ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
27TAHUN SI CALON DADDY


__ADS_3

Tiga bulan kemudian.....


Tak terasa kehamilan istri dari tuan muda Ari Atmaja wijaya sudah memasuki empat bulan.


Setiap harinya Nana selalu tersenyum ceria, ketika melihat perutnya yang sudah membuncit menandakan sang buah hati benar-benar ada di dalam rahimnya.


Selama tiga bulan banyak yang berubah, terutama tuan muda Ari dirinya menjadi monster!


Monster apa?ya,dia bagaikan mesin penggiling karna perutnya selalu lapar.hal itu membuat semua keluarga heran sekaligus kebingungan,karna selama ini pria tampan itu selalu menjaga pola makannya.tapi kali ini berbeda,dia sudah melupakan gaya makannya.


Tapi ketika mereka sadar kalau istri dari Ari tengah hamil muda,jadi semuanya menafsirkan kalau Ari juga merasakan ngidam.


Nana dan suaminya sekarang semakin lengket dan kompak,terutama dalam hal makanan.keduanya selalu makan dan makan sampai berat badan keduanya naik drastis.


Di situasi ini yang paling kewalahan adalah Sekertaris Jaka,selain dirinya bekerja sebagai tangan kanan tuan muda Ari.Jaka juga menjadi pelayan untuk kedua majikanya yang meminta ini itu dan sebagainya.


Dan Salama tiga bulan juga Ari masih tidak mau melihat wajah tampan sekertarisnya,tapi Jaka sudah tidak memakai topeng monyet. dia mengakalinya dengan memakai masker dan kaca mata guna menutupi wajah tampannya di depan tuan mudanya.


Sebelum waktu tiga bulan datang,Ada kabar yang membuat semua keluarga Atmaja shock.pasalnya ketika keluarga Arthur datang ke Negara tuan Ari untuk bertemu keluarga Abraham,dan membahas perjodohan Lusi dengan anak dari tuan Damian Abraham siapa lagi kalau bukan Marco.Lusi dengan tegas menolak perjodohan itu.


Dan gadis cantik itu juga memperkenalkan sang kekasih di depan semua keluarga Atmaja,Lusi menyebutkan sekertaris kakak sepupunya sebagai belahan jiwanya.


Semua keluarga besar Atmaja langsung bereaksi dan menolak Sekertaris Jaka menjadi anggota keluarga Atmaja,dan akan melanjutkan perjodohan antara Lusi dan Marco walupan Lusi sendiri menolak.


Mereka beralasan,kalau Jaka bukan pria yang tepat untuk Lusi.karna perbedaan sangat mencolok di antara keduanya yaitu derajat.


Ketika pertemuan itu terjadi,keluarga Abraham langsung meninggalkan mansion mewah tuan Surya Atmaja.mereka merasa di permalukan.


Lusi seketika menjadi bahan omongan dan mendapatkan cacian dari semua keluarga, sampai tuan Arthur selaku sang ayah langsung murka.tapi tuan Surya menjadi penengah.


Calon kakek itu tidak senang mendengar semua keluarganya memandang remeh sekertaris Jaka,karna menurutnya itu bukan hak yang penting.kekuatan cintalah yang paling berperan besar dalam suatu hubungan.


Tuan Surya juga mengingatkan,kalau menantunya bukan dari kalangan orang berada.tapi dirinya menerima sang menantu dengan baik,dulu dirinya juga mencarikan wanita untuk anaknya.tapi Ari selalu menolak dan membiarkan sang anak mencari teman hidupnya seorang diri.


Sekarang terbukti,anak pertamanya sudah bahagia bersama istrinya walupan dia bukan orang berada.


Orang tua Lusi merasa apa yang di katakan tuan Surya ada benarnya,hingga akhirnya semua keluarga Atmaja setuju dengan hubungan Lusi dan Jaka.tapi ketika restu itu di dapat,ada satu rintangan yang menghadang di dalam hungungan mereka.


Rintangan apa? tunggunya.👍


Kembali ke cerita....


Kedua security dengan cepat membukakan gerbang ketika mobil tuan mudanya datang.


Jaka:"Silahkan,tuan."Ucapnya yang ada di samping pintu mobil.


Ari turun"Terimakasih,Jaka."sahutanya pelan.


Jangan kaget kenapa Ari menjadi lebih baik memperlakukan Sekertaris Jaka,karna sebentar lagi pria tampan itu akan menjadi anggota keluarga Atmaja.


Tapi walupan begitu Jaka masih bersikap layaknya sekertaris seperti biasanya,dia tidak mau menjadi tinggi hati dan lupa diri. bagaimanapun Ari adalah majikannya.


Ari berjalan masuk kedalam rumahnya untuk bertemu sang istri tercinta.


Di tengah langkahnya,Ari menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya"Jam satu,masih ada waktu sebelum bertemu dokter Wulan."


Siang itu adalah jadwal Ari membawa Nana untuk mengecek buah hati mereka,dan keduanya sudah sangat tidak sabar karna rencananya dokter Wulan akan mengungkapkan jenis kelamin sang buah hati.


"Honey."Ari memanggil Nana dari lantai bawah.

__ADS_1


Yuni yang kebetulan ada di ruang keluarga, tengah membersihkan meja seketika berdiri dan membungkuk"Tuan muda."


Ari:"Nona ada di kamar.?"tanyanya sopan.


Yuni mengangguk pelan"Ya tuan,Nona masih di kamar."sahutnya tak kalah sopan..


Semua pelayan merasa senang,karna tuan muda Ari menjadi lebih baik memperlakukan mereka.bahkan sekarang Ari mau berbicara dengan semua pelayan.


Ari mengangguk dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


Yuni tersenyum ceria"Jadi makin betah berkerja di sini."gumamnya yang tengah membersihkan meja berbentuk budar.


.


.


Ceklek..Ari membuka pintu kamar,tapi dia merasa heran karna dalam kamar gelap dan tidak ada sang istri di sana.


"Honey,kamu di mana.kok gelap.?"ucap Ari seraya berjalan masuk kedalam kamarnya.


Tak ada sahutan dari sang istri,membuat Ari panik.dengan cepat tangannya mencari stopkontak guna menghidupkan lampu.


Ketika lampu kembali terang,di waktu bersamaan Nana muncul dari dalam lemari.


Ari tersenyum melihat istrinya dalam kondisi baik-baik saja.


Tapi ketika Ari menghampiri Nana yang tengah berbaik,Ari begitu terkejut."Honey."tegur Ari tanpa merubah posisinya.


Nana tersenyum dan menghampiri suaminya penuh semangat,di tambah lagi sebuah kue berukuran sedang yang ada di tangannya.


"S'lamat ulang tahun,s'lamat ulang tahun, s'lamat ulang tahun ayang.s"lamat ulang tahun."Nyanyian itu berasal dari Nana yang tengah berdiri di depan suaminya.


Nana mengangguk senang."Aku tahu,dan lihat kamu sekarang 27 tahun yank."Nana menatap lilin dengan dua angkat sesuai umur sang suami.


Ari mengangguk dan ikut menatap lilin di atas kue berwarna merah terang,bertabur ukiran cantik dan unik di atasnya.


Nana:"Di tiup yank,tapi sebelum itu berdoa dulu."pintanya yang langsung di jawab angggukan dari Ari.


Ari"Aku akan berdoa,tapi tidak di dalam hati."


Nana:"Apa tidak apa-apa kalau aku mendengar do'amu.?"


Ari:"Tidak apa-apa,justru aku ingin kamu mendengarnya."sahutnya penuh kebahagiaan.


Nana mengangguk setuju."Ayo yank berdo'a."


Ari mulai menutup mata dan kedua tangannya menggenggam tangan Nana yang tengah membawa kue.


"Ya tuhan terimakasih atas segalanya,aku merasa bahagia.dan semoga kisah cinta kami akan selalu abadi sampai kami menutup mata,dan jadikan kami orang tua yang baik untuk anak-anak kami tuhan.dan satu lagi, terimakasih karna engkau telah memberikan seorang istri yang sangat cantik dan seksi."


Nana membulatkan matanya mendengar kalimat terakhir dalam do'a suaminya"Nakal."ucap Nana disertai decitan tawa.


Ari:"Suuttt diam honey,aku lagi berdo'a.pintanya yang masih menutup mata.


Nana:"Maaf."


Ari kembali pokus untuk berdo'a,tapi dia membuka matanya cepat "Tadi sampai mana honey,aku lupa.?"


Sebelum menjawab Nana tersenyum kecut"Cantik dan seksi."

__ADS_1


Ari mengangguk dan melanjutkan do'anya, sampai akhirnya calon Daddy itu meniup lilin.


"Yeehhhh selamat ya,yank."ucapanya senang dan memberi pelukan untuk suaminya.


Ari:"Terimakasih,honey love you."sahutnya di sertai kecupan di bibir sang istri.


Nana:"Tooo,sekarang Potong kuenya yank."pintanya tidak sabar.


Ari mengangguk dan keduanya duduk di atas sofa.


Nana tersenyum ceria ketika mendapatkan suapan kue dari suaminya.


"Kuenya enak."ucapnya yang tengah memakan kue dari suaminya.


Tak lama"Ayo buka mulutnya."pinta Nana dengan satu potong kue.


Ari:"Tidak honey.!"penolakan itu membuat Nana mengerutkan kening.


"Kenapa yank,kok tumben.?"ucap Nana bingung ketika mengingat sang suami selalu membuka mulutnya jika berhubungan dengan makanan.


Ari:"Aku sudah tidak mau makan lagi."


Nana mengangguk-anggukan kepalanya dan meletakan kembali kue alih-alih memakannya.


Sepertinya masa ngidamnya sudah habis,yah itu artinya kita tidak bisa makan bareng-bareng lagi.gumam hati Nana sedih.


Ari tersenyum dan dengan cepat memeluk sang istri"Terimakasih honey."mengecup pipi Nana penuh cinta.


Nana:"Sama-sama,yank."sahutnya sedikit sedih.


Perlahan Ari mengusap lembut perut Nana yang sudah membuncit."Sebentar lagi daddy dan mommy akan tahu kamu,jadi jangan bersembunyi ok.kita harus bekerja sama."ucap Ari pelan.


Ari mengingat ucapan dokter Wulan satu bulan yang lalu,kalau si janin bisa saja mengumpat ketika orang tua ingin tahu jenis kelaminnya.


Nana:"Siap dad."sahutanya bersuara anak kecil.


Ari tertawa dan mencium bibir istrinya gemas.


Tak lama Ari menarik Nana untuk berdiri"Ayo honey."Ajak Ari.


Nana:"Sebentar,aku mau ambil tas dulunya."


Ari mengangguk dan menatap istrinya yang tengah berjalan"Hon."


Nana:"Katakan."sahutnya.


"Kamu kapan ulang tahu.?"pertanyaan itu membuat Nana tersenyum malu.


Ari menghampiri istrinya"Kenapa hon.?"tanya Ari bingung.


Nana:"Ulang tahunku dua minggu yang lalu yank."


Jawaban Nana membuat Ari mengusap wajahnya kasar"Aku suami yang jahat."


.


.


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2