
Flashback....
Tak lama mobil yang membawa nana berhenti di depan gedung yang menjulang tinggi.
Sekertaris jaka keluar dari mobil,dan membuka pintu belakang mobil supaya nona mudanya bisa keluar.
"Silakan nona." ajak Jaka.
"Terimakasih." sahut Nana.
Matanya terus saja menatap bangunan yang ada di depan matanya.
"Ini kantornya.?" tanya Nana penasaran.
"Betul Nona, mari Nona, tuan sebentar lagi makan siang."ajak jaka dengan tangan mengayun untuk mengajak nana masuk.
"Nona,di dalam sepertinya ada teman-teman tuan muda.!"ucap jaka di sela langkahnya.
"Benarkah." Nana menyahut dengan antusias.
Ini bagus,sekalian aku menyapa mereka. sudah lama tidak bertemu,untung aku bawa bekalnya agak banyak.gumam hati nana.
"Nona biar saya bawakan bekal untuk tuan muda."
"Tidak usah,biar saya saja."jawab nana lembut.
Sekertaris jaka hanya mengangguk akan penolakan nona mudanya itu.
Cukup lama mereka berjalan,sesekali mata para pegawai menatap nana.
Tapi sebagain dari pegawai itu sudah mengetahui bahwa perempuan yang sedang berjalan dengan sekretaris jaka adalah istri dari atasan mereka.
ketika sudah sampai di depan lift Nana diam sejenak.
"Sekertaris jaka,apa kita akan masuk.?"tanya nana dengan ekspresi ketakutan.
"Betul nona,apa nona merasa tidak nyaman.?"sahut jaka penasaran.
Sekretaris Jaka sudah mengetahui akan insiden tempo hari yang menimpa nona mudanya.
Ruang kerja Ari ada di lantai 10,jadi itu artinya nana harus masuk ke dalam lift.
"Sedikit." jawab Nana pelan.
"Ya sudah, Nona tunggu di sini.saya akan memberitahukan kepada tuan muda.kalau nona datang kekantor.?"usul jaka.
Bagaimana ini,aku benar-benar takut.tapi aku ingin mengantarkan bekal makan siang ini untuknya.
Dengan keyakinan nana membuang rasa takut nya,demi bekal makan siang yang ada di tangannya.
"Tidak usah,saya akan masuk."ucapnya gugup.
"Apa,anda yakin nona.?"tanya jaka.
"Ya saya yakin."sahutnya tenang,tapi tidak dengan detak jantungnya yang memburu karna takut.
Setelah melewati rasa takutnya yang besar, akhirnya nana sudah sampai di lantai 10 tepatnya ruang kerja suami bulenya.
Dengan perlahan Nana melangkah mengikuti sekertaris jaka.
"Silahkan nona,tuan ada di dalam."ucap jaka yang tengah berada di depan pintu ruang kerja Ari.
"Terimakasih,apa anda tidak masuk.?"
Jaka menggeleng pelan "Tidak nona."
Nana hanya diam melihat sekretaris Jaka yang membungkuk dan pergi begitu saja.
Secara perlahan Nana menarik nafas dan tak lupa merapihkan baju dan rambutnya.
"Ok, kita sekarang masuk aku benar-benar gugup mudah-mudahan dia tidak marah aku datang." gumam Nana di balik pintu kerja suaminya.
Dengan perlahan,nana membuka pintu kerja Ari.
Flashback Of
"Permisi!" ucapnya dengan senyum yang terlihat di wajah cantiknya.
"Hon." Ari terkejut melihat Nana yang menyembul dari balik pintu.
keempat pria bule itu menatap pintu yang terbuka,dan menampakan wanita cantik di sana.
"Maaf,apa saya menggangu."ucap nana gugup.
keempat nya hanya diam,begitu pun Ari yang masih tidak percaya istrinya yang dia rindukan ada di depan matanya.
Tak lama.kevin yang memang tidak bisa diam akhirnya memecah keheningan di dalam ruangan yang nampak luas,dan berkelas itu.
"Tidak sama sekali."sahut kevin yang tadi diam tak bersuara.
Ari dengan sigap menghampiri istrinya yang masih diam di ambang pintu.
Dengan mata yang nampak menyeramkan,Ari terus menatap istrinya.
Melihat Ari menghampiri dirinya,Nana seketika menunduk ketakutan.bahkan senyumnya yang tadi terlihat di wajahnya kini hilang seperti uang di dalam dompet ku.
Kevin dan aldi merasa canggung dengan situasi ini,karna mereka melihat ekspresi Ari yang begitu menakutkan.
"Kita harus keluar sekarang,Ari seperti nya tidak suka istrinya datang."bisik kevin di telinga Aldi.
__ADS_1
Aldi memberi respon dengan anggukan kepala.
Raihan hanya diam dengan mata yang terus menatap Nana.
Dia cantik, aku suka melihat senyumannya kagum raihan.
"Baiklah,kita pergi saja.sebentar lagi makan siang,kita akan makan di luar.Ayo."usul aldi dengan melirik Kevin,dan raihan.
Kevin dengan cepat menarik jas raihan,karna raihan hanya diam dengan mata yang terus menatap Istri dari temanya.
Ketiganya berjalan dengan pelan,Dan melewati kedua suami istri yang masih diam di ambang pintu.
Raihan hanya bisa diam ketika kevin menarik jasnya.
Di mana si ari bisa mendapatkan wanita secantik dia.?"gumam hatinya dengan langkah kaki yang mulai meninggalkan ruang kerja Ari.
Kini ketiga bule itu sudah keluar dari gedung Atmaja grup.
"Kita akan makan siang dimana."tanyanya.
"Terserahlah.di mana saja."sahut kevin
"Kalian berdua pergi saja,aku akan kembali kekantor."ucapnya dan pergi menuju mobil miliknya.
Aldi dan kevin hanya diam melihat kepergian raihan.
"Sekarang,kita makan berdua saja bagaimana.aku sudah lapar."rengeknya.
"Let's go."sahut Aldi dan masuk kedalam mobil miliknya,di susul kevin yang mengikuti mobil aldi dari belakang.
Dengan pelan mobil mereka melaju meninggalkan kantor Ari.
.
Kedua suami istri itu masih diam di posisinya,
Di dalam ruangan itu begitu sunyi.hanya terdengar suara jam yang berdetak mengikuti detak jantung Nana.
Dia marah,ya tuhan apa yang harus aku lakukan.lirih hati Nana.
Dengan kasar Ari menarik nafasnya,dan detik berikutnya.Ari menggenggam tangan nana dan membawanya untuk duduk kursi kerjanya.
Nana tidak melawan,dia hanya diam ketika Ari menarik tangannya.
Kini nana tengah duduk di kursi kerja suaminya,bahkan kotak makan siang yang tadi ada di tangannya sekarang berada atas pangkuan Nana.
Dengan posisi berdiri di depan istrinya,Ari masih saja diam.dia masih menatap nana yang sedang memeluk kotak berukuran sedang di atas pangkuannya itu.
"Maaf."ucap nana gugup.
"Kenapa meminta maaf? "sahut Ari dengan wajah tanpa ekspresi.
"Kedatangan ku pasti membuat mu tidak nyaman."
Ari tidak menjawab,dia hanya diam dengan tangan yang menyilang di depan dadanya.
"Ya sudah aku pulang saja,ini kotak makan siangnya dan hp kamu yang tertinggal. maaf,kalau ke datang ku membuat mu tidak nyaman."ucap nana lembut berbarengan dengan tangan yang mengangkat kotak yang tadi ada di pangkuannya,dan hp Ari yang tadi ada di tas kecilnya.
Setelah itu,Nana pun berdiri dan berniat untuk melangkah keluar dari ruang kerja suaminya.
Tapi dengan sigap Ari mendudukkan kembali tubuh Nana di kursi kerjanya
"Duduk."
Tubuh nana kini kembali di posisinya.
"Aku mau pulang saj-
Ucapannya terputus,karna Ari dengan cepat menabrakkan bibirnya ke bibir Nana.
Mereka berciuman dengan posisi Nana yang duduk di atas kursi kerja ari,dan Ari yang membungkuk untuk meraih bibir mungil istrinya.
Di dalam ruang kerja Ari yang tadi sunyi,kini berganti dengan suara ******* yang keluar dari mulut mungil nana.
Nana mendesah pelan,karna Ari dengan ganas terus menjelajahi Area bibir dan leher putihnya.bahkan tangan nya tengah lincah di atas gunung nana.
Di benak nana,ini adalah zona berbahaya.dan dengan cepat nana mendorong tubuh suaminya yang sudah di penuhi nafsu yang memburu.
"Kenapa?" Tanya Ari.
"Ini bukan di kamar." ucap Nana mengingatkan.
"Ya sudah,ayo kita pulang."ucap ari yang sudah di kuasai nafsu.
"Ini kan masih jam kerja,masa pulang."sahut nana tidak percaya.
"Memangnya kenapa,ini kan kantor ku. siapa yang berani melarang ku."jawab ari kesal.
Aku lupa,ini kan kantornya.gumam hati nana.
"Bukan begitu yank,tapi kan kamu bosnya.dan kamu juga harus memberi contoh yang baik untuk karyawan mu."sahut nana lembut.
"Honey,kamu pintar juga."puji Ari dengan tangan yang mencubit pipi nana.
Nana kini dapat tersenyum dengan senang, karan suaminya sudah tidak terlihat marah.
"Sekarang sudah tidak marah lagi?"tanya nana lembut.
"Masih marah."jawab ari yang langsung merubah ekpresinya yang tadi tersenyum,kini cemberut.
__ADS_1
"kamu,ga suka aku datang.?"Tanya nana.
"Kenapa tidak bilang sebelumnya,kalau kamu mau datang.?"jawab Ari yang masih menekuk wajah tampannya.
"Kan kejutan,kalau bilang dulu.namanya bukan kejutan."jawab nana lembut.
Ari saat ini memang tengah kesal karna istrinya datang ke kantornya tanpa sepengetahuan dirinya,tapi bukan karna malu atau tergangu.tapi Ari tidak suka Nana keluar dari rumah mereka.
"Aku ga suka kamu keluar dari rumah,aku ga mau ada laki-laki yang melihat mu honey."terang Ari yang tengah memeluk tubuh mungil nana.
"kamu lucu yank,masa aku ga boleh keluar rumah.ada-ada aja."sahut nana dengan tawa kecilnya.
"Aku serius hon,aku ga suka ada laki-laki yang menatap mu dan sejenisnya."sahut Ari dengan ekspresi wajah yang nampak serius.
Nana hanya diam melihat raut wajah suaminya yang saat ini tengah menatap ke arahnya.
Apa dia mencintaiku. tanya hati nana.
"Ok, sekarang kamu makan siang dulu ya.ini sudah jam makan siang."Nana mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Ari untuk makan.
"Tapi kamu harus janji,kedepannya jangan keluar rumah sendirian ok.kamu hanya akan keluar hanya dengan ku."tanya Ari.
Dengan menelan air liurnya Nana hanya mengangguk untuk memberi jawaban.
"Beri aku ciuman." bibir Ari sudah manyun seperti biasa.
"Tuan ini,banyak maunya ya." ucap Nana gemas.
Tak lama mereka kembali berciuman mesra
Ari begitu manja kepada istrinya,di atas sofa nana tengah menyuapi bayi besarnya.
"Hon,baju mu berlebihan.aku ga suka liat kamu pake baju seperti ini." seperti biasa Ari akan protes.
"Terus,aku mesti pake baju apa."sahut nana malas.
"Yang biasa saja,dan kamu pakai parfum ya hari ini.?"tanya Ari yang tengah mengunyah makanan yang di bawa nana.
Dia benar-benar berlebihan,masa aku harus pakai daster datang ke kantornya.kesal hati nana.
"Baju yang aku kenakan sudah sangat sederhana yank,masa aku datang ke kantor mu pakai daster.biasa-bisa nanti aku jadi bahan tertawaan mereka,dan masalah parfum,aku lupa."jawab nana berhias senyum di wajahnya.
"Siapa yang berani mentertawakan istri ku."kesal Ari.
Bule ini benar-benar tidak bisa di percaya.gumam hati nana.
"Sudah yank jangan di bahas lagi, sekarang habiskan makannya ya."sahut nana.
"Kalau ada orang yang menyakiti mu atau mempermalukan mu,aku tidak akan segan-segan menghancurkan hidupnya."Ari begitu menggebu-gebu dengan ucapannya.
"Ya," jawab nana senang.
"Ingat. Ini yang terakhir kamu keluar rumah sendirian."
"Siap bos."sahut nana dengan tangan yang terangkat di dekat alisnya.
Nana begitu senang dengan perubahan sikap suaminya,Ari dulu begitu buruk memperlakukannya.tapi sekarang Ari malah bertingkah seperti anak kecil terhadap nana.
Ya tuhan,walupun kami belum mengutarakan perasaan cinta kami.tapi aku begitu bahagia. jika di depan nanti ada badai yang berusaha memecah belah rumah tangga kami,aku mohon kuat rumah tangga kami. harap hati nana dengan mata yang terus menatap suaminya yang tengah mengunyah bakso buatannya.
"Sudah habis."ucap nana dengan tangan yang mengangkat kotak itu ke udara.
"Nanti makan malam,buat ini lagi ya hon."pinta Ari.
"Boleh,tapi dengan satu syarat.?"
Ari yang tengah duduk bersandar di pundak nana,kini menatap orang yang ada di sisinya.
"Syarat apa.?"tanya Ari penasaran.
"dagingnya abis,jadi harus di beli.boleh ya,aku pergi belanja.?"pinta nana.
"Boleh kenapa tidak."sahut Ari santai.
Nana senang bukan kepalang,dia akhirnya bisa keluar rumah walaupun itu hanya berbelanja.
"Makasih yank."jawab nana senang,dan dengan tidak sadar nana mencium pipi Ari.
Ari:"Tidak masalah,tapi tunggu suamimu ini menyelesaikan pekerjaannya ok.!"jawab ari.
Kini Ari tengah berjalan ke arah meja kerjanya.
Nana yang tadi tersenyum senang,kini diam dengan kedua bola mata menatap pergerakan suaminya.
"perginya sama kamu.?tanya nana penasaran.
"Jangan harap kamu bisa pergi sendiri."sahut Ari.
Jangan berharap lebih nana.
Ari hanya tersenyum senang,karna istrinya kini tengah menekuk wajah cantiknya.
Kemana pun kamu pergi,mataku ini akan selalu mengawaimu.gumam hati Ari.
.
Di tempat lain,seorang laki-laki tampan tengah duduk di kursi kerjanya.bahkan matanya terus menatap langit cerah yang ada di luar jendela ruang kerjanya.
"Kenapa wajah cantiknya tidak bisa hilang dari pikiranku ini,apa yang harus aku lakukan"ucap laki-laki tampan itu.
__ADS_1