
Kevin:"Ya,Reouni Sma kita."sahutnya antusias
Ari:"Dan kau datang sepagi ini,hanya untuk memberi aku kabar itu."ucapnya malas.
Kevin mengagguk dan tersenyum kuda.
Kevin:"Kau akan datang.?"tanyanya penasaran.
Pasalnya Ari tidak pernah ikut setiap acara Reouni di selenggarakan,dan ini tahun ke empat.Kevin berharap Ari akan ikut.
Ari:"Tidak,aku tidak ada waktu untuk pergi ke acara seperti itu.lebih baik aku pergi berlibur bersama istri ku."jawaban itu membuat kevin menghela nafas pasrah.
Kevin:"Oh ya,istri mu bagaimana.apa keadaannya sudah lebih baik.?"tanyanya penasaran, pasalnya semalam kevin dan aldy langsung pulang tidak mengetahui keadaan Istri dari temannya itu.
Ari:"Dia baik-baik saja,oh ya terimakasih. semalam kamu dan aldy sudah mau membantuku."menepuk pelan pundak kevin.
Kevin mengagguk dan membalas tepukan pelan di pundak Ari.
Kevin:"Ya sudah aku pulang,aku harap kamu bisa datang.kalau bisa ajak istrimu."ucapnya sebelum berlalu meninggalkan Ari di halaman mansion.
Ari hanya diam dengan tangan yang menyilang di atas dadanya,dan undangan Reouni yang masih dia pegang,matanya menatap kepergian temannya kevin.
Ari:"Acaranya tiga hari lagi,buang-buang waktuku saja."gumamnya dan dengan cepat melangkah masuk ke dalam mansion.
Ari masuk ke dalam dan berniat menaiki anak tangga untuk pergi ke kamarnya,tapi matanya tak sengaja menatap Tv yang menyala.
Ari melangkah ke arah ruang tv,dan benar saja istrinya tengah duduk dengan mata menatap tv berukuran besar itu.
Sadar akan kedatangan suaminya,nana menoleh dan tersenyum.
Ari:"Aku pikir kamu di kamar, hon."mendudukan tubuhnya di sisi istrinya.
Nana:"Bosen,yank."sahutnya manja.
Ari:"Bosen ya,Emmmm mau ke kamar."mengedipkan matanya genit.
Nana:"Genit ih."mencubit paha suaminya pelan.
Ari:"Genit ke istri sendiri,emang ga boleh."mencubit hidung nana gemas.
Nana hanya tersenyum dan menyandarkan kepalnya ke dada suami bulenya,seketika Ari mengelus rambut panjang nana.
Nana:"Yank."mengelus dada suaminya.
Ari:"Emm"mencium puncak kepala nana.
Nana:"Kamu ga kerja.?"
Ari:"Ga hon,paling besok."kembali memberi ciuman di puncak kepala nana.
Nana mengagguk dan tersenyum samar.
__ADS_1
Ari:"Mau bertanya apa lagi huh,oh itu si kevin datang ke sini mau apa.itu kan yang mau kamu tanya."ucapnya cepat,pasalnya Ari tau nana akan membuka mulutnya.
Nana kembali mengagguk dan mendangah untuk melihat wajah tampan suaminya.
Ari:"Si kevin bawa surat undangan,untuk acara Reouni Sma ku.ini tahun ke empat."menetap lekat istrinya.
Nana:"Terus,kamu mau pergi.?"tanyanya penasaran.
Ari menggeleng"aku tidak pernah pergi, menurutku itu buang-buang waktu.lebih baik kita pergi berlibur."ucapan Ari membuat nana tersenyum ceria.
Ketika sedang asik bermaja,Nana mengangkat kepalanya yang tadi bersandar di dada suaminya.
Nana:"Yank,maaf.?"menundukkan kepalanya.
Ari menatap istrinya heran,pasalnya wajah nana kini menunduk.
Ari:"Maaf untuk apa,huh."kembali menarik tubuh istrinya untuk bersandar di dadanya.
Nana:"I-itu,kalung dari kamu di ambil orang jahat."seketika menyembunyikan wajahnya di dada Ari.
Ari terkekeh geli dengan tingah istrinya, otaknya ingin mengerjai istrinya.tapi ini bukan waktu yang tepat.
Ari:"Sudah lupakan saja,nanti aku belikan lagi."ucapanya dan perlahan mengangkat kepala istrinya yang bersembunyi di dadanya.
Nana tidak mengetahui kalau penjahat itu sudah tertangkap,dan masalah kalung miliknya kini menjadi barang bukti.
Nana:"Pasti mahal.?"ucapnya polos.
Para pelayan mencuri pandangan melihat kedua anak majikan mereka tengah bermesraan,mereka masih belum menyangka Gadis dari desa bisa menaklukan tuan muda mereka yang begitu angkuh dan sejenisnya.
.
.
.
Hari-hari yang indah terus berlalu,Nana masih tinggal di mansion bersama Ari suaminya.
Luka sayatan di pergelangan tangan kanannya berangsur membaik,seperti hari ini.dia sudah tidak memakai perban lagi dan itu membuat nana senang.
Ari seperti biasa dia selalu sibuk dengan pekerjaannya,tapi dia selalu menyepatkan waktunya untuk nana istrinya.
Hari ini Ari meluangakn waktunya untuk mendatangi kantor polisi,dan menemui pria jahat yang sudah menyakiti istrinya,tanpa sepengetahuan nana.
Di kantor polisi,Ari kembali membuat kekacawan,dia tidak bisa menahan emosi ketika bertemu dengan pria yang sudah menyakiti,merampas kalung istrinya.tapi yang membuat Ari murka,adalah pria itu sudah menyentuh istrinya.dan itu membuat Ari naik darah,dia tidak bisa mengontrol emosi.
Para petugas berusaha mencegah tuan muda ari untuk tidak menyakiti pria itu,tapi apa boleh buat.kekuatan Ari begitu kuat,sekertaris jaka yang tadi diam kini dia membantu para petugas polisi mererai tuan muda Ari.
Ari meminta pria jahat itu di hukum dengan berat seberat-beratnya,setelah di rasa puas. ari melenggeng pergi dari dalam kantor polis. meninggalkan laki-laki jahat yang kini terkapar lemas.
Ketika sudah di dalam mobil,Ari seketika merogoh saku celanya dia berniat mengambil hpnya untuk menghubungi istrinya.
__ADS_1
.
.
.
Nana tengah duduk di depan teras mansion, dia sudah terlihat cantik walaupun wajahnya di polesan bedak tipis saja.
Rencananya hari ini,nana akan pergi ke rumah sakit untuk melakukan Terapi penguatan Rahimnya.dan Tadi Ari sang suami sudah menghubunginya untuk bersiap.
Nana:"Ya tuhan,mudah-mudahan kau beri kemudahan dalam urusan kami."Doanya pelan.
Tak lama Mobil suaminya terlihat memasuki halaman mansion.
Nana berdiri dan melangkah mengahampiri mobil suaminya.
Ari yang melihat kedatangan istrinya,seketika dia berdecak kesal,dia merasa istrinya begitu cantik.
Ari:"Jaka,jaga matamu dan tidak usah turun."seketika menatap sekertarisnya yang ada di depan kemudi.
Jaka:"Baik,tuan muda."menjawab sopan.
Melihat saja tidak,tapi sudah mengancam.batin jaka.
Ari dengan senang membuka pintu belakang mobil,tanpa harus turun terlebih dahulu.
Ari:"Honey."tegurnya manja.
Nana tersenyum ketika pintu mobil terbuka, dan menampakan wajah tampan suaminya.
Nana:"Yank."perlahan masuk kedalam mobil.
Ari:"Sudah siap.?"Ucapnya yang kini bersebelahan dengan istrinya.
Nana mengagguk cepat.
Sekertaris jaka perlahan Menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.
Kuat jaka,jaga hati dan pikiran.batin jaka.
Sepanjang perjalanan Ari terus bermanja dengan Nana,dan itu membuat Jaka mengelus dadanya yang terasa sesak. mendengar ucapan manja dari tuan mudanya.
*Tuan muda baik dan lembut,hanya kepada nona Nana.benar-benar luar biasa,cinta itu menakjubkan.batin jaka.
.
.
.
*Note:"Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya**.
__ADS_1