
Ari terus berjalan cepat berniat keluar dari hotel,tapi seketika ia berhenti.wajahnya yang tadi tersenyum bahagia kini berganti murung dan datar.
Jaka juga menghentikan langkahnya di belakang tuan muda Ari.
Dalam diam Sekertaris tampan itu tersenyum,melihat apa yang matanya lihat.
Terimakasih tuhan engkau memang baik.senang batin Jaka.
Berbeda dengan Jaka,Ari nampak sedih"Honey."lirih Ari di depan hotel.
.
.
Nana terus menatap rumahnya yang hampir satu tahun ini ia tinggalkan,seolah bermimpi bisa pulang kedesa membuatnya menitikan air matanya karna senang.
Pak Jaya mematikan mesin mobil di depan rumah sederhana milik Nana,pria tua itu keluar dan membuka pintu belakang mobil"Silahkan,Nona."
Sebelum keluar,Nana mengusap pipinya yang basah"Terimakasih,pak."Sahutnya pelan.
Kakinya perlahan menginjak tanah yang nampak basah mungkin hujan baru saja turun.
Nana menatap sekeiling rumahnya yang nampak asri dan sejuk,padahal waktu sudah sore.
ya tuhan aku seperti bermimpi bisa pulang kedesaku,rasanya sangat menenangkan. terimaksih tuhan.batin Nana yang masih betah menatap sekitar tempat tinggalnya.
Dari kejauhan Nana melihat beberapa tetangga yang ada di rumahnya masing-masing tengah menatap dirinya,tanpa mau mendekat.
Nana tersenyum kearah para tetangga"Pak, apa kedatangan Nana kedesa membuat tetangga tidak nyaman.?"Tanya Nana sedih, karena dirinya bagaikan orang asing.
"Tidak Nona,mereka tidak berani mendekat karna saya melarang.itu semua perintah tuan besar Nona."Sahut pak Jaya yang tengah mengeluarkan koper milik Nana.
Nana memutar tubuhnya kearah pak Jaya"Daddy yang mengatakan itu.?"Tanya Nana tidak percaya.
Pak Jaya mengangguk membenarkan "Betul,Nona."Sahutanya cepat.
Nana diam sejenak,dalam pikirannya seolah tidak percaya dengan sikap sang mertua yang terkesan berlebihan.
untuk apa daddy melalukan itu,apa maksudnya itu sangat berlebihan.aku dari desa dan semua tetanggaku juga sudah seperti sodara.batin Nana sedikit kesal karna perintah daddy Surya.
"Nona mari."Pak Jaya membukakan pintu rumah Nana yang dulu sudah usang kini terlihat baru.
Nana mengangguk dan berjalan kearah rumahnya.
Nanti saja menyapa tetangganya.batin Nana di tengah langkahnya.
Pak Jaya berdiri didepan pintu"Silahkan, Nona."
Nana merasa gugup ketika kakinya melangkah masuk,otaknya kembali memutar kenangan bersama Nenek Asri di rumah kumuhnya yang saat ini terlihat lebih baik.
Nenek Nana pulang,Nek.Lirih hati Nana dengan senyum getirnya.
Pak Jaya berjalan di belakang Nana yang sudah masuk kedalam rumah."Semua yang anda butuhkan sudah tersedia lengkap, Nona."Suara pak Jaya terdengar bersemangat.
Nana sendiri seolah tidak mendengar suara pak Jaya yang tengah menerangkan isi rumahnya.
Nana menatap dalam rumah seolah tidak percaya"Semua terlihat berubah.!"Gumam Nana yang terdengar jelas di terlingan pak Jaya.
"Betul Nona semua ini baru.dari mulai Sofa, ranjang,tv,semunya baru.dan ada lemari es, mesin cuci,rak dapur.dan juga kompor baru Nona"Jelas Pak jaya di belakang tubuh Nana.
Nana tersenyum datar mendengar penuturan pak Jaya."Saya di sini hanya beberapa hari saja pak,kenapa harus membeli semua perabotan ini."Ucap Nana yang tengah berjalan kearah dapur.
"Ini semua perintah Tuan besar Nona,saya hanya menjalankan tugas saja."Sahutnya.
Nana:"Tapi ini sangat berlebihan pak."tuturnya.
Ini memang berlebih,tapi untuk orang berduit seperti keluarga suami kamu semua ini tidak ada apa-apanya.jawab hati Pak Jaya.
Nana terus menjelajahi isi rumahnya yang tidak terlalu besar itu,di ikuti pak Jaya"Oh iya Nona,saya melupakan sesuatu.?"ingat pak Jaya.
Nana menatap bingung mantan mandornya"Ada apa pak.?"Tanya Nana penasaran.
Pak Jaya menuntun Nana untuk masuk kedalam dapur,karna tadi nyonya atmaja itu hanya sampai pintu dapur saja tidak masuk.
Nana mengikuti pak Jaya"Ada apa pak.?"ulangnya.
Pak Jaya berhenti di depan pintu berwarna biru"Nona ini kamar mandi baru selesai,jadi nanti agak sore bisa di gunakan."Pak Jaya membuka pintu kamar mandi yang terbuat dari palsatik berkualitas bagus.
Nana terpaku dengan apa yang ia lihat,tanpa sadar matanya kembali mengeluarkan air mata.
Nenek sekarang ada kamar mandi di dalam rumah.lirih hati Nana,dan seketika otaknya kembali mengingat dulu ia dan almarhum sang Nenek harus rela mandi di kamar mandi yang ada di luar rumah.
Mengingat itu membuat Nana menangis"Maaf pak."Ucap Nana seraya mengusap pipinya.
Pak Jaya hanya mengangguk dan tersenyum, ia tahu bagaimana dulu Nana dan Nenek Asri harus berjuang untuk hidup.
Ini adalah kebaikan tuhan,karna kamu anak yang baik.orangtuamu dan juga Nenek Asri pasti bahagia di alam sana.batin Pak Jaya.
Setelah selesai pak Jaya berpamitan untuk pulang"Nanti malam saya akan datang lagi Nona,untuk berjaga."Ucap pak Jaya di luar pintu.
Nana mengerutkan keningnya mendengar ucapan pak Jaya"Tidak perlu pak,saya akan baik-baik saja.saya mohon jangan lakukan itu."Sahut Nana seraya merapatkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Tapi,Nant-
"Saya mohon jangan lakukan itu pak,biarkan malam ini saya sendiri.saya akan baik-baik saja."Sergah Nana cepat.
Pak Jaya diam sejenak seolah berpikir"Emm baiklah kalau itu mau anda."Pak Jaya membungkuk sebelum pergi.
Nana tersenyum mendengar jawaban dari pak Jaya"Terimakasih pak,dan bawa saja mobil ini."Nana menunjuk mobil yang katanya milik dirinya.
Pak Jaya mengikuti kemana tangan Nana"Tidak Nona,biar di sini.mobil saya ada di kantor."Tolak pak Jaya.
Nana mengangguk mengerti"Ya sudah kalau itu mau bapak."sahutnya.
"Ya sudah Nona,saya permisi."pamit pak Jaya seraya berjalan meninggalkan Nana yang ada di depan pintu.
"Terimakasih,pak."Suara Nana sedikit nyaring.
Dari kejauhan Pak Jaya mengangguk."Nanti malam aku harus datang untuk mengecek, Nana ini perintah tuan besar."Gumam pak Jaya di tengah langkahnya.
Nana terus menatap pintu yang nampak baru"Pintunya bagus."gumam Nana di depan pintu yang sudah di tutup.
Kini Mata sipitnya mentap isi rumahnya yang dulu jelek dan usang,sekarang terlihat bersih di tambah lagi di setiap sudut terdapat prabotan.
Nana tersenyum getir melihat penampakan rumahnya"Seandainya Nenek masih ada."Nana seketika ambrug di atas sofa mini"Sayang sekarang kamu tau siap mommy, ini rumah mommy jauh dari rumah daddymu bukan hiks... hiks..."Nana menjadi sedih ketika mengingat suami Bulenya"Ayang hiks.... hiks....aku rindu kamu hiks... hiks...."Lirih Nana dengan mengusap lembut di perut buncitnya.
Tidak di pingkiri Nana merasa sangat merindukan sang suami"Mommy merindukan daddy mu hiks... hiks....sangat."
.
.
Jaka berusaha terlihat tidak marah dengan sikap tuan mudanya.
Tadi di depan hotel Jaka sudah sangat senang karna hujan turun lebat,dan tuhan seolah mendengar do'anya.tapi Ari kekeh ingin pulang dan berkata di kota R dia mau apa,sedangkan sang istri tengah menunggunya.
Dan disinilah keduanya di dalam pesawat menuju kota A.
"Tuan muda."tegur Jaka yang duduk di samping Ari.
"Katakan."pinta Ari tanpa menoleh sang sekertaris.
"Kita akan sampai dini hari tuan,karna cuaca kuarng baik."Jelas Jaka.
Ari berdecak kesal mendengar keluhan Jaka."Aku tahu kamu tidak mau pulang,tapi istriku tidak bisa di tinggal Jaka."Sahut Ari kesal.
Memang Nona mau kemana.grutu hati Jaka.
Ari kembali menutup matanya"Tidurlah Jaka, nikmat perjalanan singkat ini."
"Baik,tuan."jawab Jaka pasrah.
Akhirnya keduanya tertidur pulas di atas pesawat yang tengah mengudara menuju kota A.
.
.
Nana baru saja makan malam seorang diri, dan saat ini ia tengah bersantai di atas sofa.
Tapi ada yang aneh,Nana tidak merasa senang dengan kedaan saat ini.entahlah apa yang membuat ia murung,padahal semua kebutuhan dirinya sangat lengkap.
Matanya menatap tv tapi ia tak benar-benar mengukuti acara yang tengah berlangsung.
Nana mendesah penuh kesedihkan,ternyata apa yang ia harapkan pergi kedesa guna bersantai dan memenangkan dirinya tak seperti yang di harapkan.
Karena Nana terus mengingat suaminya"Sayang apa kamu merindukan daddy mu,mommy tidak merindukannya hiks... hiks... mommy tidak merindukan dia hiks... hiks...."Tangis Nana seketika pecah dengan usapan di perutnya.
Aku sangat merindukannya.sedih hati Nana.
.
.
Pesawat yang membawa Ari dan Sekertaris Jaka sampai di bandara kota A pukul 03:15 dini hari waktu setempat.
Ari dan Jaka berjalan keluar bandara dengan pakayan yang sudah berganti pastinya.
Karna ini masih sangat pagi,Ari memutuskan untuk menginap di hotel yang ada di dekat bandara."Jaka tidur satu kamar saja dengaku, kita menginap hanya sebentar saja."ucap Ari yang sudah sangat mengantuk.
Jaka mengangguk pelan,dia juga merasakan hal yang sama.tidur di dalam pesawat ternyata belum cukup di rasa keduanya
Untung saja salah satu hotel milik Atmaja grup ada di dekat bandara,jadi memudahkan keduanya untuk beristirahat.
Ini kejutan honey,kamu pasti terkejut.gumam hati Ari senang,memingat ia tak memberi kabar orang rumah kalau saat ini dirinya sudah kembali kota A.
.
.
Matahari pagi membuat semua orang harus bangun di tengah tidur nyenyaknya tak terkecuali Nana.
Matanya mengerjab merasakan hawa dingin yang begitu terasa,saat kesadaranya sudah terkumpul.ia baru sadar kalau tubuhnya tidak berada di kamar.melainkan masih di atas sofa."Ya tuhan aku tidur di sofa."ucap Nana merasa bersalah karna si calon baby pasti merasakan dingin.
__ADS_1
Semalam Nana menangis kerna merasa rindu akan suaminya alih-alih rindu sang Nenek, sampai ia tertidur di atas sofa.
Perlahan Nana bangun dan tangannya mengusap lembut perut buncitnya"Sayang tolong maafkan,mommy."Nana mengusap dan seolah mendekap si calon baby.
Kini matanya menatap isi rumahnya"Pagi yank."Mengingat suaminya membuat Nana berjalan masuk kedalam kamarnya yang nampak nyaman.
Ya tuhan suamiku dan mommy pasti menghungiku.pikir hati Nana seraya menghidupkan hpnya yang semalaman di isi daya.
Setelah hpnya hidup,Nana tersenyum melihat ada dua pesan masuk dan beberapa panggilan dari Ari dan mommy Kei.
Isi pesan Mommy Kei.....
Sayang mommy dan daddy sudah sampai di kota,tadi mommy menelepon tapi sepertinya kamu tengah sibuk.ingat ya jangan terlalu lelah jaga cucu mommy,dan cepat pulang mommy daddy sayang kamu.....
Nana baru saja membaca isi pesan dari mommy Kei"Sukurlah mommy dan daddy sudah sampai di kota dengan selamat, terimakasih tuhan."
Setelah membaca pesan Mommy Kei,kini Nana menatap satu pesan dari suami bulenya.dan dengan semangat ia membaca pesan dari Ari.
Isi pesan Ari......
Honey aku sudah sampai dan kamu pasti sedang tidur siang,aku sangat merindukan kalian,tunggulah aku akan menyelesaikan masalah di sini agar bisa cepat pulang.oh ya hon I Love You.jaga anak kita aku pasti cepat pulang ingatnya jangan terlalu lelah muuaahhhh....❤❤❤
Tanpa sadar Nana mentikan air matanya setelah membaca pesan dari suaminya"Aku sudah tidak marah lagi ayang,ya tuhan rasanya aku ingin memeluknya.besok kita pulang ya sayang,mommy tahu kamu tidak mau jauh dari daddymu."ucap Nana antusias.
.
.
Jaka sudah terlihat lebih segar,begitupun tuan muda Ari."Jaka apa orang rumah akan terkejut.?"Tanya Ari yang tengah duduk di dalam mobil menju mansion.
"Pasti semuanya akan terkejut,tuan."jawab Jaka semangat.
Jam menunjukan pukul 06:25 pagi waktu setempat,dan keduanya nampak lebih tampan.entahlah mungkin karna tidur mereka nyenyak.
Ari begitu bersemangat ingin segera sampai mansion,di tambah lagi tangannya membawa satu buket bunga berwaran putih dari jenis bunga Bakung.
Dia pasti terkejut.senang hati Ari seraya membayangkan keterkejutan Nana ketika melihat dirinya.
Sekitar setengah jam yang Ari perlukan untuk sampai di mansion,karna jarak antara bandara lumayan agak jauh.
Para penjaga membuka gerbang ketika mobil berwaran hitam datang,setelah melihat siapa yang ada di dalamnya."Tuan"penjaga membungkuk ketika melihat tuan muda Ari.
Mobil kembali masuk dan berhenti di depan teras mansion.
Para pelayan merasa ketakutan ketika Sekertaris Jaka membukkan pintu untuk tuan muda Ari.
"Tuan Ari sudah pulang.?"Ucap satu pelayan tidak percaya,pasalnya kedua majikannya dan Nona Nana tidak ada di mansion.
Di tengah ketakutannya,satu pelayan berlari mencari kepala pelayan.
Ari berjalan cepat kedalam mansion dengan membawa buket bunga untuk sang istri.
"Honey aku pulang."Suara Ari memenuhi lantai bawah mansion.
Kepala pelayan merasa ketakutan melihat sang tuan muda pulang,awalnya ia tak percaya ketika pelayan memberitahukan kedatangan Ari.tapi sekarang matanya benar-benar melihat putra dari tuan Surya.
"Tuan muda."Tegur kepala pelayan kerna Ari ingin mengetuk pintu kamar tamu.
Ari menoleh"Apa istriku belum bangun.?"Tanya Ari.
Kepala pelayan benar-benar kebingung harus memberi jawaban apa.
Ari menatap intes sang kepala pelayan"Ada apa dengan wajahmu.?"Tanya Ari curiga.
"Ti-tidak ada apa-apa,tuan."sahutnya gugup.
Ari mengangkat kedua bahunya dan kembali membuka pegangan pintu kamar"Hon."
"Tuan Ari,Nona tidak ada di kamar."Suara kepala pelayan membuat Ari mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam kamar.
"Oh,dia dikamar atas."pikir Ari karna kemarin Nana sudah tidak lagi marah kepadanya.
Ari berjalan menaiki tangga dengan semangat di ikuti kepala pelayan yang nampak ketakutan.
Bagaimana ini,Nona Nana kan pulang kedesa. tuan besar dan Nonya juga tidak,ada aku harus mengatakan apa nanti.bingung hati sang kepala pelayan.
Di depan pintu kamarnya,Ari mengatur napasnya"Honey."tanganya membuka pelan pintu kamar.
Ari:"Hon-
Calon Daddy itu mengerutkan keningnya, melihat kamar yang nampak kosong tak berpenghuni terasa dari pengatur suhu yang tidak di hidupkan.
"Di mana istriku.?"Tanya Ari kepada orang yang di yakini kepala pelayan.
"Nona muda,emmm."ucap kepala pelayan gugup.
Ari berbalik ketika mendengar suara yang keluar dari mulut kepala pelayan"Di mana istriku."Ulang Ari geram.
"Anu tuan,Nona mud-
"Katakan di mana istriku."Suara nyaring Ari membuat kepala pelayan tersentak,dan membocorkan keberadaan Nana.
__ADS_1
"Nona pergi kedesa,tuan muda."Ucapnya cepat karna kaget.
"Apa,istriku pulang kedesa.!!!"Tanya Ari tidak percaya.