ISTRI KU GADIS DESA

ISTRI KU GADIS DESA
TUAN ARI YANG ANEH


__ADS_3

Pagi pun tiba, tapi cuaca pagi ini tidak begitu baik.cuaca di luar Rumah sakit sedang hujan lebat,dan petir yang bergantian mengeluarkan suara nyaring mereka.


Di dalam ruang inap mewah nan luas itu, menampakan dua manusia yang masih dalam posisi nyaman mereka.


Ari dan Nana seolah sedang menginap di hotel berbintang,dan melupakan kalau mereka sedang berada di dalam Rumah sakit.


Tok...Tok...Tok...


Suara ketukan di luar pintu ruang perawatan Nana pun di ketuk seseorang.


Merasa terganggu dengan suara ketukan itu, Ari pun membuka matanya.dan yang pertama dia lihat,adalah wajah cantik istrinya yang sudah tidak menampakan pucat seperti kemarin malam.


"Good morning." Ucap Ari lembut, sembari mengusap pelan hidung istrinya.


Tapi Nana masih saja menutup matanya,dan tidak mendengar kalimat merdu yang suaminya ucapkan.


Setelah itu, Ari beranjak dari tidur nyamannya. melangkahkan kakinya untuk membuka pintu yang sedari tadi di ketuk seseorang.


Ceklek


Pintu pun terbuka,menampakan seorang perawat cantik yang semalam tidak menampakan batang hidungnya.mungkin perawat itu yang menggantikan ship teman perawatnya.


"Selamat pagi Tuan Ari, maaf menggangu." ucap si perawat dengan senyum manis yang terlihat di wajah cantiknya.


"Ada apa?" jawab ketus.


Ari seolah tidak terpesona akan kecantikan, dan senyum manis sang perawat itu.


"Maaf Tuan, ini waktunya Nona Nana sarapan dan minum obat." Terang perawat itu.


"Berikan pada ku."singkat Ari.


Perawat itu pun mengangguk,dan memberikan Nampan yang berukuran sedang itu.


"Saya harap, Non-


ucapan perawat itu menggantung, karena orang yang ada di hadapannya menutup pintu secepat kilat.


Si Perawat mengendus kesal.


"Laki-laki itu begitu Arogan, tapi aku suka. Dia adalah tipe ku. Tampan, badannya begitu ok, dan yang pasti dia orang kaya. Lihat saja, ruang inap yang dia pesan ini salah satu ruang inap termahal yang rumah sakit ini sediakan. Tapi sayang, dia sudah menikah. tapi apa peduliku. Bagaimana pun aku pasti bisa mendapatkannya."


Tak tau diri si perawat dengan pede bisa mendapatkan si tuan muda Ari. Menatapnya saja Ari tidak sempat. Bagaimana cara dirinya mendapat perhatian Ari? Masih menjadi tanda tanya besar.


.


.


"Menganggu saja." Menggerutu kesal, meletakan nampan berisi bubur dan obat istrinya di samping meja kecil di dekat ranjang perawatan Nana.


Tak lama Ari pun diam sejenak,dan matanya tiba-tiba menatap jendela yang masih tertutup gorden berwarna Abu-abu Tua di ruang inap itu.


Ari pun beranjak,dan menggeser gorden itu dengan pelan. matanya melihat cuaca yang tidak begitu baik di luar rumah sakit di mana istrinya di rawat.


"Hujannya begitu lebat, bagaimana aku bisa membawa istri ku untuk pindah hari ini."ucap ari pelan.


Jadi rencananya, Ari akan membawa Nana untuk pindah. Dan tidak akan kembali lagi ke Apartemen tempat tinggal mereka yang satu minggu terakhir menjadi rumah mereka.


Ari tidak ingin membuat istrinya tidak nyaman, dan pasti akan terus mengingat kejadian kemarin yang menimpa istrinya itu.


Nana yang sedang asik di alam mimpinya kini membuka mata sipit nya,dan perlahan-lahan mengumpulkan memory nya.dan setelah itu, nana malah tersenyum malu.karna ingatannya kini kembali akan apa yang semalam terjadi di antara dirinya, dan suami tampannya.


Note: belum anu-anu kok, baru tahap di area bibir


Ketika sedang asik mengingat akan apa yang semalam mereka lakukan,tiba-tiba Nana teringat akan suaminya yang tidak ada di sisinya.


"Kemana Tuan Ari? Apa dia meninggalkan ku. dan membiarkan ku membayar biaya rumah sakit ini?" ucap nana dengan raut wajah yang nampak ketakutan, kebingungan yang berarti.


Rasa takut yang ada di benak nya seolah sirna, karena dari arah lain.ada suara nyaring yang menyadarkan dirinya.


"Kamu sudah bangun, tukang tidur." Menggoda Nana yang masih diam membisu.


Seketika Nana terdiam, mendengar langkah kaki dan suara dari arah belakang. Otaknya tiba-tiba memutar kejadian semalam di mana mereka berciuman mesra.


"S-sudah, Tuan Ari." jawab Nana terbata-bata.


Ari pun mendekat ke arah ranjang istrinya dan setelah itu dia mendudukkan bokongnya


"Bagaimana, apa sekarang kondisi mu sudah Ok? dan apa tanganmu masih sakit.?" Bertanya dengan wajah datar.


"Sudah Tuan, tangannya juga sudah tidak sakit lagi." jawab Nana malu.

__ADS_1


Jadi semalam. Jarum infus yang menancap di sisi lain punggung tangan nya sudah di lepas, karena kondisi nana sudah mulai membaik.


Ari:"Baguslah,Hari ini kamu bisa pulang. mungkin nanti siang kamu bisa meninggalkan rumah sakit ini, karena Sekarang di luar sedang hujan.jadi kita tidak bisa pulang sekarang."jelas Ari.


Nana pun hanya mengangguk akan penjelasan yang suaminya ucapkan.


"Sekarang lekas-lah bangun, pergilah ke kamar mandi, ganti bajumu. Setelah itu makan bubur dan obatmu." tambahnya.


"Tapi, saya masih merasa agak pusing Tuan."


"Kata dokter, itu hal yang wajar. Karena kamu mungkin terjatuh, dan kepalamu terbentur ketika di dalam lift rusak itu." jelas Ari.


"Saya tidak mengingat akan hal itu,yang saya ingat.benda ajaib itu turun dengan cepatnya,dan setelah itu saya sempat sadar karena mendengar suara telpon saya berbunyi. saya melihat ada Nama Tuan Ari di sana,tapi saya tidak sanggup untuk mengangkat telpon Tuan Ari,tapi saya berusaha menghubungi Tuan Ari kembali.dan saya merasa senang karena tuan mengangkat telpon saya.tapi setelah itu,saya sudah tidak mengingat apa-apa lagi Tuan.saya pikir saya sudah mati,tapi tuhan masih sayang sama saya.dan saya masih bisa membuka mata saya.terimakasih Tuan Ari,berkat anda saya masih bisa selamat." Terangnya dengan buliran bening yang keluar dari mata sipitnya.


Ari pun hanya diam tidak menyela akan apa yang istri nya ucapkan,tapi di lubuk hatinya dia benar-benar marah kepada dirinya sendiri. karena telah membiarkan istrinya terkurung di dalam lift rusak.


"Sudah jangan di ingat lagi,sekarang kamu harus bisa melupakan kejadian itu,dan jangan menangis lagi,karena aku tidak akan memelukmu.bau tubuhmu tidak sedap."


Nana pun seketika menghapus Air matanya, dan mengendus bau tubuhnya.walaupun Nana sudah mengganti bajunya dengan baju yang di sediakan di RS itu,tapi Nana belum membersihkan tubuhnya.


Tubuhku Tidak bau,tuan Ari benar-benar menyebalkan.dia masih saja merendahkan ku.kesal hati Nana.


Ari yang melihat tingkah konyol istrinya itu hanya tersenyum,karena dia berhasil lagi mengerjai istrinya.


Ari:"Bagaimana,bau bukan.cepatlah bersihkan Dirimu." titah Ari dengan raut wajah yang sengaja di buat tanpa ekspresi.


Nana pun hanya mengangguk,akan perintah suaminya.


Seketika itu,Nana pun beranjak dari duduk nya.dan ketika akan melangkahkan kaki nya, kepalanya kembali merasa pusing.dan nana pun seketika terkulai lemah, untung saja.ari dengan sigap menanggap Tubuh mungilnya.


"Apa kamu tidak Apa-apa?" Tanya Ari khawatir.


"Ya Tuan, saya baik-baik saja. Hanya saja kepala saya agak pusing." jawab Nana.


"Tidak sanggup untuk berjalan.?"


Dengan malu-malu,Nana hanya mengangguk kan kepalanya.


"Mau di gendong?" Tanya Ari lembut.


Dengan malu-malu, lagi-lagi Nana hanya menganggukkan kepalanya.


Awas saja kalau dia menolak tawaran ku. Gumam hati Ari.


Setelah itu,Ari pun mengangkat istrinya.ala-ala pangeran yang membawa putrinya cantiknya.


Dengan ragu,Nana mengalungkan tangan nya di leher putih Suami tampannya itu.


Tak lama mereka sudah ada di dalam kamar mandi,dan Ari meletakan tubuh Nana di atas kloset.


"Butuh bantuan.?"Tanya Ari.


Nana pun seketika menggelengkan kepalanya,tanda dia menolak tawaran suaminya itu.


Apa maksud nya butuh bantuan,apa tuan Ari mau membantu aku membuka baju ku.tidak-tidak,itu sangat memalukan.Gumam hati Nana.


"Apa kamu yakin.?"tanya Ari lagi.


"I-iya tuan,saya bisa sendiri."gugup Nana.


"Naiklah, tapi aku akan tetap di sini.karena aku takut kamu akan terjatuh,dan pingsan. Nanti kamu akan lebih lama di rumah sakit ini.dan itu artinya,aku harus mengeluarkan uang lebih besar lagi."terang Ari,dengan tarikan nafas yang sengaja dia hembuskan dengan kasar.


Nana yang mendengar penuturan suaminya itu pun diam sejenak.


Apa maksudnya dia akan di dalam kamar mandi,dan melihat aku membuka baju,dan melihat ku mandi begitu.?heran hati Nana.


"Saya tidak akan terjatuh,dan pingsan tuan.kepala saya sudah tidak pusing lagi.lihat, saya bahkan berjalan dengan entengnya."jawab nana dengan tubuhnya yang sengaja di gerakan dengan lincahnya.


"bagus kalau kamu tidak akan terjatuh dan sejenis nya,tapi aku akan tetap di sini.sudah tidak usah membantah lagi,cepat buka baju mu.dan bersihkan tubuh mu,aku akan membalikan tubuhku."jawab ari dengan seringai di bibirnya.


"Tidak mau,saya tidak akan melakukan keduanya.kalau T-tuan, masih ada di dalam sini."


"Kamu membantah ucap ku lagi?" ucapnya kesal.


"Pokonya, saya tidak akan melakukan keduanya, karena saya malu kalau tuan masih ada di dalam kamar mandi. Keluarlah, saya tidak akan terjatuh lagi tuan, saya janji." Nana mohon.


"Tidak akan, saya tidak akan keluar." tegas Ari.


"Ya sudah,saya juga tidak akan Membersihkan tubuh saya.biarlah tubuh saya bau."bela Nana.


"kamu benar-benar keras kepala ternyata. ya sudah, aku akan keluar.tapi pintu nya jangan di tutup.di buka saja,saya tidak akan melihat tubuh kurus mu itu."ucap Ari ketus.

__ADS_1


Nana pun sejenak berpikir.


Apa benar dia tidak akan mengintip ketika aku mandi nanti,dia sudah berjanji tadi.tapi tunggu,!dia kan selalu berbohong,dan berkelit. aku harus waspada,dia selalu bilang.aku bukan tipe nya,tapi dia selalu mencium ku.ya walau pun aku sudah terbiasa,tapi aku ga boleh gitu aja percaya.ucap hati nana.


"Baiklah,tapi janji jangan mengintip.!"jawab nana gugup.


"Em, cepatlah bersihkan tubuhmu. Aku akan menunggu di luar." Menjawab dengan langkah pelan meninggalkan istrinya untuk melakukan urusannya.


Nana pun merasa lega sesaat,karena suaminya sudah tidak menampakan dirinya.dan Nana pun berjalan ke arah shower dan mulai membersihkan tubuhnya,tapi dengan konyolnya.Nana tidak melepas pakaian yang melekat di tubuhnya.


"Aku harus pintar,menghadapi laki-laki itu."


Apa yang Nana pikirkan benar adanya,Suaminya tengah mengintip dari luar kamar mandi.


"Dasar Gadis Bodoh, dia benar-benar Bodoh." ucap Ari pelan.


Dan tanpa membuang waktu,Ari pun masuk ke dalam kamar mandi itu.


Kedatangan Ari membuat Nana kaget,dan langsung menghilangkan kedua tangannya di area Dada mungilnya.karna di bagian itu, terlihat agak menonjol.karna baju yang menutupinya sudah basah terkena air.


"T-tuan Ari, anda mau apa? Tadi anda sudah berjanji tidak akan masuk ketika saya membersihkan tubuh saya." tanya Nana kesal.


"Ini handuk mu, ketinggalan." alasannya.


Tapi Percayalah, istrinya terlihat begitu seksi dengan baju basah yang melekat di tubuhnya.seketika Ari mulai goyah.


Dia benar-benar seksi,dan sekarang aku menelan ucapan ku sendiri.gumam hati Ari.


"Baiklah,simpan saja di sana.dan saya mohon, lekas-lah keluar."pinta Nana.


"kamu mengusirku,ini rumah sakit aku yang bayar.jadi terserah aku lah,kamu tidak berhak mengusir aku."kesalnya.


Seketika itu Nana pun menarik nafasnya dengan kasar,dia sudah lelah kalau harus meladeni suaminya itu.Nana pun melanjutkan mandi nya, toh dia tidak bertelanjang,ada baju yang menutup tubuhnya.


"Silakan tuan Ari, lakukan apa yang tuan inginkan.saya sudah capek kalau harus berdebat dengan tuan:" jawab nana di sela mandinya.


Ari tidak menjawab,dia malah diam mematung.melihat istrinya yang basah dengan guyuran Air dari atas kepalanya.


Glek...


Ari menelan air liur dengan kasar. karena tidak sengaja melihat Area sensitif istrinya yang nampak nyata di lihat.


Tanpa membuang waktu,Ari pun keluar dari kamar mandi itu.yang mana membuat Nana bergegas membuka baju nya,dan meraih jubah handuk yang tidak terlalu jauh dari jangkauannya.


Nana pun sudah selesai dengan aktifitas mandinya yang penuh drama,dan intrik itu. kini dia tengah mengenakan baju gantinya yang sudah tersedia di dalam K**over kecil milik suaminya.


Nana begitu cantik dengan gaun sederhana yang berwarna maroon bermotif bunga sakura di bagian lengannya,dan rambutnya yang di biarkan tergerai karena masih dalam keadaan basah,belum kering sepenuhnya.


Nana pun beranjak keluar dari dalam kamar mandi,dan menghampiri suaminya yang tengah duduk di sofa empuk berwarna Hitam yang ada di dalam ruang inap nya.


"Makan bubur, dan setelah itu minum obat. Kita akan langsung pergi karena hujan sudah berhenti." jelas Ari.


Ari begitu salah tingkah akan keberadaan istrinya,dia masih terbayang-bayang akan apa yang dia lihat tadi."


Sadarlah Ari, jangan di ingat-ingat lagi.


"Rasanya, mulut saya ini tidak ingin memakan bubur ini Tuan. Terlihat tidak enak, warnanya pucat begitu" ucap nana dengan mata yang terus menatap penampilan Bubur yang ada di depan matanya.


"Ya sudah,kalau mulutmu tidak mau memakannya.masukan saja bubur itu lewat lubang hidung mu.sama saja bukan,akan masuk juga.cuma mungkin tidak akan masuk ke perutmu,tapi akan memenuhi otak mu yang kecil itu." jawab ari dengan tangan yang sibuk mengotak-atik benda pipih di tangan.


"Anda jahat sekali Tuan Ari,memangnya saya ini orang Aneh,saya masih normal." kesal nana.


"Sudah,tidak usah berbicara lagi.sekarang makan bubur mu,dan obatmu.agar kita bisa keluar dari rumah sakit ini.kamu tau,20menit lagi kita masih di sini.harga nya akan naik lagi" ancam Ari.


Mendengar ucapan suaminya,seketika itu pun nana langsung memakan bubur yang tadi dia tolak.


Ari:"Gadis pintar."senang Ari karena istri nya mendengarkan ucapannya.


Istri ku benar-benar menggemaskan,aku harus cepat-cepat melihat video lainnya. untuk mendapatkan informasi,bagaimana melakukan hubungan suami istri.ucap hati Ari.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Note:"Kalau ada yang komen, kok ceritanya ber-tele-tele sih dan masih membahas soal Nana dan Ari. aku cuma mau bilang,kalau di eps ini dan beberapa eps selanjutnya akan masih membahas perjalanan rumah tangga mereka.aku ga bisa kalau harus loncat-loncat karena itu tidak akan asik,aku ga bisa masukin konflik dulu untuk sekarang-sekarang. mungkin nanti akan ada,aku selipin pemeran tambahan. jadi buat yang ga suka sama cerita aku, kalian ga usah komen yang macem-macem ya.tinggal di Unfavorit aja.kalau udah masuk daftar favorit di rak buku kalian ok. karena kita itu akan lemas kalau dapat satu kritikan yang ga ngebangun sama sekai, tapi. kita akan bahagia dan semangat nulis kalau dapat komen yang sederhana tapi penuh makna,itu aja yang mau aku sampaikan. maaf ya jadi curhat.😍😍😍😍


.


.


komen boleh, tapi yang membangun si penulis.


Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2