
siang ini Ari begitu bersemangat membawa istrinya untuk mengecek buah hati mereka.
Dan saat ini ari tengah duduk tenang di atas sofa ruang keluarga,dia sudah terlihat tampan dengan kemeja putih bergaris hitam diaplikasikan dengan celana pendek berwaran abu tua.dan untuk menambah ke tampanannya,Ari menambakan jam tangan yang harganya jangan di remehkan lagi.
Ari:"Kenapa dia belum turun.?"matanya menatap lantai atas rumahnya,dia merasa heran karena Nana belum menampakan batang hidungnya padahal ini sudah siang.
Jadi ketika mereka sudah makan siang,Ari dan Nana langsung masuk kekamar untuk bersiap-siap.dan ketika Nana sudah selesai membantu suaminya berganti baju,Nana meminta Ari untuk menunggu di ruang keluarga.
Awalnya Ari menolak,tapi melihat istrinya yang terus mendesak dirnya keluar kamar. dengan terpaksa Ari mengalah.
Karena saat ini dirinya selalu mengingat perkataan sang mommy dan dokter wulan, kalau menghadapi istri yang sedang hamil muda harus rela mengalah.
Ketika sedang menunggu dengan tidak sabar, dari arah lain atau tepatnya arah dapur.Ari di kejutkan dengan kedatangan pelayannya yang membawa tas berukuran sedang.
"Maaf tuan Muda,ini makanan untuk Nona"ucapnya sopan dengan memberikan tas berwarna biru yang di yakini dalamnya cemilan sehat untuk Nana.
Ari:"Buka,aku ingin lihat apa saja isinya.?"sahutnya dengan terus menatap tas yang saat ini tengah di bukan sang pelayan.
Pelayan yang bernama Yuni itu mengangguk, dan mulai membuka sleting tas itu dengan hati-hati.
Jadi selama Nana hamil,dia selalu meminta cemilan ketika siang datang.padahal dia sudah makan,tapi karena Nana tengah hamil jadi Ari dengan sigap memberi perintah kepada ketiga pelayannya untuk menyiapkan cemilan sehat untuk istrinya,dan sang buah hati mereka.
Kehamilan Nana bisa di bilang unik,dia jarang mual.terakhir dia mual itu ketika melihat sosok sanga adik ipar yang ketampannya jangan di ragukan lagi.
Dan setelah Azllan kembali kenegara B,Nana sudah tidak merasa mual.atau lebih tepatnya dirinya merasa seperti bukan wanita yang sedang mengandung.
Dalam satu bulan ini juga dia tidak merasa ada perubahan dalam dirinya,semuanya terasa Normal.
Tapi siang ini semuanya berubah,dan perubahan itu akan membuat sang suami pusing tujuh keliling.
Ari merubah posisinya,dia menghampiri tas yang ada di atas meja berbentuk oval.
Ari:"Lakukan pekerjaanmu."titahnya dengan terus mengeluarkan beberapa wadah plastik berbentuk segi empat.
"Saya permisi tuan."yuni membungkuk hormat dan kembali ke dapur,meninggalkan tuan muda Ari yang terus mengeluarkan semua wadah plastik berisi makanan di dalam tas.
Matanya terbelalak ketika menatap banyaknya wadah plastik berukuran sedang, yang di dalamnya terdapat buah-buahan dan snak.
Ari:"Kenapa banyak sekali,apa dia sanggup menghabiskan ini semua.?"terheran-heran dengan menggelengkan kepala,tanda tidak percaya dengan apa yang di lihat.
Bagaimana Ari tidak heran,di dalam tas biru itu terdapat sepuluh wadah plastik dengan beragam cemilan.yang rencanannya akan di bawa ke rumah sakit.
Ari:"Honey kita mau ke rumah sakit,bukan mau picnic."gumamnya dengan tawa renyah, mengingat Nana tidak pernah bertingkah seperti ini.
Jadi yang memesan cemilan sebanyak itu adalah Nana,dan yuni selaku pelayan hanya mengagngguk patuh dia mengerti orang hamil memang selalu bertingkah aneh.
__ADS_1
Tak lama Ari kembali memasukan wadah plastik itu ke tempatnya.
Ari perlahan menghidupan hp barunya,dan matanya melihat jam di depan layar.
Ari:"Astaga honey ini sudah jam dua siang, kenapa kamu belum juga turun."gumamnya menahan rasa kesalnya karena sang istri belum juga datang.
Lamanya dia menunggu,sampai akhirnya Ari menatap sesosok manusia yang tidak lain adalah istrinya tengah menurni anak tangga.
Ari kembali membulatkan matanya tidak percaya"Hon.?"tegurnya.
Nana tersenyum ceria melihat suaminya.
Nana:"Bagaimana yank, penampilanku.?"tanyanya penuh semangat.
Ari hanya tersenyum kuda,ekpresi wajahnya sangat sulit di artikan.
Ya tuhan kenapa dia jadi aneh begini.bingung batin Ari.
Perlahan Nana menghampiri suaminya dengan tersenyum penuh arti.
Nana:"Yank,kamu tidak mau memuji penampilan ku hari ini.?"ucapnya manja.
Ari Menarik nafasnya pelan,dia tidak mengerti dengan penampilan istrinya siang ini.
Ari:"Hon,kamu tidak lupa kita mau ke rumah sakit.?"
Ari:"Dengan penampilan seperti ini.!"menatap istrinya penuh tanya.
Nana mengerutkan bibirnya"memangnya ada yang salah.?"sahutnya pede.
Ari tersenyum kecut,kepalanya terasa pusing.
Astaga kenapa istriku jadi begini,perasaan kemarin dia tidak seperti ini.batin Ari
Ari:"Begini,ini kemeja kerja ku hon.dan celana yang kamu kenakan celana tidurku."penjelasan itu membuat Nana menatap penampilannya.
Nana:"Aku tahu,tapi aku suka.makannya aku pakai,kamu tidak keberatan kan.?"mengedipkan mata sipitnya.
Saat ini Ari menatap penampilan istrinya yang nampak aneh.
Bagaiman tidak aneh,Nana dengan pedenya memakai baju kerja Ari yang berwana hitam terlihat kebesaran di tubuhnya.di tambah lagi celana panjang berwarna abu tua yang lagi-lagi nampak besar di tubuh mungilnya.
Nana:"Ayo yank,kita kerumah sakit nanti dokter wulan marah."menarik tangan suaminya yang diam tidak bergerak.
Bagaiman mau pergi,kalau penampilannya seperti itu.bingung hati Ari.
__ADS_1
Ari:"Kamu mau ke rumah sakit dengan penampilan seperti ini.?"
Nana:"Ia memangnya penampilan aku salah."menekuk wajahnya.
Ari bingung harus menjawab apa,di lain sisi dia tidak mau membuat istrinya sedih.tapi tidak mungkin juga pergi keluar dengan penampilan Nana yang terlihat aneh.
Sebenarnya penampilan Nana tidak terlalu buruk,tapi tetap saja Ari tidak nyaman melihatnya.
Biarkan saja dia melakukan keinginannya, mau bagaiman lagi.kalau aku larang nanti dia nangis dan aku ga mau mommy tahu,bisa bahaya.lirih hati Ari.
Ari:"Ya sudah ayo."menarik tangan istrinya penuh kelembutan.
Nana mengagguk dan kini kedunya berjalan keluar rumah.
Kedunya terus berjalan melewati kedua security yang tengah membungkuk ke arah mereka.
Sebenarnya Bagus dan temannya ingin tertawa melihat penampilan Nona mudanya, tapi mereka tidak berani mengingat tuan muda Ari pasti akan marah dan langsung memecat mereka.
Kini Ari dan Nana sudah berada di dalam mobil yang pastinya mewah.
Ari membawa mobilnya dengan kecepatan sedang,dia tidak mau membuat istri dan calon babynya terguncang.
Nana:"Yank,ini sudah satu minggu.dan kamu masih belum kembali ke kantor,apa daddy tidak marah.?"pertanyaan ini membuat Ari tersadar.
Ari:"Daddy pasti mengerti."jawabnya tenang, tapi hatinya merasa tidak nyaman.
Daddy pasti marah,baiklah besok aku akan masuk kantor.tapi istriku bagaiman.bingung hati Ari.
Nana:"Besok kembalilah ke kantor,aku akan baik-baik di rumah.kan ada mommy yank,jadi kamu tidak usah khawatir."menepuk paha suaminya memberi ketenangan.
Sekilas Ari menatap istrinya"Baiklah hon, besok aku akan kembali bekerja."jawabnya.
Nana tersenyum dan kembali menyandarkan tubuhnya malas.
Di tengah konsentrasinya menatap jalan kota A,Ari merasa heran dengan tingkah istrinya.
Ari:"Kamu cari apa.?"bertanya tapi matanya masih menatap jalan.
Nana yang terus menatap Area belakang mobil,dengan cepat menatap suaminya.
Nana:"Cemilan aku mana.!"pertanyaan itu membuat Ari menelan salvirnya.
Astaga aku meninggalkannya di dekat sofa, bagaimana ini.batin Ari.
.
__ADS_1
.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.