
"Katakan cepat,ada apa.?"titah Ari jengkel, seraya menatap sekitar.ia takut ada Nana, padahal hal itu tidak akan terjadi.
"Aku mau minta maaf-
"Permintaan maaf di terima,dan dari mana kamu tahu nomer teleponku.?"Suranya sedikit berbisik.
"Dari Kevin,aku mohon kamu jangan marah. aku yang sudah memaksa dia supaya mau memberikan nomer kamu,dan aku juga mau mint-
"Dengar jangan pernah telepon aku lagi,aku sangat tidak suka dengan keadaan ini.aku akan memaafkan kejadian yang sudah terjadi, dan jangan pernah muncul lagi dalam hidupku atau mengganggu istriku ini peringatan."sergah Ari penuh amarah,karna kejadian kemarin sudah membuat Nana pergi.
Rara:"Ari aku mohon dengar aku dulu,aku mau min-
tut.. tut.....Ari memutuskan panggilan secara sepihak.
"Honey I love you,honey I love you."Itulah yang Ari katakan guna menenangkan pikirannya.
Setelah tenang,Ari kembali menghidupkan hpnya dan ia langsung menghapus Nomor Rara"Aku harus memberitahu istriku,karna aku tidak mau ada kesalah pahaman lagi"Gumamnya.
.
.
Rara menatap hpnya penuh kesedihkan, pasalnya Ari tidak mau mendengar ucapannya"Sekarang aku harus bagaimana, kepada siap aku harus meminta tolong.ya tuhan tolong aku."Lirihnya yang tengah menangis di dalam kamar.
Tuhan kenapa penderitaan tak ingin pergi dari hidupku kenapa...kenapa.batin Rara sedih.
Tok...tok... "Rara buka pintunya,mau sampai kapan kamu diam di dalam kamar.ayo cepat keluar."Suara itu berasal dari ibunya Rara yang terlihat kesal.
Rara sudah tiga hari menguring dirinya di dalam kamar,semenjak sang ibu memberi kabar kalau ia akan di jodohkan dengan seorang pria dari keluarga kaya raya.ia keluar hanya pergi bekerja saja.
"Ibu Rara mohon jangan paksa Rara bu,hiks...hiks...Rara mohon."Pintanya yang saat ini berdiri di depan pintu kamar.
Ibunya Rara mendesah kesal mendengar penolakan sang putri"Kenapa Rara,apa kamu senang hidup melarat seperti ini.apa salahnya menikah dengan Marco,ibu yakin dia pria baik.ingat Rara umurmu sekarang sudah 27tahun,apa yang kamu tunggu.sudahlah terima saja lagipula keluarga Abraham sudah sangat berharap kamu menjadi menantu mereka." untuk menyakinkan Rara.
"Tidak mau,Rara tidak mau hiks..hiks...Rara mohon bu jangan paksa Rara.biarkan Rara mencari calon pendamping hidup Rara sendiri."Tolaknya penuh keyakinan.
"Ibu sudah tidak mau mendengar penolakan dari kamu,apapun yang terjadi kamu akan tetap menikah dengan Marco ingat itu."Tutur sang ibu geram seraya berjalan pergi meninggalkan Rara yang tengah menangis seorang diri.
"Kenapa ya tuhan hiks...hiks...kenapa."Lirih Rara yang langsung meringsek lemas duduk di bawah dinginya lantai.
Ini alasan aku meminta tolong tapi kamu tidak mau mendengar,aku tidak pernah berniat menghancurkan rumah tanggamu Ari. aku hanya ingin meminta tolong hanya itu.gumam hati Nana penuh keputus asaan.
.
__ADS_1
.
"Cepat sekali."Tanya Nana heran ketika mobil suaminya datang.
Ari merasa panas dingin ketika sang istri tengah menatap kedatangannya.
Aku harus jujur..ucap hati Ari
Nana:"Ayang."Tegurnya pelan.
Ari yang baru saja keluar dari dalam mobil, hanya tersenyum canggung.
"Bagaimana,ada tidak signalnya.?"Tanya Nana yang masih sibuk dengan jemuran.
"Ada hon."Jawab Ari seraya berjalan menghampiri Nana.
Nana mengangguk pelan"Syukurlah kalau begitu,kapan Sekertaris Jaka datang.?"
"Nanti siang dia akan datang,honey."Jawab Ari gugup,karna dalam hatinya tengah kebingungan mencari cara.bagaimana mengatakan kepada Nana kalau Rara tadi sudah menelpon.
Bagaimana aku mengatakkannya,dari mana aku harus mulai.bingung hati Ari.
"Ya sudah kalau begitu,sekarang kita sarapan. nanti beres-beres."Usul Nana yang baru saja menjemur baju terakhir.
Ari hanya mengangguk tanpa berniat menjawab.
Ari seketika tersentak padahal suara Nana tidak nyaring."Hon.!!"matanya menatap Nana takut.
Nana mendekati suaminya"Ada apa yank, katakan.?"pintanya lembut.
Sebelum memberi jawaban,Ari menelan salvirnya"Aku mohon kamu jangan marah.!"ucapnya pelan.
Nana mengerutkan keningnya mendengar ucapan itu."Untuk apa aku harus marah, sedangkan kamu belum mengatakan apa-apa"sahut Nana curiga.
Ari menarik nafasnya pelan"Tadi ketika aku sudah sampai di perkebunan"Matanya menatap Nana gugup.
Nana mengangguk,seolah meminta sang suami untuk melanjutkan ucapannya.
"Ra-ra meneleponku honey.!!tapi-tapi kamu jangan marah.dia hanya meminta maaf, setelah itu aku meminta agar dia jangan mengganggu aku dan kamu.dan aku langsung mematikan telepon itu honey."ungkap Ari dengan raut wajah ketakutan.
"Lihat,aku sudah menghapus nomor teleponnya.lihat sudah tidak ada lagi."Ari menunjukan hpnya kepada Nana.
Nana hanya diam,dia belum memberi reaksi ketika sang suami mengatakan bahwa Rara sudah berani mengubunginya.
__ADS_1
Ari menatap istrinya sendu"Jangan marah honey,aku benar-benar tidak tahu kalau dia akan menelepon ku percayalah."pinta Ari yang sudah terlihat panik.
Nana masih diam,tapi dia tidak melepaskan genggaman tangan suaminya
Ari dengan cepat memeluk Nana erat,pasalnya sang istri hanya diam.dan Ari mengisyaratkan kalau Nana marah."Aku mohon jangan marah,aku berjanji akan mengganti nomor telepon agar dia tidak lagi menghubungiku,honey aku mohon jangan marah."Pintanya ketakutan.
Di dalam pelukan suaminya Nana tersenyum, dia merasa tidak marah dan mempercayai semua ucapan Ari."Yank."Suara lembut Nana membuat Ari membeku.
"Katakan,honey."pinta Ari gugup,ia takut Nana akan mengatakan kalimat yang tidak pernah ingin ia dengar.
Nana:"Apa kamu sangat mencintaiku.?"
Ari seketika melonggarkan pelukannya setelah mendengar ucapan sang istri."Apa yang kamu katakan honey,pertanyaan macam apa itu.aku sangat....sangat mencintaimu sumpah."jawabnya penuh keyakinan.
Nana tersenyum bahagia mendengar jawaban dari suaminya"Terimakasih karna kamu sudah mau mencintaiku."Sahutnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Ari:"Aku sangat mencintaimu honey,jujur hanya kamu yang bisa membuat aku bahagia. kamu adalah kelemahanku dan kamu juga yang menjadi penyemangat dalam hidupku, cuma kamu yang ada di hatiku hon kamu adalah segalanya.walupan dulu Rara wanita pertama yang membuat aku tahu apa itu cinta,tapi kamu yang sudah menyempurnakan cinta di hatiku hon hanya kamu."Ungkapnya penuh rasa cinta.
Mendengar penuturan suaminya membuat Nana menitikan air mata kebahagiaan."Kenapa kamu bisa mencintai wanita miskin seperti aku hiks...hiks...aku merasa malu ketika mengingat siapa kamu dan aku hiks...hiks... hiks....."Lirihnya dengan linangan air mata.
Ari seketika memeluk Nana"Jangan katakan itu,sudah cukup aku tidak mau mendengarnya.menurutku status tidaklah penting,mungkin dulu aku selalu berkata tidak baik kepadamu.tolong maafkan honey,jujur dulu ketika melihat kamu memetik teh aku langsung jatuh cinta.apalagi melihat senyummu."Tuan muda Ari mengungkapkan rahasia yang selalu ia tutup rapat.
Nana menatap suaminya penuh tanya"Benarkah itu.?"Tanyanya tidak percaya.
Ari mengangguk cepat dan mengusap pipi Nana yang basah."Itu benar,dan dihatiku hanya ada kamu tidak ada orang lain."
Nana tersenyum ceria dan Ari merasa senang melihat senyuman itu,tapi tak lama ia merasa heran,ketika Nana menatap dirinya intes. bahkan bulan sabit yang teruki di bibir tipisnya kini hilang.
"Kenapa hon.?"Tanya Ari gugup.
Nana masih menatap wajah tampan suaminya kesal,bibirnya saja sampai cemberut."Kamu jahat.!!!"Tuturnya seraya berjalan meninggalkan suaminya yang masih diam kebingungan.
Ari mengejar Nana cepat"Honey tunggu, katakan ada apa kenapa kamu marah.?"
"Kamu jahat,kenapa kamu bilang di hatimu cuma ada aku hiks...hiks....terus bagaimana anakku hiks...hiks....kamu jahat"penuturan Nana membuat Ari tersentak,ia sampai melupakan calon anaknya.
"Sial kenapa aku melupakan itu,oh tuhan kenapa aku bisa lupa."lirih Ari penuh sesal.
"Honey tunggu,di hatiku juga ada anak kita sumpah,aku tadi lupa."Ucap Ari seraya mengejar sang istri.
Tapi di tengah pengejaran itu Ari sampai tidak memperhatikan langkahnya dan terjadilah.
Brugg...."Aw honey aku jatuh."pekik Ari yang saat ini terlentag di atas tanah.
__ADS_1
Nana menoleh."Aku tidak percaya."jawabnya ketus dan masuk kedalam rumah meninggalkan sang suami yang nampak menyedihkan.
"Aku tidak berbohong aku memang terjatuh."Gumam Ari sedih."Nasib."Tambahnya