
Flashback.....
Seletelah Jenia masuk ke dalam rumah dengan nana di sampingnya,kedua security tidak tinggal diam.salah satu dari mereka menghubungi Sekertaris jaka.
.
.
Sekertaris jaka baru saja mendudukan tubuhnya di kursi kerjanya,karena dia baru keluar dari ruangan tuan mudanya.
Telpon kantor yang ada di sisi meja kerjanya berbunyi,menandakan ada telpon.tak lama jaka mengangkatnya.
Jaka:"hallo,Atmaja Grup."
Security:"Maaf sekertaris jaka,ini saya Bagus."
Jaka:"Oh ya,ada apa."Jaka tau dia salah satu security tuan mudanya.
Security:"Maaf tuan,di rumah tuan muda kedatangan seorang wanita.dia mengaku-ngaku sebagai calon istri tuan muda."
Jaka:"Siapa namanya."seketika berdiri.
Security:"Jenia,tuan."
Jaka:"Jangan ijinkan dia masuk,tahan."mulai panik.
Security:"Maaf tuan,tapi nona sudah membawa wanita itu masuk.tuan."ikut panik.
Sekertaris jaka seketika menutup sambungan telpon itu,dan bergegas ke arah ruang kerja tuan mudanya.
Ari yang tengah fokus dengan berkas di tangannya,seketika menaikan alisnya heran. karena Sekertaris jaka masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Ari:"Apa yang kau lakukan,di mana sopan santunmu."Tanya Ari kesal.
Sekertaris jaka membungkuk dan perlahan mendekati meja kerja tuanya.
Jaka:"Maaf atas kelancangan saya tuan,tapi di rumah ada nona jenia."Ucapan jaka berhasil membuat Ari beranjak bangun dari duduknya.
Ari:"Mau apa dia,jangan biarkan dia masuk."wajahnya begitu kesal.
Jaka:"Maaf tuan,tapi nona muda sudah membawa nona jenia masuk ke dalam rumah."Dia begitu ketakutan.
Ari diam sejenak,dia ingat Cctv di rumahnya tersambung langsung ke hpnya.dan seketika ari meraih hpnya yang ada di sisi meja kerjanya dan menghidupkannya.
Jaka hanya diam di posisinya,dia tau apa yang tuan mudanya lakukan.
Setelah Cctv di rumahnya sudah tersambung, dan seketika Ari mencari keberadaan istrinya dan jenia.
Ari memasang Cctv di rumahnya tanpa sepengetahuan nana istrinya,karena dia takut sesuatu terjadi kepada istrinya.ketika dia pergi ke kantor,atau ke luar kota dan Negara.
Ada beberapa Cctv di rumahnya yang terletak di bagian teras depan,ruang tamu,belakang rumah,dan lantai atas.tapi di kamar Ari tidak memasang Cctv,dia takut istrinya akan curiga karena sebagian besar waktu nana di habiskan di kamar.
Mata Ari tertuju pada satu ruangan,yaitu ruang tamu.dia melihat istrinya tengah duduk berhadapan dengan jenia.
Apa yang wanita itu lakukan,kenapa dia datang ke rumahku.batin ari bingung.
Ari:"Jaka,mendekat lah."Perintah Ari.
Sekertaris jaka mengangguk dan mendekat.
Kedua laki-laki tampan itu tengah memperhatikan gerak gerik nana,dan jenia dengan posisi berdiri.
__ADS_1
Tak lama Ari menangkap pembicaraan yang membuat dirinya dan sekertarisnya bingung.
Ari:"Apa maksudnya,mengijinkan aku menikah dengan jenia.?"Heran Ari dengan mata yang terus menatap hpnya.
Sekertaris jaka hanya dapat menelan salpirnya dengan kasar.
Tak lama Ari mengepalkan tanganya,setelah mendengar ucapan yang begitu menyakitkan dari mulut istrinya.
Ari dan sekertaris jaka menyaksikan rekaman cctv di rumahnya,sampai jenia berlalu pergi meninggalkan nana seorang diri.
Falshbackof....
.
.
Ari menarik nafasnya kasar,dan membanting hpnya dengan kencang.membuat jaka kaget dengan suara yang begitu nyaring di dengar.
Jaka:"Tuan,apa yang harus saya lakukan."ucapnya ragu dia begitu ketakutan melihat raut wajah tuan mudanya.
Ari:"Perintahkan pelayan untuk libur satu minggu,dan perintahkan kedua security untuk berjaga di depan kamar kalau perlu kuci pintu kamar.dan jangan biarkan dia keluar kamar."perintah Ari dia begitu menahan amarah yang sudah memuncak di ulu hatinya.
Jaka:"Baik,tuan."membungkuk dan berlalu pergi meninggalkan Ari sendirian di ruang kerjanya.
Ari:"Daddy,mommy.dan istriku sudah membohongi ku."Tanganya mengepal dengan sempurna.
Ari berjalan keluar dengan cepat untuk menemui daddynya yang ada di lantai 15.
Beberapa pegawai memungkuk ketika bosnya lewat di depan mereka,dan mereka melihat raut wajah bosnya tidak bersahabat.
Setelah sampai di lantai 15,di sana terdapat satu orang wanita cantik yang di yakini dia adalah sekertaris sang persedir Surya Atmaja daddynya.
Mendengar itu Ari berlalu meninggalkan seketaris tuan surya tanpa mengeluarkan satu katapun.
Hatinya dan pikiranya begitu tidak karuan, emosi sudah menguasai dirinya.
Ari:"Kenapa aku begitu bo**oh,sampai tidak tau ide konyol mereka."Gumamnya di tengah langkah cepatnya.
.
.
Ari berjalan ke keluar perusahan Atmaja Grup,dan menuju parkiran mobil,dia berniat untuk menemui kedua orangtuanya di mansion.dan meninggalkan Sekertarisnya yang sekarang mungkin tengah kebingungan.
.
.
.
Nana yang tengah di dapur untuk mengambil Air minum seketika di kagetkan dengan adanya dua security,yang ada di belakangnya.
Nana:"Kalian,mau minum.?"Tanya nana heran.
"Maaf nona,anda sebaikanya sekarang masuk ke kamar.!"Jawabnya datar.
Nana:"Kenapa saya harus masuk kekamar.?"tanganya meletakan pelan gelas di atas meja.
"Mari nona,ini perintah tuan muda."Tanganya mengayun di udara agar nana menuruti ucapanya.
Nana diam dia tidak bergerak,hatinya merasa tidak nyaman.
__ADS_1
Ya tuhan ada apa ini,apa dia tahu kalau nona jenia tadi datang ke sini.oh ya,aku lupa tadi kenapa tidak meminta kedua security untuk diam dan jangan memberitahukan kedatangan nona jenia,dia pasti marah.apa yang harus aku lakukan.gumam hati nana.
"Mari,nona."Menyadarkan lamunan nona mudanya.
Tak bisa membantah,nana mengangguk dan berjalan menaiki tangga dengan satu security di belkangnya.
Nana sadar dengan orang yang mengikutinya dan menghentikan langkahnya.
Dia berbalik"Kenapa anda mengikuti saya.?"Tanyanya penasaran.
"Saya di tugaskan untuk mengawasi nona di depan pintu kamar."Jawabnya cepat.
.
.
.
Gerbarang masion di buka dengan cepat, karena Ari membunyaikan klakson terus menerus.
Mobil melaju dengan cepat masuk ke dalam mansion.
Mesin mobil mewahnya seketika di matikan, dan ari keluar dengan raut wajah yang begitu memerah bahkan matanya menatap dengan tajam.
.
.
.
Ari:"Daddy,mommy."Berteriak memanggil-manggil kedua orangtuanya.
Kepala pelayan datang dengan cepat melihat kedatangan tuan mudanya,dan dia begitu ketakutan ketika Ari berteriak-teriak.
Ari:"Di mana mommy,dan daddy.?"bertanya dengan suara yang menahan amarah. nafasnya begitu terdengar tidak beraturan.
"Ada tuan muda,tuan sedang di ruang kerjanya,dan nyonya di kamar."Jawabnya dengan kepala menunduk.
Ari:"panggil mereka,cepat."Perintahnya.bahkan matanya menatap tajam sang kepala pelayan.
kepala pelayan mengangguk dan beranjak pergi untuk memanggil majikannya.
Ari mendudukan tubuhnya dan dengan kasar menarik dasinya.
Para pelayan begitu ketakutan melihat tuan muda Ari.
"Apa tuan muda,sudah mengetahui kondisi nona muda."gumam pelan salah satu pelayan.
Temanya hanya menggelengkan kepala tidak tahu.
.
.
.
Note:"Insayaaloh nanti malam up satu lagi,dukung Ari nana dengan Vote ya biar aku semangat nulisnya.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.
SELAMAT MEMBACA.
__ADS_1