ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
INI KARNA SELANG INFUS


__ADS_3

"Perbannya ke mana.?"ucap Ari gugup.


Nana menggelengkan kepalanya pelan,dan perlahan tangannya menyentuh kening suaminya."Aku tidak melihat ada luka.?"ucap Nana yang masih menjelajahi area wajah sang suami.


Ari menelan salvirnya cepat,dan ia hanya diam ketika sang istri menyentuh keningnya.


Apa yang harus aku katakan,kenapa aku lupa diri begini.berpikir Ari cepat berpikir,sebelum dia semakin curiga.ucap hati Ari panik.


Nana mengerutkan kening,ketika sang suami beranjak bangun dan duduk di samping dirinya yang masih terlentang di atas ranjang.


Perlahan Nana bangun dan ikut duduk"Apa yang sebenarnya terjadi,kenapa di keningmu tidak ada luka.apa kamu tengah berbohong.?"pertanyaan dari Nana itu membuat Ari menghela nafasnya pelan.


Apa yang harus aku katakan,tuhan bantu aku. kalau aku jujur itu hal yang mustahil,dia bukan hanya marah tapi lebih dari itu,masalah yang kemarin saja belum selesai.ayo berpikir Ari.batin Ari.


"Sebenarnya,lukanya bukan di kening hon.tapi di kepala bagian belakang."Tutur Ari dan tangannya menyentuh area belakang kepala.


Nana"Bernarkah,coba sini aku lihat.?"


Ari melirik tangan Nana yang akan menyentuh luka yang dia maksud."Jangan hon jangan di sentuh,nanti perih."Ari menahan tangan sang istri.


Nana:"Ok."sahutnya pasrah.


Kenapa aku merasa ada yang dia sembunyikan,apa dia berbohong.tapi itu tidak mungin.Nana berpikir positif.gumam hati Nana.


Perlahan Nana bangun dari atas ranjang perawatan"Sebentar lagi malam,kenapa Sekertaris Jaka belum datang ya yank.?"Tanya Nana yang tengah merapihkan bajunya karna ulah sang suami.


Ari:"Tunggulah,sebentar lagi pasti datang."sahutanya.


Nana mengangguk-anggukan kepalanya pelan"Aku mau ke kamar mandi dulu ya,yank."

__ADS_1


Ari mengangguk pelan,dan matanya menatap kepergian sang istri masuk ke dalam kamar mandi.


Ketika Nana berada di dalam kamar mandi, Ari mulai mencari perban.dan ternyata perban itu ada di atas ranjang."Kenapa bisa lepas, untung dia tidak curiga."gumamnya kesal,dan tangannya kembali memasang perban dengan cepat di keningnya yang memang baik-baik saja.


Ari mungkin mengira Nana tidak curiga dan merasa aman,terbukti sang istri tidak menanyakan tentang kondisi dirinya dan bagaimana ia bisa mendapat musibah.


.


.


Di dalam kamar mandi Nana hanya diam, otaknya seperti tengah memikirkan sesuatu.


Coba pikirkan,tadi di atas ranjang dia begitu agresif sampai perban yang melingkar di keningnya lepas.di tambah lagi tidak ada luka di sana,terus dia bilang lukanya di bagian kepala belakang.tapi pas aku mau lihat dia tidak membiarkan aku melihat ya,emm tadi juga ketika aku mau menghubungi Mommy, semuanya langsung bilang jangan.apa ini di rencanakan.itulah yang saat ini tengah Nana pikirkan.


Sikap semua orang membuat Nana curiga,di tambah lagi sikap suami bulenya."Bagaimana kalau suamiku berbohong,tapi untuk apa dia melakukan itu semua.apa dia berpikir dengan cara seperti ini aku akan melupakan semua ucapannya di kantor.?"gumam Nana dengan perasaan sedih jika pirasatnya benar.


Tak ingin membuat Ari curiga,Nana memutuskan untuk keluar dari dalam kamar mandi.


Nana membalas senyum dari suaminya,dia berusaha untuk mempercayai sang suami walaupun hatinya berlawanan.


Nana:"Kok masih duduk,yank.?"


Ari:"Nunggu kamu dulu."sahutanya penuh semangat.


Nana:"Ya sudah,sekarang tidur."pintanya.


Ari mengangguk dan merebahkan tubuhnya di bantu sang istri.


Nana menyelimuti tubuh tinggi itu dengan hati-hati,tapi Ari kembali membuat kesalahan dan dia tidak sadar.

__ADS_1


Kenapa selang infus tidak terpasang lagi di tangannya,apa dia sendiri yang melepasnya. tapi itu tidak mungkin,aku ingat betul ketika waktu aku di rawat suster sendiri yang melepasnya.pikir hati Nana.


Mungkin ketika Ari tengah memasang perban yang telepas,dia tidak menyadari sudah melepaskan selang infus dan lupa memasanganya,karna rasa panik,gugup dan takut sudah menyelimuti pikirannya.


Ari terus tersenyum ceria ketika matanya menatap wajah cantik sang istri"Kamu cantik."penuturan itu membuat Nana menyeringai.


Seketika senyuman cerah yang Ari tunjukan luntur,ketika matanya melihat seringai dari istrinya.


Kenapa di menyeringai,tidak seperti biasanya.pikir hati Ari.


Nana:"Kamu pembohong.!"celetukan itu membuat Ari mengerutkan keningnya.


"Aku pembo-


Kalimanya tak sanggup lagi Ari lanjutkan, karna kini matanya menatap tangan sang istri"Itu apa hon.?"Tanya Ari santai.


Rupanya dia belum sadar juga.kesal hati Nana.


Nana terus menarik selang infur dan memasangnya di punggung tangan Ari.


Ari kembali menelan salvirnya ketika istrinya memasang selang infus tanpa jarum di punggung tangannya."Hon.!"tegurnya ketakutan.


Nana:"Mau aku tempel di tanganmu,atau di lubang hidungmu."ucapnya ketus dengan sorot mata penuh amarah.


Ari:"Maaf."ucapnya pelan dengan menundukan kepalanya.


Aku sudah ketahuan,sekarang bagaimana.bingung hati Ari.


.

__ADS_1


.


Upnya dikit,kalian juga ga kasih vote.aku Ngambek nie 😆💔


__ADS_2