
Mansion tuan samuel tidak jauh berbeda dengan mansion orang tua tuan muda Ari, hanya luasnya saja yang membedakan di antara keduanya.
.
.
Dari luar sudah nampak ramai dengan terparkirnya beberapa mobil mewah di depan mansion itu,dan gaya busana yang di kenakan para tamu undangan begitu berkelas.
.
.
Mobil mewah yang membawa Ari dan nana perlahan berhenti di antara mobil mewah lainya.
.
.
Petugas keamanan di mansion itu mengampiri mobil Ari,dan membukakan pintu mobil.
.
.
"Silahkan tuan."ucap petugas itu dan tak lupa membungkuk memberi hormat.
.
.
Ari turun dengan angkuhnya,dan tak lama sang istri tercinta mengikuti pergerakannya.
.
.
Ari:"Jaga mata mu."Ucap Ari kepada petugas itu.
.
.
Seketika dia menundukan kepalanya yang tadi tengah menatap nana.
.
.
Nana hanya diam dengan mata menatap Area mansion mewah kolega suaminya.
.
.
Sekertaris jaka meminta petugas itu untuk pergi,dan melakukan pekerjaanya kembali.
.
.
Jaka:"Mari tuan muda,nona."Ajak jaka tanpa berani menatap nona mudanya.
.
.
Dengan menggandeng Suaminya,kini pasangan suami istri itu melangkah masuk dengan pengawalan sekertaris jaka.
.
.
Beberapa tamu undangan nampak riuh dan kagum,melihat kedatangan tuan muda Ari atmaja wijaya dan istrinya yang begitu cantik. mereka begitu antusias dan ingin sekali bersalaman dan berbincang-bincang.
.
.
Tapi sepertinya itu hanya keinginan semata, karna mereka tau anak dari orang terkaya di negara mereka terkenal dengan sipat yang kurang bersahabat,dan mereka hanya tersenyum kagum.
.
.
Ari hanya diam dengan terus menatap ke arah depan,tanpa memperdulikan orang-orang di sekelilingnya.hanya nana saja yang tersenyum dan sesekali melambaikan tangannya.
.
.
Ari:"Ingat,jangan menatap laki-laki lain."ancamnya pelan dengan tangan yang kini menggenggam kuat tangan istrinya.
.
.
Nana hanya tersenyum dan mengelus pelan tangan suaminya,seolah memberi signal itu tidak akan terjadi.
.
.
Ketika mereka akan duduk dengan bantuan sekertaris jaka,dari arah lain ada seseorang yang memanggil nama Ari.
.
__ADS_1
.
Samuel:"Selamat datang,tuan Ari."tegurnya dengan sang istri yang sudah nampak tua berada di samping tuan samuel.
.
.
Ari dan nana seketika mencari arah suara itu, dan mereka berdiri kembali.
.
.
Ari:"Tuan samuel,nyonya samuel."Tanganya kini tengah menyalami sang tuan rumah.
.
.
Samuel:"Wah,saya merasa terhormat karna anda mau datang ke gubuk saya.tuan Ari."Tambahnya dengan tawa kecil.
.
.
Mendengar kalimat itu,nana membulatkan kedua mata sipitnya tidak percaya.
.
.
Apa katanya.gubuk,ini bukan gubuk.kenapa orang kaya itu aneh sekali,dan lihat gaya mereka.benar-benar luar biasa.heran hati nana.
.
.
Ari:"Anda bisa saja,tuan samuel."jawab Ari singkat.
.
.
tuan samuel dan istrinya hanya tertawa kecil, dan tak lama mata mereka menatap seorang wanita cantik yang tengah berdiri di samping Ari.
.
.
"Ini istri dari nak Ari.?"Tanya nyonya samuel yang tengah menatap nana.
.
.
.
.
"Kamu cantik sekali nak,maaf ya.waktu kalian menikah,kami tidak bisa datang.karna Ada urusan di luar negara."ungkapnya tidak enak, tapi matanya seketika menatap sang suami malas.
.
.
Tuan samuel hanya tersenyum canggung, melihat tatapan istrinya.
.
.
Nana:"Tidak apa-apa nyonya,kami mengerti."Jawab nana sopan.
.
.
Beberapa saat mereka berbincang ria, terutama istri dari tuan samuel.dia nampak nyaman berbicara dengan nana.
.
.
Tapi Ada seseorang yang menatap nana tidak suka,bahkan sesekali matanya seolah memberi tatapan jijik.
.
.
Apa tuan surya itu tidak punya mata,dia menikahkan anaknya dengan gadis seperti dia.benar-benar tidak bisa di percaya.aku yakin,anakku akan merebut kembali perhatian Ari,karna anakku begitu cantik di bandingkan wanita ini.cibir hatinya kesal,dengan seringai di wajah keriputnya.
.
.
Setelah cukup lama berbincang,sang tuan rumah mohon ijin untuk menyapa para tamu lainya.
.
.
Ari:"Hon.?"Tegur Ari penasaran karna istrinya terus tersenyum.
.
__ADS_1
.
Nana:"Aku ga papa kok,hanya senang saja. ternyata nyonya samuel itu baik sekali,tuan samuelnya juga sepertinya baik.walaupun wajahnya agak dingin."bisik nana.
.
.
Apa kamu tau,dulu anaknya pernah di jodohkan dengan ku.tapi aku menolak,karna aku tidak suka dengan penampilanya.gumam hati Ari,tapi matanya terus menatap nana yang tengah memakan kue coklat.
.
.
Ada rasa penyesalan dalam hatinya,karna dia belum sepenuhnya berbicara tentang masa lalunya kepada nana.tapi Ari berjanji,setelah pulang dari acara ini.dia akan berbicara dengan nana.
.
.
.
Kini waktu yang di tunggu-tunggu pun tiba,dan para undangan tengah mendengar beberapa kalimat sambutan dan ucapan terimakasih dari tuan samuel.
.
.
Samuel:"Saya sangat senang,dan bahagia dengan acara yang malam ini di gelar di gubuk saya.dan terimakasih karna anda semua mau meluangkan waktu anda yang begitu berharga,terutama tuan Ari atmaja wijaya."Ucapnya yang tengah berdiri di atas panggung.
.
.
Para undangan bertepuk tangan,dan mata mereka menatap Ari yang tengah berdiri dengan gelas anggur di tanganya.
.
.
Nana pun dengan antusianya memberi tepuk tangan yang meriah untuk suaminya.
.
.
Samuel:"Tadinya saya berharap,keluarga Argeba bisa berbesan dengan dengan keluarga Atmja.tapi ada satu halangan yang membuat itu tidak terwujud."tambahnya, bahkan wajahnya terlihat sedih.
.
.
Semua tamu undangan diam,begitu pun Ari. dia merasa malu mendengar kalimat yang baru saja di ucapkan tuan samuel.
.
.
Apa maksudnya tua bangka itu,kenapa dia kembali membahas itu.gumam hati Ari.
.
.
Nana tidak bo**oh,dia mengerti dengan ucapan tuan samuel.
.
.
Apa karna aku,pernikahan tuan Ari dan anaknya tidak bisa di langsungkan.?itulah pertanyaan yang ada dalam hati nana
.
.
Ari hanya sibuk dengan pikiranya,dia melupakan istrinya yang diam dengan raut wajah yang nampak bingung.
.
.
Samuel:"Tapi saya percaya,jodoh itu tidak akan kemana.mungkin anak saya akan pendapatkan jodohnya di luar sana,dan mari kita langsungkan ke acara pertunangan anak laki-laki saya."Tambah tuan samuel,dan tak lama dia turun dari panggung yang begitu megah.
.
.
Pertunangan anak laki-laki tuan samuel kini tengah berlngsung dengan hikmat,dan penuh kebahagian dari kedua keluarga belah pihak.
.
.
"Sekarang kita akan melakukan syukuran atas keberhasilan dari anak perempuan Tuan samuel Argeba,silahkan masuk nona Jenia Argeba."Ucap pembawa Acara itu.
.
.
.
Note:"Besok lagi ya semuanya.maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.
.
__ADS_1
.
SELAMAT MEMBACA