
Rara seketika menggaruk asal kepalanya, setelah mendengar ucapan mommy Kei.
Ya tuhan,tante.batin Rara bingung.
Berbeda dengan Rara,Nana hanya diam tidak memberi reaksi dia begitu terkejut.tapi setelah itu"Cinta pertama"ucapan Nana membuat mommy Kei tersenyum kecut.
Dalam diam Mommy Kei merasa bersalah, karena sudah mengatakan kalau Rara adalah Cinta Pertama putranya.
Maka Dari itu mommy Kei menggenggam tangan Nana erat"Sayang itu hanya masa lalu, kamu tidak marah kan.?"Tanya Mommy Kei dengan raut wajah khwatir.
Nana tersenyum dan menatap Mommy Kei"Tidak,Nana tidak marah.benar kata mommy itu hanya masa lalu."Sahut Nana tenang.
Mommy Kei mengangguk setuju."Itu benar."
Rara hanya diam,wanita cantik itu begitu ketakutan dengan ucapan Nana dan tatapan matanya.
Kenapa tante Kei harus mengatakan itu, sekarang bagaimana istrinya Ari pasti salah paham.di tambah lagi masalah di restoran, aduh aku harus bagaimana.bingung batin Rara.
Sedangkan Nana berusaha untuk terlihat tenang setelah mendengar kebenaran itu,tapi di dalam lubuk hatinya ia merasakan sakit, kecewa.karena sekali lagi sang suami sudah berbohong.
Dia bilang tidak mengenal pelayan cantik di restoran,tapi sekarang aku sudah tahu siapa pelayan itu.pantas saja dia tidak marah ketika Nona Rara menumpahkan sup panas di pahaku,kenapa kamu harus berbohong kenapa.aku benar-benar kecewa,sayang daddymu sudah menyakiti hati mommy.Lirih hati Nana penuh kesedihkan.
Sesaat semuanya diam apalagi Rara,dia benar-benar bagaikan patung di antara mommy Kei dan Nana.
"Emm tante,Nona saya duluan."Rara membungkuk sopan dengan rasa takutnya.
"Ya sudah Rara hati-hati,ingat kalau ada apa-apa hubungi tante.simpan ya kartu Nama tante."Sahut Mommy kei.
Rara mengangguk pelan,dan berjalan dengan tergesa-gesa untuk membayar belanjaannya.
Mommy Kei menatap Nana"Sayang,mana ice Creamnya.?"
Nana seketika tersadar dari lamunannya,dan mengangkat tanganya yang tengah membawa satu buah ice Crem."Ini mom."
Mommy:"Hanya satu,kenapa tidak beli banyak sayang?"tawarnya.
Nana menggelengkan kepalanya pelan"Satu saja cukup mom,ayo mom kita bayar."Ajakan Nana di jawab anggukan dari Mommy Kei.
Keduanya berjalan pelan untuk membayar, dan Nana melihat Rara yang baru selesai membayar di depan kasir.
Rara sadar dengan kedatangan Nana dan Mommy Kie,buru-buru Rara pergi meninggalkan mini market.
Nana hanya diam ketika melihat Rara pergi dengan tergesa-gesa,ibu hamil itu mungkin terlihat tenang tapi lain di dalam hatinya yang sudah ingin mengeluarkan kekecewaan akan kebohongan sang suami.tapi Nana tidak mau membuat Mommy Kei sedih,jadi untuk saat ini dia menahan rasa sakit di hatinya.
Setelah membayar Nana dan Mommy Kei kembali masuk kedalam mobil menuju mansion.
Di perjalanan Nana berusaha tenang,ice Ceam yang tadi di beli seketika habis tak tersisa.entah karena dia menyukai rasanya atau ingin meluapkan kekecewaan dengan cara melahap ice cream rasa pisang itu.
Mommy Kei sendiri tidak menaruh curiga, karena Nana begitu tenang dan seolah tidak terganggu dengan kejadian di mini market.
"Sayang."Tegur Mommy Kei.
Nana menoleh sang mommy yang ada di sampingnya"Ya mom."jawab Nana pelan.
"Kamu tidak marahkan dengan ucapan mommy tadi.?"Tanya Mommy Kei tidak enak.
Nana kembali menggelengkan kepalanya"Tidak,mommy.tenang saja."ucap Nana di selipi senyuman guna menyakinkan sang mommy mertua.
Mommy Kei tersenyum dan mengusap lembut rambut Nana"Ini baru putri, mommy."Pujian mommy Kei membuat Nana tertawa renyah.
Aku memang tidak marah dengan ucapan mommy,tapi aku sangat marah kepada putra mommy.maaf mom Nana benar-benar kecewa,dia sudah membohongi Nana.lirih hati Nana jika mengingat ucapan sang suami yang mengatakan,tidak mengenal pelayan restoran yang jelas-jelas adalah cinta pertamanya.
.
.
Ari nampak tenang menjalankan aktivitasnya, dan sesekali matanya menatap jam."Baru jam setengah empat,sebentar lagi."gumam Ari dengan wajah berseri-seri.
Pria tampan itu kembali menatap layar laptopnya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Honey aku akan jujur dan mengatakan siapa itu Rara,terserah seperti apa reaksi kamu nanti yang pasti aku akan mengkatakan semuanya.ucap hati Ari penuh semangat.
__ADS_1
.
.
"Sayang kamu mau kemana.?"Tanya mommy Kei bingung,karena Nana bukannya naik kelantai atas untuk kekamar Ari.tapi malah berjalan ke arah kamar tamu yang ada di lantai bawah.
Kamar tamu yang dulu Nana tempati ketika pertama kali datang ke mansion.
Nana berhenti dan membalikan tubuhnya."Nana ingin tidur di kamar tamu mom,apa mommy mengijinkan.?"Balik tanya Nana.
Mommy Kei mengangguk pelan,dan berjalan mendekati Nana"Sayang ada apa,kam-
"Mom Nana ingin istirahat,boleh yah."Sela Nana cepat.
"Baiklah,sayang."Ucap Pelan mommy Kei.
Nana kembali berjalan dan masuk kedalam kamar tamu dengan langkah cepat,meninggalkan sang mommy yang terlihat kebingungan.
"Ya tuhan apa yang sudah aku lakukan,Nana pasti merasa tidak nyaman dengan ucapanku tadi.bagaiman ini aku harus bagaimana.!!"Mommy Kei mulai panik dan dengan cepat merogok tasnya.
.
.
Di depan pintu kamar Nana hanya diam,hati dan pikirannya bagaikan kepingan kaca yang rekat.apalagi ucapan sang mommy mertua terus terngiang,Rara ini cinta pertama suami kamu sayang.
"Hiks.... hiks.... hiks....Kenapa hiks... kenapa kamu harus berbohong hiks... hiks....."ucap Nana dengan linangan air mata.
Di tengah tangisnya,Nana berjalan mendekati ranjang yang nampak bersih.perlahan ia duduk,tangannya terus menutup mulutnya karena ia takut sang mommy mendengar tangisannya.
Nana:"Hiks.... hiks...apa dia masih mencintai nona Rara hiks... hiks.... ya tuhan kenapa rasanya sakit sekali hiks.... hiks....."
Cukup lama Nana menangis merasakan sakit di hatinya,sampai ia menatap tas selempang miliknya.dan perlahan tangannya mengambil benda canggihnya.
Setelah mendapatkan no yang ia tuju,Nana mulai melakukan panggilan dan meletakan hpnya di sisi lain telinganya.
Tak lama"Hallo,kediaman tuan Ari Atmaja dan Nona Nana Atmaja."ucap seseorang di sebrang sana.
"Ini Nona Nana.?"Tebak Yuni.
Nana:"Ya Yun,ini saya."
"Ada apa,Nona.?"Tanya Yuni penasaran, mengingat majikannya beberapa jam yang lalu pergi bersama nyonya Kei.
"Yun tolong masukan beberapa baju saya kedalam koper,karena saya mau menginap di rumah mommy.tolong ya."pinta Nana yang terus menahan tangisannya.
"Baik Nona,nanti pak Bagus akan mengantarkan koper anda ke sana."jawab Yuni tanpa menaruh curiga.
Nana"Terimakasih ya,Yun."
"Sama-sama Nona,apa ada lagi Nona.?"Tanya Yuni.
"Tidak ada Yun,ya sudah saya tutup ya."sahut Nana pelan.
Yuni"Mari Nona."
Panggilan terputus....
Setelah itu Nana kembali meletakan hpnya, dan berbaring dengan perasaan sedih.karena di dalam pikirannya terus mengingat ucapan mommy Kei dan ucapan suaminya yang mengatakan,tidak mengenal siapa pelayan cantik di restoran tempo hari.
Dengan mengelus perutnya Nana kembali menangis"Hiks....hiks..... sayang,kenapa daddymu sangat senang membuat mommy menangis apa salah mommy hiks... hiks.... hiks... Cinta pertama hiks.... hiks...."
.
.
"Jaka cepat sedikit."pinta Ari dengan suara lantang,karena Sekertaris Jaka membawa mobil begitu pelan.padahal kenyataannya Jaka sudah membawa mobil dengan cepatan tinggi.
Ari terlihat gelisan dan wajahnya tidak dapat berbohong,kalau calon daddy itu begitu ketakutan.
Bagaimana tidak,tadi mommy Kei menelepon dan mengatakan kalau dirinya dan Nana bertemu Rara di mini market.
__ADS_1
Tapi yang membuat Ari panik adalah,sang mommy sudah mengatakan kalau Rara cinta pertama dirinya di depan Nana.
Tanpa berfikir panjang,Ari langsung menghentikan pekerjaanya.dan di sinilah ia bersama Sekertaris Jaka menuju mansion.
Oh tuhan bagaimana ini dia pasti marah besar,mommy kenapa mommy bisa mengatakan itu di depan Nana.sekarang apa yang harus aku lakukan.kesal hati Ari dan otaknya kembali merekam ucapannya yang mengatakan tidak mengenal si pelayan kepada istrinya.
Mengingat itu membuat Ari kelabakan, merasa menyesal akan ucapannya sendiri.
Di sepanjang perjalanan Ari tak henti menelpon Nana,tapi sayang no nya sudah tidak aktif.dan Ari berpikir kalau istrinya sudah mematikan hpnya.
Ari kamu bodoh sekarang kamu harus bagaimana,tuhan bantu aku.lirih hati Ari yang terus menelepon sang istri walupun tau nomornya sudah tidak aktif.
Sedangkan Sekertaris Jaka nampak biasa saja,dia tidak punya waktu untuk memikirkan permasalahan yang menimpa tuan mudanya. karena masalah dalam hidupnya juga sama rumitnya.
Jadi Jaka memutuskan untuk diam dan membawa mobil tanpa berniat bertanya, bahkan hatinya saja bagaikan mati.
"Ayo cepat,Jaka.."Pinta Ari tidak sabar.
"Sebentar lagi sampai,tuan."sahut Jaka tenang.
.
.
"Sayang bukan pintunya,ini mommy sayang."Mommy Kei terus mengetuk pintu kamar yang di huni sang menantu,terlihat jelas wanita bule itu begitu gelisah.
Tapi lamanya ia mengetuk Nana tak berniat membuka pintu kamar,hanya suara pelan yang mommy Kei sengar dari menantunya. kalau Nana ingin istirahat,hanya itu yang mommy Kei dapat.
Di tengah kegelisahannya di depan pintu kamar,Mommy Kei mendengar langkah kaki seseorang.
"Mommy.!!"ucapnya.
Mommy Kei menatap sang putra yang berlari menghampiri dirinya"Son."
Ari seketika berhenti di depan mommy Kei, dan sang Mommy dapat mendengar suara nafas putranya yang tidak beraturan.
"Son,Nana ada di dalam kamar."mommy Kei menunjuk kamar yang ada di depan dirinya dan Ari.
Ari menatap pintu kamar bercat putih bersih"Dia di dalam.?"Tanya Ari suaranya terdengar sedih.
Mommy Kie mengangguk penuh rasa bersalah"Maafkan mommy Son,mommy tidak bermaksud."ucapnya tidak enak.
Ari mengela nafasnya pelan dan mengusap pundak sang mommy"Tidak,mommy tidak salah."sahutnya.
Mommy:"Tapi sekarang Nana marah,itu karena mommy."suaranya terdengar bergetar menahan tangis.
Ari menggelangkan kepalanya"Tidak ini bukan salah mommy,Nana marah karena Ari yang salah."Penuturan Ari membuat sang mommy bingung.
"Apa maksudnya,Son.?"Tanya mommy Kei penasaran.
Tapi Ari bukannya menjawab pertanyaan mommy Kei,ia malah berjalan mendekati pintu kamar."Honey buka pintunya,biar aku jelaskan semunya."Ari mengetuk pintu dengan pelan bahkan suaranya terdengar bergetar.
"Hon ayo buka pintunya,maafkan aku honey. aku tidak bermaksud."pinta Ari dengan perasaan bersalah teramat dalam.
Mommy Kie hanya diam di belakang putranya dengan perasaan menyesal.
Tak lama Ari mendengar suara dari dalam kamar yang di huni sang istri"hiks...hiks...kamu jahat hiks... hiks... kalau kamu masih mencintai Nona Rara kenapa tidak bilang saja hiks.... hiks.... kenapa kamu harus berbohong hiks... hiks.... pergi aku tidak mau melihat kamu,pergi... hiks.... hiks...."
Ari seketika merasa lemas mendengar ucapan istrinya,bukan hanya Ari mommy juga merasakan hal yang sama.
"Tidak hon kamu salah,maaf karena aku sudah berbicara tidak mengenal dia.aku hanya takut kamu marah sumpah aku tidak mencintai dia,hanya kamu honey hanya kamu."ucap Ari penuh rasa bersalah.
"Bohong kamu bohong hiks...hiks.... kalau kamu tidak mencintai dia kenapa waktu dia menumpahkan sup panas di tubuhku kamu diam saja hiks... hiks... kenapa kamu diam hiks... hiks..."Penjelasan Nana membuat Ari memejamkan matanya karena menyesal.
"Honey."lirih Ari karena bingung harus berkata apa.
.
.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.
__ADS_1