ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
SEKIAN LAMA


__ADS_3

"Yang ini kurang bagus,yang itu juga.yang itu juga."saat ini Nana tengah memilih dan memilah pakayan bayi yang ada di dalam keranjang.


Ari yang ada di samping Nana hanya diam tak berani berbicara,ia di larang berkomentar. setelah mengakatan bentuk tubuh istrinya seperti Kodok,jadi Nana memberi hukuman untuk suaminya.


Ingin sekali Ari bersuara tapi ia terlalu takut, karena Nana memberi dua hukuman dan Ari harus memilih salah satu.


Yang pertama,di larang berbicara menyangkut apapun tentang pilihan Nana,dan yang kedua. tidur terpisah.!!!


Ari memilih hukuman yang pertama.yaitu diam jangan berkomentar,Dia selau membuat aku seperti orang bodoh.batin Ari kesal.


Pegawai toko membantu Nana memindahkan barang yang ia beli,dan juga yang tidak di beli."Nona,yang ini bagus."usul pegawai toko dengan menunjuk satu buah sepatu bayi berwarna merah.


"Ini memang bagus,tapi harganya tidak cocok."jawab Nana yang kembali memilih baju lainnya.


"Ho-"Ari menutup mulutnya,ketika sorot Mata sang istri menatap dirinya sinis."Ehh ayang,ingat kamu lagi di hukum."Nana mengingatkan Ari.


Para pegawai yang ada di sekitar keduanya tak kuasa menahan tawa,samar mereka tersenyum melihat ketakutan seorang tuan muda Ari Atmaja wijaya.


Lihat tuan Ari,begitu ketakutan.ini adegan yang sangat langka.itulah Kira-kira isi hati para pegawai toko.


Mata tajam Ari menatap para pegawai tidak suka."Bekerjalah yang benar."Titahnya ketus.


"Ayang,jangan bicara."pinta Nana dengan suara lembutnya.


"Mereka honey."sahut Ari manja.


"Suuttt ayang."Nana menatap suaminya seperti memberi peringatan.


Ari mengangguk dan mendesah kesal."Menyebalkan."grutunya seraya berjalan kearah sofa.


Nana yang sedang asik mengubek-ubak isi keranjang seketika tersenyum senang,karna sudah mengerjai suaminya."Begitu caranya mengerjai suami."ucapnya kepada para pegawai.


Pegawai toko hanya mengangguk pelan mendengar ucapan Nana,mereka tidak berani jika harus menjawab.


Di atas sofa,Ari tak hentinya mendesah karena kesal.apalagi melihat istrinya yang saat ini tengah memilih baju dan perlengkapan untuk jagoannya."Yang ini malahlah,yang itu kemahlanlah.dan bla bla bla bla.dia pikir aku tidak sanggup membayar, kalau aku mau semua isi toko ini akan aku beli.uh menyebalkan."Calon daddy itu tak hentinya berbicara tentang kekesalanya kepada Nana sang istri,tapi hanya sebatas itu. dirinya tidak berani berkata didepan Nana entahlah kenapa bisa begitu.


Lima belas menit Ari duduk malas di atas sofa,dan tanpa sadar matanya mulai menutup karean kantuk datang."Uaaahhh aku mengantuk,kenapa lama sekali."gumamnya sambil memposisikan tubuhnya berniat untuk tidur,tapi keinginannya gagal ketika suara lembut sang istri memanggil namanya.


"Ayang,sudah selesai."ucap Nana yang tengah berjalan menghampiri Ari.


Ari mengangguk cepat tanpa bersuara."Ayo bayar."Nana menarik tangan suaminya penuh kelembutan.


Ari kembali mengangguk tanpa berkata."Lebih baik seperti ini,dari pada harus tidur terpisah.batin Ari yang sudah berdiri di depan kasir.


"Totalnya,Tuj-


Pelayan Kasir berhenti mengucapkan nominal jumlah belanjaan yang di beli Nana,karena Ari langsung menyodorkan kartu saktinya tanpa bersuara.


Pelayan Kasir menerima kartu milik Ari dengan sopan.Black card,ini keempat kalinya aku menyentuh kartu seperti ini.senang hati pelayan kasir yang tengah sibuk dengan pekerjaanya.


Ari tersenyum melihat istrinya yang terus menggelayut."Ayang,aku sudah memilih pakayan dan perlengkapan lainnya dengan harga sedikit murah.pasti totalnya tidak terlalu mahal."bisiknya di telinga Ari.


Karena Ari di larang berbicara ia hanya mengangguk.Jangan sampai dia melihat struk total belanjaan,bisa-bisa dia pingsan.ucap hati Ari seolah mengejek Nana.


"Ini,tuan."pelayan kasir memberikan kartu sakti milik Ari setelah selesai membayar.


Ari menerima karutnya beserta rincian kertas putih yang di yakini struk belanjaan.


"Sini yank,aku ingin lihat totalnya berapa.?"Nana berniat meraih struk dari tangan suaminya.


Tapi dengan gerak cepat Ari memasukanya kedalam tong sampah yang ada di dekatnya.


"Ayang,kok di buang.?"tanya Nana tidak percaya.


"Bawa belanjaan ini kemobil."titah Ari kepada para pegawai toko alih-alih menjawab istrinya.


"Baik,tuan."Sahut para pegawai,sambil membawa belanjaan milik Nana yang ada di dalam papper bag berukuran besar yang berjumlah lumayan banyak.


"Ayang,berapa totalnya.?"Tanya Nana yang saat ini berjalan keluar toko bersama sang suami.


"Aku kan sedang di hukum."sahut Ari hanya untuk mengingat istrinya.


"Sekarang hukumannya di cabut,ayo sekarang katakan."pinta Nana tidak sabar.


Ari tersenyum ceria setelah hukumannya di cabut."kamu yakin ingin tahu.?tanyanya seolah menggoda.


Nana mengangguk cepat"Ayo katakan.?"


"Mau yang jujur atau yang bohong.?"tutur Ari.

__ADS_1


Nana mengerutkan keningnya mendengar ucapan dari suaminya"Jujur atau bohong.!"ulangnya.


"Ya,kamu mau yang jujur aku yang bohong."Ari menatap istrinya dengan senyum mengejek.


"Aku mau dengar yang jujur saja."jawab Nana seraya memutar bola matanya malas.


Sebelum menjawab,Ari menutup bagasi karena para pegawai sudah selesai mengakut semua barang kedalam bagasi mobil.


"Terimakasih."Ucap Nana kepada para pegawai toko sopan.


"Sama-sama Nona,kami permisi hati di jalan."jawab sopan para pegawai sambil membungkuk.


Nana mengagguk dan masuk kedalam mobil"Ayang,bilang terimakasih kepada mereka."pinta Nana kepada suaminya yang saat ini berdiri di depan pintu mobil.


Ari tidak memperdulikan permintaan Nana,ia dengan cepat menutup pintu mobil setelah istrinya masuk.


"Bekerjalah yang benar."ucap Ari kepada para pegawai,alih-alih mengucapkan terimakasih.dan setelah mengatakan itu Ari langsung masuk kedalam mobil miliknya.


"Dasar orang kaya,seenaknya memerintah. untung saja istrinya baik."grutu salah satu pegawai sambil menatap mobil Ari yang tengah berjalan meninggalkan toko.


"Sudah-sudah jangan di ambil hati.tuan Ari kan terkenal sombong,tapi apa kalian lupa. tadi dia tidak bisa berkutik di depan istrinya."ucapan salah satu temannya membuat para pegawai wanita itu tertawa terbahak-bahak.


"Suami tajir yang takut istri,Hahaah."ledekan itu terus berlangsung sampai kaki mereka masuk kedalam toko.


.


.


Di dalam mobil Nana tak hentinya bertanya, tentang total belanjaan"Ayang,ayo cepat katakan.?"pinta Nana seraya menarik-narik tangan Ari.


"Honey,aku sedang menyetir."tutur Ari tanpa menatap istrinya.


"Ayo cepat katakan."ulang Nana yang tidak lagi menarik tangan suaminya.


Ari mendesah pelan karena sang istri terus merengek,yang mana membuat kesabarannya habis."Totolnya tidak mahal."ucapnya tidak jelas karena ia tak menyebutkan nominalnya.


"Ia berapa.?"tanya Nana yang sudah kesal.


"Hanya 10juta."jawab Ari bohong.


"10juta,mahal sekali."matanya terlihat tidak percaya."Terus kereta bayinya berapa.?"Nana bertanya lagi kerena stroller sepertinya tidak masuk kedalam harga 10juta.


"Jadi totalnya 15juta,wow itu sangat mahal. toko itu benar-benar memeras kita yank."Nana mengekspresikan dengan wajah kesal.


Ari tidak menjawab,ia membiarkan istrinya sibuk memaki toko yang tadi di datangi.


Seandainya dia tahu harga yang sebenarnya, aku yakin dia pasti akan meminta mengembalikan semuanya.Gumam hati Ari yang langsung membayangkan istrinya kembali ketoko itu.hal itu malah membuat ia tertawa renyah tanpa tahu Nana terus menatap dirinya.


"Ayang,kenapa tertawa apa ada yang lucu.?"tanya Nana heran.


"Ah...tidak ada honey..oh ya,mau makan siang.?"Ari mengalihkan pembicaraan dengan mengajak istrinya untuk makan siang,karena memang jam menunjukan pukul 11:30 siang waktu setempat.


"Let's go."sahut Nana antusias.


Ari tersenyum ceria melihat tingkah istrinya.Lihat,bilang mau makan dia langsung senang honey...honey...Batin Ari senang.


.


.


Tak butuh waktu lama,Ari dan Nana sudah sampai di restoran yang di katakan Ari makanannya sangat enak.


"Ayo turun."Ajak Ari yang ada di samping pintu mobil.


"Pasti mahal.?"Nana menatap area resto yang nampak mewah.


Ari:"Berhenti mengatakan itu,honey,"


Tak bisa menolak,Nana seketika mengangguk dan berjalan masuk kedalam restoran.


"Yank."tegur Nana yang tengah berjalan bersama sang suami.


"Katakan,honey,"pinta Ari sambil menggenggam tangan Nana.


"Di dalam tidak ada tusuk sate kan?eh.. maksudnya sumpit.aku tidak terlu pandai memakai benda itu."bisikan Nana membuat Ari tersenyum,tapi ia tak berani untuk tertawa.


"Tidak ada,kamu tenang saja."jawab Ari dengan usapan di kepala Nana gemas.


Nana tersenyum ceria"Shukurlah."Lirihnya senang.

__ADS_1


.


.


Para pelayan restoran menuntun Ari dan Nana untuk duduk di meja yang belum di pesan."Silahkan Tuan,Nona."ucap dua pelayan restoran yang sudah mendorong kursi agar pelanggannya bisa duduk.


"Terimakasih."Ucap Nana yang langsung duduk diikuti Suaminya.


"Ini menunya Tuan,Nona."salah satu pelayan menyodorkan dua buah buku menu yang dikemas rapih berwarna maroon.


Ari dan Nana langsung membuka buku menu."Tinggalkan kami."pinta Ari tanpa menatap kedua pelayan.


"Baik,tuan."kedunya mengangguk patuh dan berjalan pergi meningalkan meja yang di duduki pelanggannya.


Sebenarnya Ari mengusir para pelayan,karena ia tidak mau membuat Nana gugup apalagi melihat menu yang tertulis.


"Hon,sudah memesan.?"Tanya Ari.


Nana menggelengkan kepalanya pelan"Nama menunya sedikit sulit di sebut."sahutnya yang masih menatap isi menu.


Samar Ari tersenyum melihat kepolosan istrinya."Mau samaan sama aku.?"usulnya sambil menunjuk menu yang sudah ia pilih.


Nana melirik makanan yang di pilih suaminya"Daging panggang.?"ucapnya.


"Ya,daging panggang."jawab Ari tanpa mau membenarkan ucapan sang istri.


"Ya sudah,itu saja."Nana setuju dan menutup buku menu."Minumnya air putih saja."tambah Nana.


Ari mengangguk cepat dan tangannya mengangkat keudara untuk memanggil pelayan.


.


.


"Ayang,aku ingin ketoilet."ucap Nana tiba-tiba.


"Ayo,aku antar."Ari berdiri"Ayo."


"Tidak usah,aku sendiri aja."tolak Nana.


Ari menggelengkan kepalanya cepat"Tidak..tidak aku tidak akan mengijinkan kamu pergi sendiri."


"Baiklah."Nana pasrah dan berjalan ketoilet di temani suaminya.


Ari begitu sabar menunggu istrinya,ia tak memperdulikan tatapan mata para wanita cantik dan pekerja restoran itu.


Tak lama Nana datang menghampiri sang suami."Sudah,hon.?"tanya Ari.


"Sudah,ayo aku sangat lapar."sahut Nana sambil menarik tangan suaminya erat.


Keduanya berjalan menju meja,dan di waktu bersama Nana menabrak seseorang.


"Maaf...maaf,say-


Nana menggantungkan kalimatnya,karena orang yang ia tabrak adalah orang yang sudah lama pergi.


Bukan hanya Nana,Ari juga diam melihat siapa yang ada di depan matanya.


"Ari..!"Sapa orang itu.


Ari dan Nana diam,dan ketika kesadaran kembali,ia bergegas menghalangi Nana dengan tubuhnya.


Orang itu tersenyum melihat tingkah Ari yang seolah takut ia menggambil istrinya.


"Apa kabar,Ri.?"Tanya orang itu santai.


"Sayang,dia.?"Wanita cantik yang di gandeng orang itu menatap Ari dan Nana heran.


"Dia sahabatku sayang,atau lebih tepatnya mantan sahabat."jawab orang itu dengan tetapan mata sulit di artikan.


"Raihan Arsenio.!!"Suara Ari membuat Nana merapatkan tubuhnya di belakang sang suami.


Sudah lama tidak terlihat,sekarang dia kembali.batin Ari..


.


.


Note:Aku kangen Raihan dan istrinya 😂

__ADS_1


__ADS_2