
Nana menatap laki-laki tampan yang mengenakan baju santai,dan saat ini tengah menarik tangan lusi.
Nana:"Sekertaris Jaka.!"terheran karena tadi suaminya hanya pergi sendiri.
Sedang apa dia di sini.?tanya hati nana.
Jaka terus menarik tangan lusi sedikit menjauh dari Nana.
Lusi:"Lepas.!"berusaha melonggarkan tarikan di tangannya.
Jaka:"Sedang apa kamu di sini,dan kenapa membawa nona muda.?"bertanya dengan melirik nana yang ada di depan pintu masuk cafe.
Lusi menatap jaka penuh Pertanyan"seharusnya aku yang bertanya, sedang apa kamu di sini.?"mengusap pelan tangannya.
Jeka:"Aku sedang menunggu tuan muda."jawaban itu membuat lusi mengangguk paham.
Tidak mungkin kakak Ari pergi sendiri.batin lusi.
Jaka:"Kenapa kamu membawa, nona.?"pertanyaan itu membuat lusi mengangkat kedua bahunya.
Luis:"Kenapa memangnya.?"sahutnya kesal.
Jaka:"Kalau tuan muda tahu,dia bisa marah besar.dan tuan juga akan memarahimu."
ucapan itu membuat lusi tersenyum ceria."kamu menghawatirkan ku.?"menatap jaka penuh harap.
Mendengar ucapan lusi,membuat jaka menatap asal dan mengagaruk lehernya yang tidak gatal.
Lusi:"Emm.apa kamu di perintah kakak Ari, untuk mengawasi dari dalam mobil.?"
Jaka mengagguk,dan keduanya terus mengobrol canggung.sampai melupakan Nana yang saat ini masuk ke dalam cafe tanpa lusi.
Nana menatap cafe Black swit dengan tatapan kagum.
Bangunan dua lantai itu begitu mewah dan berkelas,di tambah lampu yang tersebar di setiap sudut dan atas cafe itu.tapi cahanya yang di berikan tidak terlalu berlebihan,begitu pas dan nyaman di rasa.
Nana terus berjalan melewati setiap kursi yang berjejer rapih.
Di lantai dasar cafe itu tidak terlalu ramai, mungin karena minuman dan makanan yang di sediakan di cafe black swit bertarif mahal. makannya yang datang juga dari kalangan atas salah satunya suaminya.
Orang-orang tidak ada yang menyadari kedatangan nyonya Atmaja,karena para pelanggan tengah sibuk dengan dunia mereka.hanya para pegawai cafe saja yang menatap nana kagum dan gugup,pasalnya mereka tahu Tuan muda Ari tengah ada di lantai atas dengan seorang wanita.
"Ada istri tuan ari,Bagaimana ini.!"Bisik salah satu pegawai di telinga temannya.
"Kau temui lah,aku ada urusan."seketika berlari meninggalkan temannya yang diam kebingungan.
Pegawai itu ingin pergi menysul temannya yang sudah menghilang,tapi.
Nana:"Permisi."sapanya lembut.
Pegawai itu kembali berbalik,ketika mendengar suara lembut itu.
"Selamat malam,nona."ucapnya sopan dan membungkuk memberi hormat.
Nana:"Bisa bantu saya.?"menatap penuh harap.
"Silahkan nona."tersenyum ramah.
Nana:"Di mana,tuan Ari.?"
mati aku.batin pegawai itu.
.
.
Jenia berjalan masuk dengan pinggul yang sengaja di gerakan,untuk menggoda Ari yang saat ini tengah duduk tenang.
Jenia:"Maaf lama."ucapnya dengan mendudukan tubuhnya.
Ari tidak menjawab,dia hanya diam dengan tatapan yang menyeramkan.
Jenia:"Bagaimana,kalau kita merayakan hari ini dengan meminum anggur berkualitas bagus ini."mengangkat gelas miliknya.
Ari menyeringai dan menatap jenia penuh amarah"Ka-
brakkk.....Ari dan jenia menatap pintu yang di buka dengan cepat,sampai menimbulkan suara yang cukup keras.yang mana membuat Ari menghentikan ucapnya.
Ari:"Honey.!!"menatap Nana yang saat ini tengah berdiri di dapan pintu.
Seketika Ari berdiri berniat menghampiri istrinya dengan perasaan takut,pasalnya nana datang di saat dirinya bersama jenia.
Nana:"Duduk.!"pintanya dengan melangkah menghampiri suaminya dan jenia.
Jenia tersenyum senang ketika matanya menatap Nana yang tengah berjalan menghampiri dirinya dan Ari.
__ADS_1
Ari mengangguk dan kembali mendudukan tubuhnya.
Di dalam ruangan itu begitu menegangkan, ketika Nana datang dan ikut bergabung.
Nana:"Selamat malam,nona jenia."sapanya ramah.
Jenia:"Selamat malam,nona Nana."sahutnya malas.
Nana kini menatap suaminya yang tengah duduk dengan menatap dirinya.
Nana:"Apa aku mengganggu urusan mu,dan juga kolegamu."ucapnya penuh penekanan.
Ari:"Aku,bisa jel-
Nana:"Jelaskan nanti di rumah."memangkas ucapan suaminya.
Ari kembali mengagguk ketakutan.
Jenia merasa kesal melihat tingkah Ari yang terkenal arrogan,kini seperti seekor kucing di depan istrinya.
"Mengganggu saja."gumam man itu terdengar jelas di telinga Nana.
Nana tersenyum dan menatap jenia"maaf, kalau ke hadiran saya mengganggu urusan kalian."menjawab dengan tenang.
Ari:"Honey"Perlahan menarik tangan istrinya
Nana:"lepas,tangan kamu kotor."menatap tanganya yang tengah di genggam suaminya.
Ari:"Aku tidak menyentuhnya hon, sumpah."menjawab dengan gelengan di kepalanya.
Jenia benar-benar kesal melihat dua orang di depannya,di tambah lagi ucapan Nana dan Ari yang mengisyaratkan kalau dirinya seperti se ekor hewah bau.
Prakkk.... jenia menggebrak meja kaca dengan kencang,yang mana membuat Ari dan nana menatap jenia.
Jenia:"Hei kau.!"menatap nana."pergi sana, mengganggu saja.aku dan calon suamiku sedang asik membahas masa depan,dan sekarang hancur sudah karena kamu datang dengan tidak tahu malu."ucapan itu membuat nana murka,dan kembali menatap laki-laki tampan yang tengah menggelengkan kepalanya.
Tapi Nana berusaha tenang dan menarik nafasnya pelan.
Nana:"Calon suami.!"pertanyaan itu di jawab anggukan dari jenia.
Ari:"Bohong hon,jangan dengarkan ucapan wanita ular ini."ucapnya dengan ekspresi wajah yang terlihat ketakutan.
Jenia membulatkan kedua matanya,ketika mendengar ucapan dari mulut Ari yang mengatakan dirinya"wanita ular"
Jenia:"Apaa,wanita ular.apa aku tidak salah dengar.!"
Jenia:"Aku bukan wanita ular,dan Ini semua gara-gara kamu wanita kampung.malam ini seharusnya menjadi malam yang indah untuk ku dan Ari,tapi semuanya hancur."ungkapnya dengan wajah penuh amarah.
Mendengar ucapan itu langsung menyulut emosi Nana,dan dengan cepat dia berdiri dari duduknya.
Nana:"Yank,diam dan jangan bergerak."menatap suaminya yang tengah mengerutkan dahinya.
Ari:"Kamu mau apa.?"herannya.
Nana:"Aku akan bergulat."
Ari:"Bergulat.!"berpikir dengan keras.
Jenia yang saat ini tengah duduk tenang menatap Nana penuh tanya.
Jenia:"Kenapa,kamu marah.?"kepalanya mendangah.
Nana tersenyum dan mulai mendekatkan tubuhnya dengan jenia yang tengah menatapnya.
Dan tanpa di duga,Nana menarik rambut panjang jenia.
Jenia:"Hei lepaskan,aauu sakit. lepas."Berusaha menarik tangan Nana.
Ari yang tadi tengah diam dan berfikir,kini membulatkan kedua matanya tidak percaya. ketika melihat istrinya tengah menarik rambut jenia.
Ari:"Honey!"dengan cepat berdiri ingin mererai.
Nana:"Duduk."perintah itu langsung di jawab anggukan oleh Ari.
Jenia:"Ari,tolong sakit." menatap Ari sendu.
Bukannya menjawab,Ari malah tersenyum puas.yang mana membuat jenia marah.
Nana:"Bagaimana,nona jenia."ucapnya pelan.
Jenia:"Hahahaha.ini tidak seberapa wanita mandul."sahutnya senang.
Mendengar itu membuat Nana naik darah,dan dengan cepat menjatuhkan tubuh jenia.
Nana:"Rasakan ini wanita ular."ucapnya penuh emosi.
__ADS_1
Dan kini Nana tengah menyerang jenia yang ada di bawah lantai.
Ari yang tengah duduk di buat takjub dengan istrinya.
Ari:"Ini baru istriku,Nona Atmaja."bergumam dengan menatap istrinya yang saat ini tengah menyerang jenia.
Ari tidak menyangka,istrinya yang dia kenal lugu,polos dan penurut kini begitu agresif dan menakutkan.
Jenia:"Auu sakit,dasar wanita mandul."pekiknya yang saat ini tengah bergulat dengan nana.
Nana tidak mendengar ucapan jenia,dia terus menindih tubuh tinggi jenia dan menarik rambutnya.
Tidak mau kalah dengan nana,jenia membalas tarikan di rambut nana.
Nana:"auu"marasakan sakit di kepalanya.
Jenia:"Rasakan ini."ucapnya puas.
Kedua wanita itu tengah bergulat hebat di bawah lantai,dan keduanya sama-sama saling serang.dari mulai menarik rambut,saling gigit, saling tarik baju,saling cekik,dan lain sebagainya.
Ari hanya diam menyaksikan pertandingan seru ini,dia tidak bisa mererai kerena Nana melarangnya.
Yang bisa Ari lakukan,adalah memberi semangat kepada istrinya.
Ari:"Ayo honey,gigit yang kuat.jangan mau kalah."salah satu dukungan yang ari berikan.
Di dalam ruangan ini begitu gaduh dengan suara jeritan dari jenia,hanya sesekali nana mengeluarkan suara kesakitan.selebihnya hanya suara jenia dan sorak-sorak dari Ari untuk istrinya.
Benar-benar menggelikan,rencana jenia hancur sudah.yang ada dalam fikiran jenia,malam ini dia akan bergulat di atas ranjang dengan Ari,tapi yang dia dapat malah bergulat dengan istrinya Ari di bawah lantai.πππ
.
.
Lusi dengan cepat menaiki anak tangga cafe, di dampingi Sekertaris jaka.
Setelah selesai mengobrol yang sebenarnya hanya ada rasa canggung,lusi menatap pintu cafe yang tadi terlihat nana di depanya,kini sudah tidak ada.maka dari itu,lusi dan jaka langsung masuk dan menanyakan keberadaan Nana kepada salah satu pegawai cafe.
Dan ke ketika sudah sampai di satu ruangan yang di tunjuk pegawai cafe,mata lusi dan jaka membulat sempurna.melihat Kedua wanita yang di yakini nana dan jenia tengah bergulat di bawah lantai.
Lusi dengan cepat masuk di ikuti jaka.
Lusi:"Kak,kenapa diam aja.?"menatap sepupnya yang hanya diam menyaksikan tanpa memisahkan.
Ari:"Dia(nana)melarang,lusi."jawabnya pelan. saking asiknya melihat pertandingan istrinya, Ari sampai melupakan rasa marahnya kepada lusi.
Lusi kebingungan ketika melihat dua wanita yang dia kenal tangah bergulat.
Nana yang sadar akan keberadaan lusi, perlahan tersenyum dan menatap jenia"ini untuk lusi."ucapnya berbarengan dengan gigitan di bahu mulus jenia.
Jenia:"Aaauuu sakit.!"mengerang kesakitan.
Lusi:"Kakak,ayo hentikan mereka."menarik tangan Ari.
Ari:"Diam lusi,sebentar lagi ini akan berakhir."jawabnya santi.
Di mana sekertaris jaka,dia juga ada di dalam ruangan itu.atau tepatnya di belakang lusi dan Ari.
Tidak ingin membuang kesempatan langka ini,jaka ikut terbawa suasana melihat ke ganasan nona mudanya,yang saat ini berada di atas tubuh lusi.
Kedua majikan ku benar-benar luarbiasa.kagum hati jaka.
Nana dan jenia terus melancarkan aksinya, tanpa ada yang mererai.
Ari,Lusi,dan jaka hanya menjadi penonton tanpa bisa mererai pergulatan hebat itu.
Sampai pada akhirnya,jaka keluar ruangan dan memanggil salah satu pegawai cafe Black swit.
Jaka:"Cepat panggil,security."
"Baik,tuan."ucapnya sopan.
"Akhirnya,ada yang bertindak juga."ucapnya lega dan dengan cepat keluar untuk memanggil security cafe.
Jaka:"Tuan muda,kemarin anda berkuasa di atas nona.sekarang nona yang berkuasa di atas anda,selanjutnya apa.aku jadi ingin tahu."bergumam di tengah langkah lebarnya untuk masuk ke dalam ruangan,yang tengah terjadi pertandingan hebat.
Sayang pertandingan ini akan berakhir.batin jaka.
.
.
Note:"Udah ya ga di gantung lagi,lain kali ya doble upnya, sepi like,comen sama vote nie jadi ga semangat nulisπ¬
Aku pas nulis eps ini ketawa turus,ga tau sama kalian ikut ketawa apa ga π
__ADS_1
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.