
Mommy Kei seketika mengerutkan keningnya mendengar ucapan dari Nana"Apa!!Rara sudah menumpahkan sup panas di paha putriku,apa aku tidak salah dengar.!!"ucap mommy Kei tidak percaya.
Ari kembali merasa lemas mendengar ucapan mommy Kei yang ada di belakang tubuhnya.
"Son,apa itu benar.?"Tanya mommy Kei yang masih diam tak bergerak.
Ari mengela nafasnya pelan dan mengangguk membenarkan ucapan sang mommy.
"Oh tuhan apa yang sedang terjadi,kenapa kamu tidak membertahukan masalah ini ke mommy."tutur mommy Kei seraya menghampiri Ari.
Ari:"Nana tidak mau memberitahukan ini, mom."Sahut Ari pelan.
Mommy Kei menggelengkan kepalanya tanda kecewa"Tapi Rara sudah menumpahkan sup panas di tubuh Nana dan Kamu diam saja, pantas tadi ketika Rara melihat Nana dia telihat ketakutan.Son kamu benar-benar tidak punya pikiran,sekarang mommy mengerti kenapa Nana marah.ternyata kamu juga tidak berkata jujur siap Rara,mommy kecewa."Keluhan sang mommy membuat Ari membalikan tubuhnya.
Ari:"Mom Ari mohon jangan katakan itu sekarang."sahutnya penuh ketakutan,karena ucapan sang mommy bisa saja membuat Nana semakin membenci dirinya dan mommy Kei mengerti.
"Baik mommy akan diam,sekarang mommy mau kamu membujuk Nana untuk keluar."Tutur mommy Kei dengan suara sedikit lantang,dan berlalu pergi meninggalkan Ari seorang diri di depan pintu kamar.
Ari mendesah pelan,raut wajahnya terlihat kebingungan.dan perlahan ia kembali mengetuk pintu kamar."Honey buka pintunya aku mohon,aku akan menjelaskan semuanya."Pinta Ari penuh keputus asaan.
"Pergi aku ga mau lihat kamu,pergi."jawaban Nana yang terdengar menyakitkan itu membuat Ari mengacak-acak rambutnya karena kesal.
Di mansion ada yang berbeda,biasanya rumah mewah itu selalu ramai dengan banyaknya pelayan yang berlalu lalang.tapi saat ini Semua pelayan seketika menghilang,mereka tidak ada yang berani menunjukan wajahnya. karena sang Tuan muda dan istrinya tengah bermasalah.
"Hon aku tidak mencintai dia sumpah, bagaiman aku bisa mencintai wanita lain. kalau kamu sudah memenuhi isi hatiku honey."Rayuan seribu itu Ari keluarkan untuk membujuk Nana.
Tapi yang Ari dapat hanya satu kata"Pergiii."Hanya itu yang Nana katakan dari dalam kamar.
Kenapa aku malah membual,dia mana percaya.sekarang aku harus bagaiman.gumam hati Ari merasa malu dan kesal akan ucapannya.
.
.
Di dalam kamar Nana terus menangis,karena rasa sakit masih memenuhi hati dan pikirannya."Hiks... hiks....Ya tuhan hiks... hiks.."lirih Nana.
Saat ini Nana masih mendengar suara ketukan pintu dan bujuk rayu suami bulenya, tapi itu tidak membuat Nana luluh rasa kecewa sudah menutupi hatinya.
Rasanya sakit sekali.lirih hati Nana di tengah tangisnya.
Lamanya Ari mengetuk pintu Kamar,selama itu juga Nana tidak berniat membukanya tapi Ari tidak menyerah.
"Hon ayo buka-
"Tuan."Suara pelan itu membuat Ari menoleh dan menghentikan ucapannya.
Ari menatap pelayan yang terlihat ketakutan dengan membawa satu buah koper"Itu koper siap.?"Tanya Ari dengan suara khas orang menahan amarah.
__ADS_1
Pelayan itu menunduk karena takut"Maaf tuan,ini koper milik Nona."Jawab sopan sang pelayan.
Ari mengela nafasnya kasar mendengar ucapan pelayan."Berikan Padaku."pinta Ari dengan menjentikan jari tangannya.
Pelayan itu mengangguk patuh seraya berjalan menghampiri tuan mudanya.
Ari menerima koper milik istrinya dengan lemas.
"Saya permisi,tuan muda."ucap sang pelayan sopan dan membungkuk sebelum pergi.
Ari terus menatap koper berwarna pink milik istrinya"Ini adalah situasi yang sangat menyebalkan,aku pasti tidak di ijinkan tidur bersamanya."Ari merasa geram dengan situasi di mana dirinya dan sang istri sudah di pastikan akan tidur terpisah.
Mengingat itu membuat Ari kembali mengacak-acak rambutnya di depan koper milik Nana,sungguh pemandangan yang cukup memprihatinkan untuk di saksikan.
di tengah prustasinya,Ari mendengar suara langkah kaki"Daddy."ucap Ari ketika melihat kedatangan sang daddy.
Tuan Surya merasa aneh melihat putranya yang tampak menyedihkan"Son ada apa,dan ini koper siap.?"Tanya daddy Surya yang saat ini berdiri di depan putranya,matanya terus menatap intes koper berukuran cukup besar.
Ari hanya menghela nafas,pria tampan itu seolah enggan untuk menjawab pertanyaan dari daddy Surya.
Tuan Surya mengerti,terlihat jelas dari raut wajah yang di perlihatkan putra bulenya itu"Di mana istrimu.?"Tanya Tuan Surya pelan.
Ari:"Dia ada di dalam."sahutnya seraya menunjuk pintu kamar yang ada di belakang tubuhnya.
Tuan Surya menggelengkan kepalanya menandakan tidak percaya"Kenapa kamu selalu saja membuat istrimu bersedih Son, ingat dia tengah hamil tidak baik untuk kandungannya.daddy tidak tahu apa yang sedang terjadi,tapi kali ini daddy tidak mau terlibat kamu harus menyelesaikan masalah ini sendiri."ucap tuan Surya raut wajahnya terlihat kecewa.
Ari hanya mengangguk pasrah mendengar ucapan daddy Surya.
Ari kembali mengangguk tanpa berniat membuka mulutnya.
Tuan surya berjalan menaiki tangga,sesekali calon kakek itu menatap putranya yang masih berdiri di depan pintu kamar."Maafkan daddy son,kali ini daddy tidak bisa membantu kamu."gumam daddy Surya merasa bersalah.
Bukan tanpa alasana pria paruh baya itu tidak bisa membantu putranya,karena tadi sang istri tercinta siap lagi kalau bukan mommy Kei.menghubungi dirinya dan meminta untuk tidak membantu permasalahan yang menimpa putranya.dan tuan Surya hanya mengangguk patuh tanpa tahu apa yang sedang terjadi kenapa anak dan menantunya.
.
.
Nana mulai tenang,hanya saja sisa tangisnya masih terdengar.dan calon ibu itu masih mendengar suara sang suami"Dia benar-benar tidak menyerah."ucap Nana kesal tapi dia tidak mau memperdulikan suaminya.
Di tengah diamnya,Nana merasakan lapar"Ini baru jam lima sora,tapi aku sudah lapar."tangannya mengelus perut buncitnya"Sayang tahan sebantar ya,mommy mohon."pinta Nana dengan senyum getirnya.
Berbarengan dengan itu,panggilan alam membuat Nana beranjak bangun dari duduknya dan berjalan masuk kedalam kamar mandi yang sudah ada di dalam kamar.
.
.
__ADS_1
Ari terus mengetuk pintu kamar,tapi tetap saja sang penghuni kamar tidak bersedia membiarkan dirinya masuk.
Dan di tengah keputus asaan yang sedari tadi ia rasakan,Ari teringat sesuatu."Kenapa tidak terpikirkan olehku.!!"Ari tersenyum penuh arti.
"Di mana pelayan,kenapa mereka menghilang.?"Ari merasa heran dengan keadaan sekitar mansion,karena dia baru sadar kalau pelayan tak terlihat.
"Pelayan...pelayan..!!"Ari berteriak memanggil-manggil pelayan mansion.
Tapi baru saja Ari mengela nafasnya,dari arah berlawana semua pelayan datang berkerumun.
Ari menatap satu persatu para pelayan yang berjejer rapih"Tuan muda."ucap serentak semua pelayan seraya membungkuk.
Ari:"Berikan kunci serep kamar ini."menunjuk pintu kamar lewat ekor matanya.
Semuanya menatap kepala pelayan yang ada di ujung barisan.
Kepala pelayan dengan cepat berjalan menghampiri sang tuan muda Ari.
"Silahkan,tuan."Ucap sopan sang kepala pelayan seraya memberikan kunci yang sudah di pastikan kunci serep kamar tamu.
Ari menerima kunci itu"Kalian semua pergi."pinta Ari tanpa menatap semua pelayan.
"Permisi,tuan muda."Semua pelayan membungkuk hormat dan berjalan pergi untuk kembali bekerja atau bersembuyi entahlah.
Ari tersenyum ceria ketika melihat kunci yang ada di tangannya"Honey aku tidak berduli kalau kamu mau marah."gumam Ari yang tengah memasukan kunci.
Ceklek... Ari tersenyum ceria ketika pintu terbuka."Honey,tolong maafkan aku hon.aku akan men-
Ari menghentikan kalimatnya,karena di dalam kamar ia tidak melihat sang istri.
Samar Ari mendengar suara aneh dari dalam kamar mandi,buru-buru kakinya melangkah.
"Hon maaf,benar aku tidak mencintai dia.dan masalah di restoran aku bukannya tidak marah aku hanya kaget saja.dan aku memaafkan kejadian itu karna aku merasa kasian dia sepertinya tengah kesusahan, sumpah honey aku tidak bermaksud menyakiti kamu.aku sangat mencintai kamu honey.tidak ada orang lain lagi di hatiku pleas percaya,baik aku akan memarahinya,dan aku juga akan meminta manager restoran itu untuk memecat dia.honey kamu dengar."Tutur Ari di depan pintu kamar mandi.
Tapi Ari merasa heran karena sang istri tidak kunjung membuka pintu kamar mandi,bahkan tak ada suara penolakan yang biasanya Nana lontarkan seperti tadi.
Ari merasa ada yang aneh,dan perlahan tangannya menyentuh pegangan pintu."Ho-"
Setelah pintu kamar mandi berhasil ia buka, Ari membulatkan kedua matanya melihat sang istri yang ada di bawah lantai kamar mandi.
"Honey...!!!!"Ari merasa terkejut dengan keadaan Nana.
Buru-buru Ari menghampiri istrinya."Honey kamu kenapa,honey.!!!"ucap Ari ketakutan seraya mengangkat tubuh Nana yang sudah terkulai lemas.
"Mommy...Daddy...."Teriakan Ari mengangetkan semua penghuni mansion.
.
__ADS_1
.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.