aku membantu niat jahatnya,untuk menjebak kak ipar.ya tuhan, tolong aku.batin lusi.


.


.


Flashback....


Ketika sudah sampai di dalam Cafe,jenia segera memesan makanan dan minuman yang di sediakan cafe elit itu.


Jenia:"Di makan,lusi."ucapnya yang tengah memakan seposri roti bakar yang begitu menggoda untuk di santap.


Lusi:"Langsung saja jenia,aku tidak lapar."tolaknya kesal.


Jenia:"Terserah dirimu saja lusi,tapi tunggu aku menyelesaikan makanku dulu."jawabnya malas dan kembali menyantap makan siangnya.


Lusi hanya diam,dan sesekali memium jus stroberi yang dia pesan dengan terpaksa.


Sekitar sepuluh menit lamanya,jenia menghabiskan waktu untuk menyantap roti Miliknya.


Lusi:"Katakan jenia,apa yang kamu inginkan.?"tanyanya penasaran,dan menatap jenia yang tengah meminum Air mineral.


Jenia:"Kamu sudah tidak sabar ternyata."menatap lusi dengan seringai di wajah cantiknya.


Sebernya lusi sudah muak dengan wanita yang dulu pernah menjadi temannya itu,tapi dia mencoba bersabar dan tenang.walupun sesekali emosinya tidak bisa di kontrol.


Jenia:"Baiklah lusi,dengar ini baik-baik.aku ingin kamu membantu aku untuk menjebak Istri dari sepupumu itu."ucapnya santai.


Lusi:"Apa maksud mu jenia,aku tidak mengerti.?"Menaikan alisnya.


Alih-alih menjawab pertanyaan lusi,jenia malah tertawa kecil.


Jenia:"Kau tidak mengerti,lusi.?"ucapan itu di jawab gelengan kepala oleh lusi.


"Dengar,aku meminta kamu membantu aku menjebak wanita kampung yang sekarang menjadi istri Ari.bagaimana lusi,dan peranmu di sini tidak lah banyak,kamu hanya perlu memancing Ari untuk datang ke tempat yang nanti aku beritahu.aku tidak ingin tahu bagaimana caranya kamu membawa Ari, kamu harus berusaha sendiri.dan sebagai imbalannya,aku akan memberikan rekaman video milikmu."ucap jenia dan di kalimat terakhir,jenia mengecilkan suarnya supaya orang-orang yang ada di sekeliling mereka tidak ada yang mendengar.


Mendengar ucapan jenia,lusi membulatkan matanya tidak percaya.


Lusi:"Apa kau sudah gila jenia,aku tidak mau."


Falshbackof...


Mengingat itu lusi menangis di dalam mobilnya,dia begitu kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa.


Lusi:"Bantu aku ya tuhan,hiks..hiks... aku bingung harus bagaimana.aku tidak bisa menjebak kak ipar,tapi jenia mempunyai rekaman itu.apa yang harus aku lakukan."menangis dan mengutuk dirinya sendiri.


Dari arah dalam mansion,lusi melihat satu buah mobil keluar.dan dengan cepat tangannya menghapus pipinya yang basah.


Lusi:"Itu bukannya mobil.?"menatap mobil yang di yakini milik Sekertaris jaka.


Jaka yang tengah membawa mobinya keluar dari mansion tuan surya,tidak sengaja matanya menatap mobil mini Cooper yang tengah berhenti di pinggir jalan.yang jaraknya tidak terlalu jauh dari gerbang mansion.


"Itu bukannya mobil tuan besar,tapi kenapa ada di sin-"jaka tidak melanjutkan ucapnya, matanya kini menatap wanita yang ada di dalam mobil itu.


Seketika jaka menghentikan mobilnya,di dekat mobil yang di kendarai lusi.


Melihat mobil yang di kendarai sekertaris jaka berhenti tepat di dekat mobilnya,membuat lusi salah tingkah.dia begitu gugup.


Lusi:"Dia keluar,bagaimana ini.dan kenapa aku jadi gugup begini,bukannya ini yang aku inginkan."gumamnya dengan menatap jaka yang keluar dari dalam mobilnya,dan perlahan berjalan ke arah mobilnya.


Lusi dengan cepat merapihan penampilannya, dan perlahan membuka kaca mobilnya.


Seketaris jaka yang kini berada di sisi mobil lusi hanya berdiri,menatap lusi yang menatapnya di balik kaca mobil yang terbuka.


Lusi:"Hai."ucapnya gugup.

__ADS_1


Jaka:"Nona lusi,kenapa anda tidak masuk ini sudah malam."jawabnya sopan.


mendengar ucapan itu seketika lusi keluar dari dalam mobilnya,yang mana membuat jaka memundurkan tubuhnya.


Lusi:"Kenapa kamu jadi seperti ini jaka,apa kamu masih membenciku.?"ucapnya sedih yang kini berdiri di depan Sekertaris jaka.


"Maaf No-nona lusi,saya permisi."jaka begitu kebingungan dengan keadaan saat ini,tidak di pungkiri dirinya ingin menyapa lusi dengan sewajarnya dan tidak sekaku ini.tapi dia tahu batasan.


Melihat laki-laki yang pernah mengisi hatinya ingin pergi,dengan cepat lusi menghalangi pergerakan jaka dengan menarik tangannya.


Lusi:"Kenapa kamu jadi seperti ini kepada ku, huh hiks... hiks.... aku merindukan mu jaka. apa kau tidak merindukanku."lirihnya yang masih menarik tangan jaka.


Jaka:"Nona,tolong jangan seprt-"lusi dengan cepat mencium bibir jaka,dan yang mana membuat jaka menghentikan kalimatnya.


Mata jaka membulat tidak percaya,ketika lusi mencium bibirnya.


Tapi ciuman itu tidak berlangsung lama, karena jaka dengan cepat melepas tautan bibir di antara mereka.


Jaka:"Nona,jangan lakukan hal yang bisa membuat saya marah.ingat batasan dan sopan santun,nona lusi."ucapnya tegas,dan perlahan berjalan ke arah mobilnya meninggalkan lusi yang masih berdiri.


Kenapa jaka,kenapa sikapmu begitu dingin. apa yang kamu lakukan bukannya kamu merindukan dia.kesal batin jaka yang terus berjalan ke arah mobilnya.


Mata lusi menatap mobil jaka berlalu pergi meninggalkan dirinya.


Lusi:"Hiks... hiks.... aku butuh dirimu jaka,aku sedang kebingungan hiks... hiks..."lirihnya pelan.


Dengan perasaan tidak karuan Perlahan lusi masuk kedalam mobil,dan menjalankan mobilnya ke arah gerbang mansion.


.


.


.


Ari:"Hon,aku sudah kenyang."ucapnya yang tengah duduk bersandar di pundak nana.


Nana:"Aku juga,malah sekarang aku mengantuk."sahutnya dengan tangan berhias piring.


Seperti biasa,Nana akan menyuapi suaminya ketika makan begitu pun malam ini.


Ari dan nana begitu menikmati acara berkemah dadakan itu,yang awalnya nana merasa kesal.tapi sekarang nana begitu senang,dia bahkan meminta melakukan hak ini untuk kedua kalinya.dan di jawab anggukan dari suaminya.


setelah mengisi perut mereka,kedua pasutri ini memutuskan untuk masuk kedalam tenda. tapi sebelum itu keduanya membersihkan diri mereka di area lain masion,alih-alih masuk kedalam kamar.tapi keduanya lebih memilih kamar mandi yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka.


Dengan bantuan para pelayan,semua menjadi lebih mudah.


Nana:"Yank,sini keluar sebentar."ucapnya yang ada di luar tenda.


Ari yang tengah berada di dalam tenda, seketika menyusul istrinya yang tadi keluar untuk mengambil Air mineral.


Ari:"ada apa,hon.?"seketika memeluk tubuh mungil nana dari belakang.


Nana:"Lihat langit malam ini,begitu indah."kagumnya yang kini mentap langit malam yang bertabur bintang.


Mata Ari kini menatap langit,dan dia hanya mengagguk tanpa berekspresi yang mana membuat nana tersenyum kecut.suaminya begitu kaku dan seolah tidak perduli dengan keindahan langit malam.


Ari:"Hon,masuk yuk."menarik tangan nana pelan.


Nana:"Sebentar lagi."sahutnya yang masih mentap langit.


Ari terus menarik tangan nana,tapi nana seolah tidak perduli dengan rengekan suaminya.dia malah sengaja membuat Ari gusar,tapi tak lama Ari mengangkat tubuh istrinya.keduanya berciuman mesra dan masuk kedalam tenda.


"Kita buat dede bayi"ucap Ari di jawab anggukan oleh nana.


Dari arah lain,Seseorang tengah tersenyum dengan mata yang terus mengeluarkan air Mata kesedihan.


Lusi berdiri di sisi lain mansion,matanya menatap kedua pasutri yang begitu serasi dan terlihat bahagia.


Maafkan aku kak Ari,kak ipar.aku tidak berdaya menghadapi jenia,tolong maafakan aku.di posisi ku saat ini,aku benar-benar tidak bisa berpikir dengan baik,maafkan aku kak ipar,maaf.batin sedih lusi.


Tak lama lusi melangkah masuk kedalam mansion,langkahnya begitu tidak ber energi pikirannya kacau.


Maafkan aku kakak ipar,aku harus melakukan ini.maaf.gumam lusi di tengah langkah gontainya.


Note:"Slowup nie karena kalian juga slow vote, slow comen and slow like, jadi kalau kalau kalian mau aku crezy up.jangan lupa ya buat vote, come, dan like ya ok,lemes aku liat voteπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…(bercanda kok )


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2