
Dengan perlahan nana naik ke atas pangguan suaminya,yang tengah duduk di atas sofa.
.
.
Ari:"Kenapa hon.?"tanya Ari lembut,dengan tangan yang tengah menyingkirkan rambut yang menutup sisi lain wajah nana.
.
.
Nana hanya menggeleng,dengan gugup dia mengalungkan tangannya ke leher suaminya.
.
.
Kini mereka benar-benar intim.Ari kini tengah bermain di area bibir nana,dan lainya.
.
.
Desahan demi desahan keluar dengan pelan dari mulut nana,dan itu membuat Ari lebih bersemangat.dan menggila.
.
.
Tanpa membuang waktu,kini mereka telah menyatu dengan posisi nana masih di atas pangkuan Ari.
.
.
Malam itu kembali menjadi milik mereka, setelah tiga hari lamanya tidak bergulat. membuat Ari menjadi lebih menggila,bahkan Ari tanpa sadar telah melukai dada nana,tapi nana tidak menyadari di area dadanya terluka.karna di area lain ada yang lebih sakit.
.
.
Merasa puas bergulat di atas sofa,kini Ari dengan cepat berdiri dengan posis masih menyatu dengan istrinya.dan mereka melanjutkan pergulatan hebat itu di atas ranjang.
.
.
Malam itu mungkin untuk pertama kalinya Ari tidak akan membuang cairan berharganya di luar Area sensitiv istrinya,melainkan di dalamnya.supaya menjadi benih,dan menghasilkan Ari atau nana lainnya.
.
.
Lamanya mereka bergulat,dan jam sudah menunjukan pukul 00:25 dini hari waktu setempat.dan mereka baru saja selesai dengan urusan mereka.
.
.
Keringat bercucuran dan nafas yang belum sepenuhnya teratur membuat nana,dan Ari diam sejenak.
.
.
Ari:"Honey,makasih ya."ucap Ari,takhenti memberi ciuman di kening nana yang berkeringat.
.
.
Nana hanya tersenyum,dan menggangguk.dia terlalu lelah untuk menjawab ucapan suaminya.
.
.
Ya tuhan,malam ini aku lelah sekali.dia benar-benar tidak bisa mengontrol nafsunya,dada ku sampai terluka begini.gumam hati nana.
.
.
Mata nana tengah menatap salah satu dadanya yang nampak terluka karna gigitan Ari,yang tadi menggila di tengah pergulatan mereka.
.
.
Rasa sakit di area sensitivnya saja masih terasa,di tambah dadanya kini yang nyeri dan perih.tapi nana berusaha menahan agar suaminya tidak melihat rasa sakitnya.karna kalau sampai suaminya tahu,yang ada nanti dia panik ga jelas.dan itu artinya para pelayan yang saat ini tengah beristirahat harus terjaga,nana tidak mau itu terjadi.
.
.
Tubuhnya polonya kini tengah tertutup selimut tebal,dan dekapan hangat Ari yang tengah tertidur.
.
.
Pagi datang dengan cepat,dan seperti pagi lainya.nana akan sangat sibuk menyiapkan semua keperluan suaminya,dan nana akan merasa damai kalau Ari sudah berangkat ke kantor.
.
.
Nana:"Hati-hati ya,kerja yang benar."ucap nana dan tak lupa memberi vitamin yaitu kiss pagi kepada suaminya.
.
.
Ari:"siap hon,kamu di rumah hati-hati ya."sahut Ari dan banyak lagi pesan yang dia berikan untuk istrinya.
.
.
Mobil melaju meninggalkan rumah mewah itu,dan perlahan menghilang di telan jalan.
.
.
Nana:"Akhirnya,aku bebas."Senang nana dengan merentangan kedua tangannya ke atas.
.
.
Kakinya perlahan melangkah berniat untuk masuk ke dalam rumah,tapi ketika sudah sampai di depan pintu.tiba-tiba saja perutnya merasa nyeri.dan terasa menyakitkan..
.
__ADS_1
.
Nana:"Auu,kenapa sakit sekali.? apa karna aku makan nasi goreng ya.jadinya sakit begini."lirihnya dengan tangan yang tengah menahan rasa sakit di perutnya.
.
.
Salah satu pelayan yang tengah merapihkan meja makan,seketika mendekat ke arah nana. karna cara berjalan majikanya terlihat aneh dan seperti tengah menahan rasa sakit.
.
.
"Anda tidak apa-apa nona.?"tanya pelayan yang usianya tiga tahun lebih tua dari nana.
.
.
Nana:"Aku baik-baik saja."sahutnya dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya.
.
.
"Mau saya buatkan teh hangat nona,untuk mengurangi rasa sakit di perutnya.?"matanya terus menatap wajah nana yang terlihat kesakitan.
.
.
Nana:"Boleh juga,terimakasih ya."jawanya.
.
.
Pelayan itu mengangguk dan tak lama dia masuk ke dapur,meninggalkan nana yang tengah duduk di ruang tamu rumahnya. dengan tangan yang terus menahan rasa sakit di perutnya.
.
.
Kenapa sakit begini ya,apa karna semalam.? tapi masa ya,biasanya juga tidak sakit seperti ini.atau mungkin aku mau datang bulan, ya tuhan ini sakit sekali.heran hati nana.
.
.
.
Atmaja Grup.....
Seperti biasanya perusahan itu akan sibuk dengan berbagai macam laporan,pertemuan,dan lain sebagainya.
.
.
Tuan muda Ari tengah membicarakan sesuatu dengan sekertarisnya,dan sepertinya itu sangat penting dan rahasia.
.
.
Ari:"Aku ingin sesuatu yang lain dan pastikan ukurannya kecil jaka,serta bentuknya yang indah."Perintah Ari.
.
.
.
.
Sejenak Ari berpikir,dia ingin memberikan sesuatu yang sepesial untuk istrinya.dan selain bentuknya yang cantik,tapi juga harus berguna untunya.ketika dia tidak bersama istrinya.
.
.
Ari:"emmm.bisa kau pasang alat pelacak di beda itu jaka.?"tanya Ari.
.
.
Jaka:"Bisa tuan."jawab jaka tanpa ragu.
.
.
Ari:"Baiklah,lakukan segera.dan aku minta dua hari itu harus sudah selesai jaka.?"tambahnya.
.
.
Sekertaris jaka menyanggupi permintaan tuannya,dan berlalau meninggalkan ruang kerja Ari.
.
.
Ari:"Itu hadiah untuk mu,karna semalam kamu sudah membuat aku bahagia."gumamnya dengan posisi kepala yang tengah bersandar di kursi kebanggaanya.
.
.
Senyumanya tak pernah lepas di wajah tampanya,jika mengingat pergulatan dirinya dan Nana semalam.
.
.
Ari:"Dia ternyata bisa menggodaku,biasanya aku yang selalu memaksa.baru dia mau,aku semakin mencintainya."tambah Ari.raut wajahnya terlihat bahagia.
.
.
.
Sekertaris gunawan dengan cepat berjalan, dan meniki lift.dia terlihat terburu-buru.
Bukan tanpa alasan,tuannya yaitu raihan telah menghubunginya dan meminta dirinya untuk bergegas datang.dari kantor gunawan langsung memacu mobilnya ke arah tempat tinggal raihan.
.
.
Kini gunawan sudah sampai di depan pintu apartemen tuanya,dan dengan cepat dia mengetuk pintu.
__ADS_1
.
.
Pintu terbuka,menampakan wanita cantik yang bertubuh mungil,dengan raut wajah yang nampak ketakutan.
.
.
"Selamat datang tuan."ucapnya dan tak lupa membungkuk.
.
.
Gunawan:"Tidak usah bersikap seperti itu, saya sekertaris tuan muda raihan."sahutnya.
.
.
Wanita itu hanya tersenyum,dan tak lama mempersilahkan gunawan untuk masuk.
.
.
Gunawan:"Apa kamu pelayan baru,dari perusahan NNY.?"tanyanya.
.
.
"Betul tuan."jawabnya sopan.
.
.
Kenapa dia muda sekali,tuan raihan pasti marah.gumam hati gunawan.
.
.
Pelayan baru tuan Raihan dia masih sangat muda,mungkin umurnya sekitar 18tahun.dan tubuhnya begitu mungil,tapi nilai plesnya dia cantik.
.
.
.
Nana tengah berbaring di atas tempat tidurnya,dan rasa nyeri di perutnya perlahan mulai hilang.
.
.
Nana:"Aku pasti datang bulan.sakitnya sama persisi,tapi kenapa di Area sensitif ku tidak terasa lengket atau basahnya.?"heran nana.
.
.
Dengan perlahan dia beranjak bangun untuk keluar,dan menemui pelayan untuk membantunya membuat kue.karna rencananya dia ingin membuat kue dengan ketiga pelayanya.
.
.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 15:25 waktu setemapat,dan Ari tengah bersiap-siap untuk pulang dan menemui istrinya.
.
.
Dari arah luar Sekertaris jaka mengetuk pintu, dan tak lama dia masuk dan berdiri di depan tuan muda Ari.
.
.
Ari:"Ada apa sekertaris jaka,?apa ada pertemuan penting.kalau ada,besok saja.aku ingin pulang sekarang."ucap Ari yang tengah melipat laptopnya.
.
.
Jaka:"Ini tuan.!"Tanganya mengeluarkan sebuah undangan yang berwaran gold,ke atas meja Ari.
.
Tanpa bertanya Ari mengambil undangan itu, dan membacanya.
.
.
Ari:"Undangan,dari tuan samuel.?"herannya, karna seharusnya yang di undang itu daddynya bukan dirinya.
.
.
Jaka:"Betul tuan muda,anda dan tuan besar di undang ke acara pertunangan anaknya,dan syukuran ke lulusa putrinya."Jawab jaka.
.
.
Ari diam.dia menimbang apa dia akan datang, tapi dia harus datang.bagaimana pun tuan samuel adalah koleganya yang berpengaruh besar.
.
.
Tapi di sisi lain,dia kebingungan bagaimana dengan istri tercintanya.
.
.
.
Noet:"Aku usahakan up dua eps ya, ok temen-temen 😆
.
.
.
Maaf jika ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA.