
Mommy:"Son."menatap Ari kesal.
Ari tidak Menghiraukan mommy kei,dia terus menatap dokter putra tidak suka.
Dokter putra hanya diam kebingungan melihat sikap tuan muda Ari.
Mommy:"Mari dokter,menantu ku benar-benar membutuhkan pengobatan."Ucapan itu untuk dokter putra,tapi tatapan mata menatap putranya kesal.
Mendengar itu Ari menatap istrinya,yang tengah terbaring di atas ranjang.
Tak ingin membuat istrinya menderita,Ari mengalah dan memundurkan kakinya yang tadi menghalangi dokter putra.
"Saya,permisi."ucapnya dengan kaki yang masuk ke dalam kamar melewati tuan muda Ari.
Sebelum dokter putra mendekati ranjang yang terdapat calon pasiennya, Ari seketika berlari dan membuat mommy kei serta dokter putra tersenyum canggung.
Nana yang tengah terdiam dengan mata yang setengah menutup karean kantuk yang sudah menyerang,kini membuka matanya dengan cepat.pasalnya tuan muda Ari kini berada di sisinya fosesif.
Ari:"Honey,apa masih sakit.?"tanyanya lembut dan berusaha mengenggam tangan istrinya.
Nana tidak menjawab dia hanya mengagguk pelan.
mommy dei dan dokter putra kini berada di antara Ari dan nana.
Sebelum mommy kei membuka mulutnya,dari arah luar kamar.tuan surya memanggil mommy kei.
Mommy kei menghampiri suaminya malas, hatinya masih marah.
Daddy:"Mom,putramu telpon.!"ucapnya cepat.
Mommy:"Ada apa,tumben.?"menjawab malas.
Tuan surya tidak menjawab,dia hanya mengangkat bahunya.
Mommy kei menarik nafasnya kasar,dan kembali masuk kedalam kamar anaknya di ikuti tuan surya.
dokter putra masih berdiri sopan di dekat ranjang,kepalanya menunduk tidak berani menatap nana dan tuan muda Ari.
Mommy:"Dokter,tolong obati menantu saya."ucapnya sopan.
Dokter putra mengangguk sopan ke arah mommy kei,dan tuan surya.
Tak lama mommy kei menatap nana,dan berpamitan pergi karena adiknya Ari telpon.
Mommy:"Son,jaga putri mommy."Menatap Ari malas.
Ari:"Siap,mom."jawabnya semangat.
Tak lama mommy kei dan tuan surya menginggalkan kamar putra mereka.
Setelah mommy kei dan tuan surya pergi,kini Ari kembali menatap dokter putra tajam.
Ari:"Kau,mundur."memerintah dengan tatapan tajamnya.
Dokter putra mengangguk heran.
Nana hanya menarik nafasnya malas.
mulai lagi.batin nana.
Dokter putra benar-benar heran dan kebingungan,pasalnya jaraknya dan ranjang sekitar dua meter.dan itu membuatnya celingukan.
Ari:"Sekarang kau periksa istriku,dari sana saja."ucapan Ari membuat dokter putra salah tingkah,hatinya kesal dan geram.tapi dia tidak bisa berkata-kata apa ketika berhadapan dengan majikannya yang satu ini.
Nana:"Bagaimana dokter itu mau memeriksa luka ku,kalau jaraknya sejauh itu."jawaban nana membuat dokter putra mengangguk setuju.
Ari:"Honey,dia laki-laki."ucapnya dengan mencium kening nana lembut.
__ADS_1
Nana:"Aku mohon,tanganku sakit.lihat ini, lukanya sudah memerah."jawab nana dengan memperlihatkan luka sayatan.
Ari menatap istrinya kasian,dan dengan cepat matanya menatap dokter putra yang diam mematung.
Ari:"Maju,dan jangan tatap istriku."meminta dengan nada suara seditik tinggi.
Dokter putra dan Tuan muda Ari selilih umurnya mungkin sekitar tiga tahun,disini yang lebih tuan dokter putra.tapi dia akan kalah jika berhadapan dengan Ari,karena tuan muda Ari adalah majikannya.dan itu mengakibatkan dirinya hanya bisa mengangguk setiap di perintahkan olehnya.
Dokter putra mengangguk dan melangkah mendekati ranjang.
Tatapan tajam Ari tak pernah lepas dari dokter putra.
Nana hanya diam,dia seolah kehabisan tenaga untuk menghadapi sikap konyol suaminya.
Kini dokter putra sudah ada di sisi ranjang,dia menyimpan tas miliknya di atas kasur dekat nana calon pasienya.
Dokter tampan itu tidak berani mengangkat kepalanya dan juga menatap calon pasiennya, pasalnya dia di buat ketakutan dengan tatapan tajam tuan muda Ari.
Dengan pelan dokter putra memasang stetoskop di kedua lubang telinganya,dia berniat untuk memeriksa detak jantung nana.
Ari yang melihat itu sektika menatap tajam dokter putra.
Ari:"Apa yang kau lakukan.?"mencegah niat dokter itu.
"Saya ingin memerika detak jantung nona, tuan."jawabnya sopan tapi hatinya begitu kesal tingkah konyol Ari menghambat pekerjaanya.
Ari:"Tidak perlu,detak jangtungnya baik-baik saja.tidak perlu di periksa."sahutnya berbarengan dengan tekanan di dada istrinya.
Nana hanya bisa menarik nafasnya kesal, suaminya benar-benar berlebihan.
Dokter putra diam sejenak,dia mentap tubuh nana untuk memastikan detak jantungnya lewat tatapan mata.
Tak lama dokter itu mengagguk pelan,dia merasa detak jantung nana baik-baik saja.
Tak lama dia berniat untuk memerika tangan nana yang terluka,tapi sebelum tangan dokter putra menyentuh tangan nana.terlebih dahulu Ari mengibaskan tangan dokter tampan itu.
"Maaf tuan,saya hanya ingin memeriksa luka nona saja."Jawabnya sopan tapi hatinya sudah marah.
Ari:"Tidak perlu pegang-pegang,periksa lewat matamu saja."sahutnya kesal.
Nana:"Biarkan dia memeriksa."akhirnya nana membuka mulutnya,dia sudah merasa kesal. dan jengkel dengan sikap konyol suaminya.
Ari:"Hon,dia hanya mencari kesempatan saja."jawabnya lembut.
Uh tuan Ari sebegitu cintanya kah anda kepada nona mungil ini,tapi kalau di perhatikan,nona nana memang cantik.tubuh mungilnya adalah daya tarik nona nana.batin dokter putra dan sesekali dia bisa mencuri pandangan dan melihat wajah nana yang cantik.
Nana:"Kumohon,biarkan dia memeriksa lukaku.dia kan dokter,itu pekerjaanya."menatap suaminya sendu,Ari tidak tahan dengan tatapan itu dan tanpa sadar dia mengagguk setuju.
Dokter putra kini bisa tersenyum lega,karena dia bisa memerika luka pada pasiennya.yah kawalupun dia tidak bisa menyentuh tangan nana yang terluka,karena Ari lah yang memegangi tangan nana.tapi dokter puta merasa senang,tuan muda Ari sudah tidak menatapnya lagi.
"Nona,lukanya tidak terlalu parah.jadi tidak perlu di jahit,saya akan memberikan obat antibiotik.dan obat penahan nyeri."ungkap dokter dengan tangannya sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya.
Nana mengangguk dan dia merasa lega mendengar penuturan dokter itu.
Ari:"Kamu tidak apa-apa,honey."tersenyum lega.
Nana:"Aku tahu."Menjawab ketus.
Dokter putra memberikan dua buah obat yang berbeda di dalam botol kecil transparan,dan perban dengan obatnya.dokter putra meminta kepada Ari untuk membantu istrinya memasang perban di atas luka sayatan itu, dan Ari dengan senang mengangguk.
dokter putra tahu Ari tidak akan mengijinkan dirinya memasangkan perban di atas luka nana,jadi dia memimta Ari yang melakukan itu.
Setelah di rasa semua urusannya sudah selesai,dokter putra berpamitan kepada Ari dan nana.
Ketika sudah sampai di depan pintu kamar, tak lama mommy kei masuk dan dengan cepat dokter putra memungkuk melihat mommy kei masuk.
Mommy:"Sudah selesai,dok.?"tanyanya penasaran.
__ADS_1
"Sudah nyonya besar,nona tidak apa-apa.saya meminta tuan muda untuk memasangkan perban di atas luka nona."menatap mommy kei,dan mommy kei mengerti dengan tatapan itu.
Mommy:"Baiklah dokter,terimakasih.hati-hati di jalan,ini sudah malam."ucapnya sopan dan di balas anggukan.
"Baik nyonya,saya permisi."membungkuk dan berlalu pergi.
Setelah dokter pergi,mommy kei kembali melangkah masuk kedalam kamar putranya dan mendekati ranjang.
Mommy:"Bagaimana,sayang.?"mengusap pelan kepala nana.
Nana:"Lebih baik,mom."menatap mommy kei senang.
Ari:"Dia baik-baik saja,ini Ari mau pasang perban di lukanya.mom."
Mommy:"Son,mommy belum memaafkan sikap mu dan juga daddy.ingat,hukuman dari mommy masih berlaku."ucapnya tegas.
Ari mengangguk pasrah dan dia mulai memasangkan perban di luka nana.
Nana:"Pelan-pelan,ini sakit."meringis pelan.
Ari:"Ya,ini pelan-pelan.tahan ya."menatap istri cantiknya lembut.
Mommy kei hanya diam dan tersenyum, melihat kebersamaan putranya dan juga menantunya yang sudah dia anggap seperti putrinya sendiri.
Mommy:"ya sudah,mommy pergi dulu ya sayang.istrirahat ya,ini sudah malam."mencium kening nana lembut dan di jawab anggukan oleh nana.
"Son,malam ini mommy ijinkan kamu tidur di sini.tapi besok kamu harus tidur di rumahmu,jaga istrimu dengan baik.awas kalau kamu membuat putri mommy menangis atau pergi lagi,nanti mommy tampar kamu lagi."menatap putranya kesal.
Seketika Ari mengangguk pasrah dan menatap balik mommy kei.
Mommy kei pergi dan menutup pintu kamar Ari pelan.
Setelah mommy kei pergi,kini di dalam kamar itu menyisakan nana dan juga suaminya yang tengah memasang perban.
Nana menatap lekat suaminya,dirinya memang tengah marah karena Ari sudah meninggalkan dirinya di dalam kamar tadi pagi.tapi mendengar mommy kei menampar suaminya membuat nana kasihan.
Nana:"Apa masih,sakit.?"Tanyanya pelan.
Ari yang tengah memasangkan perban di luka nana seketika menghentikan aktifitasnya,dan dia menatap sendu istrinya.
Ari:"Apanya yang sakit."ucapnya bingung.
Nana menepuk pelan pipinya dan Ari mengerti.
Ari:"Ohh itu,sedikit."mengagguk paham dan kembali menggulung perban di luka nana.
Nana diam sejenak,perasaanya tidak karuan. suaminya sudah mendapatkan tamparan karena ulahnya.
Nana:"Maaf,karena aku kamu jadi di tampar mommy."ucapnya tidak enak,dan mulai berkaca-kaca.
Ari:"Hon,aku pantas mendapatkan itu.aku salah,aku berjanji akan selalu ada di sisimu bagaimanapun keadaamu.kita akan mengobatinya bersama-sama,maafin aku ya."menatap istrinya penuh penyesalan.
Nana mengagguk dan mulai menangis.
Ari mendekat dan memberi pelukan hangat, perasaan Ari benar-benar bahagai setelah memeluk istrinya.
Ari:"Mau kamu kasih aku anak atau pun tidak, aku tidak perduli.yang aku mau kamu ada di sisiku honey,berjanjilah kamu akan selalu ada di sisiku.jangan pergi lagi ya."suaranya bergetar dan terus menghujani istrinya dengan ciuman.
Nana hanya diam dia terus menangis dalam pelukan suaminya.
.
.
.
Note:"Nanti malam satu eps lagi,jangan lupa vote.maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.
__ADS_1