ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
TINDAKAN


__ADS_3

Para pegawai resort menghentikan pekerjan mereka,karena Ari datang dengan membawa Nana dan suara teriakan Ari membuat semuanya panik.


"Ada apa ini.?"Tanya sang manajer resort yang baru saja datang.


"Maaf pak,sepertinya ada kecelakan."Sahut pegawai gugup.


Mendengar ucapan dari bawahannya membuat si manajer kelabakan,karena ini adalah sesuatu hal yang paling di hindari"Beritahu Dokter."Pinta si manajer kepada orang yang tadi ia ajak bicara.


"Baik,Pak."Sahutnya sambil berlari untuk memberi tahu dokter yang memang sudah bertugas di pulau itu.


Ari terus berlari dengan sekuat tenaga membawa Nana yang sudah tak sadarkan diri,dan yang membuat Ari makin panik darah segar terus keluar"Honey,aku mohon bangun."Ucap Ari putus asa.


Tuhan lindungi istri dan juga istriku,aku mohon.Ari berdoa di dalam hatinya.


Manajer berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri Ari yang sudah sampai di penginapan"Tuan,ada apa ini.?"Tanya si manajer.


"Di mana dokter.?"Ari balik bertanya."Di mana dokter."ulang Ari kesal karna si manajer masih diam,mungkin dia ikut panik melihat keadaan Nana.


"A-ada tuan,mari ikut saya."Jawab si manajer gugup karena darah mewarnai baju keduanya.


Tanpa membuang waktu Ari mengikuti manajer resort,beberapa pegawai dan tamu lainnya ikut merasakan ketakutan melihat keadaan Ari dan istrinya.


"Mudah-mudahan,istri tuan itu dan kandungannya baik-baik saja."ucap si pegawai.


"Amin."sahut temannya yang masih memperhatikan kepergian Ari,dan juga si manajer kerah klinik yang sudah tersedia di sana.


.


.


Sindy dan Lintang yang sudah mengakibatkan tragedi itu terus berlari menghindari kejaran pegawai resort"Sindy,kita mau kemana.?"Tanya Lintang ketakutan.


"Aku tidak tahu,sekarang kita berlari saja."jawab Sindy.


Kedua pegawai resort berlari sekuat tenaga mengejar keduanya."Mereka jangan sampai lolos."ucap satu pegawai.


"Tidak akan aku biarkan,mereka sudah membuat seseorang terluka."sahut temannya marah,karena tadi ia tak sengaja melihat Nana yang sudah tak berdaya.


Sindy dan Lintang terus berlari memutari pulau,keduanya tak menyadari kalau kedua pegawai resort ada di belakang.dan dengan satu tarikan Sindy dan Lintang bisa tertangkap.


"Mau lari kemana kalian.!"Ucap satu pegawai yang tengah memegangi tangan Sindy.


"Kalian tidak akan bisa lari."tambah temannya yang juga memengangi tangan Lintang.


Sindy dan Lintang saling tatap karena ketakutan"Lepaskan."Sindy memberontak.


"Kalian harus bertanggung jawab,karena sudah menyakiti orang lain dan juga sudah membuat keributan."Jelas si pegawai.


"Ayo cepat jalan,"pegawai menarik tangan Lintang menuju penginapan begitupun Sindy.


Lintang menatap Sindy seperti berkata,apa yang harus kita lakukan.tapi Sindy hanya memasang wajah memelas seperti orang ketakutan.


"Kalian berdua akan menerima amukan seseorang."Salah satu pegawai menakut-nakuti keduanya,dan itu berhasil membuat nyali Sindy dan Lintang menciut.


.


.


Seorang pria paruh baya dengan baju kemeja berlari ketika di beri tahu ada pengunjung pulau yang terluka,ia berbegas menju tempat biasa dirinya berada.yaitu sebuah ruangan cukup besar yang terdapat alat-alat medis di dalamnya.


Di pulau indah itu sudah di sedikan satu dokter dengan keahlian yang sudah mumpuni, untuk menangani jikalau ada pengunjung yang terluka.dan hari ini pun terjadi,dirinya menjadi panik ketika yang terluka adalah ibu hamil,ini adalah kedua kalinya ia menangani seorang wanita hamil.tapi yang sekarang terjadi dirinya tidak tahu apa penyebab si ibu hamil itu bisa terluka.


Si manajer membukakan pintu kaca supaya Ari bisa lewat"Mari,tuan."


Ari terus berjalan memasuki ruangan itu dengan perasaan yang sudah tak karuan, apalagi wajah Nana memucat.


Dokter sudah siap di posisinya,dan ia terbelaka melihat kedatangan Ari yang membawa Nana dengan keadaan sudah berlumuran darah."Ya tuhan,apa yang terjadi.?"tanya si dokter panik.


"Dokter,selamatkan istri saya."ucap Ari ketakutan.


Dokter meminta Ari menidurkan Nana di atas ranjang"Apa yang terjadi.?"dokter mengulang ucapnya untuk mengetahui keadaan si pasian, sambil memerika anggota tubuh Nana.

__ADS_1


Di situsai saat ini Ari sampai melukan larangan,seorang pria tidak boleh menyentuh istrinya karena dirinya tengah panik.


Rasa panik yang masih memenuhi otaknya,Ari mulai menceritakan permasalahan yang sudah menimpa Nana.mendengar penjelasan Ari dokter dan manajer resort tersentak.


"Tolong selamatkan istri saya,dokter."pinta Ari yang sudah kehilangan kewarasannya karena Nana tak kunjung sadar.


Dokter itu terus memeriksa keadaan Nana, dan ia menatap Ari penuh tanya."Tuan,kondisi Istri anda benar-benar tidak baik.sebagikan kita bawa kerumah sakit,karena saya tidak bisa membantu."ucapan dokter tua itu membuat Ari kelabakan.


"Anda seorang dokter,tapi kenapa tidak bisa mengobati istri saya."Ari mencengkram kemeja dokter punuh amarah,.


Menejer resort menjadi penengah."Tuan,saya mohon jangan seperti ini."Pinta si manajer seraya melonggarkan cerngkraman tangan Ari.


"Lepaskan."Ari marah"Cepat obati istri saya."


"Tuan,istri anda sudah kehilangan banyak darah.dan kalau tidak di tangani dengan baik, itu akan sangat fatal untuk ibu dan janinnya."terang dokter itu dengan susah payah,pasalnya cengkaraman di bajunya membuat ia sulit bernafas..


"Honey,tidak...tidak...itu tidak boleh terjadi."Ari melepaskan genggaman tangannya dan menghampiri istrinya yang sudah tak berdaya.


"Mari tuan,kita bawa istri anda sebelum terlambat."Ajak dokter.


Dengan linangan Air mata Ari kembali mengangkat tubuh Nana keluar"Honey, hiks..hiks..aku mohon jangan tinggalkan aku."ucapnya penuh harap.


.


.


Tok...tok..."Nyonya besar,nyonya."Suara nyaring pelayan terdengar jelas di telinga mommy Kei yang ada di dalam kamar.


"Kenapa harus berteriak."Mommy Kei langsung menegur pelayan setelah membuka pintu kamar.


"Nyonya besar,anu Nyonya."Si pelayan masih gugup.


"Apa ada katakan cepat,"mommy Kei menjadi panik.


"Itu,Nona muda masuk rumah sakit."ungkap pelayan ketakutan.


Tadi pegawai resort di minta Ari untuk menghubungi orang rumah alih-alih mommy kei,akibat ketakutan membuat Ari tidak bisa berpikir dengan baik.


"Apa,!Nana masuk rumah sakit."Mommy kei tersentak dan berjalan keluar untuk menemui suaminya yang ada di ruang perpustakaan.


.


.


"Ada apa,sayang.?"Tanya Lusi di samping Jaka.


"Nona Nana masuk rumah sakit.!"jawab Jaka pelan dirinya masih menatap asal karena shok.


Mata Lusi membulat sempurna mendengar ucapan Jaka."Kenapa bisa begitu."Lusi menatap Jaka bingung."Ya tuhan,Kakak ipar."lirih Lusi dengan mimik wajah sendu.


Azllan sendiri terus berjalan sampai ia menabrak Lusi."Kenapa berhenti,apa ada artis?"Tanya Azllan santai.


Lusi belum menjawab yang mana membuat Azllan menatap Jaka."Ada apa,kenapa kalian diam.apa kalian akan membatalkan rencana pernikahan."Azllan kembali meledek Lusi.


Mendengar ucapan Azllan,Jaka dan Lusi menatap pria tampan itu kompak"Azllan,jaga ucapamu.apa kamu tahu,kakak ipar masuk rumah sakit.!"tutur Lusi ketus.


"Oh,masuk rumah sak-"Azllan menghentikan kalimatnya ketika ia sadar."Apa..kakak ipar masuk rumah sakit.?"Azllan terkejut sampai-samapi hpnya terjatuh.


Jaka mengangguk pelan."Sebaikan kita beri tahu Nyonya dan Tuan besar."usul Jaka.


Lusi dan Azllan mengangguk patuh"Kakak ipar."lirih Azllan Sedih.


Dan di waktu bersamaan,hp Jaka kembali berbunyi"Ini Nyonya besar."kata Jaka.


.


.


Setelah mengudara kurang dari 30menit,jet pribadi milik Ari sampai di landasan kota tersebut dengan lancar.sedangkan Nana masih belum menandakan tanda-tanda kesadaran.


Mobil ambulance sudah siap di posisinya,dan Ari langsung membawa Nana keluar dari dalam jet di ikuti si manajer dan Dokter.

__ADS_1


"Honey,aku mohon sadarlah.jangan buat Aku panik."ucap Ari yang tengah meletakan tubuh Nana di atas tandu.


Dua perawat mulai mendorong tandu untuk di masukan kedalam mobil dan Ari ikut masuk, tapi sebelum ambulance pergi,Ari berpesan kepada manajer resort"Jangan biarkan dua wanita itu pergi dari pulau itu,kalau sampai meraka pergi.aku tidak akan segan-segan menghancurkan pulau itu,anda mengerti,"Ari memberi perintah sekaligus ancaman.


Si manajer mengangguk tanpa bersuara, dirinya terlalu takut.sedangkan dokter ikut masuk meninggalkan si manajer seorang diri.


"Aku harus melindungi pulau itu."si manajer ketakutan"Aku harus mengurus orang yang sudah mengancam pulau."geramnya seraya berjalan untuk kembali kepulau.


Dalam keadaan mengenaskan Nana mulai di beriksa,kedua perawat tidak memasang jarum infus.karena dokter dari pulau sudah memasangnya,Salah satu perawat membersikan bagian bawah tubuh Nana yang berlumuran darah.sedangkan Ari terus menggenggam tangan sang istri penuh ketegangan.


"Honey,aku mohon sadarlah.jangan seperti ini."Ari kembali sersuara dengan linangan air mata,dirinya tidak memperdulikan kedua perawat dan dokter.


Kedua perawat dan dokter dari pulau terus sibuk menangani Nana sebelum sampai rumah sakit.


Honey,kenapa tadi semua kata-katamu membuat aku menderita.tuhan,selamatkan istri dan anakku aku mohon.ucap hati Ari,dan ia mengingat semua perkataan Nana ketika di pantai semuanya seperti sebuah pirasat.


.


.


Mobil ambulance berhenti di depan rumah sakit,dan Nana langsung di bawa masuk kedalam ruang UGD di ikuti Ari yang selalu berada di dekat istrinya.


"Tuan,tolong tunggu di luar."pinta salah satu perawat yang ada di depan pintu.


"Tidak,saya mau masuk."tolak Ari dan berusaha melewati si perawat.


Sedangkan Nana sudah di bawa masuk untuk di beri penanganan lebih lanjut.


"Tuan,saya mohon.kalau anda bersikap seperti ini anda bisa menggangguk."tutur perawat kesal karna Ari terus mencoba masuk.


"Tidak,saya tidak akan mengganggu."sahut Ari yang langsung menerobos masuk.


"Tuan,"Perawat mengejar Ari yang sudah masuk.


Dokter dan perawat tengah sibuk menangani Nana yang masih tak sadarakan diri.


"Detak jantungnya sangat lemah,dan pasien juga sudah kehilangan banyak darah."terang perawat.


Dokter yang lagi-lagi seorang pria mengangguk membenarkan"Kita harus melakukan tindakan."Ucap dokter panik."Siapkan segalanya,dan beri tah-


Ari datang yang mana membuat Dokter berhenti berucap.


"Bagaimana istri dan anak saya.?"Ari bertanya dengan detak jantung yang memburunya.


"Honey."sekilas Ari menatap istrinya yang sudah di beri pertolongan.


"Tuan,anda suaminya.?"tanya Dokter cepat.


Ari menoleh"Saya suaminya."Jawab Ari.


"Keadaan istri anda dan janinnya sangat kritis, kita harus segera melakukan oprasi untuk mengekuarkan si janin."terang dokter yakin.


Seperti di hantam benda keras...bukan...tapi di hantam batu yang sangat besar ketika Dokter berkata demikian,tenang istri dan juga jagoannya.


"Tuan,anda harus mengambil keputusan segera,karena kala-


"Selamatkan istri saya."sergah Ari dengan suara lemas.


"Baik,kami akan melakukan oprasi."Dokter itu pergi meninggalkan Ari yang tengah berdiri dengan tatapan mata menatap Nana Kosong.


"Honey,kamu hiks...hiks...ka...kamu harus tetap hi...hidup"Lirih Ari dengan tangis yang tidak bisa di tahan lagi.


.


.


Tuan Surya dan keluarga terbang menuju kota tempat Ari dan Nana berada.


"Mommy,tenang lah."Tuan Surya memeluk istrinya untuk memberi ketenangan.


"Hiks...hiks...Nana dan cucu kita,Dad."sahut Mommy Kei lemas.

__ADS_1


" Berdoalah mom,mudah-mudahan meraka baik-baik saja."ucap Tuan Surya sedih.


"Nana..hiks...Putriku hik...hiks..."Lirih mommy Kei.


__ADS_2