ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
PILIHAN PALSU


__ADS_3

Ari dan Nana sama-sama diam dengan Posisi saling berhadapa, dan mata yang saling menatap penuh Arti.


Ari melihat Istri nya begitu kesal Akan apa yang dia ucap kan.


Ari:"Kenapa kamu diam,benar kan ucap ku. kamu tidak mempunyai bukti yang kuat atas Tuduhan mu itu,jadi kamu tidak bisa menuduh saya.!!"Tambah Ari dengan seringai di wajah tampan nya.


Nana di buat mati Kutu Akan apa yang Ari ucap kan.


Kenapa jadi begini, Aku benar-benar Bo**oh. aku sebegitu percaya nya akan semua ucapan nya tempo hari. Gumam hati Nana.


Nana:"Tuan saya tidak menyangka, anda sebegitu liciknya dengan memanfaatkan Gadis Kampung seperti saya." Kesal Nana.


Ari:"Saya tidak perduli, akan semua ucapan yang keluar dari mulut mu itu." Jawab nya.


Nana hanya mampu menggelengkan kepala nya, tanda dia tidak terima akan semua yang Ari ucap kan.


Nana:"Pokok nya saya tidak mau satu kamar dengan Tuan Ari,Tuan dan saya sama-sama orang dewasa. dan kita akan tidur satu ranjang, S-saya takut Tuan Ari akan berbuat Yang tidak-tidak akan diri saya.!" jawab Nana dengan menyilangkan kedua tangan nya untuk menutup Dada mungil nya itu.


Ari hanya diam, dengan Mata yang tidak berpaling dari Wajah istri nya yang menampakan ketakutan.


Aku suka ini, Ekspresi nya membuat ku senang dan bahagia.mari kita lihat, apa sekarng dia masih bisa menolak ku.gumam hati Ari.


Ari:"Apa kamu bilang, saya akan berbuat yang tidak-tidak akan dirimu.?"Tanya Ari dengan mata yang seolah Memindai Tubuh Istri nya yang mungil itu.


Nana hanya mengangguk untuk memberi Jawaban.


Ari:"Dengar Gadis desa, Kamu jangan Besar kepala. saya memilih satu kamar, dan satu ranjang dengan mu. karna kalau nanti kamu tidur di kamar lain, saya takut Barang-barang yang ada di Apartemen saya ini Akan hilang satu per satu.dan satu lagi, kamu jangan takut. saya tidak akan berbuat hal yang tidak penting itu, karna kamu bukan Tipe saya. lihatlah Badan mu saja kurus kering begitu. Dada mu saja tidak terlihat oleh mata ku, bahkan Bibir mu itu tidak terlihat seksi,yang terlihat oleh mata ku ini Dirimu seperti Kucing jalanan."Jelas Ari.


Nana seketika mengepalkan Kedua tangan nya, tanda dia sangat Marah Akan semua Tuduhan, dan Hinaan yang di lontarkan Oleh Suami nya itu.


Nana:"Maaf Tuan Ari, Tapi saya tidak sehina itu. Nenek saya tidak mengajarkan saya untuk perbuatan yang tidak baik,Tuan tidak bisa menuduh saya seperti ini."Ucap Nana dengan berling Ari mata.


Ya tuhan, Kenapa rasa sakit sekali mendapat kan Tuduhan Yang tidak pernah aku lakukan.Lirih Hati Nana.


Ari hanya diam dengan Hati yang tidak karuan, Karna Istri nya menangis lagi akan ulah nya.


Dia menangis lagi akan ulah ku, *dan kenapa** aku merasa kesal melihat dia menangis*..Gumam Hati Ari.


Ari:"Berhenti menangis, Nanti Ari mata mu membasahi lantai ku ini."ucap Ari.


Nana bukan nya menghentikan tanggis nya, dia malah mengencangkan Tanggis nya itu


dan membuat Ari ke bingung akan tanggisan Istri nya yang semakin nyaring terdengar.


Hiks...hiks...hiks...Tanggis Nana dengan Volume yang terdengar menggelegar, menggisi isi Apartemen Mewah itu.


Ari:"Usss... diam lah, jangan menagis lagi. kuping ku sampai sakit mendengar nya."kesal Ari dengan tangan yang menutup Kedua Telingan nya itu.


Nana terus menangis, dan tidak memperdulikan keluhan suami nya.


Rencana ini harus berhasil.Gumam Hati Nana.


Sebenar nya, Nana tidak berniat untuk menangis sekencang itu. dia sedang ber sandiwara untuk melindungi diri nya, dan berharap Ari Membuat pilihan lain.


Nana terus menangis dengan kencangnya, dan Hati yang terus berharap suami nya itu memberi pilihan lain.


Do'a nya seperti di dengar oleh Tuhan, dan Ari pun membuka mulut nya yang tadi diam tak bersuara.


Ari:"berhenti lah menangis, Aku akan memberi mu pilihan."ucap nya tegas.


Nana seketika itu pun menghentikan tanggis palsu nya itu.


Terimakasih Tuhan, kau telah mendengar Do'a ku.dan maaf aku yang telah berbohong. ucap Hati Nana senang.


Nana:"Terimakasih,Tuan Ari."jawab Nana datar.


Sebenarnya Nana masih marah akan Tuduhan, dan Hinaan yang tadi di lontarkan Suami nya itu.tapi Nana akan berusah menerima, dan diam untuk saat ini.


Yang ada di fikiran nya saat ini, adalah melawan Atas ke inginan suami nya itu.


Ari:"Baik lah, saya akan memberi mu dua pilihan.dan ini tidak bisa di ganggu gugat lagi."singkat Ari.


Nana tidak mau teritipu lagi akan ucapan suami nya itu, dan Nana pun tidak akan menerima Dua pilihan itu dengan anggukan kepalannya. kali ini, dia harus berhati-hati.


Nana:"Kalau saya boleh tau, apa isi dua pilihan itu Tuan Ari.?"Tanya Nana.

__ADS_1


Ari:"Yang pasti Dua-dua nya akan menguntungkan dirimu.!"Jawab Ari singkat.


Nana:"Boleh, saya tau Tuan?."


Ari hanya menggelengkan kepalanya tanda dia menolak.


Ari:"Kamu sudah membuang waktu saya yang begitu berharga,aku sudah kehilangan kesabaran ku."kesal Ari.


Seketika itu pun Ari beranjak pergi meninggalkan Istri nya, yang diam mematung.


Tapi ketika Ari akan melangkahkan Kakinya lebih jauh lagi, Baju nya di tarik oleh istrinya. dan Ari pun mengehentikan Langkah nya itu.


Nana:"Maaf Tuan, saya tidak akan bertanya lagi. dan akan menerima apapun isi dari dua pilihan itu. Ucap Nana dengan tangan yang masih mengayun di udara, karna tangan nya sedang menarik Baju Suami nya itu.


Ya Tuhan, Mudah-mudah kali ini dia tidak membohongi ku lagi.Do'a Hati Nana.


Ari seketika Tersenyum penuh kemenangan, karna Rencana nya ternyata Benar-benar berhasil.


Tanpa Nana sadari, Suami nya pun sedang melakukan Sandiwara seperti apa yang Nana lakukan.


Sepertinya Rencana ku berhasil, kamu fikir aku percaya akan tangis mu yang kencang itu. kamu salah, aku bukan orang yang bisa segampang itu di bohongi orang.tidak seperti dirimu yang Bo**oh itu,dasar Gadis Desa.gumam Hati Ari puas.


Ari pun membalik kan Tubuhnya, dan menghadap Istri nya yang diam dalam Harap.


Ari:"Baiklah, dengar ini baik-baik. satu dari dua pilihan ini harus kamu terima, dan aku tidak menerima penolakan."


Nana:"Baik Tuan,Saya mengerti."


Salah satu nya pasti Tidur di dapur, Aku sudah menebak nya dengan baik.dan kalau itu benar, tidak akan jadi masalah untuk ku. lagian Dapur nya pun terlihat nyaman.Gumam Nana dengan Mata yang sesekali melihat Dapur, yang tidak terlalu jauh dari jangkawan Matanya itu.


Dengan Tarikan Nafas dan senyum yang mencurigakan itu, Ari pun menyebutakn Dua pilihan itu.


Ari:"Kau siap.?


Nana:"Saya sangat siap Tuan."Jawab Nana dengan senyum yang mengembang di wajah nya.


Ari:"Pilihan Yang pertama, Kamu tidur satu Kamar dan Satu Ranjang dengan ku.dan saya sudah menebak, kamu pasti tidak mau pilihan yang satu ini."ucap Ari tenang.


Nana hanya menganggukan kepalanya,tanda dia membenarkan akan ucapan suami nya itu.


Nana:"Tuan kenapa anda tidak langsung memberi tahukan saya pilihan yang ke dua itu, saya semakin penasaran."kesal Nana.


Ari:"Oh maaf, kamu pasti sudah tidak sabar.?"


Nana:"Ya tuan.!" Tanya Nana tidak sabar.


Tidur di dapur,Tidur di dapur ku mohon**.Do'a Hati Nana.


Dengan menarik Nafas, Ari pun kembali menyebutkan pilihan yang terakhir.


Ari:"Pilihan yang kedua yaitu, Tidur di dalam kandang Kucing..!!"ucap Ari puas.


Nana seketika itu pun membulatkan kedua matanya, tanda dia tidak percaya dengan pilihan yang kedua yang menurutnya tidak manusiawi itu.


Nana:"Apa saya tidak salah dengar,Tidur di kandang Kucing.?" Tanya Nana.


Ari:"Tidak, kamu tidak salah dengar."


Nana:"Tuan, anda benar-benar tidak punya hati nurani.!!"kesal Nana.


Ari seolah tidak perduli Akan ucapan yang di lontarkan Istri nya itu.


Ari:"Saya memang tidak punya hati nurani, kenapa memang nya ada masalah.sudah cepat kamu mau pilih yang Mana."


Nana:"Saya tidak akan memlilih Dua-duanya."Tegas Nana.


Ari:"Kamu tadi sudah berjanji akan memilih satu dari dua pilihan ini, dan kamu tidak bisa menolak."


Nana:"Saya lebih baik tidur di luar.?"


Ari:"Itu tidak ada dalam pilihan."


Nana:"Anda benar-benar Keterlaluan Tuan Ari."


Ari benar-benar kesal Akan istri yang tidak lekas memberi jawaban.

__ADS_1


Tanpa membuang waktu, Ari pun membungkukkan Tubuh Tingginya itu dan dengan satu kali hentakan. Ari mengangkat Tubuh mungil Istri nya dan meletakan Tubuh Nana di atas pundak nya.


Nana seperti karung beras yang di angkat seorang kuli panggul.


Nana benar-benar terkejut,akan apa yang suami nya lakukan.


Nana:"Tuan,Turun kan saya Tuan. saya mohon.!" teriak Nana dengan tangan yang memukul Area punghung suami nya itu.


Ari seolah tidak perduli akan perlawanan yang di lakukan istri ya.


Ari Terus Mengangkat Tubuh Nana, menuju Sebuah pintu yang di yakini adalah kamar tidur.


Nana benar-benar ketakutan akan tindakan suami nya itu.


Ya Tuhan,Tolong Aku.Do'a Hati Nana.


Nana:"Tuan Anda mau bawa saya kemana, saya mohon turunkan saya jangan seperti ini."bela Nana.


Tapi Ari lagi-lagi tidak mnghiraukan ke inginan istri nya itu.


Ceklek......


Pintu kamar itu pun terbuka, dengan suara benturan pegangan pintu dengan tembok yang menandakan pintu itu di buka dengan sedikit agak keras.


Setelah itu,Ari pun kembali menutup Pintu itu dengan kencang.


Dengan kasar, Ari melemparkan Tubuh Mungil istri nya itu ke dalam kasur yang begitu empuk


Info:Kamar itu begitu Mewah, dan Besar. dengan berabotan yang di pastikan tidak murah pasti nya.


Nana seketika itu pun Meringkuk Ketakutan, dengan kaki yang di tekuk menutup Dadanya.


Nana:"Tuan Ari,Saya mohon Jangan seperti ini. saya belum membuat pilihan, Tapi kenapa Tuan membawa saya ke dalam kamar Tuan.?"Tanya Nana.


Ari dengan posisi berdirinya, dan pandangan mata yang tidak lepas dari wajah istri nya yang menampakan Ketakutan itu pun hanya Tersenyum kecut.


Ari:"kau,sudah membuang Waktu berharga ku."jawab Ari singkat.


Nana:"Maaf kan saya Tuan, baiklah. saya akan membuat pilihan sekarang."Jawab Nana dengan tangan yang mengusap satu sama lain seperti sedang memohon.


Ari:"Sudah terlambat, Waktu mu sudah habis. dan kamu harus menerima pilihan Yang pertama, Yaitu Tidur satu kamar dan satu Ranjang dengan ku."


Nana:"Tapi Tuan, tadi anda tidak memberi saya waktu."jawab Nana


Ari:"Saya lupa."Jawab Ari.


Nana:"Anda tidak bisa berbuat seenak nya Tuan Ari."


Ari:"Ini pilihan saya yang atur, dan masalah waktu pun saya yang atur juga. jadi kamu tidak berkah membantah." Tegas Ari.


Seketika itu pun Ari beranjak naik ke atas ranjang, yang mana membuat Nana ketakutan bukan Main.


Nana:"T-tuan Ari mau apa,jangan mendekat.?"


Ari tidak menjawab akan pertanyaan Istri nya yang sudah sangat ketakutan itu.


Dengan posisi merangkak, Ari menghampiri Istri nya yang terlihat ketakutan. dan tidak lupa Seringari yang nampak menakutan di lihat oleh orang yang ada di hadapan nya itu


Ya tuhan,Tolong aku dari orang ini.Doa Hati Nana.


Sekarang, Ari dan Nana sudah ada di atas Ranjang dengan posisi yang terlihat agak canggung itu.


Karna Nana Masih dengan posisi meringkuk nya,untuk melindungi dirinya.


Sedangkan Ari, masih dengan posisi badan nya yang masih setengah membungkuk.


Mereka Sama-sama Diam tidak ada yang bersuara, hanya suara Dentuman Jantung mereka saja yang saling memburu satu sama lain.


Ari:"Tatap Aku,apa kamu takut pada ku."?Tanya Ari lembut.


🏡🏡🏡🏡🏡


**Not:mungkin beberpa eps ini aku ga masukin konflik dulu ya, mau fokus ke Ari Nana dulu. nanti pas mereka SeDang di mabuk Cinta-cinta nya, aku masukin Konflik dan mungkin menguras Emozi.πŸ˜‚


Maaf ya,kalau cerita aku bertele-teleπŸ™

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA.πŸ˜‡**


__ADS_2