
Di luar suara ayam berkokok menandakan pagi sudah datang.
Nana seketika membuka matanya,setelah ia kembali mendengar suara khas yang hampir satu tahun ini tidak ia dengar.karna di kota sang suami ketika pagi datang bukan suara kokokan ayam,melainkan suara jam atau ketukan pintu dari pelayan.
Mata sipitnya menatap wajah tampan sang suami yang terus mendekap tubuhnya erat, samar Nana tersenyum"Selamat pagi, ayang."Gumamnya senang mengingat kemarin pagi matanya terbuka hanya kesedihan yang ia rasa,tapi tidak dengan pagi ini.
Nana baru menyadari,kalau ia ada di atas tubuh sang suami.dan seketika ia mengingat kejadian semalam.
Ide adanya tikus malah membuat aku nyaman,dan sekarang aku tahu kalau dia sangat mencintaiku.senang hati Nana.
Perlahan Nana membelai wajah tampan sang suami"Ayang....ayang bangun."
Mendengar suara lembut sang istri membuat Ari membuka matanya.
Nana tersenyum melihat wajah polos itu"Good morning,ayang."Sapanya seraya mencium pipi Ari gemas.
"Morning,honey."Sahut Ari yang terus berjuang menaklukan rasa kantuknya,karna semalaman ia harus terjaga akan ulah Nana yang mengatakan.kalau di dalam kamar ada tikus atau lebih tepatnya di dalam kasur yang masih baru.
"Bisa bantu aku bangun,yank."Pinta Nana yang masih ada di atas pangkuan suaminya.
Ari mengangguk dan membantu Nana bangun.
Setelah sang istri sudah tak ada di atas pangkuannya,Ari seketika merasakan pegal di kedua pahanya.bagaimana tidak begitu, semalaman Nana duduk di atas tubuhnya."Auu."pekiknya pelan.
Nana menatap suaminya khwatir"Ayang kamu ga papah.?"Tanya Nana yang langsung memijat kedua paha Ari.
"Aku ga papah,honey."Sahut Ari bohong.
Nana terus memijat kedua paha sang suami guna mengurangi rasa sakit."Maaf ya,karna aku kamu jadi begini."Ucapnya tidak enak karna sudah menjahili suaminya.
Ari menggelengkan kepalanya cepat"Apa yang kamu katakan honey,sudah ini bukan salah kamu."Sahut Ari seraya menghentikan aktifitas tangan Nana.
Nana menurut dan duduk di samping suaminya"Ayang maaf,semalam itu aku sudah berbohong."tutur Nana gugup.
"Bohong.!!"wajah Ari nampak kebingungan.
Nana mengangguk pelan"Sebenarnaya di dalam kasur tidak ada ti-tikus,yank."matanya langsung terpejam karna takut Ari akan marah.
"Apa.!!"Ari seketika terkejut mendengar kejujuran sang istri.
Nana menatap suaminya dengan tersenyum kuda"Mau olahraga pagi."matanya mengedip cepat.
.
.
Ari mencium punggung polos sang istri setelah selesai menuntaskan jiwa lelakinya"Aku mau mandi dulu ya,hon."Suara lembutnya terdengar merdu di telinga Nana yang masih mengatur nafas.
__ADS_1
Samar Nana tersenyum karna suaminya sudah tidak marah lagi,ide bergulat di atas ranjang kecil itu benar-benar berhasil.
"Ayang di sini airnya sangat dingin,aku masak air panas dulu ya."Ucap Nana pelan.
Ari mengingat semalam ketika membersihkan tubuhnya air memang terasa sangat dingin, apalagi ini masih pagi."Baiklah,tapi kita mandi sama-sama"Ajaknya.
Sebelum memberi jawaban,Nana bangun dan memakai dasternya"Tapi kamar mandinya kecil yank,tidak akan muat."jelasnya
Ari mendesah pelan,ia kembali mengingat kalau saat ini mereka bukan di rumah mewahnya melainkan di rumah Nana yang nampak sederhana.
"Baiklah,honey."jawab Ari pasrah.
Nana mengangguk dan keduanya berjalan menuju dapur.
Cukup lama Ari membersihkan tubuhnya seorang diri,mungkin kedaan kamar mandi yang membuat ia enggan untuk mandi.
Tidak di pungkiri Ari merasa tidak nyaman dengan keadaan rumah sang istri,walaupun pak jaya sudah memberi sentuhan nuansa baru di dalam bangunan sederhana itu.tapi Ari masih tidak nyaman,ia bersikap tenang hanya untuk menghargai Nana saja.
Ari membuka pintu kamar mandi secara perlahan.
"Sudah selesai.?"Suara Nana membuat Ari tersenyum canggung,pasalnya ia ingin berkata tentang kondisi kamar mandi.
"Mau mandi.?"Tanya Ari seraya berjalan menghampiri Nana yang tengah berdiri di dekat kompor.
"Sebentar lagi yank,ini air buat kopinya hampir matang."Jawab Nana.
Ari mengangguk paham,dan matanya menatap dua buah cangkir yang berisi kopi miliknya dan teh milik Nana.
"Terimakasih honey,ya sudah nanti kamu mandinya."pinta Ari berbarengan dengan ciuman di pipi Nana.
Nana:"Siap bos."
.
.
Setelah Nana membersihkan tubuhnya dan juga sudah bersantai,kini saatnya ia memasak sarapan pagi.
Di dapur Nyonya atmaja itu terlihat sibuk memotong beberapa sayuran yang sudah ada di dalam lemari es,pak Jaya benar-benar tahu makanan enak.
"Hon,tidak ada signal.?"Tanya Ari yang baru saja masuk kedalam dapur dengan hp di tangannya.
Nana yang masih memotong sayuran dengan cepat memutar tibuhnya"Biasanya bagus yank,mungkin semalam hujan."Jawaban Nana tidak bisa di mengerti oleh Ari.
Nana tersenyum melihat wajah tampan itu"Di sini desa ayang,bukan kota."jerasnya"Emmm coba ayank keperkebunan,di sana mungkin ada signal."ucap Nana yang langsung berbalik guna melanjutkan pekerjaannya.
Ari mengangguk-anggukan kepalanya"Honey kamu pintar sekali,ya sudah aku kesana ya. kamu ga mau ikut.?"Ajaknya yang saat ini memeluk Nana dari belakang.
__ADS_1
"Ga yank,aku mau masak."tolak Nana halus.
"Baiklah aku juga sebentar,cuma mau menghubungi sekertaris Jaka saja."ucap Ari.
"Kita jadi pulang hari ini.?"Tanya Nana senang, karna ia juga merasa kasihan kepada suaminya jika harus berlama-lama di desa.
"Apa kamu tidak mau.?"tanya Ari sedikit gugup,pasalnya ia takut Nana masih ingin di desa.
"Sebenarnya aku masih ingin di sini,tapi kita pulang saja yank.dua hari ini di sini sudah cukup."tutur Nana penuh keyakinan.
Ari tersenyum ceria mendengar ucapan sang istri."Ok kalau begitu,aku pergi yah."ucapnya Semangat.
Nana:"Hati-hati."jawabnya setengah berteriak karna sang suami sudah pergi.
"Ya hon."Jawab Ari lantang.
Nana kembali memasak"Nenek hari ini,Nana akan kembali kekota.mudah-mudahan nanti Nana bisa pulang kedesa."lirihnya sedih.
.
.
Ari membawa mobil putih milik istrinya menuju perkebunan,yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal Nana.
Di setiap jalan yang mobil mewah itu lewati, Ari tak hentinya tersenyum.jika mengingat kejadian kemarin malam,betapa ia sangat panik ketika mengetahui sang istri pergi kedesa"Tuhan aku tidak tahu kenapa bisa sangat mencintai dia,honey kamu adalah segalanya bagiku."gumam Ari seraya terus mengingat masa-masa dimana dia dan Nana dulu bertemu.
Tak lama mobil berhenti di depan bangunan yang lumayan besar bercat coklat,yang ada di tengah perkebunan.
Ari menatap sekitar dan ketika ia ingin turun, hpnya yang sedari tadi diam karna tak ada signal. kini bergetar menandakan ada panggila masuk.
"Nomer siapa ini.?"Tanya Ari ketika menatap layar hpnya dan terdapat nomer tanpa nama.
Ari hanya diam ketika nomer baru itu terus menelepon,tapi ia juga penasaran siap orang yang terus menghubunginya.
Perlahan Ari menggeser ikon hijau dan meletakan hpnya di sisi lain telinganya"Hallo, siapa ini.?"Tanya Ari sedikit ketus.
Ari mengerutkan keningnya,ketika orang disebrang sana tak kunjung bersuara.
"Kalau anda tidak mau berbicara,saya akan matikan.!!!"Ucap Ari geram.
"Jangan.!!"Pinta orang itu cepat.
Ari mematung,pasalnya ia tahu suara itu"Ada apa.?"tanyanya sedikit terkejut.
"Maaf kalau aku ganggu,Ini aku Rara.!! "
.
__ADS_1
.
Mood nulisku kembali berkurang,jadi kalau ada kata-kata yang tidak pada tempatnya mohon jangan di hujat.😉