ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
JENIA YANG MALANG


__ADS_3

Di mansion,tuan samuel begitu sibuk tengah memerintah lima bawahan kepercayaan nya.


"Daddy,bagaimana ini.jenia belum kembali."raut wajah khwatir terlihat jelas di tunjukan nyonya samuel,mommy jenia.


Samuel:"Tenang mom putri kita akan baik-baik saja."memeluk istrinya memberi ketenangan.


Di mana kamu sayang,kenapa belum pulang. ini sudah jam sebelas malam,dan kenapa tidak mengatakan telepon daddy.batin samuel.


Samuel:"Kalian cepat pergi,dan jangan kembali sebelum kalian menemukan putriku."memerintah dengan nada tinggi.


"Baik tuan."sahutnya serentak dari kelima pria bertubuh tegap,dan kelimanya membungkuk berlalu pergi dengan tergesa-gesa.


.


.


Di dalam kamar yang lumayan luas dengan lampu yang sedikit redup,menyinari dua anak manusia yang tengah asik di dalam selimut tebal.


Ya,mereka adalah jenia dan pria misterius yang saat ini tengah asik menggagahi jenia.


"Ternyata kamu masih perawan cantik,aku begitu beruntung malam ini."ucapnya di sela aksinya.


Jenia yang ada di bawah pria itu,hanya mendesah dan menjerit merasakan sakit bercampur kenikmatan yang baru dia rasakan seumur hidupnya.


Pria itu terus melancarkan aksinya,perbuatan bejatnya akan membawa pengaruh besar terhadap jenia areba kedepannya.


.


.

__ADS_1


Ari terus tersenyum di belakang tubuh istrinya.


Nana:"Pelan-pelan yank,sakit."keluhnya kepada suaminya yang tengah berusaha mengeluarkan sisir di rambutnya.


Ari:"Kok bisa sih hon,sisir terjebak di rambutmu.?"terheran-heran pasalnya sisir itu tergulung rapat.


Nana:"Tadi aku menyisir rambut ku pelan,tapi sampai di ujung rambut.sisirnya macet,dan aku paksakan.tapi hasilnya malah begini."jelasnya dengan suara manja.


Ari tidak menjawab,dia hanya tersenyum geli. dan terus berusaha melepaskan sisir yang masih terjebak di rambut panjang istrinya.


Cukup lama Ari mengeluakan sisir itu,sampai terdengar suara"Berhasil."ucapnya senang, dan mengacungkan tangannya yang berhias sisir dengan beberapa helai rambut panjang istrinya.


Nana berbalik dan dan tersenyum senang."sini sisirnya."dengan cepat menarik sisir itu dan berlalu pergi tanpa berkata apa-apa.


Ari menatap istrinya yang kembali masuk ke dalam kamar mandi.


Ari:"Udah gitu aja.!"ucapnya bingung,dan perlahan berdiri dari dudukunya untuk masuk ke dalam kamar mandi mengikuti istrinya.


Nana melirik wajah tampan suaminya,lewat pantulan cermin"emm."sahutnya seolah malas untuk membuka mulutnya.


Ari tersenyum kecut dan memeluk istrinya dari belakang.


Ari:"Kamu masih marah.?"bertanya dengan mencium pundak nana.


Nana:"Sedikit."jawaban itu membuat Ari tersenyum dan melingkarkan kedua tangannya di depan perut nana erat.


Ari:"Aku minta maaf,karena tidak mengatakan yang sebenarnya."penjelasan itu di jawab anggukan dari nana.


Nana:"Jangan ulangi lagi,ok."tersenyum dan mengusap pelan tangan suaminya.

__ADS_1


Ari mengagguk"Hon,jangan lakukan hal yang seperti tadi.aku takut kamu terluka."


Nana:"Aku juga heran,kenapa aku bisa berbuat seperti tadi."otaknya kembali memutar adegan di mana dirinya dan jenia bergulat.


Ari:"Jangan lakukan lagi,tetaplah menjadi istriku yang kemarin."kembali mencium pundak istrinya.


Nana mengagguk dan menyandarkan tubuhnya:"Maaf,aku tidak akan melakukan hal itu lagi."


Ari:"Beri aku ciuman."


Mendengar itu membuat nana membalikan tubuhnya."Kamu bau,dan belum ganti baju."ucapnya cepat dan berlari meninggalkan suaminya.


Ari:"Honeyyy,awas ya."merajuk dan tersenyum bahagia.


Mari kita buat baby.tersenyum penuh arti di saat tangannya lincah membuka satu persatu pakayannya.


.


.


Pagi hari yang cerah datang dengan cepat....


Jenia membuka matanya pelan,dan menatap asal kamar hotel.


.


.


Note:"Besok lagi ya,sedikit ya bonusnya.aku sudah mengantuk nie,otaknya penuh ide tapi tidak dengan tenagaku.😂

__ADS_1


Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.


__ADS_2