ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
INI YANG TERBAIK


__ADS_3

Ketika sudah sampai kamar,nana diam sejenak.dia merenung dengan rencananya. apa dia tetap pergi meninggalkan suaminya, atau tetap diam menunggu sampai suaminya pulang.


Nana:"Ya tuhan,apa yang harus aku lakukan. saat ini aku benar-benar bingung."berpikir dengan keras.


.


.


.


Ari tengah tidur dengan nyenyak di atas sofa ruang kerja Aldy temanya.


Sedangkan Aldy begitu sibuk dengan berkas-berkas di dengan meja kerjanya.


Mata Aldy sekilas melihat temannya itu,dan dia hanya menggelengkan kepalanya.


Aldy:"Ternyata rumit juga hidupmu,Ri."gumam aldy pelan.dan dia kembali penatap berkas.


.


.


.


Nana membuka koper kecil miliknya yang berwarna pink,dia mengambil baju miliknya yang dia pakai ketika pertama kali datang ke kota suaminya.


Nana waktu datang dulu tidak membawa satu bujupun karena dulu Ari melarangnya,dia hanya membawa baju yang dia pakai.


Bajunya begitu sederhana,hanya kaos berlengan panjang,dan rok panjang.nana tidak membuangnya dia menyimpannya dengan baik.


Dengan cepat Tangan mungilnya mengambil baju miliknya yang sudah terlihat lusuh itu.


Nana tersenyum getir,dan membawa baju itu ke dalam ruang ganti di dalam kamar mewahnya.


Setelah memakai baju miliknya,dia bercermin dan sekilas dia kembali tersenyum.


Nana:"Ini adalah nana yang sebenarnya,gadis dari Desa."gumam nana yang tengah mengikat rambutnya di depan cermin.


Setelah itu dia beranjak menghapiri meja kerja suaminya,dia mengmbil secarik kertas dan mulai menulis dengan linangan air mata.


.


.


Perlahan mata Air terbuka,dia mengusap pelan wajahnya.matanya menatap langit-langit ruang kerja Aldy.


Dia beranjak bangun dari tidur nyenyaknya.


Aldy yang melihat temannya bangun,hanya bisa diam dan memperhatikan.


Ari:"Jam berapa,sekarang.?"suaranya begitu pelan tapi aldy masih bisa mendengarnya.


Aldy:"Baru jam 2siang.kenapa,kau mau pulang.?"Matanya menatap jam di tangannya. dan dengan kesal Aldy menatap tangan Ari yang terdapat jam di tangan kanannya,tapi aldy hanya tersenyum kecut.


Ari diam di posisi duduknya dan tidak menjawab ucapan Aldy.


Aldy:"Kau mau,pulang.?"Ulangnya penasana.


Ari:"Kau mengusirku.!"menatap tajam.


Aldy:"Tidak"Kembali pokus dengan pekerjaannya.


Ari menyandarkan tubuhnya malas,dia kembali mengingat masalah yang sedang terjadi.otaknya seolah mati dan tidak bisa berfikir.


Tak lama Ari menatap Aldy yang tengah duduk di depan meja kerjanya.


Ari:"cepat selesaikan pekerjaan mu,kita pergi.!"tiba-tiba memrintah.


Aldy kembali menatap Air dengan menaikan alisnya.


Aldy:"mau kemana.? "penasaran.


Ari:"kita,ke Club malam.!"jawabnya santai.


Aldy berdiri menghampiri temannya itu,dia duduk di samping Ari dan menatap lekat.


Aldy:"Apa aku tidak salah dengar.?"Masih menatap intes.


Ari:"Memangnya kenapa,kita belum pernah ke sana bukan.?"sahutnya.


Aldy:"Memang,tapi apa kamu yakin.?"

__ADS_1


Ari:"Kenapa memangnya,kita suka minum-minum alkohol.bukankah sama saja."sahutnya santai.


Aldy tidak menjawab,dia hanya diam dengan tatapan tajam.


Ari:"Kenapa kau menatapku,seperti itu.!"Heran nya.


Aldy menggelang dan membuang tatapan tajamnya itu.


Ari:"Kau telpon saja si kevin,nanti sore kita pergi."berbicara dan beranjak bangun perlahan dia berjalan ke arah kamar mandi yang ada di dalam ruang kerja Aldy temannya.


Aldy kembali diam,dia tidak menanggapi. matanya terus menatap langkah kaki Ari.


Aldy:"Kenapa dia jadi begini."gumamnya pelan.


Tak lama dia beranjak bangun dan berjalan ke arah meja kerjanya untuk menghubungi Kevin.


.


.


.


Nana tengah duduk di atas sofa dengan linanga air mata,dia menatap asal ruang kamar mewahnya.


Perlahan tangan kirinya membuka cincin yang berukuran kecil berhias permata.


Nana:"Ya tuhan,aku hanya ingin dia bahagia.hiks...hiks..."menagis dan perlahan menyimpan cicin yang di yakini adalah pengingat rumah tangga mereka,di atas kertas yang sudah di lipat dengan baik.


Dengan berat hati nana berdiri dan melangkah keluar kamarnya.


Di setiap langkahanya,dia tak henti mengangis dengan pilu.begitu berat untuk menggambil keputusan ini,tapi apa boleh buat.melihat reaksi suaminya membuat nana mengambil jalan untuk pergi menjauh dari Ari suaminya.


Aku tidak bisa bersamamu yank,kamu terlalu sempurna untuk wanita sepertiku.aku doakan semoga kamu mendapatkan wanita yang bisa memberikan seorang anak untuk penerus perusahanmu.lirih hati nana di tengah tangis pilunya.


Kini nana sudah sampai di depan pintu luar rumahnya,tangannya membuka pintu dengan pelan.tapi sebelum dia keluar dia kembali menatap Area rumahnya dengan senyum getirnya.


Nana:"Aku memang tidak pantas tinggal di rumah sebagus ini."gumamnya pelan.


Ketika sedang asik memandang Area dalam rumahnya,dia mendengar suara mesin mobil di luar gerbang.


Nana berjalan keluar untuk melihat mobil itu,dan melihatnya di sela-sela gerbang bercat putih.


Di luar gerbang terdapat satu buah mobil berwarna abu muda yang di yakini mobil itu yang di pesan nana,melalu sebuah aplikasi layanan online.


Walupun nana baru satu bulan mempunyai hp, tapi dia sudah bisa menggunakannya dengan baik.dia tidak sebo**oh itu.


Perlahan nana membuka gerbangnya dengan kunci cadangan,yang ada di dapur tempatnya di sisi lemari es berukuran besar.


Gerbang di buka dengan pelan,dan tidak sepenuhnya dia buka hanya.cukup untuk dia keluar saja.


Melihat seseorang keluar dari dalam rumah mewah di depanya,pengendara mobil online itu membuka kaca mobilnya dengan cepat.


Nana:"Bisa tunggu sebentar,ada yang tertinggal di dalam."ucapnya dengan sedikit membungkuk di depan pintu mobil.


"Ya de,saya tunggu."sahutnya sopan.dia bahkan tersenyum.


Nana mengangguk dan membalas senyuman pengendara itu.


Dengan cepat kakinya kembali masuk kedalam ruamhnya.


"Dia seorang pelayan tapi dia terlihat cantik, sayang sekali.coba saja dia jadi anakku,pasti aku senang sekali."gumamnya pelan dengan mata yang terus menatap rumah mewah calon pelanggannya.


pengendara mobil online yang di pesan nana dia adalah seorang ibu-ibu yang mungkin umurnya sekitar 30tahun atau lebih,dan kenapa dia menyangka nana sebagai seorang pelayan.karena nana sendiri menggunakan baju miliknya yang dia bawa dari desanya.


Nana menyambar sebuah papper bag berwarna hitam yang berukuran sedang,di dalamnya hanya berisi roti,air mineral,dan dompet.hanya itu yang di bawa.


Perlahan dia kembali berjalan ke arah luar rumahnya,matanya terus menatap Area dalam pintu luar yang ter sambung langsung dengan ruang tamu.membuat nana menatap sekilas ke arah langit-langit ruang tamunya.


Dia menatap sebuah menda aneh yang berukuran kecil di atas lukisan beukuran besar,dia menatap lekat.


apa benda itu yang mengetahui semunya,tapi apa mungkin.sayang aku ini bo**oh sampai tidak mengetahui beda itu.gumam hati nana.


Dengan sepontan nana menatap melangkah menghampiri benda aneh pikirnya,yang di yakini sebuah Camera Cctv.


Dia berdiri di depan camera Cctv itu.


Nana:"Aku pergi,tapi kamu tenang saja.A-aku tidak membawa apa-apa.hiks... hiks.... semoga kamu bahagia tuan Ari.hiks...hiks....Selamat tinggal."lirihnya dengan melambaikan tangannya ke arah Camera Cctv.


Setelah itu dia mengusap pipinya yang basah, tanganya merogok kedalam papper bag di tangan kanannya.dia mengambil sebuah kacamata dan masker untuk menutup wajahnya.


Dengan berat hati dia menutup pintu gerbang dan tak lupa menguncinya,setelah gerbang terkunci nana menyimpan kunci serep di balik pot besar yang tidak jauh dari gerbang.

__ADS_1


Selamat tinggal tuan Ari,maaf aku pergi seperi ini.semoga kamu selalu bahagia.lirih hati nana.


Tak lama mobil yang di pesannya melaju membawanya.


.


.


.


Ari tengah duduk dengan mengunyah makanan,tidak di pingkiri dia begitu lapar.dan dia menyerah akhirnya aldy memesankan maknan untuk Ari.


Aldy sudah selesai dengan kerjaanya,terlihat dari tanganya yang menutup pelan laptopnya.


Pintu kerjanya kembali di buka dengan cepat, dan menampakan seorang pria yang lagi-lagi tampan.


"Ehmzz."laki-laki itu membuat kedua temannya menatap ke arahnya.


Aldy:"Kau sudah sampai."tegurnya dan berjalan ke arah sofa yang di duduki Ari.


Kevi:"Aku sudah ada di sini,berarti aku sudah sampai."menjawab asal,dan berjalan menghampiri Ari yang tengah duduk di atas sofa.


Ari tidak menghiraukan kedatangan kevin,dia kembali memakan makannya.


Mata kevin menatap intes aldy yang kini duduk di depannya.


Aldy mengerti dengan tatapan kevin,tapi dia hanya diam tidak bersuara.


Ari sudah selesai dengan urusan makan siangnya yang sebenarnya sudah terlewat itu.


Dia mengakhirnya dengan menghabiskan Air mineral yang ada di dalam gelas.


Aldy dan kavin hanya diam memperhatikan gerak-gerik Ari,mereka menunggu dengan sabar.


Ari:"Kita akan pergi ke club malam."memecah keheningan.


Kevin:"Apa aku tidak salah dengar."Reaksinya sama persisi dengan Aldy ketika mendengar itu.


Ari:"Kau tidak mau."Menatap tajam kevin.


Kevin:"Aku mau,tapi aku hanya heran saja.ada apa,kau punya masalah.?"Tanyanya penasaran.


Ari:"Tidak usah banyak bertanya,ikut saja."Jawabnya dan kembali menyandarkan tubuhnya di belakang sofa.


Kevin:"Aku akan ikut,tapi kamu harus memberi tahukan masalah mu kepadaku."ucapan kevin membuat Ari menutup matanya malas.


Ari:"Aldy,kau jelaskan.aku tidak mau membuang waktuku lagi."Meminta dengan suara malas.


Aldy menatap Ari tidak percaya,dia ingin menolak tapi itu tidak mungkin.dan dengan menarik nafasnya kesal,dia menatap kevin yang tengah menatapnya penasaran.


Aldy menceritakan semua permasalahan yang menimpa Ari dengan malas,kevin hanya mengagguk-anggukan kepalanya.


Ari:"Kau sudah mendengarnya."tegurnya cepat,setelah aldy selesai menceritakan masalah rumah tangganya.


Seketika kevin tertawa kecil dengan menyandarkan tubuhnya pelan.


Ari membuka matanya dengan cepat,setelah mendengar tawa kecil kevin.


Ari:"Kenapa kau tertawa,apa yang lucu.?mendudukkan tubuhnya tegap dan kembali menatap tajam kevin.


Aldy hanya diam dia memperhatikan tatapan tajam Ari,kepada kevin.


Kevin:"Kau tau Ri,saat ini istrimu membutuhkanmu.bukannya meninggalkan dia seperti ini.apa lagi pergi ke tempat seperti Club malam,apa kau tidak kasian.dia mungkin tengah menangis sendirian,dia butuh suport dari kamu suaminya.bukannya meninggalkan dia."jelas kevin nada suaranya begitu mengebu-gebu.


Aldy menatap kevin tidak percaya,temanya yang bisanya bertingkah konyol kini berbicara dengan begitu gagahnya.


Makan apa dia hari ini,ucapanya terlalu benar. tadi kenapa aku tidak bicara seperi itu.batin aldy.


Ari diam sejenak,matanya terus menatap kevin.tapi kali ini tatapan matanya tidak setajam pis*u.


Apa yang sudah aku lakukan,kenapa aku pergi.dia tadi menangsi dan aku malah pergi, ari kenapa kamu bisa bod**oh begini. sesal hati Ari.


.


.


.


Note:"Maaf kan aku yang slowup semuanya,kemain badanku tidak bisa di ajak kompromi.alhmdulilh sekarang sudah sehat kembali.oh ya,aku mau biang.ISTRI KU GADIS desa up setiap hari,jam nya mungkin maju mundur cantik.sehari bisa satu eps,dua eps, atau tiga eps.jam up tidak bisa di prediksi ok, karena ke sibukan di dunia nyata itu tidak ada habisnya.😆


Jangan lupa vote ya,dan maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2